Little Queen

Little Queen
#110



Mereka yang melihat Ara berbicara dengan WO semangkin di buat bingung dan setelah selesai staf wo langsung bubar .


Oh my God, bubar maksud nya ini bagaimana ?


Pernikahan nya gagal atau bagaimana ?


Dan masih banyak lagi pertanyaan demi pertanyaan yang berputar di kepala mereka.


"Hi Kalian ingin pergi ke mana , itu belum selesai " ucap Sena.


"Maaf nyonya " ucap pemilik WO.


"Indah " ucap Sena panik.


"Apa pernikahan ini Batal " ucap Mila pelan.


Sedangkan indah dan Dinda hanya bisa diam, menyaksikan apa yang akan di lakukan oleh Ara.


"Apa Ara akan membuat ulah kali ini " Dinda membatin.


"Tidak, bukan lebih tepat nya Ara akan membuat orang kalang kabut seperti di janjikan jalan-jalan maka dia akan membuat onar di pagi hari, tapi versi dewasa dan berbeda " pikir Dinda lagi.


Sedangkan Ara yang melihat keluarga devan panik hanya tersenyum kecil.


Ah, betapa menyenangkan nya membuat onar ternyata ,,, dia jadi rindu membuat seluruh mansion kalang kabut karna dia ingin pantai di pagi-pagi hari.


"Astaga, Senyum nya " Devan membatin.


Sedangkan Ara yang merasa di perhatikan langsung menatap Devan .


"Kenapa pak, apa ada yang salah " ucap Ara.


"Cantik " ucap Devan tanpa sadar.


"Emmm,, Ara memang cantik " ucap Ara dengan pede nya.


"Astaga cucu mu indah " ucap Sena tersenyum kecil.


Dinda yang mendengar itu, langsung menepuk kening nya, putri nya memang cantik tapi tumben hari ini dengan pede nya mengakui kecantikan nya .


" Lalu apa yang harus aku lakukan " ucap Devan .


Dia dari tadi dia berdiri tidak jelas dan sekarang staf wo juga sudah tidak ada di sana .


"Cieee ,bapak tidak sabar sekali keliatan nya ya " ucap Ara .


Tuhan , tolong sadarkan Ara hari ini bisa bisa jantung nya lepas pada tempatnya .


"Baiklah ,,, emmmm " Ara menormalkan suara nya sebelum melanjutkan ucapannya.


"Bapak bisa lihat, dekorasi ini kan masih jelek karna belum sempurna jadi ... " lagi dan lagi Ara menjeda ucapannya.


"Jangan bilang .... " Devan tidak melanjutkan ucapannya saat mengerti arah pembicaraan wanita nya.


"Yupz,,,, benar bapak yang melanjutkan menyempurnakan dekorasi untuk kita " ucap Ara lagi.


"Tapi ,,,,,, "


"Terserah bapak saja, Ara tidak maksa kok " ucap Ara dengan senyum yang mengembang di bibirnya.


"Akan Ara pikiran nanti " ucap Ara.


"Baiklah akan aku coba " ucap Devan.


"Good luck " ucap Ara langsung meninggalkan Devan dan menghampiri keluarga nya.


"Jangan bilang jika Devan yang melanjutkan " ucap Dinda .


"Itu benar " ucap indah lagi


Sedangkan Sena dan Mila hanya bisa menganga, karna setau nya devan tidak pernah melakukan ini .


Dan bertepatan dengan makanan sampai saat Ara juga sampai di sofa.


"Permisi nyonya " ucap staf hotel.


"Silahkan " ucap indah saat staf hotel meletakkan makanan di atas meja.


"Terima kasih " ucap indah.


"Sama-sama nyonya " ucap staf hotel.


"Jika perlu sesuatu kami di sana nyonya " ucap staf hotel saat sudah selesai meletakan makanan yang di inginkan oleh nona muda mereka.


"Makan lah " ucap Dinda.


"Bunda, grandma tidak ikut sekalian " ucap Ara.


"Kami sudah makan tadi " ucap Dinda.


"Baiklah " ucap Ara langsung menyantap makanan .


Setelah selesai Ara langsung membersihkan mulut nya dengan tisu mana tau ada yang tinggal kan.


"Sayang, kasian nak Devan " ucap Dinda.


Jelas saja Dinda kasian karna Devan yang manjat untuk melanjutkan dekorasi untuk mereka.


"Tidak apa-apa cucu ku kan laki-laki dia harus di uji " ucap Sena .


Lah, ternyata grandma satu ini tidak kasihan malah senang cucu nya melakukan itu.


"Iya, setidaknya dia harus berjuang untuk mendapatkan wanita nya " ucap Mila lagi.


Tidak hanya grandma, ternyata mommy Devan juga ,,, baiklah Devan seperti kau memang harus menyiapkan diri jika setelah ini kau akan di anak tirikan oleh mommy mu sendiri.


Bukti nya sekarang Meraka mendukung Ara dari pada membela mu atau membantu mu .


Sedangkan Devan yang mencoba memasang bunga bunga untuk mempercantik dekorasi pelaminan .


"Seperti nya aku punya bakat terpendam " ucap Devan saat melihat hasil dekorasi nya.


Sedangkan Ara hanya menyaksikan membiarkan apa yang Devan lakukan dan dia berharap tidak mengecewakan .


Next part selanjutnya KK dan kali ini otor tepati janji ya update sore ini, jangan lupa masukkan untuk otor ya πŸ’ž