
Keesokkan harinya sesuai rencana mereka akan menemui kakeknya untuk memberikan bukti kebenaran tentang pembunuhan Mira,mereka tak masuk sekolah dan bilang pada teman temannya kalau mereka ada urusan mendesak.Mereka memberanikan diri menemui Ilham kakeknya, karena Zia dan Zayn tak mau sampai harus berperang dan akan membahayakan nyawa mereka.Jadi Zia dan Zayn menggunakan cara tanpa kekerasan.
*di kediaman Ilham
Sesampainya dia sana Zia dan Zayn langsung membunyikan bel rumah kakeknya itu dan yang membuka pintu adalah Art di rumah itu.
"Maaf ada yang bisa saya bantu?." tanya Art itu karena tak mengetahui kalau Zia dan Zayn adalah cucu Ilham.
"Kami ingin bertemu dengan tuan Ilham." ucap Zayn.
"Oh sebentar saya akan bicara dulu pada tuanbudi Ilham."ucap Art itu dan berlalu ke dalam untuk bicara pada Ilham.
Art itu masuk ke rumah dan memberitahukan pada Ilham karena kedatangan tamu. Ilham sedang berada di ruang kerjanya karena dia sedang tak berada di kantor, dia sudah menghandle pekerjaan oleh orang kepercayaan nya.
Tok.... tok..... tok...
Art itu mengetuk pintu karena takut mengganggu pekerjaan tuannya.
" Masuk."ucap Ilham dari dalam ruangan.
"Ada apa?." tanya nya langsung.
"Maaf tuan ada yang ingin bertemu dengan anda." ucap Art itu.
"Siapa?." tanyanya lagi.
"Saya juga tak mengetahui siapa mereka, mereka seorang laki-laki dan perempuan." jelas Art.
"Biarkan mereka masuk, dan suruh menunggu saya, saya akan segera menemui mereka." ucap Ilham menyuruh agar mereka di persilahkan masuk.
"Baik tuan.Kalau begitu saya permisi." ucapnya sambil membungkuk pamit keluar. Dan diangguki oleh Ilham.
Zia dan Zayn di persilahkan masuk, dan menunggu Ilham di ruang tamu.Beberpa saat kemudian Ilham pun datang. Namun yang membuatnya terkejut adalah ternyata mereka berdua adalah cucunya Zia dan Zayn.Ilham sangat mengenali wajah Zia dan Zayn oleh karenanya dia menyuruh para mata matanya mengawasi Zia dan Zayn,dan benar saja Ilham selalu mengawasi mereka berdua, yang berarti Ilham sudah tahu kalau Zia dan Zayn adalah cucunya yang dia cari selama empat tahun terakhir ini.
Ilham mencari Zia dan Zayn karena untuk membalas kematian istrinya. Karena semenjak kepergian Zia dan Zayn keluarganya tak ada yang peduli dan mencari keberadaan Zia dan Zayn, dan bahkan setelah empat tahun tak ada yang mengenali wajah Zia dan Zayn, hanya Ilham saja yang mengenalinya jadi dia tak bersusah payah mencari keberadaan cucunya.
"Mau apa kalian kesini? apa kalian mengantarkan nyawa hah?." Marah Ilham karena yang datang adalah pembunuh istrinya.
"Tenang dulu kek." ucap Zayn menenangkan kakeknya.
"Kau bilang tenang dia adalah pembunuh istriku,dan aku akan buat perhitungan dengannya sekarang." suaranya semakin meninggi.
"CUKUP KEK!!!!..... Zia bukan pembunuh, aku muak dengan prasangka kalian kepada Zia." ucap Zayn marah karena keluarganya menuduh Zia tanpa ada bukti.
"Heh tapi itu memang kebenarannya kan, dan jika kau ingin buktikan bahwa adikmu ini bukan pembunuh bawalah buktinya padaku." ucapnya agar Ilham karena ingin mengetahui kebenaran tentang membunuh anak Mira.
"Kebenarannya yang membunuh nenek adalah Tiara ini adalah bagian dari rencananya. " ucap Zayn yakin.
"kenapa kau malah mengkambing hitamkan ibu tiri mu, jangan pernah berani mencoba menipuku." ucap Ilham tidak percaya dengan apa yang di katakan Zayn.
"Kami ada bukti." Zia membuka suara karena tak mau basa basi mendengar perdebatan Ilham dan Zayn, yang menurutnya membuang buang waktu.
"Baiklah kita akan lihat kebenarannya, jika Tiara terbukti bersalah aku yang akan mengurus dia." ucap Ilham yang ingin segera mengetahuinya.
"Ok tapi aku butuh laptop." ucap Zayn.
Ilham pun menyuruh Art nya untuk mengambil laptop miliknya di ruang kerja. Setelah beberapa saat Art itu membawa laptop milik Ilham.
"Baik, tapi kakek jangan menyesal setelah melihat bukti ini." ucap Zayn.
"Tentu saja sekarng ayo perlihatkan." ucap Ilham.
Zayn memasang flashdisk di laptop dan mulai mencari berkas penyimpan video. Setelah lama mencari akhirnya video Tiara dan Fika di temukan. Zayn mulai memutar video itu, Ilham melihat dengan seksama tanpa mau melewatkannya.Video itu berisi percakapan antara Tiara dan Fika.
"Mamah akan merencanakan pengambilan harta, kita mulai dari mengambil rumah ini, kita akan cari sertifikat rumah ini, lalu Mamah akan mengatasnamakan rumah ini dengan nama Mamah." ucap Tiara pada Fika dengan rencana jahatnya.
"Itu ide bagus Mah, sebentar lagi kita akan menguasai rumah ini.Mamah memang yang terbaik. " ucap Fika dengan bangga karena Tiara memiliki rencana yang sangat bagus.
"Ya sudah ayo kita segera cari sebelum Ayah pulang." ajak Tiara untuk mencari sertifikat rumah sekarang.
"Iya ayo mah, aku sudah tak sabar." ucap Fika semangat.
"Dapat, ini sertifikatnya." ucap Tiara senang sambil mengeluarkan sertifikat itu dari laci.
"Mamah sudah mendapatkannya, cepat ayo kita keluar."teriak Tiara pada Fika.
"Akhirnya kita sudah mendapatkan sertifikat ini, aku sangat senang Mah." ucap Fika dengan bangganya, padahal nyatanya mereka hanya merampas milik orang lain.
"Iya sayang setelah ini kita akan pergi menemui pengacara Ayah, untuk mengatasnamakan rumah ini menjadi nama Mamah, jadi rumah ini akan menjadi milik kita." ucapan Tiara dengan bangga karena sudah hampir menjadi pemilik rumah Hiashi.
"Aku setuju Mah, Ayah tak akan tahu kalau sertifikat nya sudah ada di tangan kita."
"Mah apa nantinya Ayah tak akan tahu, kalau Mamah yang membunuh ibunya Ayah?." tanya Fika, karena sudah beberapa tahun ini Hiashi tak pernah mencari tahu kejadian yang sebenarnya.
"Mamah yakin Ayah pasti tak akan mengetahuinya, dia itu terlalu mudah di bodohi, jadi kau tak perlu khawatir."ucap Tiara dengan sombongnya.
" Benar juga, Ayah memang bodoh, dia tak tahu jika semua ini adalah rencana kita."ucap Fika sambil tersenyum penuh kemenangan.
"Ya sudah ayo kita harus segera ke pengacara untuk mengubah semua ini." ajak Tiara untuk segera pergi menemui pengacara.
"Iya Mah aku siap siap dulu."
"Ya udah cepet Mama tunggu di mobil ya."
Setelah melihat Video itu Ilham tak percaya ternyata pembunuh sebenarnya adalah Tiara, semua itu adalah rencananya, dan sekarang Tiara berencana mengambil harta Hiashi putranya.Namun Ilham belum percaya sepenuhnya.
"apa ini benar, apa kalian tak membohongiku.?" tanya Ilham yang masih terkejut karena selama ini dia salah, telah menuduh Zia padahal penjahatnya ada di depan matanya.
"Ini benar kek kami tak pernah membohongi mu, aku yakin kau pasti percaya pada semua bukti ini kan dia adalah wanita ular sekarang dia berencana mengambil semua harta kekayaan milik ayah, dan sebentar lagi pasti dia akan mengambil harta kekayaan keluarga Alfian."jelas Zayn karena tak mau semau harta milik keluarganya akan jatuh ke tangan Tiara.
"Jika kakek belum percaya tak apa, yang terpenting aku sudah memberitahu kebenarannya."tambah Zayn lagi, karena raut wajah Ilham seperti belum sepenuhnya percaya.
"aku belum bisa percaya pada kalian berdua,namun aku akan membuktikan sendiri kebenarannya, jika memang itu benar aku tak akan memaafkanTiara, namun jika itu semua salah makan aku akan membuat perhitungan dengan kalian berdua." ucap Ilham yang ingin membuktikan sendiri kebenarannya.
"baik kek kami akan menunggu, tapi jika itu adalah kebenarannya maka janganlah kau menyesali keterlambatan mu percaya pada kami.Karena jika kau terlalu lama bertindak maka aku dan Zia yang akan menguak kebenarannya.Camkan Itu Tuan Alfian. " Ucap Zayn kesal karena Ilham terlalu lambat dalam bertindak.
Zia dan Zayn sudah muak dengan semua alasan kakeknya yang belum mempercayai mereka berdua, Zayn mencabut flashdisk nya lalu menggandeng tangan Zia dan langsung pergi keluar dari rumah Ilham tanpa berpamitan.Mereka sudah lelah untuk menjelaskan. Karena pada dasarnya menjelaskan masalah pada orang yang tak mau mengerti hanya akan sia-sia, dan membuang waktu.
Ilham hanya diam memandang kedua cucunya keluar dari rumahnya dengan perasaan benci dan marah.
"Maafkan kakek Zia, Zayn sebenarnya aku percaya, karena video itu bukanlah rekayasa,namun aku akan mencaritahu lebih dalam tentang Tiara dan putrinya, kakek sangat menyayangi kalian." gumam Ilham karena memang dia percaya video itu, itu memang kebenarannya Zia dan Zayn tak akan membohongi kakeknya, apalagi menyangkut kematian Mira istrinya.
Setelah melihat video itu Ilham menyuruh para mafiosonya untuk berhenti memata matai Zia dan Zayn, dan beralih menyuruh para mafiosonya untuk mengawasi Tiara dan Fika.