Little Queen

Little Queen
#73



"Dia mengenali ku " ucap nya langsung melepas topeng dan jubah nya.


Dan asal kalian tahu dia juga baru menyelesaikan misi nya, dan tanpa Sengahja dia melihat pertikaian di jalan yang sepi .


Awal nya dia tidak ingin memperdulikan itu karna tubuh nya sangat lelah, dan dia juga terluka.


Tapi semua itu sirna saat matanya menangkap sosok wanita yang sangat dia kenali, bahkan sangat dia kenali, dia wanita pujaan hati nya .


Itu sebabnya dia turun dari mobilnya dan membalaskan sakit yang di rasakan oleh wanita nya.


Ting Tong


"Aunty , help me " ucap Ara.


Sedangkan di dalam mansion , Jeni dan Michel yang masih berada diruang keluarga saling pandang saat mendengar bel berbunyi.


"Siapa yang bertamu tengah malam begini " ucap Jeni.


"Entah lah, apa dia penjahat " tebak Michel.


"Biar Marvel saja yang buka mom dad " ucap Marvel.


"Ayo kita lihat " ucap Jeni.


Dia penasaran siapa yang bertamu tengah makan begini, biarpun mansion mereka penjagaan nya ketat tapi mereka harus lihat siapa yang datang setidaknya jika orang jahat Jeni dan Michel bisa membantu.


Ting Tong


"Sabar " ucap Marvel.


"Tidak sabaran sekali dia " kesal Marvel.


Ceklek .


Bughhhh ...


"Ara " pekik Jeni.


"Astaga apa yang yang terjadi sayang " ucap Jeni.


"Dad, tolong tolong gendong Ara " ucap Jeni.


"Biar saya saja " ucap seorang pria.


Bahkan Jeni tak menyadari ada orang asing yang datang di mansion mereka.


Jeni yang berjongkok langsung mendongak melihat siapa yang bicara.


"Di bawa ke mana dia " ucap nya .


"Mom " ucap Marvel menyadarkan Jeni yang mungkin shock orang asing datang ke mansion mereka.


"Ara bertahan lah, aku tidak ingin kehilangan mu " ucap nya membatin, saat Ara sudah menutup mata nya.


Tapi dia akui wanita yang ada di gendongan sangat berbeda, tak jarang jika orang yang terkena tembakan akan ambruk tapi dia tidak.


Bahkan dia sudah menembakkan peluru nya untuk melumpuhkan lawan nya.


"Letakan dia di sini " ucap Jeni .


"Terima kasih, kau boleh keluar " ucap Jeni langsung sibuk menggunakan seragam nya.


Cup


"Bertahan lah, jika bukan demi ku demi bunda mu " ucap nya membatin.


"Siapa semua nya " ucap Jeni pada perawat yang stand by di ruang rahasia.


"Siapa sebenarnya dia " Jeni membatin.


Karena tanpa sengaja dia melihat seseorang mengecup kening keponakan cantiknya, karna yang dia tahu keponakan nya paling benci di sentuh oleh orang asing.


"Tolong selamatkan dia " ucap nya sebelum keluar.


"Kau tenang saja, aku akan berusaha semampu yang aku bisa " ucap Jeni .


"Ayo kita mulai " ucap Jeni.


Operasi berlangsung, sedangkan pria tersebut menunggu di luar dengan Michel dan Marvel yang juga menunggu di luar.


"Sepertinya wajah mu tidak asing " ucap Michel.


Karna di dunia bisnis tentu mengenal perusahaan perusahaan yang nama nya di sedang naik duan.


"Tuan " ucap nya.


"Sudah ku duga jika kau, selamat datang di mansion kami walau dengan keadaan seperti ini " ucap Michel.


"It's okey, suatu kebanggaan tersendiri saat saya bisa bertemu langsung dengan seorang pengusaha seperti anda " ucap nya.


"Dad " ucap Marvel.


"Ah iya, perkenalkan dia putra kami Marvel " ucap Michel.


"Sayang perkenalkan diri mu " ucap Michel.


"Marvel " ucap Marvel.


"Devan "


Terjawab sudah siapa yang membatu Ara, bagaimana setelah sekian lama menghilang akhirnya pak dosen datang kembali.