Little Queen

Little Queen
#50



Sedangkan indah yang berada di restauran, semenjak dia datang dia hanya diam dan melamun tidak jelas.


Sena yang melihat keanehan sahabat nya, langsung bertanya.


"Indah, are you okey " ucap Sena.


Tapi sayang sahabat nya terlalu jauh termenung sampai tidak menyadari apa yang dia ucapkan, dan mungkin dia juga tidak di anggap ada Sekarang.


"Indah " ucap Sena.


"Ha,,, " ucap indah sadar dari lamunannya.


"Kau bicara sesuatu " ucap indah.


"Ada apa dengan mu " ucap Sena.


"Tidak, aku hanya kepikiran dengan cucu ku " ucap indah.


"Cucu mu yang mana " ucap Sena.


"Ara " ucap indah.


"Ada apa dengannya, apa sudah ada yang ingin melamar nya, oh no itu tidak boleh terjadi " ucap Sena.


"Ada dengan mu, memangnya kenapa jika cucu ku di kamar emang masalah buat Lo " ucap indah.


"Tentu saja kau tau jika itu terjadi cucu ku akan jungkir balik nanti " ucap Sena.


"Dari dulu sampai sekarang kau memang tidak pernah berubah " ucap indah.


"Cucu ku tidak ada yang melamar nya, yang ada cucu ku akan menembak kepala orang yang melamarnya " ucap indah.


"Menyeramkan sekali, kasian nanti kepada cucu ku pecah " ucap Sena.


"Sudah lah, ayo kita pergi belanja atau apa lah itu " ucap indah.


"Okey, les gooo " ucap Sena semangat.


***


Sedangkan di sebuah cafe seorang pria sedang duduk menunggu seseorang yang tak kunjung menampakan batang hidungnya.


"Apa dia sedang sibuk " ucap pria tersebut.


Padahal dia sudah sangat merindukan sosok wanita yang sudah memenuhi pikiran nya, karena tugas nya yang harus membuat mereka berpisah jarak, saat sibuk dengan ponsel nya tiba-tiba seseorang berbicara .


"Apa aku terlambat " ucap seorang.


Arga langsung memutar badan saat mendengar suara yang sangat dia kenali, Sasa, ya, Sasa yang di tunggu dari tadi akhirnya dia datang .


"Tidak, silahkan duduk " ucap Arga.


"Terima kasih " ucap Sasa.


Semenjak Arga berkunjung di mansion utama BENATA, merek semangkin dekat dan saling memberi kabar satu sama lain.


"Maaf membuatmu menunggu lama " ucap Sasa tidak enak.


"Tidak apa-apa aku mengerti kau pasti sangat sibuk " ucap Arga.


"Kau bilang ingin bicara sesuatu pada ku, apa yang ingin katakan " ucap Sasa.


"Itu,,,," ucapan Arga terpotong oleh seseorang yang datang menghampiri mereka.


"Permisi tuan, nona mungkin ingin pesan sesuatu, ini daftar menunya " ucap waiter .


"Ya, kita belum pesan makanan " ucap Arga.


Mereka langsung melihat daftar menu makanan yang ada di cafe tersebut, setelah selesai mereka mengembalikan daftar menu pada waiter.


"Mohon untuk menunggu tuan, nona " ucap waiter.


Sasa hanya mengangguk merespon ucapan waiter .


"Ternyata dia masih mengingat pertanyaan nya " Arga membatin.


"Seperti yang kau tau, Kita sudah cukup lama saling mengalah dan usia kita juga sudah sangat matang untuk membangun sebuah hubungan, dan aku juga menyukai mu, Will you marry me " ucap Arga.


Sasa langsung diam, apa ini mimpi atau bagaimana Jiak benar ini mimpi sadarkan lah dia .


"Sasa kau mendengar ucapan ku " ucap Arga.


"Ha,,,, iya tentu saja aku mendengar mu " ucap Sasa.


"Will you marry me " ucap Arga.


Ya ampun, apa seorang abdi negara satu ini tidak bisa bersikap romantis sedikit pun, yang seperti pria lain yang akan membawa wanita nya ke sebuah tempat yang sudah di hias sedemikian rupa .


"Maaf aku bukan tipe orang yang romantis seperti pria di luar sana " ucap Arga.


"Kau tidak perlu minta maaf, kau cukup seperti diri mu sendiri, jangan memaksakan diri untuk menjadi pria di luar sana " Sasa menjeda ucapan saat waiter datang membawa pesanan mereka.


"Permisi tuan nona, ini pesanan nya selamat menikmati " ucap waiter.


"Terima kasih " ucap mereka bersamaan.


Setelah kepergian waiter baru Sasa melanjutkan ucapannya yang tadi sempat tertunda.


"Aku tidak bisa menjawab sekarang tapi jika kau serius, datanglah ke mansion ku " ucap Sasa.


"Aku mengerti, dan tunggu kedatangan ku " ucap Arga.


"Sekarang ayo kita makan " ucap Arga.


****


Sedangkan di mansion seorang pria yang duduk termenung seorang diri di taman belakang.


"Dad " ucap seseorang.


"Iya sayang " ucap ardian.


Ya, Ardian yang duduk termenung di taman belakang seorang diri .


"Ica boleh duduk " ucap Ica.


"Tentu saja sayang, duduk lah " ucap Ardian.


"Di mana mommy " ucap Ica basa-basi.


"Mom sedang ke Belakang " ucap Ardian.


"Dad okey " ucap Ica.


"Okey, ada apa sayang " ucap Ardian.


"Tapi kenapa dad sekarang aneh " ucap Ica.


"Aneh bagaimana maksudmu sayang " ucap missya yang datang membawa nampan berisi kue dan air dingin


"Maksud Ica, semenjak teman Ica datang ke mansion ini, dad berubah menjadi lebih pendiam padahal dad ingin sekali bertemu dengannya bukan " ucap Ica.


"Mungkin itu hanya perasaan mu saja sayang " ucap missya.


"Tidak mom, atau apa mungkin dad dan mommy sedang merahasiakan sesuatu pada Ica " ucap Ica.


"Sayang, missya langsung menggenggam tangan putri nya sebelum melanjutkan ucapannya, sekarang kau sudah remaja dan mungkin sudah saatnya kami katakan semuanya " ucap missya.


"Katakan apa mom, dad " ucap Ica.


Entah kenapa hatinya mulai tidak tenang seakan-akan dia akan mengetahui keberadaan yang membuatnya tidak tenang.


Next part selanjutnya KK dan mohon masukan dan saran nya πŸ™


Terima kasih yang sudah menemani author sampai sekarang semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT πŸ™