
"Siapa pagi-pagi begini sudah bertamu " ucap mereka.
Sedangkan Sasa yang ingin membuka kan pintu buat tamu yang datang sepagi ini.
Ting Tong
"Tunggu sebentar " ucap Sasa pada orang di luar sana.
Ceklek ....
"Ara " ucap Ica.
Sasa yang melihat tamu yang datang, dia bahkan langsung mundur satu langkah .
"Maaf nak, apa ibu dan ayah mu ada " ucap missya.
Sasa tak menjawab pertanyaan missya, dia masih diam dengan pandangan yang berbeda pada pria paruh baya yang juga menatapnya .
"Kakak siapa yang datang " ucap Ara.
Ica yang melihat Ara datang langsung berbinar bahagia.
"Ara " ucap Ica.
"Ica, kau yang datang " ucap Ara.
Ara memandang wajah ardian dan missya bersamaan lalu tersenyum kecil.
"Kak masuk dulu " ucap Sasa.
Tapi sebelum Sasa melangkah pergi, Ara langsung menahannya .
"Kakak, semua tidak akan selesai jika Kaka selalu menghindar " ucap Ara pelan.
"Jangan merasa sendiri Ara dan yang lain akan selalu bersama kak " ucap Ara lagi.
"Mereka putri ku " ardian membatin.
Wajahnya sangat mirip dengan wanita itu, apa ini hukuman untuknya wanita yang dulu pernah dia rusak bahkan sekarang harus pergi untuk selama-lamanya sebelum dia mohon ampun pada nya.
Sedang Sasa matanya sudah berkaca-kaca mendengar perkataan asiknya, ya sekarang dia memang menghindari semua nya.
Padahal dia baru saja sembuh dari kenyataan jika dia bukan putri kandung Daddy nya, Daddy yang selalu memberikan kasih sayang yang begitu besar bahkan dia tidak pernah merasakan kekurangan kasih sayang dari seorang ayah, dan tak jauh berbeda dengan Dinda yang mencurahkan kasih sayang pada nya.
"Sayang siap yang dat-ang " Dinda bahkan langsung berhenti melangkah saat melihat siapa yang datang .
Semua yang ada di sana langsung memandang asal suara, siapa lagi jika Dinda yang sudah terlalu di tempat nya.
"Bunda " ucap Ara.
"Kenapa harus dia " Dinda membatin.
"Tuhan tolong aku, kuatkan hati ini " doa Dinda.
Bukan dia membenci tamu yang datang, bukan itu tidak benar dia sama sekali tidak membencinya tapi apa hatinya sudah siap dengan apa pun yang akan terjadi.
Pria yang pernah menyakiti hatinya, tak hanya satu hati tapi tiga hati yang terluka dan satu hati yang membawa luka untuk selamanya.
"Maaf, kami sampai lupa mempersilahkan tamu masuk " ucap Ara.
"Iya Ara benar, masuklah " ucap Dinda.
"Terimakasih " ucap missya.
"Sayang ayo " ucap Dinda, pada Sasa yang dari tadi diam menahan tangis.
Hatinya juga ikut merasa saat saat melihat putrinya terluka.
Sedangkan mereka yang berada di ruang keluarga saat mendengar suara langkah kaki seseorang yang mendekat langsung membalikan badan melihat siapa yang datang dan,,,
Deg ...
Dominic bahkan sampai berdiri dari duduk nya, tidak ini pasti salah pikir nya, wanita kesayangan nya Dinda istri nya yang tersenyum, Ara yang hanya datar , Sasa yang sudah menahan tangis .
"Tuan, nyonya " sapa missya.
"Missya, Ardian silahkan duduk " ucap indah, dan tak lupa dia memandang tiga orang wanita yang terluka tapi tak berdarah.
Jika dia di posisi mereka belum tentu bisa sekuat mereka, tapi lihat lah tiga orang wanita tangguh yang tersenyum pada nya, seakan-akan dari senyum yang mereka berikan mengatakan kami baik-baik saja.
"Terima kasih tuan, nyonya " ucap mereka bersamaan.
Sedangkan Ica yang ikut di sana merasa suasana kali ini sangat menegangkan, jika dia boleh meminta apa boleh dia menunggu di luar saja.
Sepertinya dia harus sering-sering nonton persidangan atau apa lah itu, walau dia tidak tau apa-apa tapi dia merasa auranya sangat berbeda.
Apa begini perasaan pelaku tindakan kriminal saat di introgasi ??
"Permisi tuan nyonya, ini minum nya " ucap maid.
"Terima kasih bik " ucap Dinda.
"Sudah menjadi tugas kami nyonya, saya permisi ke belakang " pamit maid.
"Iya " ucap Dinda.
"Dad bukan nya dad pagi ini kita akan pergi ke suatu tempat " ucap indah.
Pertama nya Alaric tidak mengerti, tapi saat melihat kode yang indah berikan baru di paham.
"Ah,,, iya dad sampai lupa untung mom ingatkan, ayo sekarang kita siap-siap " ucap alaric.
"Ayo dad " ucap indah, tapi sebelum dia meninggalkan ruang keluarga.
"Selesai kan semuanya nak, aku tau kau baik hanya saja kau selalu menuruti keinginan kedua orang tua mu , kau tidak jauh berbeda dengan nyonya Jessi " ucap indah.
Jelas dia mengingat Jessi, jaksa yang sangat profesional bahkan menjadi panutan untuk semua orang, rela melepas pekerjaan nya demi mengungkap kebenaran .
"Grandma " ucap Ardian pelan.
Sekarang tinggal mereka yang berada di sana, dengan Ara yang duduk di kursi tinggal, berbeda dengan Ardian dan Dominic yang duduk di samping wanita nya.
"Kedatangan kami ke mari ingin minta maaf " akhirnya Ardian mengatakan maksud kedatangannya mereka.
"Aku sudah banyak salah pada kalian, terutama ... "
"Kak Sasa "
Next part selanjutnya KK, sepertinya author harus mengumpulkan oksigen banyak, kok jadi deg degan ya ???
bagaimana tanggapan kalian untuk Ardian ?