I Need You

I Need You
Kehilangan Ciri Khas



Happy reading 😍📖


Danang membongkar kembali memori di VIP room milik restoran DS.Malam yang menjadi penentu nasib hidupnya diikat dengan Hilya hingga kini.Sejenak ia mencolokkan flashdisk dan mengutak-atik sesuatu di q-board.Cukup lama


Danang tampak duduk memandang layar laptop miliknya.


Pikirannya menerawang pada kejadian empat bulan lalu di kamar itu.Berbagai macam pikiran buruk yang ia tujukan kepada gadis itu,ternyata tidak ada satupun yang terbukti benar.Danang menghela napas panjang.Baru semalam ia menginap di kamar itu lagi,hanya untuk memastikan hatinya sudah mantap buat isterinya atau belum.


Namun di sana malah ada kejadian mengejutkan dan akhirnya membawa ia kepada bukti-bukti kebenaran tentang isterinya.


Flashback on


Saat baru pindah ke rumah baru,Danang tiba-tiba mendapat tugas dari sang papa untuk menjalani semua tugas yang belum pernah dijamahnya sebelum ini.Termasuk memimpin rapat intern dan juga memantau perkembangan kegiatan operasional anak cabang perusahaan yang menebar ke seluruh penjuru kota dan pelosok daerah.


"Selamat datang tuan muda,"General Manager Hotel DS memberikan bow,"Satu kehormatan besar karena memilih tempat kami sebagai pengisi agenda pertama anda."lanjutnya penuh rasa hormat.


Danang menyambut perlakuan general manager dengan mengulurkan tangan membentuk jabat tangan pebisnis yang tegas dan berwibawa.


"Satu penghargaan buat anda juga karena telah mempertahankan nama hotel ini di jajaran terdepan Adhytama Star Group of Bussiness.


"Terima kasih tuan,mari saya antarkan ke tujuan yang anda pilih."General manager mengarahkan pergerakan tangannya mempersilahkan laluan bagi Dikrektur baru mereka.


Kali ini Danang memilih restoran DS sebagai tempat awal percobaannya.Karena ia merasa bahwa awal kegagalannya terhitung dari sana.Dia pernah ditugaskan sang papa empat bulan lalu di hotel DS dan mengambil restorannya sebagai pusat pengamatan laju perkembangan bisnis kuliner di seluruh wilayah sempadan pusat kota dengan pantai utara kota D.


Namun perjalanannya malah berbuah kasus dan pernikahannya dengan Hilya.Kini saatnya untuk mengembalikan nama baik itu.


"Selamat pagi,bu Sherly."Danang menyapa manager restoran yang telah membawa nama restoran DS menjadi salah satu dari restoran terbaik di Adhytama Star Group.


"Selamat pagi juga,tuan muda.Senang bertemu dengan anda,"ucap manager Sherly sembari mengulurkan jabatan tangan hangat,"Silahkan tuan muda,anda ingin memulainya dari mana.Kami siap memberikan informasi akurat."


"Baik,terima kasih bu."Danang memulai dari mengecek sistem programnya.


Mulai dari perkembangan kinerja restoran,laporan keuangan,perkembangan saham dan biaya operasional serta grafik pertumbuhan yang tertera di layar komputer ruang owner.Danang melakukan pekerjaan didampingi langsung oleh manager Sherly.


Saat Danang memantau grafik pertumbuhan omzet dan jumlah pelanggan di tahun berjalan,ia menemukan grafik normal di tiga bulan pertama,lalu kenaikan drastis di tiga bulan pertengahan kemudian penurunan jumlah pelanggan di empat bulan terakhir.Pemuda itu lantas mengerutkan kening,


"Bu Sherly,apa tidak bisa dipertahankan seperti di tiga bulan pertengahan,"menatap intens ke wajah ibu tiga anak,"atau setidaknya di tiga bulan pertama?"lanjutnya menyelidik.


Manager Sherly tampak menahan napasnya dan rada gugup.Namun secepatnya ia berhasil menguasai keadaan dan kembali normal,


"Kami sudah melakukan pemantauan langsung di lapangan,dan menurut beberapa pelanggan yang setia mengatakan kalau restoran kita kehilangan ciri khasnya sejak empat bulan yang lalu."


Danang tertegun,dalam hatinya mulai menduga-duga.Empat bulan yang lalu,berarti sejak kejadian itu.Apa mungkin kasusnya bersama Hilya waktu itu telah menjadi pemicu merosotnya para peminat.Jika demikian berarti ada pihak restoran yang sengaja membocorkan kasus tersebut.


Tapi apa hubungannya ya,kasus itu dengan selera mulut pelanggan.Toh,pola pikir dan animo masyarakat zaman sekarang yang sudah mencapai taraf dunia,tidak lagi memandang hal seperti itu sebagai sesuatu yang menjijikkan.


Ah,mungkin saja ada orang-orang yang sengaja ingin menyudutkan pihaknya dengan berita-berita miring menyangkut pencitraan.


Danang tidak melanjutkan pertanyaannya kepada manager Sherly,tapi memilih untuk turun langsung ke dapur restoran.


"Saya akan mendampingi anda tuan,"ucap manager Sherly.


"Tidak usah bu Sherly,biarkan saya sendirian agar kesannya tidak terlalu formal,"merapikan jasnya,"Saya ingin lebih akrab dengan mereka."lanjutnya sembari melangkah keluar.


Manager Sherly hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sembari tersenyum simpul melihat putera atasannya yang mewarisi kharisma sang ayah.Seperti pepatah mengatakan 'buah jatuh tidak jauh dari pohon'kira-kira begitu yang ada dipikiran manager Sherly.


Tiba-tiba bayangan mantan anak buah tersayangnya bernama Hilya Afiyana Abimanyu terlintas begitu saja dipelupuk matanya,"Eh,apa kabar dia setelah jadi isteri tuan muda ini?"gumamnya kepada dirinya sendiri,'Kasihan anak itu.'


Danang melenggang maju ke dapur restoran untuk pemantauan menu-menu spesial andalan restoran tersebut.Semuanya tampak biasa-biasa saja,tidak ada yang berbeda dari ciri khas yang sebenarnya.Hingga akhirnya ia memilih kembali ke ruang owner.


Sehari penuh Danang berkeliling memantau keadaan hotel dan juga restoran tersebut.Setiap orang yang berpapasan dengannya akan tersenyum ramah dan memberikan hormat kepadanya.Danang cukup menikmatinya.


Di saat pergantian shift,Danang berpapasan dengan dua orang anak muda berbeda jenis kelamin yang baru muncul di shift malam.Kedua orang itu awalnya tampak ramah dan lincah saat berpapasan dengan semua orang termasuk lawan shift mereka.


Namun ada kejanggalan yang dirasakan oleh Danang sendiri manakala semua orang saling berebut menyalami dirinya,mereka malah memilih menjauh dan membuang pandangan dan bersikap acuh tak acuh seolah tidak tertarik kepada pesonanya,"Menarik,"gumamnya menyeringai.


Di jam tujuh,Danang kembali ke VIP room.Usai menjalani ritual mandi dan berganti pakaian,Danang yang tampak bugar dengan penampilan pakaian non formalnya,kembali lagi dapur restoran tersebut.Entah kenapa ia merasa terkesan dengan sikap dua orang anak muda tadi.


Ya,mereka tidak lain adalah dua sahabat dekat Hilya bernama Sifa dan Alfyn.


Di waktu senggang,Danang sengaja menyuruh salah satu di antara mereka untuk menyediakan makan malam untuknya,namun keduanya malah saling over.


"Tolong siapkan salah satu menu seafood spesial restoran ini untukku."memandang keduanya secara bergantian.


"Dia saja pak."Sifa menunjuk ke arah Alfyn yang sedang memindahkan piring ke pencucian.


"Dia,"Alfyn membalas,"Aku sibuk."


Mendengarnya,Sifa tidak terima,"Alfyn kau saja."


Alfyn balik melotot,


"Kau saja Sifa,"menunjukkan tumpukan piring bersih yang belum disusun,"Kurasa matamu tidak buram,kan."lanjutnya seraya melanjutkan pekerjaannya.


Danang mendengus kasar,"Kalau begitu kuperintahkan kalian berdua."Danang sengaja mempertegas suaranya,"atau kuhentikan pekerjaan kalian selamanya."lanjutnya mengancam.Kedua anak muda itu tampak saling pandang dan akhirnya terpaksa menurut.


"Cepatlah,aku tunggu di depan,"ucapnya memerintah.


"Dasar orang kaya,aku rasa Hilya tidak bahagia hidup bersama orang ini."Alfyn bergumam kepada dirinya sendiri,namun masih sampai ke telinga Danang.Pemuda itu tidak melanjutkan langkahnya melainkan memilih untuk menepi dan menguping pembicaraan mereka.


"Aku benci kepadanya,padahal dari dulu dia fans beratku."Sifa berdecit kesal.


"Aku malah lebih membencinya,dia telah merebut Hilya dariku."


"Kalau saja kita semua tidak menunggunya di malam itu,mana mungkin Hilya pulang telat dan terjebak di kasus itu."


"Ya,gara-gara dia membawa Hilya pergi maka kita kehilangan ciri khas menu lobster itu kan,gaji kita habis dipangkas akibat disemprot oleh pelanggan militan restoran ini."


"Padahal aku sudah coba tuh sesuai yang diajarkan Hilya,yang ada malah tambah ancur bentuknya."


"Iyalah,Hilya kan pengganti almarhum chef Dery.Cuma dia yang paham resep itu dan teknik pematangannya.maka itu dia masuk kerja tanpa ribet seleksi."


'Whatt?!Hilya penyebab restoran ini kehilangan ciri khas?'


"Duh,Hilya sayang.Baru saja pedekate,eh malah disambar vorang kaya."


"Weleh....,yang punya mimpi ketinggian.Aku kira cuma diriku yang patah hati ditinggal idola,ternyata kau juga,malah lebih bodoh dariku,"ucap Sifa meledek.


"Apa,kau bilang aku bodoh?"


Sifa mengangguk,


"Kalau aku,sebatas idolaku yang dibawa Hilya,"mengaduk sesuatu di wajan,"wajarlah,respon awal karena iri pada keberuntungan sahabatku sendiri.Tapi kau,"menipiskan bibir menahan tawa,"jarakmu cuma satu senti darinya,eh malah kecolongan disambar tuan tanah....,kik kik kikkkk."Sifa tidak habis dengan tawa cekikiknya sembari memegang perut.


"Ck!Ledek saja terus,"menggaruk kepalanya yang tidak gatal,"Kudoakan masakanmu itu cepat gosong,biar kaupun gantung periuk selama setahun."lanjutnya menarik gemas hidung bangir milik Sifa.


Sifa memindahkan masakan ke dalam piring hidang,mengangkatnya setinggi dada dan menahan di posisinya sejenak,


"Mak oi...,cinta itu aneh....,seperti aroma masakan ini,uapnya menguar menebar,merambah penikmat rasa.Mengusik lidah lalu menggugah selera.Siapa cepat dia dapat,"gumam Sifa seraya memicingkan mata nakalnya mengusik Alfyn.


Alfyn melengos,


"Bahkan seseorang yang kau sanjung dan kau jaga hatinya sepanjang jalan....,oh ternyata jodoh o~orang."timpal Alfyn menerawang ikut mencebik sinis.Seakan sedang menertawakan dirinya sendiri.


Sesaat keduanya saling pandang dan larut dalam derai tawa berpanjangan,"Hahahaaa..."


"Dasar kau pujangga gila."celetuk Sifa menghibur sahabatnya.


"Ehmm....,sudah selesai masaknya?"Gelegar suara Danang mengagetkan seisi dapur.


"Ah,itu.Belum."Alfyn berkelit melirik sesuatu di tangan Sifa.


"Eh,sudah.Ini....,"menuju ke meja makan,"silahkan dicicip,tuan."meletakkannya di atas meja lalu mempersilahkan pemuda itu untuk duduk.


Danang melirik salah satu menu yang dihidangkan di atas meja.Lobster raksasa.


"Jadi kalian sahabatnya Hilya?"Danang memulai aktivitas makannya.


"Ya,"jawab Sifa singkat.


'Calon pacar malah.'batin Alfyn geram.


"Apa kalian tidak ingin bertemu dengannya lagi?"mengulang beberapa kali suapan sesendok nasi kedalam mulutnya,"aku bisa mengajak kalian ke rumah,kalau mau."lanjutnya sembari mengunyah,mencicipi rasa lobster yang berpadu dengan nasi dan lauk yang lainnya.


"Ah,kalau yang begitu,Sifa paling cocok di garda terdepan,pak."Alfyn menanggapi.


"Kenapa tidak kau saja,yang beraninya komentar di belakang?"Danang mengintimidasi.Ia menatap tidak suka kepada Alfyn yang rasanya sedari tadi tidak lepas menyebut nama Hilya sebagai kekasihnya,dan menganggap dirinya sebagai perebut pacar orang.


Alfyn yang ikut terpancing,menatap lurus ke arah Danang,"Karena kau pembohong."


Danang terkesiap memandang tuduhan Alfyn.


Pemuda itu mengernyitkan kening,'Beraninya dia padaku.'batinnya jengkel,


"Jaga bicaramu!"menyudahi makannya,"Aku tidak segan-segan menghukum siapapun yang kuanggap pembangkang."


"Silahkan,aku siap dipecat.Kau yang penindas nasib orang susah.Kau berkedok seolah-olah kau korban yang dijebak dalam kasus itu,padahal kau menyuruh orang-orangmu menjebak Hilyaku."Alfyn semakin berani menantang.Sorot mata gelap itu menatap tajam ke arah Danang.Sifa ikut mejentikkan jemarinya tanda membenarkan ucapan Alfyn.


Danang sigap bangkit dari duduknya,


"Kau punya bukti untuk itu?"menarik kerah baju Alfyn,"Jika kau bisa,tunjukkan kebenarannya."lanjutnya geram.


"Baik,siapa takut,aku juga ingin secepatnya membongkar kebusukanmu."sergah Alfyn tidak mau kalah.Sifa tampak manggut-mangut setuju.


Danang mencoba menanggapi setiap ucapan Alfyn dengan kepala dingin.Toh,bukti kebenaran kan yang dia inginkan selama ini.Lalu mengapa Alfyn sampai menuduh dirinya sebagai dalang di balik kasus itu.Ada apa sebenarnya ini.Mengapa dirinya dan orang-orangnya yang menjadi sasaran empuk tudingan Alfyn.Padahal waktu itu semua bukti telah memberatkan Hilya.


Danang menggandeng kedua anak muda itu menuju ke ruang owner agar bisa leluasa berbicara.Di ruang itu,Alfyn menunjukkan video amatir yang sengaja ia rekam melalui ponsel miliknya.


Malam itu,saat keluar dari gerbang hotel,Alfyn melihat ada beberapa orang yang salah satunya ia kenal sebagai asisten Adhytama Star Group karena nama dan kepribadiannya yang terkenal amanah terhadap sang majikan,membuatnya ikut tenar di mata masyarakat.


Melihat gelagat yang mencurigakan,Alfyn akhirnya memilih untuk menepi sembari menguping pembicaraan orang-orang kepercayaan itu.Tidak puas,iapun segera merekam aktivitas mereka.Ya,orang itu tidak lain adalah sekretaris Sani,sedang berkata kepada salah seorang anak buahnya,


"Ingat perintah tuan,cukup dijebak saja,gadis itu.Jangan sampai dia terluka sedikitpun.Malam ini,tuan muda akan masuk melalui pintu belakang.Sudah kau pastikan gadis itu,yang bernama lengkap Hilya Afiyana Abimanyu?"


"Sudah tuan."


"Baiklah,siap eksekusi.VIP ROOM sasaran utama,pastikan semuanya berjalan lancar."


"Baik,tuan."


Danang menatap tidak percaya atas apa yang baru dilihatnya.Paman Sani terlibat didalamnya,itu berarti tidak menutup kemungkinan kalau papanya sendiri juga terlibat dalam kasus itu.


"Jadi pa pa,ada di balik semua ini?"batinnya nelangsa.


•••••


Bersambung...


🤗🤗🤗