Zia And Zayn Pair Of Mafia

Zia And Zayn Pair Of Mafia
bag-94



Hari pernikahan Zayn dan Nancy pun tiba, kerinduan selama sebulan sebelum hari pernikahan memang membuat Zayn tersiksa, dia bahkan di larang keras oleh pihak keluarga Nancy hanya sekedar untuk bertemu satu kali. Kini mereka sudah bersiap untuk pergi ke kediaman keluarga Nancy yaitu rumah dimana Nancy dan Varo tinggal bersama saat masa sekolah.


Zayn sudah siap dengan tuxedo nya yang melekat sempurna di tubuh indahnya, serta rambut rapih yang membuat kesan gagah, tak lupa dengan wajah tampannya yang tak luput dari senyuman yang tergambar jelas. Sedangkan Zia menggunakan dress sabrina selutut dengan paduan warna peach yang cocok dengan warna kulit putihnya,rambut yang di rumbai dan sedikit hiasan di kepalanya, tak lupa make natural yang menambah kesan anggun.


Pemandangan terakhir wajah cantik dan tampan dari sepasang kakak beradik itu, karena sang kakak akan melepas masa lajang nya, di mana Zia sudah tak bisa terus bersamanya, karena Zayn akan menjemput sang bidadari hatinya. Perpisahan dengan kakaknya adalah yang terberat, karena bagaimanapun mereka selalu berjuang bersama, berbagi suka dan duka, menagis dan tersenyum bersama. Dan kini tiba saatnya Zia melepas Zayn bukan karena ikatan persaudaraan,tapi melepas Zayn untuk menggapai kebahagian bersama tulang rusuknya.


Sekarang Zayn dan besok tinggallah Zia yang akan di jemput oleh pemilik rusuknya, sungguh Zia masih belum siap untuk itu, karena yang Zia inginkan adalah keyakinan dalam pernikahan dan satu kali dalam melakukannya. Dan kini Zia sedang mempersiapkan untuk lebih yakin dengan sebuah pernikahan yang akan dia jalani di masa depan.


Mereka semua sudah memasuki mobil, semua teman-teman dan keluarga Alfian hadir di pernikahan Zayn dan Nancy, mereka semua sudah menunggu momen bahagia ini. Pernikahan Zayn dan Nancy di gelar sangat meriah, dan bahkan publik akan mengetahui semuanya. Zia satu mobil dengan kakaknya tak lupa dengan Ilham dan Hiashi yang juga berada di mobil yang sama.


Ada rasa gugup dihati Zayn, melihat hal itu Zia berusaha menghilangkan ke gugupan kakaknya dengan menggenggam erat tangan Zayn.


"Zi... gue gugup banget." lirihnya, suaranya sudah sulit untuk dia keluarkan karena saking gugupnya, keringatnya sudah membasahi pelipisnya.


"Wah ternyata king mafia bisa gugup ya.... " ejek Zia, melihat sang kakak sudah berkeringat dingin.


"Lo bukanya kasih semangat malah ngejek, lo tahu kan gue mau nikah, jelas lah gue gugup, pernikahan adalah hal yang sakral nona Ziana." kesal Zayn, Zia terus saja mengejeknya, Zia hanya menggelengkan kepalanya.


"Iya... iya gue ngerti kok.... ok semangat buat kakak gue yang tampan, yang sebentar lagi melepas masa lajang nya, gue berharap lo selalu bahagia bersama istri lo, sekarang kita udah gak bisa apa-apa bareng, karena lo harus lebih utamain istri lo, inget ya kak lo jangan nyakitin sahabat gue." ucapnya dengan nada sedihnya, karena akan berpisah dengan kakaknya. Tanpa Zia sadari air matanya sudah terbendung di pelupuk matanya membuat pandangannya mengembun.


Tess.....


Perlahan tapi pasti, air matanya menetes di pipi mulusnya Zayn yang melihat itu menjadi terharu. Adik yang sangat dia sayangi harus dia tinggalkan, ya meski tak sepenuhnya di tinggalkan karena Zayn masih bisa bertemu dengan Zia, hanya saja berbeda dengan yang dulu.


"Hei Queen kenapa lo malah nangis hemm?..... tersenyumlah queen..... jangan membuat kakakmu terbebani meninggalkanmu." ucap Zayn dan mengusap air mata Zia yang sudah membanjiri pipinya.


"Gue nangis karena bahagia kak..... " Zia sudah tak bisa meneruskan ucapannya, rasanya berat untuk dia melanjutkan perkataannya. Zia pun langsung memeluk Zayn erat, dan menumpahkan tangisnya di pelukan Zayn.


Zayn mengelus punggung Zia lembut, tak terasa dia juga ikut meneteskan air mata, namun dengan cepat Zayn mengusapnya, tak mau jika Zia melihatnya menangis. serasa sudah puas Zia melepas pelukannya dan menatap Zayn.


"Berbahagialah kak.... gue akan selalu sayang lo... semoga lo selalu setia sama kakak ipar jangan pernah lo sakitin dia, jika sampai gue tahu lo nyakitin kakak ipar maka lo nanti yang akan gue cincang." Omelnya dia tak mau jika Zayn menyakiti perasaan ataupun fisik Nancy.


Zayn terkekeh melihat kelakuan Zia yang sangat menggemaskan, tapi itulah yang di harapkan Zayn, berarti Zia sangatlah menyayangi Nancy seperti dia yang menyayangi Zayn sepenuh hati.


"Tenang aja queen.... gue akan jaga dia seperti gue jaga lo... gua akan setia dan akan selalu membahagiakannya seperti janji gue sama Varo." terang Zayn dan mengusap pucuk rambut Zia lembut. Zia hanya tersenyum namun ada yang membuat Zia aneh, Zia langsung menjauhkan tangan Zayn dari pucuk rambutnya.


"Eh... eh.. tunggu kak....lo sejak kapan panggil gue dengan sebutan queen?." tanya Zia yang menyadari dengan panggilan Zayn kepadanya.


"Heh kak.... dari dulu juga gue emang queen kan, lah terus apa hubungannya sama kakak ipar?." Ucapnya tak terima, kerena baru sekarang Zayn memanggilnya queen.


"Ya hubungannya karena lo adalah queen ku dan Nancy adalah malaikat ku."


"Bisa ae lo kak." Zia masih tak habis pikir, mungkin otak kakaknya sedang geser, karena ini adalah hari bahagia nya, pikir Zia.


Ilham dan Hiashi hanya tersenyum melihat begitu dekatnya Zia dan Zayn, bagaikan galaksi dan bintang dimana galaksi tak akan sempurna tanpa adanya bintang yang menghiasi. Di mobil Zia selalu saja bercanda hanya untuk sekedar menghilangkan kegugupan sang kakak, dan itu sudah berhasil membuang kegugupan dalam hati Zayn.


Mereka pun sudah sampai di kediaman Nancy, yang sudah di penuhi oleh para tamu undangan untuk menyaksikan pernikahan megah dari seorang CEO terkenal, yang banyak di kagumi semua orang. Zia sudah menyiapkan keamanan ketat untuk acara pernikahan Zayn, dan semua sudah di atur oleh Zia dengan sangat sempurna, karena dia tak mau ada perusak di acara penting orang yang sangat dia sayangi.


Zayn sudah menunggu di depan penghulu, dan yang di tunggu pun sudah berada di tangga, Nancy sudah keluar dari dalam sangkarnya untuk menemui pujaan hatinya.Dia berjalan menuruni tangga dengan di tuntun oleh Dita sebagai pengganti ibunya karena Nancy adalah anak yatim piatu, sehingga semuanya di wakilkan oleh walinya.


Semua mata tertuju pada wanita yang sedang menuruni tangga, dengan sangat anggun berbalutkan gaun pengantin berwarna putih susu yang melekat indah di tubuhnya, dengan hiasan mutiara dan berlian yang menambah kesan elegan di gaunnya. Rambut yang di sanggul dengan make up natural yang pas dengan wajahnya, dan mahkota kecil berhiaskan mutiara dan berlian yang senada dengan gaunnya, wajah cantik terpancar dari wajahnya membuat mata yang memandang akan terhipnotis dengan kecantikan Nancy bak bidadari.


Zayn sangat terpukau dengan kecantikan Nancy, sampai-sampai dia tak mengedipkan matanya melihat sungguh sempurna calon istrinya. Ilham yang melihat Zayn tak berkedip hanya terkekeh.


"Ekhemm..... " dehemnya membuat Zayn tersadar dan langsung membenarkan duduknya, dan berusaha tenang.


"Kau menggangguku kek... huh tak adil... ternyata bidadari ku sangatlah cantik....Nancy aku sudah tak sabar ingin memilikimu seutuhnya." gumam Zayn, hatinya kini sudah tak sabar memiliki Nancy seutuhnya.


Acara pun di mulai,dengan satu kali tarikan nafas, Zayn mengucapkan ijab qabul dengan lantang.


"Saya terima nikah dan kawinnya Nancy Abila binti Dani Pratama dengan maskawin tersebut tunai."


"Bagaimana para saksi.... Sah.... "


"Sah...... " ucap mereka serempak, hari ini menjadi saksi dimana Zayn dan Nancy bersatu, mereka memasang kan cincin pernikahan di jari mereka, Nancy mengecup tangan Zayn yang kini sudah menjadi suaminya, dan Zayn pun mengecup kening Nancy lembut, lalu mengusap pucuk kepala istrinya.


Semua bernafas lega, akhirnya acaranya berjalan lancar tanpa kendala, kini mereka sedang berada di pelaminan untuk menyambut para tamu dan banyak dari mereka mendoakan pernikahan keduanya.


Senyum bahagia menghiasi wajah keduanya, kini mereka sudah dipersatukan dengan tali pernikahan, dan yang mereka harapkan adalah kebahagiaan rumah tangga dan pernikahan mereka.


"Akhirnya lo bahagia kak, ku do'akan semoga lo selalu bahagia dengan kakak ipar.....dan semoga pernikahan ini langgeng." batin Zia menatap kebahagiaan kakaknya dengan senyuman di bibir nya.