
Setelah mereka membicarakan tentang perkawinan Sasa dan Arga, mereka memutuskan untuk pulang , tentu saja mereka sudah menikmati hidangan yang sudah di sediakan oleh tuan rumah.
"Kami pamit , terima kasih atas jamuan nya " ucap Dominic.
"Terima kasih sudah mau berkunjung di mansion kami " ucap Ardian.
"Missya terima kasih atas jamuan nya " ucap Dinda.
"Itu tidak sebanding dengan jamuan saat kami datang ke mansion mu, Din" ucap missya.
"Bunda,dad ayo " ucap Ara.
"Baiklah kami pamit " ucap Dominic.
"Dad, mom, kami pulang " pamit Sasa di ikuti oleh Ara
"Hati-hati sayang " ucap mereka.
"Ica ,kak pulang " ucap Sasa.
"Hati-hati kak , Ara " ucap Ica.
Setelah berpamitan, mereka langsung pergi dari mansion Pratama, dengan Arga dan Sasa yang berada di depan mereka.
Saat di perjalanan, mereka harus berpencar karna Arga akan membawa Sasa ke suatu tempat.
Saat di perjalanan yang sepi tiba-tiba ada mobil lain yang mengikuti mereka, Dinda yang merasa sebuah mobil mengikuti mereka langsung tegang.
"Siapa, gunakan sabuk pengaman bunda, dad, dan Vanya " ucap Ara.
"Nak, apa mobil itu mengikuti mobil kita " ucap Dominic.
"Kakak, benar mereka mengikuti kita tapi tunggu ada mobil lain " ucap Vanya.
Dan baru saja Vanya bicara terdengar suara tembakan.
Door Door
"Kak Sasa " ucap Ara.
"Vanya tolong telpon angka 1 " ucap Ara.
Dengan cepat Vanya mencari nomor yang kak nya sebutkan.
"Sayang , siapa mereka " ucap Dinda panik.
Ini pertama kali dia di incar oleh seseorang, jelas dia sangat takut.
"Itu hanya sampah bunda " ucap Ara.
"Kak ini " ucap Vanya.
"Queen " ucap orang di sebrang sana.
"Bagaimana kakak ku, aman " ucap Ara.
"Tim lain sudah mengawal mereka queen " ucap orang di seberang sana.
"Bagus " ucap Ara.
"Habis ini suruh tim lain mengawal mobil ini " ucap Ara.
"Baik queen " ucap nya.
Ara langsung menutup sambungan telpon , dan melepaskan sabuk pengaman nya.
"Kaka " ucap Vanya.
"Sayang apa yang kau lakukan " ucap Dinda dan dominic bersamaan.
"Vanya sayang, kakak tau kau punya bakat dalam balap kali ini kau bisa melakukan nya " ucap Ara.
"Tapi kak " ucap Vanya ragu.
"Vanya sayang, percaya pada kakak " ucap Ara.
Karna dia sudah melihat anggota nya, mulai berkelahi.
"Baiklah " ucap Vanya.
"Good baby " ucap Ara,
Dengan membawa mobil dengan kecepatan tinggi, mereka bertukar posisi .
Tapi sebelum adiknya duduk dengan aman , Tetap Ara yang memegang kendali mobil mereka.
"Sayang hati-hati " ucap Dinda takut.
"Sayang, kau yakin bisa " ucap Dominic.
"Tentu saja bisa dong dad, kan vanya sering kak Ara bawa ngebut " ucap Vanya.
"Sayang kau mengajari adik mu yang tidak benar " ucap Dinda.
"Heheh,,, sorry bunda " ucap Ara sambil mengambil senjata nya yang selalu siap siaga dia bawa kemana pun berada .
"Sayang jangan bilang kau ingin turun " tebak Dinda .
"Ah,,, bunda sekarang sudah menjadi cenayang ya kok bisa tau sih " ucap Ara.
"Vanya, pegang kendali nyawa bunda dan dad ada di tangan mu ,jangan kecewakan kakak " ucap Ara , langsung meloncat keluar .
"Ara " pekik Dinda.
"Mas, Ara putri kita " ucap Dinda, bahkan sekarang mata nya sudah berkaca-kaca.
Dan bertepatan dengan ponsel Dominic bergetar, dan dia melihat siapa hang mengirimkan pesan pada nya
Putri ku Ara π
Jangan cemas kan Ara dad, apa pun yang terjadi tetap jaga bunda dan yang lain untuk Ara .
"sayang tenang lah, " ucap Dominic, sambil melihat Ara yang terguling di jalan
Sedangkan Vanya langsung menutup pintu , saat Ara sudah meloncat keluar yang sempat terguling.
"Mas,,, hiks ,,, hiks " pecah sudah tangis Dinda.
"Sayang tenang lah " ucap Dominic.
"Ara mas, dia terguling itu pasti sakit mas " ucap Dinda.
"Tuhan tolong selamatkan kak Ara " doa Vanya .
Jujur dia juga khawatir dengan kakak kesayangan, tapi dia harus tenang biar tidak menambah beban kedua orang nya.
Visual
...DOMANI PUTRA BENATA ...
...DEMIAN PUTRA BENATA...
...DEVAN ...
Visual dari reader kesayangan author, mungkin ada rekomendasi lain ππ»
Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain ππ
Pulsa nya sudah di kirim di masing-masing no yang sudah di kirim ya KK, terima kasih atas partisipasi nya KK , semoga pulsanya yang tidak seberapa bermanfaat ππ»π