Hey You, I Love You !

Hey You, I Love You !
Kenyataan yang sebenarnya



"Tapi bagaimana bisa seperti ini! Semua orang sudah jelas bahwa Victor adalah penyebab kematian ayahku dan mencelakai adikku yang berada di dalam satu mobil bersama ayah. Dia mencoba membunuh seluruh keluargaku!", ucap Baz bersemangat dengan fakta yang baru saja didengarnya.


"Tenang saja! Untuk masalah itu aku juga memiliki jawabannya!", Ben kembali meletakkan sebuah flashdisk di atas meja itu.


"Lihat ini baik-baik!", Ben sudah memasang flashdisk yang baru. Dan ia mulai memutar video tersebut.


Itu adalah rekaman video cctv di sebuah jalan raya. Sebuah mobil melintas, dan itu adalah mobil ayahnya Baz, Tuan Ander. Di dalamnya ada juga adiknya yang terlihat sumringah melihat keluar kaca jendela.


"Victoria tidak tau jika ayahmu akan berada di dalam satu mobil dengan ayahmu!", Ben memberikan penjelasan singkat. Meski tak dijawab, tapi ia tau bahwa saat ini Baz tengah sangat serius memperhatikan video itu dengan seksama. Tapi ia cukup yakin jika Baz mendengar ucapannya.


Dalam rekaman itu, lantas sebuah mobil kembali melintas. Itu adalah Victor. Ia mengendarai mobil sendirian. Membuntuti mobil Tuan Ander tepat di belakangnya. Dan yang lebih jelas lagi, mobil Tuan Ander berada dia mobil di belakang Victor. Seperti sedang mengawasi pekerjaan pria itu rupanya.


"Sampai di sini dulu! Kita lanjut dengan yang lainnya", Ben menghentikan video itu dan beralih dengan video yang lainnya.


"Ini adalah rekaman dari kamera yang sengaja Victor tempatkan pada dashboard mobil yang ditumpanginya. Dia sengaja memasang ini untuk mengantisipasi jika terjadi sesuatu di luar dugaan seperti ini. Tapi sayang, saat itu rekaman ini menjadi tidak berguna", pria eksentrik dengan topi koboi itu mendengus mengingat betapa berat perjalanan teman lamanya tahun itu. Ia lantas segera memutar video itu.


Terdengar suara Victor mengumpat beberapa kali saat mengetahui bahwa di dalam mobil Tuan Ander ada Bella juga di dalamnya. Pria itu terdengar frustasi dengan apa yang harus dilakukannya saat itu. Bahkan terdengar seperti ia sedang memukul-mukul kemudi untuk melampiaskan amarahnya pada Tuan Ergy sialan yang sudah menyewanya.


Sekarang sudah menampakan sebuah jalan tol di rekaman itu. Mobil Victor juga masih setia mengikuti mobil Tuan Ander di belakangnya. Pria itu seperti berbicara, lalu terdengar umpatan yang amat jelas di telinga Ben dan Baz yang mendengarnya.


"Sial, pria itu menjebakku! Dia sudah mengikutiku ternyata!", terdengar Victor juga kembali memukul kemudinya, emosi.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku tidak mungkin mencelakai mereka. Apalagi ada Bella di dalam sana. Itu tidak akan terjadi", pria itu sangat frustasi dari nada bicaranya.


Ben tenang mendengar suara dari rekaman video yang menampakkan deretan mobil melintas pada laptopnya yang kini tengah menghadap ke arah wajah Baz. Dan Baz sendiri mulai tegang sekujur tubuhnya menanti momen dimana kecelakaan itu terjadi. Kecelakaan yang merenggut nyawa ayahnya kala itu.


"Baiklah, lakukan rencana awal! Aku hanya bisa begini agar orang itu tidak mencurigaiku. Maafkan aku Bella, kuharap kau dan Tuan Ander masih bisa selamat", harapan yang Victor ucapkan membuat Baz tertegun sebentar. Ia benar-benar berusaha mencerna kalimat itu sambil menonton video lanjutannya.


Tidak bisa, mungkin mobil itu mengira bahwa apa yang Victor lakukan adalah tidak sengaja. Sehingga mobil yang ayahnya Baz naiki kembali melaju dengan normal seperti sebelumnya.


"Sial!", Victor terdengar mengumpat saat dirasa usahanya gagal.


Ia kembali melakukan hal yang sama. Victor menabrakkan kembali mobilnya ke arah mobil itu dengan lebih keras. Namun sepertinya mobil itu keras kepala dan terlalu baik hati sehingga tetap kembali melaju dengan kecepatan yang sama.


Di tengah umpatannya yang berkali-kali ia ucapkan. Tiba-tiba mobil di belakangnya menabrakkan diri ke arah mobil Victor dengan sangat keras hingga mau tak mau mobil yang ia tumpangi memiliki efek domino dan menabrak mobil di depannya, mobil Tuan Ander. Kedua mobil itu oleng dan sempat berputar tak terkendali. Sehingga mobil-mobil lain ikut menghindar agar tidak terkena dampak dari kecelakaan yang sedang terjadi.


Mobil yang Victor naiki segera berhenti. Sayangnya, mobil Tuan Ander sempat menabrak truk yang sedang berhenti di pinggir jalan tol. Mobil itu ringsek di bagian samping, tepat dimana Tuan Ander berada.


Victor segera menepikan mobilnya yang masih bisa berjalan mendekati mobil itu. Jadi nampak jelas dari kamera bahwa pria itu segera berlari keluar mobil untuk menghampiri mobil ayah Baz tersebut.


Di dunia nyata, Baz meremas cangkir minuman yang ada di tangannya. Wajahnya dipenuhi emosi yang tak terbaca. Jika cangkir itu hancur, Ben tak akan mempermasalahkannya kali ini. Biar saja, asal jangan laptopnya. Meski sebenarnya itu adalah cangkir antik dengan nilai puluhan juta, Ben tak peduli. Itu hanya benda sesuai dengan kegunaannya. Jika saja Relly tau apa yang ada dipikiran bosnya, mungkin ia akan menangis darah.


Di dalam video, sebelum membuka pintu mobil Tuan Ander, Victor sempat melemparkan tatapan tajamnya ke arah lain. Lalu bergegas ia mengeluarkan orang yang berada di dalam satu persatu. Beberapa mobil juga berhenti untuk membantunya. Yang lain mengeluarkan supir dan Tuan Ander yang sudah bersimbah darah. Sedangkan ia sendiri segera mengeluarkan Bella dari dalam sana.


Yang lainnya memberi kabar jika supirnya sudah meninggal. Sedangkan Tuan Ander terlihat sekarat karena begitu banyak darah yang mengucur dari kepalanya. Dan Bella, tak ada cedera berarti. Wanita itu pingsan mungkin karena efek kejut yang dideritanya. Victor terlihat memeluk Bella dengan erat di dalam pangkuannya. Wajahnya seperti penuh penyesalan pada wanita yang merupakan adik dari orang yang tengah menonton video tersebut.


Victor sendiri juga tidak mengalami cedera apa-apa. Mobilnya tadi masih bisa dikendalikan. Hanya saja kepalanya agak pening karena guncangan dan mobilnya yang sempat berputar.


Tak lama tiga ambulans datang. Mereka membawa korban satu persatu. Yang paling terakhir adalah Bella. Dengan berat hati Victor melepaskan tangan wanita itu, lalu dibawa pergi oleh mobil yang memiliki sirine itu.


Setelah itu mobil yang Victor naiki bergerak. Menyusuri jalanan menapaki jejak mobil ambulans di depannya. Hingga ia memasuki area rumah sakit dan memarkirkan mobilnya di sana. Victor terlihat keluar dari mobilnya. Dan video itupun berakhir.


"Apakah kau yakin bahwa ini bukan rekayasa?", Baz segera berkomentar dengan tatapan menuntut pada pria di depannya.