
Happy reading 😍📖
Danang sengaja mendatangi kediaman kakak iparnya itu lantaran sang kakak ipar yang menghubunginya pada saat ia masih di kantor.
Ceritanya Juna dijemput Helmy bukan atas perintah sang bapak dari kampung melainkan,Helmylah yang sengaja ingin memisahkan Juna dari Hilya.
Semuanya lantaran isu miring yang sempat ia dengar dari beberapa orang yang menghendaki kekacauan.Dan di depan Hilya,Helmy berdalih kalau sang bapak menyuruhnya untuk menjemput Juna agar diserahkan kepada tuan Jayahadi.
Pantas saja papa Imran mengaitkan keterangan yang diberikan oleh Hilya dengan laporan yang diberikan oleh anak buahnya.Lalu di rumah tadi, Hilyapun menangis sesenggukan dan lagi-lagi menjelaskan hal itu kepadanya.
Padahal Danang telahpun mengetahui kebenaran itu sebelumnya dari mulut kakak iparnya sendiri,si pria temperamen yang melindungi keluarganya dengan semangat yang berapi-api.
"Setidaknya biarkan aku masuk dulu,"ucap Danang datar.
Untuk sesaat pria itu melunak dan mempersilahkan adik iparnya masuk ke dalam rumahnya menuju ke ruang tamu.Danang menatap teduh wajah pria yang sudah terlanjur marah kepadanya.
"Maafkan aku,"ucap Danang bersahaja.
Ingatannya kembali ke beberapa bulan lalu di mana saat pertama kali ia dan Hilya mendatangi kediaman bapak Haryadi dalam rangka melangsungkan lamaran kepada adiknya,pria ini sempat menyeret paksa dirinya ke bibir danau Kasih Sayang di ujung timur wilayah kediaman sang mertuanya sekarang ini.
Di wajahnya pria dua anak itu tampak amarah yang tengah membuncah.Bukan salah Danang sepenuhnya juga,ketika awal pertemuan mereka di ruang meeting tersebut justeru menjadi pemicu dendam di hati Helmy.
Di mana ketika itu,Danang sedang berada dalam mode terpuruk yang mendalam.Ia jadi susah menepikan masalah peribadinya di dalam urusan pekerjaan.Danang kehilangan sikap profesional yang melekat pada dirinya selama ini.Ia juga jadi tidak mengenal siapapun termasuk pria yang sedang dihadapinya itu.
Berlandaskan dendam di awal perkenalan dan juga kebencian akan peristiwa yang menimpa sang adik,maka tanpa berpikir panjang,Helmy mendaratkan satu tinju keras ke arah wajahnya dan membuat ujung bibirnya membiru dan ikut berdarah.
Satu hal yang ia ingat jelas pada waktu itu,Helmy memintanya untuk segera membatalkan rencana pernikahan dengan sang adik dan menjauh dari kehidupan Hilya.
Flash back on.
"Jadi kau,pria bejat yang sudah berani merusak kehidupan dan masa depan adikku itu,"menghunus tatapan membunuhnya,"Batalkan pernikahan ini dan enyah kau dari kehidupan adikku!"mendaratkan sebuah pukulan lagi,"Pria tidak bermoral sepertimu tidak pantas disandingkan dengan adikku yang masih polos."Kali ini sukses membuat tubuh jangkungnya tersungkur di atas bebatuan kerikil.
Danang yang sudah tersengal tidak bisa membuat perlawanan mengingat dirinya telah melakukan sebuah kesalahan yang memang tidak disengaja.Selain itu,demi menjaga harga diri keluarga dan nama baik sang papa,iapun rela ditindas oleh pria tersebut.
Argh!
Lagi-lagi pukulan keras dari pertarungan berat sebelah itu berhasil melukai tubuh dan wajah Danang.Namun ia tetap saja membiarkan tubuhnya dipukuli.
"Baiklah,aku memang bejat kepadanya."Berusaha bangkit dan membersihkan tubuhnya dari debu,"Aku akan menjauhi adikmu,dan tidak akan mencarinya lagi."Berjalan mendekati Helmy dengan langkah tertatih,"Tapi ingat,dengan begitu,nama baik keluargamu tidak akan pulih begitu saja."Menekan pelan dada pria itu dengan telunjuknya,"Apalagi luka hati adikmu itu....,tidak akan terobati,karena akulah yang telah menodai kehormatannya."
Argh!
Satu pukulan yang lebih keras mendarat begitu saja dan membuatnya terpental.
"Cukup!....,atau kau akan membunuhku....,lalu kau dan keluargamu siap menanggung aib besar ke depannya,karena adikmu akan mengandung seorang bayi haram tanpa ayah."Sebuah ucapan yang entah berasal dari pikiran gila yang mana.Ia sendiri bahkan bingung saat menyadarinya.Tapi benarkah ia telah berbuat zina dengan wanita itu?Ah,biarkan waktu yang menjawab semuanya.
Sungguh ajaib....,saat Helmy mendengar pernyataan tersebut,maka pria itu dengan sendirinya berhenti menyakiti tubuh Danang.
Kali ini ia berbalik mengulurkan tangannya untuk menyambut tangan Danang dan membantunya bangkit dari berbaring di aspal.
Ia kemudian membiarkan pemuda itu mematutkan dirinya yang super berantakan dan acak-acakan akibat pukulan tinju dan juga benturan keras di aspal dan kerikil di pinggir danau.
Ada perasaan bersalah lantaran tidak ada perlawanan sedikitpun dari sang calon iparnya itu.Helmy malah melayangkan sebuah kata maaf kepada pemuda yang sudah terlanjut ia keroyok.
"Baiklah,aku ikhlaskan adikku menjadi isterimu,"membawanya ke salah satu lapak yang tengah menjaja minuman ringan sembari meraih botol kemasan dan menepuk punggung Danang,"Tapi ingat,perlakukan dia sebagaimana mestinya dan jangan pernah sakiti dia,"ucapnya datar sembari menyodorkan air kemasan mineral dari tangan pria dua anak tersebut.
Danang menyambutnya dengan diikuti sebuah anggukan kecil yang menandakan bahwa ia mengerti pada ucapan Helmy.Keduanyapun mulai membuka pembicaraan tentang aktivitas harian mereka hingga akhirnya Hilya dan Dania muncul di tengah-tengah mereka.
Danang mencoba melirik wajah gadis yang pada saat itu tampak begitu sangat mengkhawatirkan dirinya,dengan peduli pada keadaannya dan mencari keberadaannya.Ada kelegaan tersendiri pada saat mendapat tahu itu,namun hatinya yang terlanjur sakit malah menafikan keadaan tersebut dan memilih menyakiti hati gadis itu dengan melayangkan ucapan-ucapan menohok yang membuat sang gadis harus terpaksa menyembunyikan air matanya dan berlari di tengah semak belukar.
Flash back off.
Danang masih menyoroti mata yang menatap amarah padanya,sama-sama tajam meski berbeda rasa,
"Aku hanya menyuarakan suara hati isteriku."
"Tolong biarkan Juna tetap bersama kami."
"Kau membohongiku....,waktu itu kau bilang adikku akan mengandung anakmu kan,"mengepalkan tinjunya,"Tapi nyatanya kau malah mengabaikan adikku karena Juna."
"Sekarang aku ambil Juna dari Hilya.Maka tunjukkan tanggung jawabmu sebagai seorang suami kepada adikku."
"Itu tidak ben....,"
"Itu benar,tuan Danang putera Imran."
"Aku mendengarnya sendiri dari percakapan teman-teman kampusnya....,bahwa kau mengabaikan adikku karena puteranya,Juna."Helmy siap mengayunkan kelima jari kekarnya mengenai wajah adik iparnya tersebut,namun seketika itu juga ia urungkan mengingat Danang masih seperti dulu,tetap diam di tempat dan tidak melakukan perlawanan apapun.
"Kenapa dihentikan?....,tampar saja kalau kakak mau."
"Ahh!....,sial."Helmy melampiaskan amarahnya pada meja yang baru saja dihantamnys keras.Danang masih tetap mengontrol hatinya yang sebenarnya juga berapi-api dan ingin membalasnya jika memang yang dihadapinya saat itu adalah seorang musuh dan bukan kakak dari isterinya.Akan tetapi ia sadar bahwa ada benarnya Helmy bertindak demikian hanya unyuk melindungi sang adik daripada diperlakukan semena-mena.
"Apa kau tahu kebenarannya kak?"Danang bersuara pelan,
"Hubungan kami berawal dari sebuah kesalahan,tapi di tengah jalan aku menyadari kalau aku mencintai isteriku,dan aku sedang dalam proses memperbaiki hubungan kami.Itu sebabnya aku mengajaknya berlibur."
"Jika ketika itu,kakak menganggap aku seorang pria bejat,aku bahkan tidak menyangkalnya."
"Tapi jika kakak mengatakan aku mengabaikan isteriku,maka aku berani menyangkalmu.Aku hanya berpikir kalau Juna itu putera kandung isteriku.Itu sebabnya aku tidak berani mendekatinya sebelum semuanya jelas.Karena aku khawatir jika Hilya masih terikat dengan masa lalunya,yaitu dengan ayahnya Juna.Tapi kewajiban lahirku sebagai seorang suami dan ayah,tidak pernah aku kurangi untuk mereka.Karena dari awal aku sudah menerima Juna sebagai puteraku.Dan kejadian di rumah tuan Jayahadi itu telah menjelaskan semua pertanyaanku selama ini.Maka berilah aku kesempatan untuk memperbaiki kesalahpahaman terhadap isteriku itu.Biarkan Juna bersama kami,dan aku berjanji akan memperlakukan mereka berdua sesuai dengan status mereka,dan juga menafkahi mereka menurut haknya masing-masing."
Penjelasan panjang lebar yang membuat Helmy terkesima.Berarti selama ini semua orang termasuk dirinya telah salah menduga kalau adik iparnya itu seorang pria temperamen yang bisanya hanya melukai hati dang adik.
..
Kembali ke perumahan elit premium....,Hilya tengah menyimak ucapan sang bibi Nunung dengan perasaan deg-degan.Ada rasa gugup yang menyelinap masuk ke dalam hati dan pikirannya begitu saja.Tanya kenapa?Ya,karena ia baru mengetahui kalau ternyata sang suami mempunyai calon isteri di masa lalunya....
Ah,lalu mengapa bukan wanita yang ada di masa lalunya itu yang mendampinginya hingga saat ini.Malah dirinya pula yang harus menjadi pendamping ke depannya.
Siapa gerangan wanita paling beruntung yang dicintai suaminya itu,lalu ke mana perginya wanita itu,menjadi pertanyaan terbesar dalam hatinya saat ini....,lantas cemburukah dia?Lalu mengapa harus ada pertanyaan itu di tengah rasa gugup yang mendera,jika memang ia menganggap masa lalu hanyalah sebuah proses untuk menjemput masa depan,yaitu dirinya.
"Gadis itu bernama nona Lian."Bibi Nunung memecah keheningan yang tercipta,membuat hati gadis itu seketika berjingkat begitu saja.
"Ah,ya.Lalu ke mana dia bi?"Nama yang begitu asing,dan baru saja didengarnya.Berarti bukan dua wanita yang sempat ia pergoki tengah memeluk suaminya itu.
"Nona Lian meninggal dalam sebuah kecelakaan ketika pulang dari dinas luar kota.Kejadiannya tujuh hari menjelang pernikahan mereka akan dilangsungkan."Bibi Nunung kembali menjelaskan sebuah rahasia tentang masa lalu suaminya yang begitu mengejutkan.
Bagai gemuruh tak terjangkau oleh penglihatan yang menghantam sekujur jiwa dan raganya.Meninggal di tujuh hari menjelang hari H pernikahan,bukankah itu suatu hal yang sangat mengerikan dan membuat siapa saja yang mengalaminya akan terpukul hebat.
Lantas mengapa sebelumnya,Danang terlihat begitu membenci dirinya jika memang calon isterinya itu telah meninggal jauh sebelum ia mengenal dirinya.Lebih tepatnya pada insiden kecil di kamar hotel malam itu.
"Oh,ya bi.Apa Danang pernah menyakiti hatinya seperti yang sering....,"ucapnya terputus.Tidak sanggup rasanya melanjutkan kalimat terakhirnya yang ternyata membuat sang bibi telah lebih dulu memahaminya.
"Tidak,nona.Bahkan tuan muda sangat menyayanginya.Tampaknya tuan Danang bahkan sering terabaikan karena sikap sang nona sangat bertolak belakang denganmu,"ucapnya sembari menggenggam erat pergelangan tangan nona Hilya,"Nona Lian lebih mendominasi dalam hubungan mereka,dan tuan muda kelihatan pasrah dengan sikapnya itu."lanjutnya sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
Hilya manggut-manggut sembari berusaha menyembunyikan rasa yang berkecamuk di dada.Antara bimbang dan ragu pada kebaikan suaminya saat ini.Jika memang awalnya ia terlanjur membencinya,lalu kini ia berubah dan menerima dirinya.
Dengan segenap rasa,Danang mengungkapkan cinta kepadanya di Paradise Loft Villas,dengan begitu jelas di pendengarannya.Lalu apakah ada kaitannya dengan mendiang calon isterinya itu?
Jika memang ya,itu berarti Danang sangat mencintai mantan calon isterinya itu,atau mungkin Danang mulai menerima dirinya hanya sekedar untuk menutupi rasa cinta di masa lalunya yang terkubur bersama jasad sang mantan.Jika begitu,bukankah dirinya hanyalah sebagai pelarian dari perasaan sang suami?Ah....,pusing memikirkannya.
"Aku pulang...."Gelegar suara Danang memecah ruang keluarga yang terhubung langsung dengan dapur,membuat sang gadis yang sedari tadi termenung berjingkat tajam.
Sementara di ujung sofa ruang keluarga,Danang sudah siap merentangkan kedua tangannya demi menunggu kedatangan sang isteri ke dalam pelukan hangatnya.
Sedangkan Hilya yang masih mematung,hanya bisa menatap lekat dari jauh wajah maskulin yang semakin hari makin dirinduinya,namun tungkainya terasa begitu enggan untuk beranjak dari tempatnya.
.....
Bersambung....
Teman-teman sekalian..maafkan ya,untuk sementara,ini bab terakhir yang author up.Untuk sementara juga aktivitas menulis author hentikan dulu mengingat ada urusan keluarga yang tidak bisa ditinggalkan dalam satu minggu mendatang.Doakan semoga cepat selesai dan kita bisa bergabung lagi.Terima kasih sudah ikhlas menemani dan mendukung karya recehku ini..Dalam litetasi dan semangat saling dukung.
🤗🤗🤗