
Happy reading 😍📖
"Ini momen,hanya tentang kita."
Hilya yang baru mengerti maksud suaminya segera menyadari keteledorannya.Gadis itu hanya menanggapi ucapan sang suami dengan menarik bibir tipis sebagai pertanda ia mengakui kesalahannya.
'Maaf,aku hanya ingin membuatmu mengerti dengan mengutamakan tentang kita ketimbang yang lainnya.'batin Danang lirih.
"Baiklah,semuanya tentang kita."Hilya memperbaikinya.
Senyumnya mencuat begitu saja.Kali ini ia memberanikan diri untuk merengguk dalam wangi maskulin yang menguar dari dada bidang yang tengah direngkuhnya.Mencium dada yang setengah terbuka.
Sebagai pria normal,saat menerima sinyal dari sang isteri,serasa nikmat bergemuruh di hati Danang.Dadanya bagai diketuk-ketuk oleh hasratnya sendiri.
Hanya dengan memandang tubuh dan bibir ranum itu saja,keinginannya sudah menggebu,inikan pula sampai disentuh dengan kelembutannya di sana.Bagai meluncur di jalan tol.Ah,tidak akan dilepas begitu saja.
Danang mendesah greget,"Hehhhemmmm,tidak akan kusia-siakan lagi,sayang."
Mendengar desahan suaminya saja,sekujur badan Hilya mulai merinding.Apalagi bertembung dengan sorot mata suaminya yang memerah dan nyalang.Seakan ingin menerkam dan menelannya bulat-bulat.
Namun dengan penuh perasaan sorot mata itu lamat-lamat berubah menjadi tatapan mendamba yang sangat dirindunya.Bukti bahwa pemuda itu sedang mengontrol gejolak yang tiba-tiba menggila.
Danang berselonjor di sofa lalu memposisikan sang isteri duduk di pangkuannya dengan kedua kaki mengungkung tubuhnya.Ditangkupnya kepala itu,"Kemarilah untukku....,shygh,"desahnya lirih.
"Mau,kuajari cara bercinta,hmm?"menatap nyalang,"Cara bercinta yang benar."lanjut Danang penuh penjelasan dengan suara yang parau.
Hilya menurut tanpa perlawanan,"Emsshh."Tidak sanggup menjawab dengan kata-kata yang lain,karena Danang terlanjur membakar ghairahnya dengan kemampuan gerakan-gerakan erotisnya.
Baru sedetik yang lalu ia membuang pandangan ke sisi yang berbeda lantaran tidak sanggup menantang sorot elang yang sukses mengobrak-abrik jiwa dan raganya.Hilya gugup.
Namun Danang sigap menyelipkan tangannya ke leher jenjang tersebut lalu membawa mata itu wajib bertembung dengan matanya sembari bersuara merdu,"Tatap mataku,"menghunus tatapan menerobos,"Temui isi hatiku di sana."lanjutnya.
"Peluk aku,"ucapnya parau dan Hilya menurut.
Perlahan Danang mulai melancarkan aksinya,dengan membisikkan kalimat-kalimat birahi ke telinga Hilya.Kemudian menjelajahi sekujur tubuh mulusnya,sungguh nikmat anugerah terindah yang memampang nyata.
Di tengah deru napas mereka yang saling beradu,pemuda itu perlahan-lahan melabuhkan kasih sayang ke setiap inci tubuh sang isteri tanpa tertinggal.Kemudian menyentak-nyentak seluruh titik sensitif milik isterinya,yang tegangannya serasa ikut mematikan semua titik syarafnya.
"Ahh."
Danang tersenyum samar,"Bebaskan....,bebaskan ekspresimu,sayang."Danang lagi-lagi menyugesti,"Keluarkan semua beban uneg-unegmu."Bisikan-bisikkan lirih nan membangkit ghairah keluar begitu saja dari bibir seksinya yang memandu,"Rileks sayang...., lenturkan tubuhmu,tidak perlu kaku."
Bagai terhipnotis,gadis itu mengikuti seperti apa yang diarahkan.Danang meniup-niup nakal napas birahi ke sekujur kulit tipis isterinya,"Jika ingin mendesah....,keluarkan saja,"******* bibir cherry itu pada kedalaman yang intim,mengecap leher jenjangnya,mengusap lembut dan memilin ***********,dan tidak lupa meninggalkan tanda-tanda kepemilikan di sana.Danang menggila.Hilya menerimanya sesuai saran sang suami.Nikmat dan menikmati.
"Emmmshh...."
"Emmh,tuh mulai kelihatan,kan."ucapnya parau,"Lanjuttt....,semakin cantik."
Memandu pergerakan ekspresi sang isteri sembari memuji,malah semakin membakar hasratnya.Namun Danang berupaya menahan diri agar tidak terjebak dengan permainannya sendiri.
Dengan mengerahkan seluruh kemampuan maskulinnya,Danang telah membuat gadis itu benar-benar merasa dimanjakan.Apalagi cara bercinta sang pemuda yang tampak hidup dan gencar dengan tarian-tarian nakalnya.
"Nikmati sayang,akan kuajari yang melebihi ini."
Danang memanfaatkan sisa waktu dengan mengajari sang isteri cara bercinta yang tepat,namun tidak melakukan aktivitas ranjang mengingat isterinya baru pertama kali mengalaminya.Bagaimanapun kesehatan Hilya sangat ia utamakan.
Keduanya sama-sama menikmati dan sama-sama mencapai pelepasan.Saling menerima sinyal tubuh masing-masing,saling memuaskan dan saling melepas dengan sangat indah.
Hilya bahkan tidak mampu mengerti mengapa ia demikian tersugesti sampai-sampai lupa kalau saat itu Danang sudah membuatnya bagai seorang wanita pemuas napsu birahinya.Inilah yang membuatnya merasa malu bila merekamnnya kembali diingatan.
Akan tetapi satu hal yang patut ia akui adalah rasa bebas yang menjalar ke sekujur tubuh,hati dan juga pikirannya laksana menerima sinyal positif yang entah dari mana hadirnya hingga membuatnya merasa ada ketenangan batin tersendiri didalamnya.
Danang mencium kening isterinya secara refleks.Sebagai bentuk ungkapan terima kasihnya yang tak terhingga.Akibat dari aktivitas panjang mereka yang membuat keduanya kelelahan dan akhirnya memilih tidur hingga mentari mulai menyelinap masuk ke dalam kamar hotel dan memantulkan wajah mereka.
Danang pria modern yang memahami banyak teknik dan gaya bercinta.Ia juga tidak pernah membiarkan pasangannya merasa tidak berpihak ataupun diabaikan.Jangan ditanya dari mana ia mengetahui semua itu,karena Danang bukan tipe pria alim yang tertutup ataupun kurang gaul di masa lalunya.
•
•
"Lihat,bahkan riak ombakpun ikut senang menyambutmu."Danang tertawa kecil di beberapa menit yang lalu saat ia sengaja memercikkan air laut ke arah isterinya.
"Lebih tepatnya iri melihat wajah cantikku ini."balas Hilya narsis,dan Danang terkekeh.
Balutan baju pantai dan celana pendek santai yang memberi kesan ringkas melekat indah di tubuh keduanya yang tampak sepasang dan serasi.Kacamata hitam bertengger manis di hidung bangir masing-masing.Senyum ceria mengembang di bibir masing-masing.
Tampak Hilya yang paling menggebu-gebu di sini.Gadis itu sudah siap dengan jaket pelampung di badannya.Sementara Danang yang juga sudah berpenampilan serupa dengan isterinya,menikmati keindahan itu dengan caranya sendiri.
Baginya,memadukan keindahan alam dengan kecantikan alami wanita terindah yang ia miliki saat ini sungguh sesuatu yang sempurna dan berbeda didalam hatinya.
"Hati-hati sayang,awas kecebur,"ujarnya sembari membawa kedua tangan indah sang isteri melingkari pinggang kekarnya manakala memasang ancang-ancang mengoperasikan jet ski.
"Kau tahu,aku sangat suka air laut,"ujar Hilya sembari mengikuti rentak suaminya yang sudah membawa tubuhnya meluncur dengan jet ski.
Dua anak manusia yang baru saling menjajaki hati itu kini sedang asyik bermain-main dengan ombak yang diciptakan oleh jet ski yang mereka tumpangi.
Setelah semalaman suntuk menghabiskan malam panjang dengan tanjakan yang melelahkan,kini saatnya mereka menikmati hari manis mereka dengan bersantai ria dengan ombak laut yang bersahabat.
Danang tertawa lebar mendapati Hilya yang tidak lepas dari perasaan senang dan senyum semringahnya.Isterinya yang memeluk tubuhnya dari belakang tampak benar-benar menikmati suasana tersebut.Bahkan di saat mereka bergantian posisi,di mana Hilya memegang kemudipun,gadis itu tampak lihai dan ahli dalam mengontrol jet ski.
Baru kali ia merasakan ada sesuatu yang menjalar begitu saja di dadanya.Bahkan di masa lalunya sewaktu berhadapan dengan wanita sempurna seperti Karinpun ia tidak pernah merasakannya sehebat itu.
Mungkinkah itu penyebabnya,hingga ia begitu mudah mengikhlaskan Karin kepada Diego,tanpa ada niat untuk mempertahankannya lebih jauh.
Keduanya menikmati alam laut yang sangat indah di atas jet ski sembari bercengkerama ria dengan hati yang bahagia,hingga permainan yang memacu adrenalin itu usai.Mereka memutuskan untuk mencari sesuatu untuk mengganjal perut.
"Makanlah,ini enak."Danang menyodorkan eskrim yang baru saja dibelinya.
Baru saja Hilya ingin menyambutnya,Danang sudah menempelkan krim tepat ke hidungnya.Membuat hidung gadis itu belepotan eskrim.Hilya yang terlambat menyadari kejahilan suaminya,hanya bisa tertawa mencebik.
"Baiklah,terima kasih."meraih dan menikmati sensasi nikmat cokelat vanila yang berpadu dengan rasa mint.
"Punyaku lebih enak."Hilya memamerkan rasa eskrim miliknya.
"Kau suka cokelat?"Danang memastikan,dan Hilya mengangguk.
"Kau tidak suka cokelat?"Hilya balik bertanya.
Danang menggeleng,"Tidak."
"Tapi kau harus mencoba apa yang menjadi seleraku."Hilya menyarankan,"Itu baru namanya,sama suka sama rasa."lanjutnya tertawa kecil.
"Oh ya,mana coba."
Hilya menyodorkan eskrim di tangannya ke mulut suaminya,membiarkan Danang mencicipinya lalu tak lupa menyodok eskrim tersebut ke hidung dan wajah suaminya,kemudian berlari menjauh.
Danang yang terlambat menyadari trik isterinya,tersentak lalu mendadak mengejar gadis itu di sepanjang bibir pantai yang landai.Kaki-kaki mereka berayun seirama dan ikut bercengkerama ria,memadu kasih bersama pasir putih yang membentang luas.
Semuanya seakan ikut tersenyum memandang dua sejoli yang tengah asyik menikmati momen bahagia mereka.
Danang memandang lekat isterinya,ketika gadis itu berada disampingnya,ia merasakan semuanya terasa begitu berbeda.Sejenak hatinya mencoba menebak-nebak kira-kira apa yang terjadi kepadanya.
Entah itu sadar atau tidak,ternyata ia selalu melindungi gadisnya itu dari berbagai macam rintangan.Padahal menurutnya waktu itu apa yang ia lakukan hanyalah bentuk kepedulian terhadap sesama manusia apalagi menyangkut perlindungan statusnya sebagai isteri.
Rupanya rasa cintalah yang memaksanya untuk melakukan tindakan-tindakan relfeks tersebut.
Menikmati momen berharga menurut caranya sendiri,pemuda itu lebih betah memperhatikan tingkah pola sang isteri yang sarat bahagia di wajahnya.Seakan lupa kalau dirinya tengah berjalan bersama seseorang.
Danang tersenyum bahagia saat mendapati gadis itu bisa tertawa lepas.Namun senyum manis itu seketika sirna dan wajahnya berubah menjadi datar saat mendapati sosok wanita masa lalunya itu tiba-tiba muncul dan berdiri di belakang isterinya.
"Hei,apa kehadiranku mengganggu?"
•••••
Bersambung...
🤗🤗🤗