
Saat Ara asik memainkan ponselnya yang banyak kata selamat sahabatnya ucapkan untuk dirinya tiba-tiba ...
Tok Tok Tok
"Siapa yang datang " ucap Ara.
"Apa mungkin mas Devan pesan sesuatu " tebak Ara lagi.
Karna tak ingin penasaran Ara langsung menuju pintu kamar hotel dan langsung membuka pintu.
Ceklek....
"Kakak, Vanya tidak bisa tidur Vanya numpang ya " ucap Vanya langsung masuk ke kamar Ara tanpa persetujuan dari Ara.
"Oom tua mana kak , apa dia sudah tidur " ucap Vanya saat melihat tidak da Devan di dalam kamar.
"Wow ,,, cantik sekali kasur nya ada bunga " ucap Vanya langsung berlari menuju kasur dan ..
bughhhh ..
"Empuk lagi " ucap Vanya langsung memeluk guling Yang ada di dekat nya.
Sedangkan Ara langsung menutup pintu kamar tanpa mengatakan sepatah kata pun dan kembali duduk di sofa memperhatikan apa lagi yang di lakukan adik nya kali ini.
"Kakak tidak bobo sini empuk Kak " ucap Vanya.
"Bunda tahu Vanya datang ke kamar kakak " ucap Ara.
"Tidak,,,, Vanya tidak bisa bobo sendiri takut " ucap Vanya menunduk.
Ah,,, kalau sudah begini bagaimana dia bisa menolak .
"Emmm, Vanya juga ada sesuatu untuk kakak " ucap Vanya.
"Apa itu " ucap Ara .
"Ini, hadiah untuk kakak " ucap Vanya menyerah sesuai pada nya.
Dan dengan senang hati Ara menerima hadiah dari adik nya.
"Kakak boleh buka " ucap Ara.
"Tentu saja, itu milik kakak kok " ucap Vanya lagi.
"Baiklah, kakak buka ya " ucap Ara saat sudah duduk di bibir kasur.
Vanya mengangguk pertanda mengizinkan Ara untuk membuka hadiah dari nya.
Ceklek.
"Say,,,, " ucapan Devan langsung terhenti saat melihat orang lain di kamar nya.
"Hi kakak ipar, maaf ya Vanya tidak bisa bobo sendiri karna takut di kamar Vanya ada setan, seram loo kakak ipar " ucap Vanya.
"Maaf mas " ucap Ara .
"Tidak apa sayang tidur lah, biar mas tidur di sofa saja " ucap Devan.
"Baiklah, sini kunci nya " ucap Devan.
"Ini kuncinya kakak ipar, hati-hati ada setan' di sana " ucap Vanya menakuti kakak ipar nya.
"Iya nanti biar kakak suruh menemui Vanya " ucap Devan.
"Ih,,, dasar oom tua " kesal Vanya.
"Sudah tahu takut jangan menakuti orang lagi " ucap Ara .
"Itu apa " ucap Devan saat melihat sebuah kotak kecil di tangan Ara.
"Ini kado dari Vanya mas, ayo kita buka sama-sama mas " ucap Ara.
"Iya kakak ipar buka lah " ucap Vanya .
"Buka saja sayang " ucap Devan.
Ara langsung membuka kado nya dan isi nya amplop coklat.
"Ini apa " ucap Ara.
"Buka saja kak " ucap Vanya
"Kenapa itu seperti .... " ucap Devan membatin.
"Tiket " ucap Ara.
"Iya tiket honeymoon, bukan nya kakak pernah bilang ingin pergi ke Jepang " ucap Vanya.
"Jadi yang dia minta dari ku untuk hadiah honeymoon kami, astaga pantas saja dia minta untuk dua orang " Devan membatin.
"Dari mana Vanya mendapatkan uang sebanyak ini " ucap Ara.
"Itu rahasia, Vanya ngantuk good malam kakak " ucap Vanya langsung membaringkan tubuhnya.
"Selamat malam " ucap Ara.
"Tiket nya besok " ucap Ara menatap Devan.
"Iya mas tahu " ucap Devan.
Ara langsung menatap Devan dengan tanda tanya, bukan kah dia tidak menunjukkan tiket nya lalu bagaimana bisa Devan tahu akan hal itu .
"Huaaaa ,,, maaf sayang mas ngantuk , selamat malam sayang jangan lupa kunci pintu nya " ucap devan langsung berlari.
"Ada apa dengan mereka berdua " ucap Ara bingung.
"Awas saja jika mereka kerja sama akan aku tembak kepala nya " ucap Ara
Jangan di tanya Vanya yang mendengar ancaman itu langsung bergidik ngeri membayangkan kepala nya di tembak, oh tidak ...
Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain mohon dukungan dan support nya 🥰