
Happy reading 😍📖
Ruang keluarga,malam kian larut....,
Pertemuan singkat antara kedua keluargapun terjadi.Bapak Haryadi selaku pemilik rumah membuka pertemuan dengan penyampaian masalah atas kabar yang baru ia dengar mengenai peristiwa apa yang telah menimpa puterinya di kamar hotel malam itu.
Dengan penuh penyesalan beliau sangat menyayangkan keadaan tersebut.Bukan niatnya untuk menyalahkan siapa-siapa,yang jelas hatinya cukup terluka saat mendengar peristiwa tersebut terjadi di tempat puterinya mengabdikan diri dan anak majikannya pula yang menjadi penyebab kejadian tersebut.
Tuan Imran selaku ayah yang bertanggung jawab menyampaikan ucapan maaf sebesar-besarnya kepada keluarga bapak Haryadi atas kejadian yang menimpa puteri mereka.Maka demi mengembalikan nama baik keluarga yang telah tercoreng begitu saja,tuan Imran berniat meluruskan keadaan tersebut dan berjanji akan memulihkan nama baik gadis malang itu.
"Maafkan saya jika saya lancang bapak Yadi."Tuan Imran mengawali pembicaraan,
"Adapun kejadian yang menimpa putera dan puteri kita di malam itu telah mempertemukan keluarga kita di malam ini.Sudah seharusnya kesalahan itu dilimpahkan kepada anak kami selaku pihak pria.Maka sayalah yang paling bersalah dalam hal ini.Jadi pada kesempatan ini,izinkanlah kami memperbaiki kesalahan itu dengan menunjukkkan rasa tanggung jawab kami kepada puteri bapak tentunya.Kami akan melamar puteri bapak sebagai menantu bagi keluarga kami dan sebagai isteri dari putera kami.Hanya ini cara yang bisa kami tempuh agar bisa menebus kesalahan kami."
Bapak Haryadi menghela napas panjang dan berat.Hatinya bagai tersayat melihat kenyataan yang ada.Ia tampak berpikir dan membiarkan suasana hening beberapa lama,hingga akhirnya ia kembali bersuara,
"Kami bahkan tidak pernah mengetahui jika puteri kami ini juga sedang bekerja di restoran milik perusahaan bapak.Apapun masalah yang telah terjadi ke atas dirinya,kami sebagai orangtua yang telah melahirkannya,tetap percaya pada kemurnian pribadi puteri kami,dan kami sangat yakin akan didikan kami pastinya.Jika sampai sesuatu yang tidak diinginkan itu bisa terjadi,maka kemungkinan besar itu akibat dari sebuah ketidakberdayaan.Maka dari itu kami sangat berterima kasih karena pihak bapak telah mengambil jalan tengahnya.Karena bagi kami,anak kami masih harus belajar bukan menikah.Tapi karena niat baik bapak untuk menyelamatkan puteri kami dari gunjingan,maka dengan besar hati kamipun menerimanya."
Tuan Imran mengucapkan rasa syukurnya kepada sang khalik dan berterima kasih kepada bapak Haryadi Abimanyu karena telah menerima lamaran untuk puterinya.Matanya melirik sejenak.Pandangannya tertuju kepada sosok gadis yang duduk berselonjor di sofa.Cukup tegar,meski setumpuk beban di pundaknya sedang ia pikul.Dan efeknya terpampang nyata mendera di wajah tirus nan cantik itu.Andai bisa,ingin sekali ia meraih tubuh gadis itu ke dalam pelukannya dan berkata kepadanya bukan kau yang salah,tapi akulah yang menjebakmu.Ah,tapi mana mungkin ia bisa melakukannya karena khawatir semua rencananya bakal gagal total.
Sementara Danang yang posisinya memang harus berat dalam menanggung semua kesalahan,hanya bisa tertunduk lemas memutar memori di kepalanya tentang malam itu.Ia bahkan tidak mengingat sama sekali apa yang sudah ia lakukan.Namun pada kenyataannya,nasib mujur tidak berpihak kepadanya.Sehingga mau tidak mau ia terpaksa harus menjalani resiko dengan menikahi gadis tersebut.Satu dengusan kesal tidak terlihat oleh siapapun di ruang tersebut namun sempat terbaca oleh sang papa.Tuan Imran hanya menanggapinya dengan senyum tipis.
Maka terjadilah kesepakatan bersama yang menyatakan bahwa pernikahan akan terjadi dua minggu mendatang.Konsep pernikahan sederhana yang akan dilaksanakan di depan penghulu,dan cukup dihadiri oleh keluarga dan kerabat dekat.
Usai pertemuan,semuanya mengambil posisi istirahat.Namun Hilya yang tidak bisa tidur,memilih untuk duduk di teras belakang rumah sembari memainkan ponsel miliknya.
Gadis itu terlihat menerawang memikirkan nasibnya yang harus menikah muda.Andai bisa memilih,ia lebih memilih dikucilkan oleh masyarakat daripada harus menikah muda dengan pria yang tidak ia kenal dan tidak pernah ia cintai.Hilya memilih bersandar di tembok sembari mendengarkan instrumen musik 'love Story' melalui headset.Matanya terpejam.Berharap terus terpejam dan jangan pernah terbuka lagi agar tidak ada lagi rasa sakit yang mendera hidupnya.
Untuk sesaat gadis itu berada dalam posisi nyaman,dan bayangan wajah seniman Joshua yang muncul dengan senyum ramah,sembari menangkup lengannya dan memberikannya hadiah lukisan dirinya,sewaktu di galeri seni.Sakit hatinya seketika menghilang.Namun tiba-tiba seseorang menarik kasar headset dan ponsel yang ia letakkan di pangkuannya.
Hilya tersentak dan cepat membuka matanya.Danang tengah duduk bersila menghadapnya.Tatapan tajam itu lagi-lagi menghujam kelopak matanya yang indah,melesat masuk hingga ke jantung dan pori-pori hatinya.Tembus menguar hingga ke ubun-ubun.Hilya seketika berjingkat.
"Hhh...,jam segini masih kelayapan.Bagaimana kau bisa tidur kalau di dalam otakmu itu hanya membayangkan nikmatnya malam setelah pernikahan."ejek Danang sinis.
Hilya mendengus kesal.Wajahnya yang merona, memberengut.Dongkol menatap tajam ke arah pemuda itu,
"Kembalikan ponselku,dan pergilah!....,jangan menggangguku."
"ambilkan air minum untukku."titahnya licik.
"Huuh....,menyebalkan!"cebiknya
Baru saja Hilya separuh bangkit untuk menjalankan perintah Danang,tiba-tiba saja pemuda itu menarik kerah bajunya dari belakang. Hilyapun terhenyak.Kali ini tidak sampai ke lantai melainkan menimpa ke pangkuan pemuda itu,
Sesaat kedua anak muda itupun beradu tatap,namun Hilya memilih segera mengakhiri pandangan karena tidak sanggup menantang sorot elang yang memerah dan nyalang.
"Jangan pernah berkata kasar kepadaku,atau aku akan merusak hidupmu ke depannya.Perlu kau ingat bahwa masa depanmu ada di tanganku."
"sana cepat ambilkan aku air minum."tandasnya seraya mendorong tubuh gadis itu.
Hilya bangkit dan beranjak ke dapur.Dalam hatinya mengumpat panjang pendek atas sikap kurang ajar pemuda yang membuat moodnya serasa semakin kacau.
'Untung manusia,kalau kentang sudah kucincang buat perkedel.'gumamnya mengumpat kesal.
Gadis itu sengaja berlama-lama di dapur.Hingga akhirnya ia kembali dengan segelas air minum di tangannya.Danang meraih gelasnya dan segera beranjak dari sana tanpa sepatah katapun setelah mengembalikan ponsel yang ia rampas kepada pemiliknya.
Di kamar,Danang tiada habis-habis menggerutu.Ketika Hilya pergi ke dapur mengambil air minum untuknya tadi,Danang sengaja memasang headset ke telinganya dan ia mendengar alunan musik 'love story' milik Richard Claiderman.Bayangan masa lalu tiba-tiba hadir kembali melalui musik instrumen tersebut.
Berawal dari Karin yang tidak pernah alpa mendengarkan alunan musik itu,lalu Lian yang selalu memutar musik itu ketika mereka sedang berdua-duaan.Rasa sakitnya kembali mencuat.Kini timbul rasa benci kian membumbung terhadap gadis yang tiba-tiba muncul di hidupnya,membawa kembali kenangan masa lalu yang ingin ia kubur.
'Ck!'
'Dasar para wanita aneh,di mana-mana hobinya selalu sama.'gumamnya kesal.
Pemuda itu memilih mendekap wajahnya dengan bantal dan berusaha memejamkan mata hingga pagi menjelang.
•••••
Bersambung..
Teman-teman sekalian,selamat hari minggu.Semiga kita semua dilimpahkan nikmat kesehatan dan rezeki yang berlimpah.Salam saling dukung dan tetap berkarya.
🤗🤗🤗