
Setelah acara lamaran dadakan yang di buat oleh Devan, mereka langsung makan malam yang semulanya cukup untuk seluruh anggota BENATA , jadi bertambah meja dan kursi untuk keluarga Pratama dan keluarga Sena.
Jika Kalian bertanya di mana Jeni berserta keluarga, mereka sedang pulang ke Amerika di kediaman suaminya karna salah satu Anggota keluarga Michael mendapat musibah dan itu sebabnya mereka tidak bisa hadir tapi tenang saja Jeni tentu menyiapkan kado untuk keponakan cantik nya.
"Ahhhh,,,, perut ku " ucap Vanya.
"Cihhhhh,,,,badan boleh kecil tapi porsi makan mu paling banyak , apa di dalam perut mu banyak cacing cacing " ucap Demian.
Bughhhh
"Auuuu " pekik Demian.
"Enak saja, Vanya yang cantik jelita tidak melihat cacing di perut " ucap Vanya kesal.
"Apa kalian tidak bisa satu hari saja tidak berdebat " ucap indah .
"Tidak " ucap mereka bersamaan.
Sedangkan Dinda yang sudah terbiasa melihat putra putri nya berdebat hanya memijit pelipis pusing.
"Astaga , kalian kompak sekali " kaget Sena.
"Mulai sekarang kau harus terbiasa melihat seperti ini saat kita menjadi keluarga nanti " ucap indah.
Jika dia pikirkan mungkin kepala nya sudah botak melihat cucu nya dua orang satu ini yang sangat menguji kesabaran nya .
"Tenang saja, aku sangat suka dengan cucu mu " ucap Sena .
Indah yang mengenal jelas sifat sahabat nya langsung menepuk keningnya, bagaimana Sahabat nya tidak suka jika Sifat nya tidak jauh beda dengan cucu nya yang banyak bicara dan ahh,,,, sudah lah .
"Emmm,,,, jadi kapan pernikahan ini di laksanakan " ucap Maya membuka suara.
"Semua nya sudah beres " ucap indah dan Sena bersama
Semua orang yang ada di sana langsung menatap indah dan Sena bersama , dengan berbagai macam pertanyaan.
"Apa yang beres "
"Apa dua orang wanita paruh baya ini sudah menyiapkan segalanya"
"Jika iya, kapan "
"Dan bagaimana jika putra nya tidak melamar Ara "
"Dan bagaimana jika Ara tidak menerima lamaran Devan "
Dan, masih banyak lagi pertanyaan demi pertanyaan yang ingin mereka tanyakan.
"Sudah Ara duga jika grandma menyiapkan semua nya " ucap Ara pelan tapi masih terdengar oleh indah.
"Ya,,,, tidak asik dong jika Ara menyadari nya " ucap indah.
"Kau jangan meremehkan cucu mu, dan ingat dia juga didikan mu " ucap alaric.
"Ya ,,, ya ,,, bearti aku sudah berhasil mendidik cucu ku " ucap indah bangga.
"Ya, menjadi ratu dingin maksud mu " ucap Sena lagi.
"Kan untuk di luar, liat dia sekarang tidak dingin kan " ucap indah.
"Kan kakak tidak masuk dalam kulkas mana bisa dingin " ucap Vanya dengan mulut yang tiada henti mengunyah.
Bughhhh
"auuuu" pekik Vanya .
"Kalau mau bicara habis kn dulu makanan mu " ucap Domani..
"Dasar kulkas " ucap Vanya.
Sedangkan Ara yang di bicara hanya santai saja, toh di bicarakan semua nya benar.
"Emmm,,, jadi kapan pernikahan ini di laksanakan " ucap Mila.
Wanita cantik ini seperti nya sudah tidak sabar untuk memiliki menantu .
"Iya, selagi kita berkumpul maka kita harus membicarakan pernikahan mereka " ucap Sena semangat .
"Maaf kami akan pergi ke sana " ucap Sasa pada sebuah balkon lain yang berada di lantai yang sama.
"Vanya juga " ucap Vanya.
dan di ikuti oleh yang lain, karna mereka tidak ingin mengganggu pembicaraan orang dewasa .
Apa lagi Vanya yang jika tidak ikut bicara, lidahnya serasa gatal saja jadi lebih baik dia cari aman.
Dan benar saja setelah kepergian putri putra mereka, mereka langsung membicarakan pembicaraan inti biar tidak terlalu larut malam .
Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain biar author lebih semangat lagi update nya π
dan untuk mr.arrogant mohon maaf untuk sekarang masih belum bisa update karna masih ada keperluan ππ»ππ»