Little Queen

Little Queen
#57



Sedangkan Ara yang sudah mengakhiri sambungan telepon, langsung melanjutkan kembali cek laporan yang di kirim anggota nya.


Setelah selesai cek laporan yang dia terima, Ara langsung menyimpan kembali laptop nya dia harus istirahat sekarang .


Sedangkan pria yang berada di ruangan nya, dengan sebuah foto di tangan nya.


"Jika benar kau orang penyebab Daddy menghilang, lihat saja aku akan menghancurkan seluruh anggota keluarga mu " ucap Steve.


"Tapi sebelum itu, aku akan membuat mu bertekuk lutut pada ku " ucap Steve lagi.


Dia sangat yakin bisa menaklukkan hati wanita dingin yang sekarang menjadi target nya, siapa lagi jika bukan Ara.


Bahkan dia sampai rela terbang jauh-jauh semata-mata untuk membalaskan dendam Daddy nya.


"Tunggu sebentar lagi dad, Steve pasti akan membalas nya " ucap Steve yakin.


****


Saat pagi hari tiba Mension utama milik Pratama sudah heboh siapa lagi pelakunya jika bukan Ica, putri mereka.


"Mommy, Daddy " teriak Ica.


Missya dan Ardian yang berada di meja makan langsung memandang putrinya yang tidak seperti biasanya pagi ini.


"Sayang ada apa teriak teriak " ucap missya.


"Iya sayang ada apa " ucap ardian.


"Pagi mom, dad " ucap Ica lagi , sambil duduk di kursinya dan tak lupa dengan senyum yang tak pernah luntur di wajah cantiknya.


Ardian dan missya saling pandang, apa putrinya sedang jatuh cinta, jika benar siapa laki-laki itu.


"Sepertinya kau sedang bahagia sayang " ucap missya.


"Iya, boleh kami tahu apa yang membuat mu bahagia pagi ini sayang " ucap Ardian.


"Selesai dulu sarapan mu nanti baru kau beritahu kami " ucap missya.


"Baiklah " ucap Ica.


Dan benar saja setelah selesai sarapan mereka langsung menuju ruang keluarga, ingin mengetahui apa yang membuat putrinya bahagia pagi hari ini.


"Semalam Ica menghubungi Ara " Ica menjeda ucapan nya, dan tepat seperti apa yang dia pikirkan Ardian bahkan langsung duduk tegak saat mendengar nama Ara putri nya.


"Lalu, apa yang kalian bicarakan " ucap missya.


"Ica penasaran dengan Steve apa dia benar mahasiswa baru itu atau bukan " ucap Ica.


"Lalu apa benar Steve yang dad maksud " ucap Ardian.


"Iya, Ara bilang begitu dia mahasiswa baru itu " ucap Ica.


"Ya Tuhan, bearti Ara dalam bahaya " ucap Ardian pelan.


"Maksud Daddy " ucap Ica.


"Kau sudah memberitahu jika harus berhati-hati " ucap ardian, dengan reflek Ica mengangguk .


"Syukurlah, sayang tidak hanya Ara kau juga harus hati-hati pada Steve " ucap Ardian.


"Tapi dad " Ica tidak menyelesaikan ucapannya saat sudah di potong oleh seseorang.


"Sayang turuti apa kata Daddy mu nak " ucap missya.


"Baiklah " ucap Ica.


"Sayang kau yakin dengan ucapan mu " ucap ardian.


"Tentu saja, Ara mengatakan itu semalam " ucap Ica.


"Lalu kapan kita akan berkunjung di mansion BENATA " ucap missya.


"BENATA " ucap Ica.


"Sayang jangan bilang jika kau tidak mengetahui jika Ara putri pengusaha nomor satu di dunia ini " tebak missya, dengan santai nya Ica mengangguk membenarkan ucapan mommy nya.


"Sudah mom duga " ucap missya.


"Ayo kita berkunjung di mansion BENATA " ucap ardian tiba-tiba.


"Sekarang " ucap mereka bersamaan.


"Iya, bukan kah lebih cepat lebih baik " ucap Ardian.


"Baiklah, sekarang kita siap-siap " ucap missya.


Sedang kan di mansion utama BENATA tak berbeda jauh dengan yang lainnya, Setelah menyelesaikan sarapan pagi mereka berkumpul di ruang keluarga .


Sedangkan triple D tidak ikut serta karena mereka harus pergi ke sekolah .


"Sayang boleh dad bertanya sesuatu " ucap Dominic.


Semua anggota keluarga langsung memandang Dominic yang memulai percakapan.


"Tentu saja dad, katakan " ucap Ara.


"Bunda bilang, kemarin saat si supermarket kau bertemu sahabat mu siapa dia " ucap Dominic.


"Steve " ucap Ara.


"Bunda bilang jika dia sepupu dari daddy kandung mu, apa benar itu " ucap Dominic.


"Sepupu " ucap indah yang dari tadi menyimak.


"Iya, mom sepupu Ardian " ucap Dominic.


"Sayang apa benar itu " ucap indah.


"Iya benar grandma, Daddy " ucap Ara.


"Untuk apa dia datang ke mari " ucap indah.


"Mungkin ingin main main " ucap Ara.


Saat mereka sedang serius membicarakan Steve tiba-tiba bel pintu berbunyi .


Ting Tong


"Biar Sasa yang buka pintu nya " ucap Sasa


Ya, hari ini Sasa sedang off dan itu sebabnya di bisa ikut bergabung dengan keluarganya pagi ini.


"Siapa pagi-pagi begini sudah bertamu " ucap mereka.


Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain biar author tambah semangat update nya πŸ™πŸ»