Zia And Zayn Pair Of Mafia

Zia And Zayn Pair Of Mafia
bag-34



Seminggu berlalu David sudah menyelidiki semuanya dan dia pun telah mendapatkan informasi tentang mafia yang telah menyerang markas keponakannya ternyata mafia yang menyerang markas Rizky adalah mafia Pair Dragon Blood, David sudah mengetahui semuanya dan bahkan tentang hilangnya Rizky. Dan yang lebih mengejutkan adalah ternyata Rizky sudah mati bukan menghilang. Namun jasadnya tak bisa di temukan David dan para mafiosonya.


Namun David tak tak tau siapa leader dari mafia Pair Dragon Blood dia hanya tahu bahwa mereka lah yang membuat Rizky tewas.Dan David juga belum mengetahui di mana letak markas mereka.Jadi David akan menyerang markas Pair Dragon Blood setelah mengetahui letak markasnya.


"Sialan mereka keparat telah berani membunuh keponakan gue lihat saja apa yang akan gue lakukan terhadap kalian semua." geram David dan berencana membalas dendam atas kematian Keponakannya.


Namun David tak mengetahui kalau rencana nya terlalu lambat dan akan membuat kehancuran untuk mafia nya sendiri, karena Zia dan Zayn terlalu cerdik, karena ternyata Zia dan Zayn sudah lebih dulu menemukan markas mafia Red Wolf.


...----------------...


Zia dkk dan Zayn dkk mereka sedang menikmati hari weekend mereka di rumah Zia dan Zayn. Dan sekarang Varo dan Nancy sudah menjadi teman mereka dan akan terus bersama mereka.


Tiba-tiba Zayn mendapat telepon masuk dari Arham tangan kanan mafia nya. Zayn pun pamit ingin mengangkat telepon karena dia tahu akan ada hal penting yang akan di sampaikan oleh tangan kanannya itu.


"Halo king sekarang ada informasi bahwa David adalah leader mafia Red Wolf dan mereka berencana akan menyerang markas dan membalas dendam." Ucap Arham di sebrang telepon.


"Oh jadi mereka berencana membalas dendam karena kematian Rizky, bagus rencana kita akan berhasil. Awasi mereka jangan sampai mereka menemukan markas kita." jelas Zayn karena itu memang sudah menjadi rencananya.


"apa kau sudah menemukan markas mereka?." tanya Zayn.


"Sudah King kami sudah menemukan di mana letak markas dari Red Wolf." ucap Arham karena mereka memang telah menemukan markas mafia David.


"Bagus itu akan memudahkan kita untuk menyerang markasnya tanpa di ketahui oleh mereka."


"lalu apa rencana mu selanjutnya king?." tanya Arham karena ingin tahu apa rencana Kingnya itu.


"Kita akan menyerang malam ini jadi kau persiapkan pasukannya sekarang dan cari beberapa mafiosonya untuk memasang bom dan beberapa jebakan di dekat markas David.Karena kita akan berhadapan dengan mafia no.2,jadi kita harus mempersiapkan dengan semaksimal mungkin." ucap Zayn yang menjelaskan rencana penyerangan.


"Baik King akan ku persiapkan sekarang juga." ucap Arham.


"Ya sudah aku dan Zia akan datang sore ini untuk menunjukkan formasi penyerangannya." ucap Zayn dan mengakhiri teleponnya.


"tunggu pembalasan kami berdua, karena kau telah berani ikut campur dan tunggu mautmu David." batin Zayn dan tersenyum menyeringai.


Zayn pun kembali menemui teman temannya.


"Kak telepon dari siapa?."tanya Zia kepo.


" Oh biasa pasti lo tau siapa yang telepon."jawab Zayn karena di sana masih ada Nancy dan Varo, karena hanya mereka lah yang belum tahu tentang identitas Zia dan Zayn dan juga teman teman yang lain.


"Heh kalo ngomong yang jelas napa, kita juga pengin tahu." ucap Dika karena Zayn berbicara tidak jelas.


"heh." ucap Yumna memberikan kode kalau di sini masih ada Nancy dan Varo.


Varo yang menyadari ada sebuah rahasia di antara mereka dia pun langsung menatap mereka tajam.


"sebenarnya ada apa? kenapa kalian masih menyembunyikan rahasia dari kami, kami itu sudah menjadi teman kalian." ucap Varo sedikit kesal karena mereka masih menyimpan rahasia.


"iya ada rahasia apa?beritahukan lah pada kami, kaminjanji tak akan memberitahu kan pada siapa pun." tambah Nancy karena dia juga ingin mengetahui apa rahasia yang di sembunyikan mereka.


Zia yang melihat karena mulai ketahuan akan rahasianya, akhirnya Zia memberitahukan pada Nancy dan Varo kalau mereka adalah mafia.


"Apa?! mafia Zia apa kau tak bercanda?." ucap Varo kaget dan tak percaya dengan ucapan Zia.


"Mafia." kaget Nancy juga.


"mereka berdua bukan hanya mafia tapi mereka leader nya." ucap Rayyan santai.


"Gue gak akan ninggalin lo Zi meski gue sekarang tahu kebenarannya bahwa lo ikut masuk ke dunia hitam." jelas Varo karena dia memang akan tetap berada di sisi Zia meski dia tahu kebenarannya.


"apa orang yang ku sukai seorang mafia, wahh tambah cinta guee, mafia kan keren." batin Nancy karena tahu kebenaran tentang Zayn.


"Dan gue malah mau ikut masuk dalam mafia mu." jelas Varo karena ingin selalu bersama dengan Zia dan melindunginya.


"Ya gue juga ikut." ucap Nancy juga yang ingin ikut karena ingin selalu dekat dengan Zayn.


Setelah memberitahukan semuanya pada Nancy dan Varo, mereka berdua juga telah menyetujui untuk ikut ke dunia mafia. Dan setelah itu Zayn pun mulai menjelaskan segalanya.


Zayn pun memberitahukan pada teman teman yang lain bahwa akan melakukan penyerangan pada markas Red Wolf. Zayn menjelaskan dari mulai alasan kenapa mafia Red Wolf ingin membalas dendam pada mafia Zia dan Zayn hingga menjelaskan rencana penyerangan mereka. yang akan dilakukan malam ini.


Selesai menjelaskan semuanya, mereka pun pulang untuk bersiap dan akan berangkat ke markas petang ini.


Setelah selesai bersiap Zia dan Zayn sudah menunggu kedatangan teman temannya di depan rumah mereka.Setelah beberapa lama menunggu teman temannya pun datang dan bersiap berangkat ke markas,tak lupa mereka memakai topeng.Nancy dan Varo juga ikut, mereka mengatakan kalau ingin tahu mafia secara nyata.


Sesampainya di markas Pair Dragon Blood. Zia dan Zayn di sambut para mafiosonya. Lalu Zia dan Zayn merundingkan persiapan penyerangan pada mafiosonya.


"Rencana penyerangan para mafioso penembak jarak jauh yang handal mereka akan berangkat lebih dulu dan cari tempat untuk kalian bersembunyi." jelas Zia pada para penembak jarak jauh.


"baik Queen... " ucap para penembak dan berlalu pergi melaksanakan perintah Zia


"Arham kau sudah menyuruh beberapa mafioso memasang jebakan dan bom." tanya Zayn karena tadi dia menyuruh Arham untuk mengirim beberapa mafiosonya ke markas David untuk memasang jebakan dan juga beberapa peledak, jadi nanti ketika terdesak Zayn bisa meledakkan markas David.


"Sudah King, saya sudah memasang semuanya." ucap Arham.


"Bagus." ucap Zayn


"Dan para mafioso yang sangat mahir bela diri mereka berdiri di barisan paling depan dan bereskan di luar dan bagian sisi yang lain,aku dan Zia dan juga teman temanku yang lain akan menyerang bagian dalam, jika kalian sudah selesai menyelesaikannya bantulah kami yang ada di dalam." jelas Zia.


"Kita akan berangkat tengah malam dan pada saat jam istirahat para mafioso Red Wolf, karena pada saat itu mungkin hanya beberapa orang yang menjaga markasnya,dan itu akan memudahkan kita karena mereka semua sedang istirahat dan sekarang kalian semua bubar dan istirahat untuk persiapan penyerangan tengah malam." tambah Zayn.


"Siap King Queen....!!." ucap para mafioso serempak dan bubar karena sudah mengetahui perencanaan penyerangan, Mereka semua menuju ruang Istirahat dan menunggu tengah malam.


Setelah kepergiaan para mafioso, yang tersisa tinggalah Zia dan Zayn para teman temannya dan juga Riska dan Arham.


"Kita akan bantu apa Zi?." tanya Mila karena dia juga tak sabar apa yang akan di perintah kan Zia dan Zayn pada teman teman yang lainnya.


"Baik kita akan mulai mengatur rencana, karena seluruh mafia yang lain akan mengurus bagian luar, dan kita semua menyerang bagian dalam, seperti yang udah gue jelaskan tadi." ucap Zia.


"Rayyan, Varo, Yumna dan Dika kalian akan ikut dengan Arham untuk menyerang markas dalam bagian sebelah kanan sedangkan Siti, Mila dan Nancy akan ikut Riska menyerang markas dalam bagian sebelah kiri, aku dan kakakku akan mencari ruangan leadernya." jelas Zia.


"bagi Nancy dan Varo apa kalian akan benar-benar ikut menyerang, ini terlalu beresiko karena kalian belum melakukan latihan khusus seperti yang lainnya?." tanya Zayn karena Varo dan Nancy baru saja bergabung dengan mafia Zia dan Zayn.


"kami akan tetap ikut, aku sedikit bisa bela diri dan menembak, jadi kau tak perlu khawatir." jelas Varo yang akan tetap ikut membantu Zia dan Zayn.


"Iya aku juga akan tetap ikut karena aku juga sedikit bisa bertarung."ucap Nancy yakin akan tetap ikut.


"Baiklah kalau begitu jika kalian berdua akan tetap ikut gue izinin, Mil, Sit kalian juga bantu jika nantinya Nancy kesusahan." jelas Zia karena tak mau teman temannya ada yang terluka.


"Tenang aja Zi kita berdua akan saling melindungi." ucap Mila.


Selesai merencanakan semuanya mereka semua pun bubar dan beristirahat sebentar mengisi energi dan menunggu penyerangan tengah malam nanti.