Zia And Zayn Pair Of Mafia

Zia And Zayn Pair Of Mafia
bag-66



Enam bulan kemudian.......


Enam bukan berlalu kini Zia dan Zayn dkk sudah mendekati ujian nasional beberapa bukan lagi mereka akan keluar dari sekolah menuju masa depan yang akan mereka ambil, karena pada fase ini mereka akan memilih jalan hidup mereka sendiri.


Keadaan kesehatan Varo semakin hari semakin memburuk Nancay sangat khawatir akan keadaan sepupunya itu, orang tua Varo juga sekarang sudah berada di rumah Varo di kota ini. Karena mendengar berita dari Nancy akhirnya orang tua Varo memutuskan untuk tinggal di sana.


Varo juga sedikit menjauhi Zia karena tak mau jika Varo pergi Zia akan sangat merasa kehilangan karena bagaimanapun juga Varo adalah sahabat dekat Zia.Varo sekarang lebih mendekatkan dirinya dengan Raina dia selalu bersamanya dan menceritakan segalanya pada Raina.


"Zayn Zia mana kok udah dia hari ini gak masuk sekolah?." tanya Nancy pada Zayn hubungan asmara mereka semakin dekat dan semakin romantis.


"Oh dia sakit demam dan flu." ucap Zayn singkat.


"Tapi kenapa kau malah sekolah?kan kasihan Zia dia sendiri di rumah." Nancy sangat khawatir akan keadaan Zia namun dengan santainya Zayn malah masuk ke sekolah.


"Hey... sayang tatap aku Zia tak mau di ganggu jika sakit memang Zia suka seperti itu tak mau ada yang menemani, jadi kau tak perlu khawatir nanti pulang sekolah kau boleh menemuinya." jelas Zayn dan mengelus pipi Nancy lembut membuat Nancy merona akibat perlakuan lembut Zayn.


"ekhemmmm" suara deheman membuat dua insan itu terlonjak kaget.


Zayn dan Nancy melihat kearah suara deheman tadi, dan siapa lagi jika bukan Dika dan Yumna yang masih menggandeng kekasihnya.


"Kalian..... bikin jantungan saja." kesal Nancy sambil mengerucutkan bibirnya.


"Abisnya lo berdua sibuk mulu."decih Dika.


" Heh lo berempat juga sama sibuknya."Sahut Zayn tak mau kalah.


Mereka berempat pun duduk namun ada yang kurang dalam kumpulan itu ya siapa lagi kalau bukan Rayyan, Varo, dan Zia.


"Nan kemana tiga lagi kok sepi banget ni meja?." tanya Dika yang merasa ada yang kurang.


"Iya Zia mana? aku kangen tahu." Tambah Mila semenjak pacaran dengan Yumna dia jadi jarang berasama Zia, dan itu membuat tak enak kepada Zia.


"Lah kalian sibuk mulu kasihan Zia kesepian tuh...." jelas Zayn karena semenjak Siti dan Mila berpacaran Zia menjadi kesepian.


"Ya maaf Zayn soalnya Yumna rese nempel mulu.... padahal gue tuh pengin banget bareng Zia iya gak Ti." Kesal Mila karena setiap hari Yumna selalu saja menempel bagai ulat keket dan tak membiarkan Mila bebas.


"Bener iku sing di omongke Mila, aku yo pengin kalih Zia, tapi ya podo ae Dika be koyo ngono(Bener tu apa yang di katakan Mila, aku juga pengin sama Zia tapi sama Dika juga begitu."tambah Siti, dengan logat jawanya, membuat semua temannya yang tak mengerti hanya geleng-geleng kepala.


Yumna dan Dika hanya tersenyum kikuk, dan menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Maaf Zayn bukan gue gak izinin Mila tapi gue tuh lagi pengin deket dia mulu." jelas Yumna dan menatap ke arah lain.


"Iya Zayn gue juga minta maaf." Dika menambahi.


"Terus Zia mana?." tanya Mila lagi.


"Dia lagi sakit sudah dua hari."ucap Zayn langsung.


" Apa sakit?!."teriak Mila membuat semua orang menutup telinga mendengar jeritan Mila.


"Aduh... Mil jangan teriak-tetiak napa conge ni telinga." kesal Dika yang masih menutup telinga nya dengan tangannya.


"Maaf soalnya reflek. Terus sekarang gimana keadaan Zia?." Mila pun bertanya nampak sekali gurat ke khawatiran di wajahnya.


"Gimana kalau kita jenguk dia selepas pulang sekolah?." ajak Siti dia sangat rindu dengan sahabatnya itu.


"Setuju." ucap mereka serempak.


Sepulang sekolah seperti kesepakatan mereka semua menjenguk Zia di rumahnya,tak lupa mereka membawa bingkisan untuk Zia.Sesampainya di rumah Zia dan Zayn ternyata Zia sedang berada di tuang keluarga sedang duduk sambil melihat acara tv. Mendengar ada suara seseorang yang masuk rumah Zia pun menoleh ke sumber suara.


"Zia..... " panggil Mila sambil berlari ke arah sahabatnya, dan langsung memeluk Zia.


"Mila.... eh ada temen-temen juga." Zia sangat senang karena temannya mengunjungi nya.


Mila melepas pelukannya dan bergantian dengan Siti.


"Mbae aku rindu." ucapnya dengan bahasa jawanya sambil memeluk Zia.


Mereka pun duduk di ruang keluarga bersama dengan Zia, wajahnya sedikit pucat namain tak menghilangkan wajah cantiknya.


"kemana saja kalian? apa lupa kalau gue tuh kesepian...... "


"Maaf Zi gue juga maunya bereng lo tapi Yumna gak bolehin." adu Mila dan mendapat pelototan dari Yumna


"Iya Zi mereka itu nempel mulu aku juga kesel." timpal Siti.


Dika dan Yumna saling pandang, dan memastikan kalau Zia tak akan marah, jika sudah berhadapan dengan Zia nyali merka menciut seketika, bagaimana tidak ketiak menyiksa Tiara dan Fika membuat mereka bergidik ngeri dan tak mau berurusan dengan Zia.Zia menatap tajam kearah Dika dan Yumna.


"Tapi sudahlah lupakan yang terpenting sekarang aku bisa ketemu Zia ku." ucap Siti langsung karena dalam situasi ini Zia pasti akan marah.


"Iya... benar.... benar.... " Yumna pun ikut setuju agar tak mendapat tatapan tajam terlalu lama dari Zia itu sungguh menyeramkan.


"Bagaiman keadaanmu Zi?." tanya Mila.


"Gue udah mendingan sekarang, gimana hubungan kalian semua? apakah ada percecokkan?." tanya Zia balik.


"semuanya masih harmonis, lo tenang aja Zi gue gak bakal khianatin kekasih gue." gantle Dika dan menatap manis pada Siti.


"Iya Zi kami sangat bahagia dan sekarang giliran lo gue pengin banget liat lo tuh bahagia gak diem mulu, akhir-akhir ini gue liat lo sering ngelamun kenapa Zi? cerita dong kita kan sahabat." Mila tak mau Zia terus berdiam diri apalagi Zia sering melamun.


"Bener itu, kita tuh pengin kamu kaya dulu lagi, selalu tersenyum, bukankah sekarang keluarga kalian sudah bersatu jadi apa lagi yang perlu kau ratapi." jelas Siti yang juga tak ingin melihat Zia terus melamun.


Zia hanya diam tak menjawab apa yang temannya pertanyakan dia sedang malas berbicara, Zia pun beranjak dan pergi ke kamarnya karena merasa lelah.Yang lainnya hanya memandang sedih Zia,semenjak Varo dekat dengan Raina, Zia seperti tersisih Nancy yang melihat itupun jadi tak tega. Karena Nancy tahu persis maksud dari Varo menjauhinya.


"Biarkan dia sendiri dulu, terima kasih udah mau jenguk Zia."ujar Zayn yang tahu sifat Zia.


"Lo nggak usah sedih Zayn gue yakin Zia akan baik baik saja." Nancy menguatkan Zayn bagaimanapun juga Zia adalah kesayangan Zayn.


"Iya gue percaya itu, tapi gue tuh cuma ngerasa aneh aja, apa yang membuat Varo menjauh dari Zia?." Tiba-tiba saja benaknya memikirkan hal itu.


"bener juga, gue juga merasa ada yang di sembunyikan oleh Varo yang tahu pasti...... "Yumna menggantungkan ucapannya dan matanya tertuju pada Nancy. " Nancy pasti tahu sesuatu."tambahnya lagi, dan sontak membuat Nancy gelagapan.


Semua mata tertuju pada Nancy tatapan mereka mengintimidasi seakan Nancy menyembunyikan sesuatu yang sangat rahasia, Nancy hanya memandang ke arah menghindari tatapan mereka. Nancy berfikir apakah dia harus memberitahukan semuanya pada temannya tapi Varo sudah mengatakan untuk tetap merahasiakan nya dari semua temannya.