Little Queen

Little Queen
#111



Saat hari sudah mulai gelap dengan devan yang sudah sangat berkeringat jadi menambah ketampanan nya.


Dan anggota keluarga Devan maupun Ara juga sudah pulang, hanya menyisakan mereka dan staf hotel di sana.


Dan staf hotel juga masing-masing melakukan tugas nya, dan hanya dia saja yang menyaksikan Devan jadi seorang wo.


Kapan lagi kan bisa suruh CEO, Dosen, King menjadi seorang wo.


"Bagaimana pak " ucap Ara .


Devan yang mendengar suara seseorang yang sangat di kenali nya menatap Ara dan lupa jika di sedang di atas tangga tiba-tiba...


"Awas " teriak Ara .


Tapi sayang memang Tuhan tidak berpihak pada Devan .


Bughhhh ...


" Astaga pantat ku " ucap Devan kesakitan.


Ara yang melihat itu meringis , pasti sakit pikir nya.


"Bapak tidak apa-apa " ucap Ara saat melihat Devan jatuh Ara langsung menghampiri Devan.


Devan yang merasa di perhatikan malah tersenyum bukan nya menjawab pertanyaan dari Ara .


"Untung tangga nya tidak patah " ucap Ara lagi.


JJJEEDAAAARRRR


Bak di tampar saja Devan yang mendengar ucapan Ara, jadi setelah di tebang laku di jatuhkan .


SAKIT, lebih sakit dari pada luka oleh benda tajam .


"Becanda pak " ucap Ara.


Saat dia melihat wajah Devan yang lemah mendengar ucapan nya.


"Jadi tadi " ucap Devan.


"Maaf Ara hanya bercanda tadi, bapak baik-baik saja " ucap Ara.


"Sini biar Ara bantu " ucap Ara lagi


"Duduk lah " ucap Ara saat mereka sudah di dekat sofa tunggu.


"Minum dulu pak " ucap Ara menyodorkan air minum .


Devan langsung menerima air yang di tawarkan untuk nya.


Tapi tanpa sengaja Ara melihat noda noda merah di jari jari Devan.


Ara langsung keluar dari ruangan tersebut, meninggalkan Devan yang bingung dengan kepergian Ara .


"Apa aku gagal " pikir Devan lemah.


Tapi Wajahnya nya kembali tersenyum saat melihat kedatangan Ara kembali dengan kotak P3K .


Dengan telaten Ara mengeluarkan obat yang dia perlukan .


"Sini biar Ara liat tangan nya " ucap Ara .


"Ha ,,,, " Devan malah di buat bingung.


"Astaga " ucap Ara langsung menarik tangan Devan.


" Lain kali hati-hati menggunakan paku kecil, Ara tau bapak tidak pernah menggunakan paku kecil " ucap Ara sambil membersihkan luka luka kecil yang di dapat Devan.


Calon istri the best , Pokok nya .


"Sudah " ucap Ara setelah selesai mengobati luka Devan.


"Ini sudah sore , ayo kita pulang " ucap Ara.


Jika kalian pikir ujian Devan berakhir jawaban nya tidak, ini belum berakhir kawan .


"Besok di lanjutkan lagi, pokok nya di hari pernikahan kita semua nya sudah sempurna tanpa Jasa wo " ucap Ara lagi


"Baiklah " pasrah Devan.


Jika di menolak, maka bisa di pastikan dia tidak akan bisa memiliki wanita nya .


****


Sedangkan di mansion utama BENATA , saat sore hari Masing-masing dari mereka melakukan tugas nya.


dan di ruang keluarga seorang wanita cantik sedang menonton film kesukaan dengan toples di pangkuan.


" Vanya " ucap Demian.


Bukan nya menjawab , Vanya hanya melirik lalu fokus kembali pada layar televisi.


Bughhhh ...


"Aaaaaaarrrggggg" teriak Vanya.


"Rasakan , mangka nya jika di panggil jawab " ucap Demian .


"Bundaaaaa ,, " tarik Vanya


"Sayang ada apa " Ucap Dinda langsung berlari dari dapur menuju ruang keluarga.


"Kepala Vanya di lempar " adu Vanya


"Demian benar itu " ucap Dinda.


"Vanya tidak menjawab ucapan Demian bunda " Ucap Demian.


"Kan Vanya sedang makan " Ucap Vanya.


"Kakak sampai " ucap Domani.


"Maaf gembaran ku " ucap Demian cepat.


"Vanya juga minta maaf " ucap vanya.


Domani yang melihat itu, hanya menggeleng kepala giliran sudah ketemu pawang nya baru lah mereka saling minta maaf.


"Ada apa bunda "


...Bonus visual , otor tunaikan ya ...


...Pemilik dekor mau lewat 🌷...


...



...


...Mutiara Ayu Azalia Putri BENATA ...


...Karyawan dekor mau lewat 🌷...



...Devan putra ...


next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain biar author lebih semangat lagi update nya πŸ’ž