
Setelah selesai sarapan, mereka akan menuju tujuan mereka masing-masing tapi sebelum itu .
"Vanya, mungkin kakak sedikit terlambat kau bisa mengatasi nya sebelum Kaka sampai " ucap Ara.
"Tentu saja Vanya bisa, nanti biar Vanya beri sedikit hadiah boleh " ucap Vanya.
"Boleh, tembak kepala nya juga boleh " ucap Ara.
"Benarkah,,,,Vanya minjam dong " ucap Vanya.
"Sayang jangan aneh-aneh " ucap Dinda.
"Hehehe,, gurau bunda " ucap Vanya cengengesan.
"Sayang apa kau sedang ada masalah " ucap Dominic.
"Tidak dad, dad tenang saja semua bisa terselesaikan jika kak yang datang " ucap Vanya.
"Sudah saatnya kita berangkat nanti kita terlambat " ucap Domani.
"Kulkas benar, dad , mom kami berangkat " ucap Vanya.
"Hati-hati sayang " ucap Dinda dan dominic bersamaan.
Setelah berpamitan mereka semua langsung berpangkat menuju sekolah dan kampus, sedangkan putri pertama BENATA sudah berada di rumah sakit pagi-pagi sekali karna dia mendapat telpon mendadak dari rumah sakit.
Saat Ara sedang di perjalanan, dia merasa ada beberapa motor yang mengikutinya saat tanpa sengaja dia melihat di kaca spion motor nya.
"Sepertinya mereka melakukan misi nya hari ini " ucap Ara tersenyum getir.
Bukan nya takut saat si jalan yang sepi, Ara langsung memutar motor nya, mereka yang mengikuti Ara dangan reflek menghentikan motor nya.
Door
Ara menembakkan peluru nya ke arah langit, sebagai peringatan .
"Sudah aku bilang, jangan main di belakang " ucap Ara langsung turun dari motor nya.
"Apa mau kalian " ucap Ara.
"Kau " ucap pria yang bertopeng .
"Tapi tidak semua itu, kau harus mengalahkan ku bagaimana " ucap Ara.
"Cih,,,, kau kira kami takut " ucap nya .
"SERANG " ucap nya.
Dan benar saja, mereka langsung menyerang Ara, terjadilah pertengkaran satu demi satu sudah Ara lumpuhkan .
BUGHHHH BUGHHHH BUGHHHH
Dan benar saja hanya memerlukan berapa menit, semua sudah Ara lumpuhkan.
"Sisa kau " ucap Ara .
"Kurang ajar " ucap nya.
"Aaaarrrrggggg "
Bughhhh ...
"Astaga,,, bagaimana bisa mereka memiliki anak buah sebodoh ini " ucap Ara tak habis pikir.
"Bagaimana,,, apa sakit, ah kasian sekali pasti jalan itu merasa jijik kau cium " ucap Ara.
Ya, saat sisa satu orang bukan nya menyerang Ara dia malah tersungkur tanpa Ara menghindar, ya karna dia tersandung dengan kaki nya sendiri itu sebab nya dia tersungkur.
"Latihan dulu baru kau datang menemui ku kembali " ucap Ara langsung naik di atas motor nya meninggalkan suruhan seseorang, dia hampir terlambat sampai kampus .
Hanya memerlukan waktu 5 menit Ara sudah sampai di area kampus dan benar saja dia terlambat satu menit.
Ara langsung cepat berlari menuju kelasnya yang berada di lantai 4, karna lift sedang bermasalah mau tak mau Ara harus naik menggunakan tangga darurat .
Tenang Ara sudah terbiasa lari lari dan naik turun tangga jadi hanya 2 menit saja dia sudah berada di lantai 4 .
Tok Tok Tok
Dosen yang sedang memberi materi langsung memandang siapa yang mengganggu diri nya, dia paling benci dengan orang yang sudah mengganggu nya.
"Maaf pak saya terlambat " ucap Ara
"Bagaimana bisa dia selamat " ucap seseorang yang melihat Ara sampai.
"Dasar ingin caper " teriak Tina, mahasiswa yang memiliki dendam lama dengan Ara .
"Kenapa kau bisa terlambat, berikan alasan yang tepat jika tidak kau tidak boleh masuk kelas " ucap dosen killer.
"Maaf pak tadi di jalan ada sampah " ucap Ara.
Dosen yang mendengar ucapan Ara mengernyit dari heran, lah apa hubungan nya sampah dengan nya .
"Beri alasan yang kuat, ini tidak masuk akal " ucap dosen lagi.
"Mulut mu memang perlu di hadiah " ucap Ara.
"Ara, sudah terlambat tapi masih ingin mencari pembelaan " ucap dosen .
"Sekarang kau tidak boleh masuk jam mata kuliah saya hari ini, kau harus berdiri di lapangan sekarang " usir dosen.
"Tapi pak, saya hanya terlambat satu menit " ucap Ara memberi pembelaan.
"Jalankan hukuman , atau tidak masuk sama sekali " ucap dosen lagi.
"Baiklah, tapi sebelum itu saya boleh simpan tas saya pak " ucap Ara.
"Silahkan " ucap dosen.
Saat Ara menyimpan tas nya, dia berhenti pada seorang pria yang mirip seseorang, ya siapa lagi jika bukan ayah biologis nya.
"Terima kasih " ucap Ara .
Sedangkan Steve yang mendengar ucapan Ara semangkin geram, liat saja dia sendiri yang akan turun tangan.
Dengan mata hari yang semangkin terik, Ara harus berdiri di lapangan kampus seorang diri , ini semua gara-gara Sampah tidak berguna dia harus harus di hukum.
Tak lama saat Ara berdiri di sana, sebuah mobil sport memasuki area kampus yang mungkin mentertawakan diri nya .
"Kenapa wanita pujaan hati nya berdiri di lapangan seorang diri " pikir Devan.
Bukan nya sekarang kuliah sedang berlangsung, jangan bilang dia dihukum tapi masa iya setahunya pujaan hatinya adalah mahasiswa teladan dan tercerdas di kampus ini.
Sebelum keluar dari mobil nya, Devan menghubungi seseorang .
"Hello pak " ucap Devan pada orang di sebrang sana.
"Iya pak Devan, bisa saya bantu " ucap security .
"Boleh bapak bawa kan air minum, pada wanita yang sedang berdiri di lapangan " ucap Devan.
"Dan jangan bilang itu dari saya, dan satu lagi tolong tanya pada nya kenapa berdiri di sana " ucap Devan.
"Baik pak Devan " ucap security .
"Jika sudah selesai jangan lupa untuk datang ke ruangan saya " ucap Devan.
"Baik oak Devan " ucap security .
Setelah selesai , Devan langsung keluar dari dalam mobil nya dan sebelum itu dia melihat Ara yang mungkin sudah kehausan di sana.
Sedangkan Ara yang sedang menjalankan masa hukum nya, tiba-tiba seorang datang.
"Nona ini minum nya, nona pasti haus " ucap security.
"He,, Terima kasih pak, untuk bapak saja minum nya Ara tidak haus " tolak Ara secara halus.
"Nona sedang di hukum ya " ucap security mulai percakapan.
"Ya begitulah lah kira-kira oak, memalukan sekali ya pak " ucap Ara
"Menurut bapak tidak, lebih baik terlambat dari pada tidak masuk sama sekali, dan seperti nona bapak menebak terlambat juga pasti ada sebab " ucap security.
Ara hanya tersenyum menanggapi ucapan security kampus.
"Ini panas pak, bapak lebih baik di sana biar tidak panas " ucap Ara
"Bapak tidak akan kembali jika nona tidak menerima minuman ini " ucap security.
"Baiklah jika bapak memaksa sini minumnya " ucap ara.
"Ini " ucap security .
"Terima kasih atas minumnya " ucap ara
Saat Ara sudah menerima minuman yang di berikan security , tapi dia masih berdiri di dekan Ara, Ara mengerutkan alis bingung.
"Di minum nona, bukan untuk di pegang saja " ucap security.
Ara langsung membuka air minum yang di berikan security dan meneguknya sedikit.
"Sudah " ucap Ara
"Baiklah bapak kembali bertugas dulu " ucap security.
"Selamat bertugas pak, Terima kasih atas minumnya " ucap Ara.
"Itu bukan bapak yang beli, tapi seseorang " ucap security.
Dan benar saja , saat sudah selesai Ara minum air yang di beri security, dia langsung pergi masuk ke area kampus, Dan security langsung menuju ruangan Devan.
Tok Tok Tok
Next part selanjutnya KK mohon maaf atas keterlambatan update hari ini karna harus bantu orang tua mohon pengertian ππ»
Note : Yang sudah mengikuti giveaway dan posts melalui ig di sarankan untuk mengubah akun IG nya untuk tidak di kunci .