Hey You, I Love You !

Hey You, I Love You !
Hasutan setan



Di luar sana, Ben sedang tersenyum puas. Puas karena Rose telah kembali ke dirinya seperti sebelumnya. Rose yang ceria dan pemarah. Tapi ia juga sempatkan menghapus sisa-sisa cumbuannya pada bibir wanita itu. Ben menyeka bibirnya yang masih basah akibat kegiatannya tadi. Pria eksentrik itu sungguh tak dapat melepaskan senyum di bibirnya.


***


Waktu sudah larut malam ketika mereka masih berada di dalam perjalanan. Beberapa kali pria eksentrik itu menoleh ke arah wanita yang tengah asik tertidur di sampingnya. Sepertinya kali ini mimpinya begitu indah hingga sepanjang lelapnya wanita itu terus menyunggingkan senyuman. Dan senyum itu menular ke bibir Ben. Pria itu juga ikut melengkungkan bibirnya sambil memandangi damainya tidur si wanita.


Kembali mengingat panjangnya hari yang mereka jalani, Ben tak dapat melupakan bagaimana wanita itu mengigau saat tertidur siang tadi. Dimana Ben baru saja menyelamtakan Rose dari sebuah penculikan. Yang saat itu Rose hampir saja dilecehkan. Pilu dan derita yang sedari tadi Rose rasakan, Ben akan merekam semua itu di dalam benaknya. Mulai sekarang ia akan menjaga dan melindungi wanita itu di sisinya.


Terakhir yang membuatnya tak berhenti tersenyum adalah saat mengingat bagaimana tadi ia merasakan manisnya bibir wanita itu. Manisnya bibir Rose telah membuatnya ketagihan. Saat ini ia malahan memandangi bibir mungil yang mengatup itu dengan pemikirannya sendiri. Pikiran liarnya mulai menjelajah di dalam benaknya.


Tidak, Ben menggelengkan kepalanya untuk mengusir setan yang sedang menggodanya saat ini. Ben sadar, ia tak boleh memiliki pemikiran seperti itu kepada Rose. Wanita itu adalah adik teman lamanya. Dan kakaknya sendiri yang menitipkan wanita itu kepadanya. Jadi mana mungkin ia akan merusak adik temannya sendiri. Kecuali,,, jika Rose juga menginginkannya. Hehe


Akhirnya Ben hanya mengusap bibirnya sendiri. Menikmati sisa-sisa rasa manis dari bibir Rose yang terasa selalu melekat di bibirnya. Ia menatap jalanan dengan garis yang melengkung di bibirnya. Rasa manis yang Rose miliki memang berbeda, dan itu sudah membuat Ben menjadi kecanduan oleh nikmatnya. Mungkin nanti ia akan mencoba lagi manisnya bibir mungil merah muda itu. Eh,,, Ben menutup mulutnya sendiri dengan satu tangan karena sudah berpikir yang tidak-tidak.


drret,,, drret,, drret


Ponsel miliknya bergetar dari dalam saku celananya. Ben segera merogoh saku celananya itu untuk mengetahui siapa yang menelponnya saat ini.


Victor's calling,,,,


"Hallo!", sapa Ben setelah menggeser tombol jawab.


"Hey, kau kemanakan adikku hingga jam segini masih belum sampai juga?!", Victor menjerit segera setelah panggilannya tersambung.


Mendengar suara yang melengking itu, Ben menjauhkan ponselnya dari telinganya sambil meringis menahan pekik pada indera pendengarannya. Memang wajar jika kakaknya itu marah-marah seperti ini. Pasalnya Ben dan Rose pamit dari rumah sejak pagi dan hingga menjelang tengah malam begini mereka belum juga sampai di rumah. Pantas saja jika kakak dari Rose itu merasa khawatir.


"Kami hanya jalan-jalan ke pantai. Sebentar lagi kami akan sampai", Ben menjelaskan dengan tenang setelah menempelkan ponselnya ke telinga kembali.


"Yasudah, hati-hatilah kalian! Cepat bawa adikku pulang!", orang itu masih mengomel di seberang saluran sana.


"Iya,, iya!", dengan sabar Ben menjawabnya. Lalu ia matikan sambungan telepon itu.


Ben kembali memandangi Rose setelah meletakkan ponselnya di laci mobil. Bibirnya mencibir ke arah wanita yang tengah tertidur pulas di sampingnya itu. Heh, kakak dan adik sama saja, sama-sama pemarah. Untung saja adiknya telah membuat mood Ben menjadi baik malam ini. Jika tidak, ia akan memarahi balik teman lamanya itu karena sudah menyakiti gendang telinganya dengan jeritan suaranya.


drret,, drret,, drret


Lagi, ponselnya kembali bergetar di laci mobil. Ben segera mengambilnya, tapi ia bersumpah jika itu Victor lagi. Maka ia akan membalas omelan teman lamanya itu.


Relly's calling,,,,


Ben mengernyitkan dahinya melihat nama siapa yang memanggilnya di tengah malam begini. Ada urusan apa hingga Relly harus menelponnya saat ini juga. Sebenarnya masalah apa yang membuat asistennya itu tak bisa menunggu sampai besok pagi.


"Ada apa?!", tanyanya datar setelah menggeser tombol hijau untuk menerima panggilan.


"Baiklah! Aku akan kembali besok!", itu jawaban terakhir yang Ben berikan setelah mendengar penjelasan yang cukup panjang di seberang saluran sana. Lalu ia meletakkan kembali ponselnya ke dalam laci mobilnya lagi.


Berat rasanya ia harus mengambil keputusan ini. Pria itu merasa sudah tak ingin berjarak dengan wanita di sampingnya. Ia rasanya ingin selalu melindungi wanita itu. Saat ini ia juga sedang nyaman-nyamannya tinggal bersama kedua kakak beradik itu. Hidupnya terasa lebih berwarna sekarang. Tidak flat seperti biasanya. Dimana hanya ada tugas dan darah di dalam hidupnya. Setelah menjalani hari-hari di rumah itu, Ben merasa kesehariannya menjadi lebih seperti manusia. Bukan lagi seperti seorang raja iblis kejam yang haus darah. Karena di setiap pertarungannya ia selalu menang dengan lumuran darah di tangannya.


***


Mobil yang mereka tumpangi telah masuk ke pekarangan rumah. Ben menghentikan laju mobilnya lalu segera membuka sabuk pengaman yang melilit di tubuhnya. Ia menoleh ke samping. Ya ampun, wanita ini sebenarnya tidur atau mati sih. Dia tidak bangun sedikitpun selama perjalanan kemari.


Ben keluar dari mobil dan berjalan mengitari mobil itu. Ia membuka pintu dimana Rose berada. Pria itu menundukkan tubuhnya untuk membuka sabuk pengaman yang Rose pakai. Waja mereka otomatis menjadi sangat dekat. Tiba-tiba jantung milik pria itu berdebar kencang tak terkendali saat kulit wajahnya mendapat terpaan nafas hangat milik wanita itu. Apa lagi yang sebenarnya terjadi pada dirinya ini?! Ya ampun mengapa perasaannya jadi rumit begini sih setelah kebersamaannya dengan wanita ini.


Ben menghembuskan nafasnya melalui mulut sambil menoleh ke samping. Ia berusaha menetralisir perasaannya yang tak menentu. Perasaan yang belum ia ketahui definisinya. Maka ia melanjutkan kegiatannya untuk membuka sabuk pengaman yang membentang di tubuh wanita itu.


Wanita sedikit melenguh sambil meregangkan otot-ototnya yang kaku. Ben sempat terkejut dan memaku tubuhnya di tempat. Jika wanita ini segera membuka matanya, maka wanita itu pasti berpikir bahwa Ben akan berbuat macam-macam padanya. Tapi mau bagaimana, ini sudah terlanjur pikir Ben. Jika ia bergerak cepat dan menyingkir, itu juga tak berguna karena hanya akan menambahkan kecurigaan Rose saja. Maka Ben memilih untuk diam sebentar sambil menunggu Rose selesai meregangkan ototnya.


Tapi saat wanita itu merentangkan kedua tangannya dan membuat tubuhnya maju ke depan, otomatis dada Rose sedikit menempel ke arah tubuh Ben. Dan pria itu menjadi kesusahan menelan salivanya. Bibir merah muda itu, leher jenjang itu, tulang selangka dan bahu yang terbuka, hal itu membuat setan yang tadi menggodanya datang lagi. Bagaimanapun juga Ben ini masih pria dewasa, dan dirinya juga sudah biasa menyentuh banyak wanita. Jadi melihat hal ini, insting lelakinya pun bergejolak.


Tidak, tidak, Ben menggelengkan kepalanya keras. Ini tidak benar. Ia tidak boleh tergoda oleh hasutan setan itu. Tapi dengan dada yang berdebar kencang saat menatap wajah wanita ini dari dekat, Ben tak tahan untuk tidak menyapukan bibirnya ke bibir mungil milik Rose itu.


cup


Tapi baru satu kecupan singkat, seseorang memanggilnya dari belakang.


"Ben! Kau baru sampai!", Victor berseru dari arah teras rumah.


-


-


-


-


-


-


baca juga ya novel perdana aku yang judulnya


๐ŸŒนwanita pertama presdir ๐ŸŒน


karena dari sana kisahnya ben dan rose dimulai. dan lagi ada beberapa part yang berhubungan antara cerita yang di sana dengan ceritanya ben dan rose di sini


oke kalau begitu terimakasih teman-teman buat dukungannya selama ini, yuk follow instagram aku biar kita bisa nambah temen di @adeekasuryani,, nanti kalian aku folback pasti ๐Ÿ˜Š


**jangan lupa tinggalin like, vote sama komentar kalian di sini dan di sana ya ๐Ÿ˜


love u teman-teman ๐Ÿ˜˜


keep strong and healthy ya