Little Queen

Little Queen
#157



Setelah menempuh perjalanan sekitar 40 menit akhirnya mereka sampai di bandara dan mereka menunggu di kursi tunggu.


Sedangkan Vanya bukannya ikut bergabung dia lebih tertarik pada mengelilingi bandara.


"Sepertinya Daddy akan mendapatkan menantu baru " ucap Ara.


"Maksud nya sayang " ucap Dominic.


"Lihat Ke arah sana " ucap Ara.


Di sana Vanya sedang mendekati seorang pria berbaju hitam tubuh yang tinggi semampai, kulit yang putih dan sangat kontras dengan pakaian hitam di gunakan.


"Astaga apa yang dia lakukan " ucap Dinda.


"Jangan sampai dia bikin ulah di sini " ucap indah.


Sedangkan Vanya yang sedang mendekati seorang pria berpakaian hitam, yang sedang berbicara pada rekan nya langsung terhenti saat mendengar suara seseorang.


"Hi " sapa Vanya.


"Untuk saya " ucap seorang pria berpakaian hitam.


"Iya siapa lagi, masa setan " ucap Vanya kesal.


Masa iya, sapaan nya di jawab demikian kan malu vanya yang cantik jelita sejagat raya, apa lagi dia di perhatikan oleh sahabat pria berpakaian hitam ini.


"Aku duluan " ucap teman pria tersebut.


Setelah kepergian sahabat tersebut tinggalan Vanya dan seorang pilot maskapai penerbangan internasional, bagaimana bisa Vanya mengetahui semua itu karna Vanya melihat pakaian yang dia gunakan.


Dan di luar dugaan Vanya langsung berjongkok di hadapan pria tersebut dan berkata..


"Will you marry me " ucap Vanya dengan es cream di tangan nya.


Shock, bingung, dan entah lah pria tersebut tidak tahu lagi ingin bicara apa, karna dia tidak paham dengan situasi seperti apa ini ?


Dan jika dia ingin memberikan es cream di tangan nya jangan seperti orang ingin melamar saja, dan satu lagi jika ingin melamar seharusnya seorang pria bukan wanita.


Bercanda boleh, tapi jangan di area bandara banyak pasang mata yang memperhatikan mereka.


Apa dia malu, tidak juga malah dia tersentuh dengan perlakuan manis wanita yang ada di hadapannya dan dia tidak tahu siapa dia, nama nya, dan ada apa dia datang ke mari.


Belum juga dia menjawab tiba-tiba seorang datang dan berkata ...


"Maaf tuan jika putri saya mengganggu jalan tuan " ucap seorang pria.


Dan dia menebak jika pria yang menarik wanita tersebut adalah ayah nya.


"Tidak apa-apa tuan, saya juga sibuk " ucap nya.


"Maaf sekali lagi, kami permisi " pamit Dominic.


"Iya silahkan tuan " ucap nya.


"Daddy oom pilot belum jawab ucapan Vanya " protes Vanya saat di tarik oleh Dominic.


Sekarang dia tahu jika nama wanita tersebut adalah Vanya, dia masih di posisi yang sama diam memperhatikan ke mana mereka pergi dan ya mereka berhenti di kursi tunggu di mana sudah ada anggota lain di sana dan dia menebak jika itu keluarga nya dan mereka berbicara.


Tapi saat tiba-tiba terdengar suara jika pesawat yang terbang dari Dubai akan segera landing merek langsung bangun dari duduk nya.


"Dia menunggu seseorang " ucap pria tersebut.


Sedangkan wanita bernama Vanya terlihat wajah nya cemburu mungkin dia menebak jika dia di marahi oleh keluarga nya atas tindakan.


Sedangkan keluarga BENATA yang melihat sepasang kekasih halal turn dari pesawat mereka langsung melambaikan tangan bertanda jika mereka di sana.


Sedangkan Sasa dan Arga yang melihat itu juga langsung melambaikan tangan nya, dan tersenyum.


"Kakak " teriak Vanya.


Dan saat Sasa sudah mendekat Vanya langsung memeluk tubuh Sasa dengan erat, dengan senang hati Sasa menerima pelukan dari adik nya.


"Kakak sangat merindukan mu " ucap Sasa.


"Vanya juga " ucap Vanya saat sudah melepaskan pelukan.


"Are you okay " ucap Sasa.


Saat sudah melihat wajah adik nya yang sedang kesal karna terlihat jelas wajah Vanya cemberut dan entah karna apa itu apa mungkin karna pesawat mereka lama atau entah lah dia juga tidak tahu.


"Biar kan saja, nanti juga akan kembali bikin ulah " ucap indah.


"Grandma jahat , hiks ,,,, hiks " Vanya malah menangis.


"Sudah,, sudah malu di lihat orang kakak sudah beli banyak hadiah untuk mu jangan menangis " ucap Sasa.


"Hadiah " ucap Vanya.


Tunggu di mana air mata nya, apa dia di tipu untuk Kedua kali nya dulu saat Vanya belum hadir seseorang juga menangis tapi saat di beri iming-iming jalan-jalan maka air mata itu hilang entah kemana.


"Iya, di dalam koper itu " tunjuk Sasa pada koper bewarna silver.


"Untuk Vanya semua " ucap Vanya.


"Untuk semua nya " ucap Sasa meralat ucapan Vanya.


"Emmm,,,tidak masalah " ucap Vanya.


"Selamat datang kembali sayang " ucap Dinda dan yang lain.


"Terima kasih " ucap sasa.


Dari Dinda, Dominic, indah , dan Alaric beserta yang lain Sasa peluk kecuali Devan.


"Sasa sangat merindukan kalian " ucap sasa.


"Kami juga sangat merindukan mu " ucap mereka.


"Ayo kita lanjutkan bicara di mansion , di sini tidak aman " ucap Dominic lagi.


Sasa dan Arga langsung melihat sekitar apa mereka di ikuti oleh musuh, tapi siapa mereka merasa tidak membuat masalah hanya ada pengunjung yang memperhatikan mereka.


Sasa langsung melihat penampilan nya apa terbuka sampai di perhatikan tapi pakaian nya sopan tidak ada yang memperlihatkan lekuk tubuh nya.


"Ayo " ucap Alaric.


"Ayo kita pulang " ucap Vanya semangat menyeret koper silver berisi hadiah.


Mereka langsung meninggalkan area bandara jika tidak ingin menambah malu, menjadi pusat perhatian pengunjung lain.


Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain mohon dukungan dan support nya πŸ™πŸ»


Yang bertanya kenapa Mr.Arrogant tidak update mohon maaf otor sedang revisi dan secepat mungkin akan segera update πŸ™πŸ»