I Need You

I Need You
Mencari Bukti



Happy reading 😍📖


Masih di Wayans Group....


Danang memasuki area maintenance dengan berpakaian layaknya seorang engineering.Seperti yang dulu pernah ia lakukan ketika berada di tanah Tun Mat Saleh.Sesuai hobinya dan titel yang ia raih adalah Sarjana Teknik,maka Danang lebih suka bergelut dengan mesin-mesin auto digital,kemudian memilih terjun langsung ke lapangan ketimbang duduk diam lalu tinggal menikmati bagi hasilnya.


Jika dulunya,Danang juga pernah ikut menggeluti bidang project manager,maka kini ia memilih melebur di sekitar area demi bisa menjalankan misi pembuktiannya.


"Cari kopi,yuk,Dany."Heru sang senior yang menyapa sok akrab ke telinga,mengajak Danang untuk turun minum.Ya,Danang muncul di Wayans Group dengan menggunakan nama samaran Dany.


"Oke,"jawabnya singkat.


"Pernah bekerja di mana sebelumnya?"Heru dengan gaya ingin tahu yang tinggi mencoba lebih akrab.Pria yang diperkirakan dua tahun lebih tua dari dirinya.


"Jadi tenaga rekrut di TF.Electro Group."


"Bukannya itu perusahaan adidaya,ya?Selevel Adhytama Star Group gitu?"


Danang mengangguk menyetujui.


"Oh,beruntungnya kerja di sana,berapa gaji pokok staf teknisi?"


"Tiga kali lipat dari yang di sini,"jawabnya asal.


"Whatt?....,berarti dikalikan dengan punyaku yang ada sekarang kisaran delapan belas jutaan gitu.Bisa naik kelas nggak tuh."Heru berdecak kagum,menggeleng-geleng pelan seakan berbicara kepada dirinya sendiri.


Danang menyeringai miring,sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.Begini rupanya jadi karyawan biasa yang bertungkus lumus.Ternyata yang ada dalam pikirannya,sangat mengharapkan gaji yang tidak seberapa demi sesuap nasi untuk keluarga atau bahkan sekedar memperbaiki kesejahteraan hidup menjadi lebih baik.


Lalu bagaimana dengan para pelaku penggelapan uang yang menikmati kemudahan dengan cara yang tidak sehat?Berapa banyak pekerja bawahan yang menjadi korban perbuatan buruk mereka.


'Tidak bisa dibiarkan lebih lama,'batin Danang geram.


"Mau ke mana,bro?"Heru yang menyadari manakala Danang tiba-tiba berbelok arah.


"Ke toilet,kau duluan saja,bro."


"Baiklah.Aku tunggu di kantin."


"Oke,bro."


Danang yang baru saja memasuki area toilet tiba-tiba ditabrak oleh salah satu dari dua orang yang tampak terburu-buru menggapai pintu masuk toilet.Akibat dari itu,mereka tidak mempedulikan siapa yang mereka tabrak.


Danang melirik sekilas dari seragam yang mereka kenakan,sepertinya mereka adalah jajaran staf managemen.Keduanya sama-sama berebut kesempatan bertukar cerita di area toilet yang sepi.Pantas diakui kalau saat itu hanya ada tiga orang,termasuk dirinya.


"Siapa cepat dia dapat,kan."Salah seorang yang ber-nametag Yudi Pratama.


"Ya,hasilnya,bagi dualah."Lanjut yang lainnya ber-nametag Dharmawan Adistira,"Aku lebih nyaman jadi penikmat."lanjutnya tergelak.


"Ya,aku juga sebenarnya penikmat,sih."Balas DA sembari mengucurkan air dari keran wastafel,"Kan yang kerja mikir,itu si Denis."Sembari mencuci tangannya dengan sabun cair.


"Heeum....,Denis leluasa sejak Dimas pergi,nggak ada yang kontrol lagi,kan."YP berpendapat.


"Ya,sih.Pak Amran lebih banyak pasrah,ketimbang perang."DA menimpali,"Sebenarnya pak Dimas,di mana,sih?"


"Tauk,ah....,benar-benar menghilang tuh anak."YP kembali bersuara sembari mengedikkan bahu,"Ya,mumpung belum kembali,nikmati dulu yang ada."lanjutnya semringah.


Danang yang usai mengekori dari belakang,lebih tepatnya dipotong jalannya,hanya pasrah berjalan di belakang setelah berhasil merekam jejak kemudian sesegera mungkin masuk ke dalam toilet untuk memenuhi panggilan alam.


'Satu titik terang,'batinnya sinis.


"Lama amat,Dany!"Heru melambaikan tangannya dari kejauhan.


"Maaf,tiba-tiba perutku sakit."


"Oh....,jadi gimana kelanjutan?"Heru masih dengan gaya keponya.


"Apanya?"Tanya Danang masih mencerna.


"Ya,pengalamanmu di perusahaan adidaya itulah."balas Heru rada kesal.


"Oh....,baiklah.Aku di sana cuma dua tahun kerja.Habis kontrak langsung pulang kemari,"ujarnya terpaksa berbohong,"Ada perpanjangan kontrak lagi sebenarnya,cuma aku menolak mengingat keluargaku sangat membutuhkan kehadiranku di kampung."lanjutnya menambah panjang deretan kebohongannya.


Danang sebenarnya malas menjawab pertanyaan serupa itu,namun demi kelancaran misi penyelamatan perusahaan nenek moyangnya,iapun rela mengorbankan perasaan untuk meladeni karyawan tulus seperti Heru.


Tiba-tiba ada rasa iba yang menyeruak begitu saja dari lubuk hatinya,manakala membayangkan kesulitan yang dialami oleh para pekerja bawah seperti mereka.Begitu banyak Heru Heru yang menjadi korban ketidakadilan dari petinggi-petinggi yang berwewenang.


Lalu bagaimana dengan para wanita yang berjuang meninggalkan anak-anak di rumah demi mengejar penghasilan yang tidak seberapa itu?Hah,sakit membayangkan semua itu.


Singkatnya,Danang menerima tugas dari tuan Amran dengan penuh rasa tanggung jawab.


"Nanti akan ada staf keuangan yang siap membantumu.Dia orang kepercayaan adikmu,namanya Yeti."Tuan Amran mengarahkan sebelum mereka benar-benar berpisah.


Karena ia terpaksa harus terbang ke negeri jiran menyusul sang isteri untuk mengontrol keadaan perusahaan yang mereka titipkan kepada sepupu mereka bernama nyonya Nadine Jolly.


"Baik,om."balas Danang mengiakan.


Di luar jam kerja,Danang melangkah menuju ke ruang yang sudah dikhususkan oleh tuan Amran untuk dirinya.Langkah pertama yang dilakukannya saat itu adalah menguasai data base perusahaan.


Memeriksa setiap data penting yang berhubungan langsung dengan anak cabang usaha kemudian menyangkut data yang dikonsolidasikan ke perusahaan induknya.


Sekilas terbaca secara keseluruhan,tidak ada yang mencurigakan.Laporan keuangan bulanan jelas,akurat dan tidak menunjukkan adanya perbedaan yang mengganjal.


Saat jemarinya sibuk mengutak-atik sesuatu di papan ajaibnya,tiba-tiba seseorang mengetuk pintu,lalu masuk ke dalam ruangannya.seorang wanita berparas cantik seusia dirinya dan berdandan natural melenggang santai ke arahnya.


"Selamat pagi,tuan.Saya staf keuangan yang diperintahkan tuan Amran untuk membantu anda selama bertugas."


Danang memindai wajah wanita tersebut dengan tatapan selidik,"Sudah berapa lama anda bekerja di sini nona,"sembari membaca nama yang tertera pada nametag,tersemat di semi jas sang gadis,"Yeti Auliah?"


Gadis tersebut menjawab mantap,"Tiga tahun,tuan."


Danang mengangguk,"Baik,tapi sebelumnya perlu anda ketahui,cepat lambatnya proses penyelesaian masalah ini sangat bergantung pada profesionalisme anda sebagai karyawan asli di sini,"


"Kemudian tanggung jawab dalam berkerja,"


"Serta kesiapan anda membantu demi mempermudah pekerjaan kita semua,ingat itu baik-baik,nona Yeti."lanjutnya penuh penekanan.


"Ya,saya mengerti,tuan.Saya tidak bekerja sendirian,tapi dua orang rekan saya juga akan membantu memperlancar proses pekerjaan saya,tuan."


"Tugas pertama anda adalah,siapkan laporan keuangan perusahaan di atas kertas untuk lima periode terakhir."Titahnya tegas.


"Baik,tuan."jawabnya sembari beranjak keluar ruangan.


Dua hari kemudian....


Berkat kerja keras tim yang dibentuk oleh tuan Amran di mana dipimpin langsung oleh Danang,mampu menemukan celah setelah membandingkan laporan keuangan dari periode lima tahun terakhir.


Di sana ditemukan adanya lunjakan pengeluaran pada periode dua tahun terakhir.Sementara keuntungan dari proyek yang dihasilkan berjalan di tempat.Bahkan satu periode malah mengalami penurunan dari perbandingan dengan periode tahun sebelumnya.


"Adanya perubahan metode pencatatan akuntansi di periode ke tiga,di mana ada lunjakan pengeluaran yang fantastis."Yeti Auliah memberikan laporan hasil kerja timnya,


"Kemudian,disesuaikan kembali di periode ke empat juga dengan jumlah yang lumayan besar."lanjutnya yakin.


Sesuai harapan,kemampuan skill yang dimiliki Danang sudah mencapai taraf kepemipinan profesional dan penuh kharismatik.Salah satu kelebihannya adalah mampu memperkirakan kelola biaya yang akan anggarkan dalam penyelesaian sebuah proyek besar


Maka sangat tidak menutup kemungkinan,jumlah dana yang digelapkan oleh para pelaku bisa dilacak dengan mudah olehnya.


Ketika ia mencoba menelisik cara kerja project manager Wayans Group,ia menemukan adanya penyalahgunaan wewenang yang terjadi.Namun data saja tidak cukup membuktikan perbuatan para pelaku tersebut,bukan.Ia harus membuktikan sendiri bahwa pelaku yang dicurigainya benar-benar terlibat dalam penggelapan dana proyek.


Sejenak iapun mengepalkan tinju pertanda sedang menahan amarah yang tiba-tiba membuncah.Sementara hatinya cukup ragu,apakah bisa menjalani misi selanjutnya.


"Apa anda sedang memikirkan sesuatu,tuan?"Suara Yeti membuyarkan lamunannya.Wanita itu sengaja ia panggil menghadap demi melanjutkan misi berikutnya.


Berangkat dari pengalaman di toilet tadi,maka Danang berpikir untuk melibatkan Yeti dalam urusan menjebak kepala divisi keuangan yang bernama Denis Prayoga.Pria yang tidak lain adalah pamannya sendiri,yaitu ayah kandung sepupunya,Jefry Prayoga.


"Ehm....,Yeti.Aku membutuhkan kamu."Danang tiba-tiba berAKU kepada wanita cantik tersebut,seketika membuat sang wanita sukses mengerutkan kening.


"Maksudnya,bapak membutuhkan otak saya,atau tubuh saya dalam proses pembuktian ini?"Yeti yang tidak ingin salah dalam persepsi,langsung meluruskan pikirannya,demi mengulas kembali peringatan yang pernah dilayangkan oleh Danang saat pertama kali ia bergabung di tim.Profesionalisme sangat diutamakan dalam bekerja.


"Dua-duanya,"


"Aku butuh kau mendekati tuan Denis Prayoga."


"Dengan menjadi pemuasnya?"Yeti langsung melompat kepada tujuan.


Danang tertegun....


"K_kau bisa melakukannya?"Seketika ia tergagap,namun secepatnya bisa menguasai keadaan.


Yeti tersenyum sinis,"Tenang saja,tuan.Aku tidak selugu yang kau kira."


"Apa tidak ada yang marah?....,eh maksudnya,kau punya suami dan anak?"


"Punya,lah....,di usia ke dua puluh lima ini aku punya tiga anak.Pertama laki-laki dan yang ke dua,kembar perempuan."


'What?'Danang membatin.


Ternyata wanita yang hanya berusia setahun lebih tua dari dirinya,sudah memiliki tiga anak.Mengejutkan.


"Lalu bagaimana kau bisa melakukan hal tersebut,kalau kau saja punya keluarga yang menunggu di rumah.Sementara kau tahu,bahwa itu pekerjaan beresiko?"


"Semuanya demi uang,pak."


"Whatt?"Satu lagi kebenaran tentang wanita itu terkuak.


"Seperti yang kukatakan tadi,aku hanya punya trik dan cara untuk menjebak,tapi bukan berarti aku bertindak tidak senonoh,tuan."


"Jadi jangan mengkhawatirkan diriku,aku bisa menjaga diri dengan baik."


Danang menghela napas berat.Beginikah kenyataan hidup makhluk pencari royalti jalur keras,pikirnya bergidik ngilu.


"Inikah bentuk profesionalisme yang kau maksudkan,Danang?"gumamnya merutuki diri sendiri usai memberi petunjuk pelaksanaan misi kepada wanita cantik tersebut yang akhirnya diterima oleh wajah cantiknya secara profesional.


Memasuki hari ke lima,


Danang menghela napas panjang setelah berhasil mengambil posisi istirahat usai makan siang.Pikirannya yang kusut akibat pekerjaan yang menumpuk,ditambah tugas baru dari om Amran membuatnya nyaris kehilangan waktu bersama keluarga kecilnya.


Sementara ia masih membutuhkan waktu selama dua hari untuk menuntaskan pekerjaannya.Dalam separuh perjalanan,begitu banyak beban yang harus ia tanggung.


Belum lagi pernyataan dari Hilya dua malam yang lalu melalui sambungan jarak jauh,membuatnya rada frustrasi.


Wanita yang telah berhasil membuatnya bertekuk lutut itu bersuara dengan nada gemetar dari seberang,


"Maafkan aku,sayang...."


"Apa kau bisa memaafkanku jika kau mengetahui kebenarannya,bahwa aku sudah tidak berada di rumah sejak kepergianmu kemarin?"


Meski sedikit kecewa,namun Danang tidak ingin mempersulit keadaan isterinya.Dengan mengakui kebenarannya saja,bukankah sudah cukup meyakinkan bahwa Hilya tidak seperti wanita-wanita yang ia kenal sebelumnya?Baiklah,kini ia hanya perlu sedikit keterangan untuk mengetahui alasan sang isteri meninggalkan rumah.Namun kekecewaan yang tidak bisa ia sembunyikan,membuat nada ucapan pada setiap jawaban yang keluar dari bibirnya selalu datar.


"Tergantung dari seberapa besar kesalahan yang kau lakukan,"


Hening di seberang....


Beberapa menit kemudian,


"Seorang bapak yang pernah bertemu denganku di pantai Tanjung Benoa Water Sport,meminta tolong kepadaku untuk merawat putera semata wayangnya ketika ia bepergian selama seminggu."


Danang bungkam....


"Aku tahu,kesalahan terbesarku adalah dengan mendatanginya.Tapi bapak itu tampaknya sangat membutuhkan bantuan dan dia begitu ngotot dan pemaksa,membuatku tidak bisa melawan."


Baiklah,bisa diterima alasannya.Meski ucapan tersebut menyusul setelah jeda yang cukup lama.Sebenarnya ingin sekali ia marah,namun sekali lagi perlu diketahui,ia tidak ingin melukai wanita yang telah berhasil mengembalikan rasa percaya dirinya itu.


Lalu jika wanita-wanita yang pernah mengisi hatinya sebelumnya mendapat hak yang sama yaitu,dimaklumi setiap kesalahannya,lalu mengapa tidak untuk wanita yang satu ini.


"Oke,jaga hatimu baik-baik,demi aku."Gelegar serak suaranya memelas,membuat sang isteri menyadari kalau sang suami sangat mengharapkan kejujuran darinya.


"Terima kasih karena telah memaklumiku,"ucapan lirih dari seberang membuat jiwa maskulinnya kian gundah gulana.


.....


Bersambung....


🤗🤗🤗