
Dasar b*gok. Ngapain pake terima tantangan tuh cowok, bathin Rani. Ia merutuki kebodohannya sepanjang perjalanan menuju kamar mandi yang ada di mesjid. Gadis itu pun mencuci wajahnya dan kembali memasuki mesjid. Baru saja akan menghampiri teman-temannya Rani sudah diberikan suguhan gurauan dari Randi.
“Acie adek abang habis ngikat janji kelingking,” goda Randi.
Rani hanya menatap tajam kepada lelaki itu. Setelah itu mereka semua melaksanakan shalat subuh berjamaah. Saat akan meletakkan mukenah Rani sempat melihat El dengan sarung yang selama ini menyelimutinya saat terlelap di sela-sela acara. OMG ngga mungkin dia sebaik itu, ujar Rani menggelengkan kepalanya.
“Kenapa lo Ran?” tanya Sari.
“E e.....itu. Lo tau Sar kalau pas gue tidur ada yang ngasih sarung?” tanya rani.
“Mana gue tau Ran. Gila ya Ran, cahaya lo membuat orang berperilaku se bucin itu walaupun sedang acara,” cengir Sari sembari menepuk-nepuk punggung Rani.
“Udah ah, pulang yuk. Nih mata udah 5 watt,” keluh Rani.
***
“Rani...Ran.......” teriak sang mama.
“Ya Allah maa...Iya bentar ini dikit lagi,” ujar Rani membenarkan jalinan rambutnya.
“Ya Allah nak, keburu rame sama ibuk-ibuk tokonya...” keluh Rita.
Rani yang tak kuat mendengarkan omelan sang mama, segera keluar dari kamarnya.
“Ayok mah,” ajak Rani dan menggerek tangan sang mama keluar rumah.
“Anak inih, main tarik-tarik aja. Kita belum bilang ke papamu!” sekarang gantian, Ritalah yang menarik tangan anak gadisnya itu.
“Pa kami pergi dulu yah. Rani mintak uang jajan ke papamu! Uang mama ngga cukup,” ujar Rita sembari mengecek daftar belanjaannya.
“Dasar si mamah. Ternyata ini tujuannya,” delik Rani.
“Nih Ran. Cukupkan?” tanya sang papa.
“Cukuplah pa. Palingan Rani beli jajan doang, kembaliannya nanti Rani balikin ke papa yah.” Ucap Rani.
“Ehemm....Kembaliannya buat mama beli lauk dan persiapan lebaran,” ucap Rita menatap manja pada suaminya.
“Ckk untung nyokap” ucap Rani pelan. Akan tetapi masih terdengar oleh Rita.
“Dasar anak durhaka!” ucap Rita mencubit hidung Rani.
“Ngga jadi ke pasar nih?” tanya sang papa melihat pertengkaran kecil wanita berbeda usia ini.
“Jadi dong pa, Assalammualaikum.” ucap mereka serempak dan bersalaman pada Nugraha.
Kedua wanita ini pun menuju pasar tradisional dan membeli segala keperluan untuk lebaran. Sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian masyarakat muslim di Indonesia yang di identikkan dengan baju lebaran dan berbagai makanan lebaran seperti ketupat dan kue kecil. Hal ini membuat pasar tradisional maupun modern akan dipenuhi oleh manusia.
Rita pun menganggukkan kepalanya dan mempercepat langkah agar semua barang yang ada di dalam daftar belanjaannnya tidak ada yang terlewatkan. Setelah itu mereka pun membeli beberapa makanan yang akan dijadikan menu berbuka nanti.
***
Usai bertempur dengan peralatan masak di dapur, kedua wanita berbeda usia ini pun memilih untuk bersantai menyaksikan drama India.
“Emm Ran,” ujar sang mama.
“Ya,” jawab Rani tanpa menoleh.
“Kalau kamu mama jodohin sama Dika mau?” tanya sang mama.
Pertanyaan dari sang mama tersebut membuat Rani mendongak dan memicingkan matanya ke arah sang mama.
“Ogahlah mah. Mama kira ini zaman Siti Nurbaya!” omel Rani.
“Habisnya mama sama mama Dika kan udah sahabatan lama. Kepingin gitu jadi besanan.” cengir Rita menatap anak gadisnya.
“Ihh mamah. Ngga mau!!! Lagian Rani masih kecil... Belum lagi calonnya si buaya darat.” Ujar Rani semakin memelankan suaranya agar sang mama tidak mendengar ucapan terakhirnya tentang anak sahabatnya tersebut.
“Huhh... Iyadeh. Tapi kamu harus janji yah, bakal sukses dan bantu sekolah adek-adekmu. Kalau engga, yah kepaksa dijodohin,” ujar Rita mengedipkan sebelah matanya pada Rani.
Rani hanya mengangguk karena berdebat dengan sang mama hanya akan memperoleh kekalahan.
Rani, nanti sore bisa ke mesjid? pesan seseorang masuk ke handphone Rani.
"Inikan nomor salah satu kakak panitia, ngapain ya?" ucapnya sendiri.
Oke kak nanti Rani ke mesjid kok kak.
Sipp. 15 menit dari sekarang yah :)
"Hmm...udahlah, mungkin masih ada yang perlu diberesin," ucap Rani dan bersiap-siap untuk ke mesjid.
.
.
.
.
Terima kasih telah berkunjung ke novelku 🥰🥰🥰