Little Queen

Little Queen
#10



"Aku " ucap Ara pada diri nya sendiri.


Saat dia melihat seluruh mahasiswa menantap nya, Ara langsung berdiri dengan cuek nya .


"Perkenalkan sana saya Mutiara Ayu Azalia Putri " ucap Ara.


Sedangkan Devan yang berada di depan langsung menatap absensi mahasiswa nya.


"Bukanya nama mu Mutiara Ayu Azalia Putri.B " ulang Devan.


"Iya, kami bahkan tidak tau apa arti dari huruf B itu " ucap mahasiswa lain.


"Bisa kau ulangi " ucap Devan.


"Maaf, itu hanya marga saja " ucap Ara singkat.


"Kenapa tidak di sebutkan, kami juga ingin tau apa marga mu dari awal sampai sekarang kami tidak pernah tau apa marga mu " ucap wanita yang tidak menyukai Ara.


"Benar sekali, kami juga penasaran " ucap wanita lain.


"Mungkin marga orang miskin kali, itu sebabnya di malu mengucapakan nya " ucap wanita yang berdandan tadi.


Jika bukan di area kampus, Ara pasti sudah merobek mulutnya tapi sebisa mungkin Ara tahan untuk melakukan itu.


"Bisa kalian diam " ucap Devan tegas.


"Lanjutkan di samping nya " ucap Devan.


"Perkenalkan nama saya Raymond Kwok " ucap pria yang duduk di sampingnya.


"Next " ucap Devan.


Dan seterusnya sampai selesai, saat sudah selesai memperkenalkan diri baru proses belajar mengajar di mulai.


*****


Sedangkan di sebuah markas yang berada di arah Utara, seorang pria mengamuk saat mendapat kiriman.


"Kurang ajar berani-beraninya mereka mengirimi ku lidah yang sudah busuk " marahnya.


"Apa yang harus kita lakukan king " ucap pria berada di ruangan nya.


"Cari pelakunya dan habisi mereka " ucap pria itu geram.


"Baik king " ucap pria yang ada di hadapan.


"Kau akan menyesal sudah melakukan ini pada ku, lihat saja " ucap nya lagi.


****


Sedangkan di sana khusus nya di ruangan Dominic dia sedang berkutik dengan berkas-berkas yang ada di atas meja, tiba-tiba pintu ruangan nya di ketuk oleh seseorang


Tok Tok Tok


"Masuk " ucap Dominic .


"Maaf tuan, proyek yang sedang kita bangun mengalami masalah besar " ucap Willy.


Dominic yang tadinya fokus pada berkas nya, langsung menghentikan kegiatan saat mendengar apa yang di ucapkan asistennya.


"Apa maksud mu, bukanya Minggu lalu masih baik-baik saja " ucap Dominic.


"Benar tuan, salah satu dari mandor pembangunan gedung membawa lari uang tersebut dan sekarang para pekerja mogok kerja Karena satu Minggu tidak di gaji " ucap Willy.


"Baik tuan " ucap Willy langsung menghubungi seseorang.


"Siapa lagi yang kau hubungi, cepat lah " ucap Dominic.


" Tentu saja Bodyguard tuan " ucap Willy.


"Tidak perlu, tempatnya tidak jauh dari sini " ucap Dominic.


"Tapi tuan " ucap Willy terhenti karna sudah di potong oleh Dominic.


"Sudah lah Willy, ini tidak jauh dan kita memerlukan satu jam saja di perjalanan " ucap Dominic.


"Tapi setidaknya jaga-jaga tuan " ucap Willy.


"cepatlah " ucap Dominic.


Daan saat mereka sudah berada di lobi perusahaan, dua orang bodyguard sudah berada di sana.


"Ikuti kami " ucap Dominic.


"Baik tuan " patuh nya


Setelah mereka memasuki mobil masing-masing mereka langsung melajukan mobilnya.


"Ambil jalan pintas saja " ucap Dominic, saat melihat jalan yang macet.


Saat mereka sudah melalu jalan pintas, semua nya aman tapi tiba-tiba terdengar suara tembakan.


DOOR DOOR


Mobil bodyguard yang mengikuti mobil mereka langsung oleng dan bahkan masuk ke jurang saat mereka tidak bisa mengendalikan mobilnya.


"Willy siapa mereka " ucap Dominic.


"Aku tidak tau tuan, tapi mereka pasti musuh kita " ucap Willy.


Mendengar itu, Dominic langsung mengambil pistol yang selalu mereka bawa di dalam mobil.


"Willy fokus nyetirnya " ucap Dominic.


"Baik tuan " ucap Willy.


DOOR DOOR DOOR


Dominic langsung menembakan peluru nya, tapi selalu gagal mereka terlalu gesit menghindari .


"Tuan mobil nya tidak bisa di kendalikan " panik Willy.


Dan tiba-tiba di samping mereka ada sebuah motor yang memainkan ponselnya .


"Willy mobil kita sudah di kendalikan oleh mereka " ucap Dominic.


"Lalu tuan bagaimana ini " panik Willy.


Bahkan mobil nya semangkin melaju, tanpa mereka kemudikan, dan tak hanya itu kaca mobil juga tidak bisa di turunkan.


"Willy awas " teriak Dominic.


AAAAAAARRRGGGGG


Mohon maaf part kali ini sedikit tegang, bahkan author tahan nafas jadi dengan berat hati maka kita akan lanjutkan part selanjutnya KK πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»