Little Queen

Little Queen
#143



Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit akhirnya mereka sampai di gerbang bangunan besar.


"Jangan bergerak " ucap penjaga gerbang.


Karna mereka tidak melepas helm jadi mempersulit penjaga mengenali siapa mereka.


"Ini aku " ucap Vanya saat sudah membuat Helm nya


"Maaf nona muda " ucap penjaga tersebut.


"Silahkan masuk " ucap penjaga lagi


"Thanks you oom " ucap Vanya.


"Ayo " ucap Vanya .


"Oh iya oom mobil itu saudara kami " ucap Vanya yang mengenal jelas mobil kembaran.


"Baik nona " ucap penjaga lagi.


Saat motor Demian masuk, jadi Domani tidak lagi di tanya dan langsung boleh masuk.


"Selamat datang tuan nona muda " sambut semua penjaga markas.


"Wow,,, ini menakjubkan " ucap Demian saat melihat sambutan yang begitu panjang.


"Biasa saja " ucap Vanya.


"Vanya kau sering di bawa ke mari oleh Kaka " ucap Domani .


"Emmm,,, baru berapa kali sih" ucap Vanya.


"Ayo kita masuk " ucap Vanya.


"Memangnya kakak tidak marah kita datang ke mari " ucap Demian.


"Jangan rusak ruangan maka kakak akan menembak kepala kita " ucap Vanya


"Lalu bagaimana jika kakak tahu" ucap Domani


"Percaya atau tidak sekarang kakak sudah tahu jika kita datang kemari" ucap Vanya.


"Tapi tenaga saja Vanya akan urus itu " ucap Vanya.


"Di mana mainan Vanya " ucap Vanya.


"Mereka di ruang penyiksaan nona " ucap penjaga lagi


Tapi sebelum itu, Vanya dan yang kami langsung menggunakan topeng untuk melindungi identitas mereka karna itulah yang selat Ara lakukan.


Bergerak seperti ular kecil, walau kecil tapi berbahaya.


Bughhhh....


Dengan di tendang pintu tersebut langsung terbuka.


"Lepaskan kami bodoh " teriak pria tersebut.


"Apa kalian dengar dia bilang apa " ucap Vanya


"Cihhhh,,, dasar bodoh " ucap Domani


"Aku tidak bisa lama, hanya sebentar " ucap Vanya tanpa basa-basi.


Sedangkan dua D hanya memperhatikan apa yang di lakukan adik nya kali ini, sepertinya menarik jadi penonton .


"Kita tidak perlu berkenalan aku hanya ingin bermain saja " ucap Vanya pada pria yang menatapnya dengan tajam .


Tapi tenang Vanya tidak akan takut akan hak itu, karna tatapan kakak dan grandma jauh lebih mengerikan dari pada ini yang seperti binatang tidak berdaya.


"Apa yang akan kau lakukan bodoh " teriak pria yang terikat.


Aaaaaaarrrggggg


"Ups,,, sorry sakit ya " ucap Vanya saat sudah menggores pisau kecil di pergelangan tangan pria tersebut.


"Katanya pria hebat, masak hanya goresan gini saja kesakitan sih " ucap Vanya meremehkan.


"Ini pasti tidak sakit " ucap Vanya mencoba lagi.


"Aaaaaaarrrggggg "


"Ih,,,, suara mu kenapa jelek sekali sih " ucap Vanya.


"Begini aku ajarkan teriak yang cantik sejagat raya " ucap Vanya.


Sedangkan dua D yang mendengar itu langsung menutup kupingnya sebelum gendong telinga mereka pecah .


"AAAAAAARRRGGGGG " teriak Vanya.


"Itu baru keren , cantik tidak seperti mu suara kelak mau nyanyi juga " ucap Vanya


" Itu bukan nyanyi tapi dia kesakitan " ucap Demian.


"Dan itu sebabnya jangan pernah mengusik singa yang tertidur, cari tahu dulu kelemahan nya " ucap Vanya


Dan saat pria tersebut diam, mencerna apa yang di ucapkan oleh Vanya kesempatan itu Vanya gunakan untuk memberinya sedikit luka lain dan .


Bughhhh...


Tepat sasaran, Vanya memanah tepat di perut sisi kiri pria tersebut


"Horeeee,,, berhasil " teriak Vanya bahagia.


"Tenang kau tidak mati hanya cedera parah " ucap Vanya lagi


"Ayo kita pulang, nanti singa ngamuk " ucap Vanya.


"Astaga dengan sifat yang dia punya ternyata di sangat kejam " ucap Demian.


"Ini baru adik ku " ucap Domani.


"Ih,,,,, dasar aneh " ucap Demian.


"Itu sebabnya kau jangan memandang seseorang dari tingkah laku nya karna sisi lainnya tida keluar lagi seperti ini " ucap Domani.


"Oom bereskan sisa nya terima kasih mainan nya " ucap Vanya langsung pergi dari ruangan penyiksaan do ikuti oleh dua D.


"Vanya ingin bersama Domani saja, Vanya lelah " ucap Vanya.


"Baiklah Queen " ucap Demian.


"Vanya tidak ada yang uang untuk mu Playboy " ucap Vanya.


"Aku juga banyak uang saku " ucap Demian.


"Kalau gitu Vanya minta " ucap Vanya.


"Sudah sudah, ayo kita pulang jangan bertengkar di sini nanti grandma marah " ucap Domani.


"Ayo kulkas nanti kita kena amuk " ucap Vanya


Setelah bermain-main mereka memutuskan untuk pulang ke mansion sebelum wanita kesayangan mereka marah.


Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain mohon dukungan dan support nya 🥰