
Saat malam hari tiba, Ara yang sudah terlihat segar dengan Hoodie hitam dan celana jeans hitam hitam langsung turun ke lantai bawah.
"Kakak ingin pergi " ucap Vanya.
Semua anggota keluarga BENATA langsung memandang Ara yang masih menuruni anak tangga.
"Kau ingin ke mana sayang " ucap Dinda.
"Ara ingin keluar sebentar, apa boleh bunda " ucap Ara minta izin.
"Memangnya kau ingin ke mana malam-malam begini sayang " ucap Dominic, Yang sekarang sudah terlihat membaik.
"Ara ingin pergi ke suatu tempat " ucap Ara.
"Sendiri " ucap Dominic.
"Iya sendiri dad, apa boleh " ucap Ara.
"Apa itu sangat penting, tidak bisa di tunda besok saja " ucap Dinda.
"Sebentar saja, boleh ya Bun " ucap Ara
"Baiklah, hati-hati " ucap Dinda
"Terima kasih bunda " ucap Ara
"Vanya ikut " ucap Vanya
"Kau masih kecil tidak boleh ikut " ucao Demian.
"Jika aku kecil, kau juga kecil kita kan seumuran hanya beda menit saja " ucap Vanya
"Kenapa kalian selalu bertengkar, tidak bisakah satu hari saja tidak bertengkar " ucap Domani.
"Ara pamit dulu " ucap Ara.
"Hati-hati " ucap mereka bersamaan.
****
Sedangkan di sebuah apartemen khusus nya di balkon kamar, seorang pria yang duduk seorang diri tanpa menyadari wanita paruh baya yang berada di belakang nya.
"Jauh termenung " ucap seorang wanita paruh baya.
Mendengar suara yang sangat dia kenali, Devan langsung memperbaiki posisi duduk nya.
"Grandma belum tidur " ucap Devan.
"Belum, kenapa kau belum tidur " ucap Sena.
"Devan masih belum ngantuk " ucap Devan.
"Apa karna wanita itu " tebak Sena.
Devan yang tadi nya melihat ke arah lain, langsung menatap Sena .
"Maksud grandma " ucap Devan.
"jika kau benar-benar menyukai nya, katakan pada nya sebelum terlambat " ucap Sena.
"Kenapa grandma bicara seperti itu, seakan-akan dia bukan milik orang lain " ucap Devan.
"Tidak, grandma hanya mengingatkan saja " ucap Sena.
"Ya Tuhan aku sudah melukai wanita ku " Devan membatin.
"Grandma hanya mengingatkan saja, Sekarang istirahat lah grandma juga ingin istirahat " ucap Sena langsung bangun dari duduk nya.
"Grandma terima kasih " ucap Devan.
Sena yang sudah berada di ambang pintu, langsung menghentikan langkahnya mendengar ucapan cucu nya.
"Grandma harap kau tidak melakukan yang melebihi batas " ucap Sena.
Sekarang tinggal Devan yang masih berada di balkon kamar nya, rasa bersalah telah menghukum wanita nya .
"Besok aku harus minta maaf pada nya " ucap Devan.
Sedangkan Ara yang sudah Sampai di markas nya dia langsung masuk.
"Queen " sambut mereka.
Ara langsung menuju ruang penyiksaan karna sebelum nya, dia mendapat kabar jika arson ingin kabur dari ruang penyiksaan.
"Cih,,,,Sudah tua tapi masih saja tidak ingat mati " ucap Ara.
"Lepaskan kami bod*h " teriak arson saat melihat Ara datang.
"Sepertinya kata-kata itu cocok untuk mu " ucap Ara.
"Kau lihat saja putra ku tidak akan tinggal diam, dia pasti akan memberi mu pelajaran " ucap arson.
"Kau yakin dia akan memberi ku pelajaran, bagaimana jika sebaliknya " ucap Ara.
"Kau hanya wanita kecil, dengan mudah dia melumpuhkan mu " ucap arson.
"Sepertinya aku tidak percaya itu, bukti nya sekarang saja dia masih bersembunyi padahal aku ingin sekali melihat wajah wajah sampah " ucap Ara
"Sombong sekali kau " ucap Marni.
"Aku sombong " ucap Ara pada diri nya sendiri.
"Sepertinya kata-kata itu lebih cocok untuk mu nenek, upzz,, nenek tidak tidak kau bukan nenek ku, aku hanya memiliki satu nenek ya itu indah " ucap Ara lagi.
"Jangan sungkan untuk memberi mereka pelajaran jika berani kabur lagi " ucap Ara.
Sekarang dia tidak mood untuk memberi mereka pelajaran, dia serahkan semua nya pada anak buah nya.
"Queen ingin pergi " ucap pria yang mengikuti Ara.
"Iya, awasi mereka " ucap Ara.
sebelum pulang ke mansion nya, dia akan mampir ke sebuah minimarket untuk membeli sesuatu kebutuhan kulaih nya, tiba-tiba .
Bughhhh
Kira-kira siapa ya yang menambak Ara kali ini, ???
next part selanjutnya KK semoga suka dengan hasil halu kali ini maaf ya sedikit telat update nya π
jangan lupa untuk mampir di karya terbaru author bantu ramaikan ππ»