
Sesampainya di rumah sakit, Yumna dan Dika berteriak meminta bantuan petugas rumah sakit. Mila dan Nancy membuka topeng Zia dan Zayn.
"Tolong perawat ada yang terluka, cepet." teriak Yumna karena tak mau menunggu lama.
"Heh cepet, apa kalian semua tuli." bentak Dika karena petugas belum juga datang.
Dan akhirnya para petugas pun datang membawa brankar dan Yumna segera meletakkan Zia begitu juga dengan Dika dia langsung meletakkan Zayn, para petugas segera membawa Zia dan Zayn ke ruang UGD karene keduanya sudah dalam kondisi kritis, Yumna dan yang lainnya menunggu di luar, mereka semua menunggu di kursi tunggu dan melafalkan doa agar Zia dan Zayn bisa selamat.
...----------------...
Sementara itu Arham dan Riska telah menangkap David, mereka sedang menyiksa David. Para mafioso Zia dan Zayn telah berhasil mengalahkan mafia Red Wolf. Rayyan dan yang lainnya menyuruh para mafioso Pair Dragon Blood untuk mengambil semua yang berharga di markas David. Seperti mobil, motor, senapan dan masih banyak lagi, mereka merampas semuanya tanpa sisa.
Duk...
plakk...
plak....
Suara pukulan dan tamparan yang di lakukan Arham, karena David telah melukai Leadernya.
"ini akibatnya lo udah lukain leader gue, gue gak bakal kasih lo ampun." ucap Arham sambil masih menampar David.
"lo akan gue siksa tanpa ampun. " marah Riska, dan menonjok wajah David, hingga di tersungkur ke lantai,dan berdarah di bagian ujung bibirnya.
David mengusap darah ayang ada di sudut bibirnya, lalu tersenyum iblis.
"Dia pantas mati, karena dia telah membunuh Rizky keponakan gue." ucap David sambil tersenyum penuh kemenangan karena leader Pair Dragon Blood sedang terluka parah.
"Br***sek lo gue akan bunuh lo sekarang juga." ucap Riska yang sudah muak dengan David.
"mau bunuh gue? leader lo aja mau mati kena tembakan gue." ucap David dengan bangganya.
Baru saja Riska akan menebas kepala David, namun di hentikan oleh Rayyan.
"Berhenti!!!!!..... " cegah Rayyan.
"Jangan bunuh dia, kita bawa saja ke markas, ketua izinkan gue yang main sama dia, tangan gue gatal ni, boleh ya." pinta Rayyan karena ingin dia yang menyiksa David karena telah berani melukai orang yang di cintainya.
"Ya ketua, gue juga mau ikut main kita bawa aja dia ke markas." jelas Varo karena dia juga sudah tak sabar ingin bermain dengan David.
"heh....!! kalian tak akan bisa membunuh gue." ucap David
"lo tenang aja setelah lo kakak lo juga bakal nyusul ke neraka." ucap Rayyan senang
"Baiklah.... tapi apa semuanya sudah beres?." tanya Arham, karena tempat ini akan di ledakan agar tak di ketahui oleh siapapun.
"Sudah kau tak perlu khawatir, para mafiosonya sudah merampas yang berharga di markas ini dan sudah menghilangkan jejak, sekarang kita tinggal ledekin aja." jelas Varo karena dia sudah menyuruh para mafioso untuk mengambil barang yang berharga.
"lalu bagaimana leader? apakah mereka sudah di bawa kerumah sakit?." tanya Riska khawatir, dia tak mau terjadi apapun terhadap Zia dan Zayn
"Ketua tak perlu khawatir leader sudah di bawa kerumah sakit." ucap Siti.
"oooh... Syukurlah kalau begitu." ucap Riska lega.
"Ya sudah ayo kita bawa bajingan ini, aku tak sabar ingin bermain." ucap Arham dan mengikat tali pada David agar tak melarikan diri.
Mereka pun membawa David paksa, dan tak peduli dengan teriakan David.
"kalian mau bawa gue kemana hah...??? kalian udah berani sama gue, kalian gak tau siapa gue, gue itu mafia no.2 damn tet kejam, kalian telah mengisikku dan kalian semua tak akan selamat." ancam David karena mereka telah mempermainkan seorang leader.
"heh... emang kita peduli, lo tuh sekarang hanya sampah, dan semua yang lo miliki sudah kami rampas, jadi udah ya bangun dari mimpi indah lo dan sekarang lo tuh berada dalam mimpi buruk." ucap Riska.
"kita cuma mau main sebentar, jadi lo nurut aja, gak usah banyak bacot ya." ucap Arham sinis.
"gak gue gak mau, lebih baik gue mati sekarang dari pada harus tersiksa." ucap David karena tak mau di siksa oleh mafia, karena mafia akan menyiksanya tanpa ampun dan sampai mati.
"harus mau dong bambang nanti gak seru, kan lo mau ngerasain mati di bunuh sama mafia, pasti lo akan merasakan apa yang mereka rasakan saat lo siksa." Tambah Varo.
"Ya udah ya cepet jalannya gak usah kaya siput." kesal Rayyan karena sedari tadi mereka tak sama oi di mobil mereka.
Mereka pun sudah membawa David ke markas Pair Dragon Blood. Markas Red Wolf pun di ledakkan, mereka semua pergi dari tempat itu, dan segera bergegas pergi ke markas Pair Dragon Blood.
"ketua biar kami saja yang siksa si bajingan ini, gue kan gak pernah main, jadi sekali sekali gue mau siksa dia sampe mati." Izin Rayyan karena dia ingin menghabisi seseorang yang telah melukai Zia.
"Iya biar kami aja, gue juga mau coba bunuh orang." ucap Varo sinis.
"ok gue serahin dia ke lo pada, tapi lo berdua harus siksa dia sampe mati, perlahan tapi pasti, karena dia telah melukai Queen, jadi terserah kalian mau apakan dia." jelas Arham.
"itu sih gampang, gue akan buat dia mati mengenaskan." ucap Rayyan dengan senyum devilnya.
"Ya udah, jangan terlalu lama mainnya, kita harus ke rumah sakit untuk melihat keadaan leader.Kalau gitu gue tunggu di luar." ucap Arham dan keluar dari ruangan siksa untuk membersihkan diri karena banyak bercak darah di wajah dan pakaiannya.
"ya udah gue juga tunggu di luar, selamt bersenang-senang." tambah Riska yang juga ikut keluar menyusul Arham, dan juga masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri.
Siti sudah menunggu di kamar Riska, dan dia sudah selesai mandi dan berganti baju. Siti sudah memnambawa baju ganti. Riska pun masuk kamarnya.
"heh Ti lo udah mandi? emangnya lo bawa baju ganti?." tanya Riska karena Riska tak melihat Siti membawa tas.
"Oh udah kak, Siti itu bawa baju ganti, tadi tasnya aku taro di bagasi mobil." jelas Siti.
"Ya udah gue mandi dulu ya, nanti setelah Rayyan dan Varo selesai nyiksa tuh curut, kita akn ke rumah sakit, lihat keadaan Zia dan Zayn." ucap Riska dan berlalu ke kamar mandi.
"Ok,aku tunggu disini." ucap Siti yang masih di dengar Riska.
Di ruang siksa, Rayyan dan Varo masih menyiksa David.
"ini kalau lo lukain leader kita." ucap Rayyan sambil menyayat pipinya hingga David mengerang kesakitan.
"bre***ek, kalian iblis lebih baik gue mati sekarang." ucap David kesakitan.
"Oh tunggu dulu gunakan belum selesai mainnya." ucap Varo yang ikut menyayat bagian tangannya.
"Ini adalah tangan yang udah nyakitin leader kami, dan...."
Sreeet.....
Varo menebas tangan David kasar, hingga sang empunya mengerang kesakitan karena Varo telah membuat tangan David buntung.
"Akkkhhhhhhhh...... Hentikan." jerit David karena Varo memotong tangannya. Darah keluar dari lengan David dan menetes ke laintai.
David terus menjerit karena Rayyan dan Varo menyiksanya dengan brutal tanpa ampun, jeritan David tak di hiraukan oleh Rayyan ataupun Varo, telinga mereka seakan di tulikan, karena David hampir merenggut nyawa orang yang mereka cintai yaitu Zia.
Setelah bosan mendengar jeritan David akhirnya Rayyan dan Varo mengakhiri kehidupan David.
Sreeeet.....
Dorr....
Suara tebasan dan tembakan menggema di ruang siksa tersebut, dan terdengar hingga sampai luar ruangan, Rayyan menembak tepat di bagian jantung dan di susul Varo yang menebas kepala David hingga menggelinding. Rayyan dan Varo tertawa puas akhirnya mereka bisa menghabisi orang yang telah melukai Zia.
"Mampus itu akibatnya bermain dengan kami, dasar bajingan." ucap Varo merasa puas.
"akhirnya mati juga nih curut." ucap Rayyan menyeringai.
Rayyan dan Varo menyuruh para mafiosonya untuk membereskan mayat David. Setelah selesai menyiksa David baju dan wajah Rayyan dan Varo sangat kotor dan kusam mereka duduk sejenak untuk menghilangkan lelah mereka.
Selang beberapa menit Arham, Riska dan Siti turun dari lantai atas dan sudah membersihkan diri mereka, kini tinggal Rayyan dan Varo yang belum membersihkan diri mereka.
"Udah mainnya? sekarang kalian mandi dan ganti baju." Ucap Arham karena melihat penampilan Rayyan dan Varo yang kumal.
"Ya lebih baik mandi dan bersihkan diri, masa mau ke rumah sakit mau kaya gembel sih." ucap Riska mengejek.
Siti hanya terkekeh melihat Rayyan dan Varo memang sudah terlihat seperti gembel uang tak pernah mandi.
"iya nih gue mau mandi, kalian duluan aja ke rumah sakit kasihan yang tunggu di rumah sakit pasti mereka juga belum ganti pakaian mereka." ucap Rayyan agar Arham dan yang lainnya segera menggantikan yang menunggu Zia dan Zayn.
"Iya kalian duluan aja, nanti kita susul secepatnya." tambah Varo.
"iya, yaudah kami duluan ya, kalian cepet susul kami,karena hari juga hampir pagi." ucap Arham dan pergi bergegas ke rumah sakit dengan mobil bersama Riska dan Siti.Tak lupa siti mengambil tas milik temannya agar temannya bisa berganti baju mereka.
Rayyan dan Varo pun bergegas membersihkan diri mereka dan menyusul ke rumah sakit, karena ingin tahu keadaan Zia dan Zayn yang sedang berjuang apalagi keadaan Zia karena terkena tembakan di dada bagian kiri, pasti Zia sekarang sedang berjuang antara hidup dan mati.