Zia And Zayn Pair Of Mafia

Zia And Zayn Pair Of Mafia
bag-68



Di sekolah seperti biasa mereka akan berkumpul di kantin karena sebentar lagi ujian akan berlangsung. Zia sudah bersekolah sakitnya sudah sembuh. Matanya tertuju pada pasangan yang duduk tak jauh dari tempat duduk Zia dan Zayn dkk.


Sakit ya itu yang dia rasakan dengan tetang-terangan Alvaro menjauhinya hanya karena alasan yang menurut logika Zia tak masuk akal.Varo kini sedang bersama Raina sudah enam bulan ini mereka semakin dekat.Zia beranjak dari duduknya meninggalkan semua temannya.Mereka semua hanya menatap sendu pada Zia, Rayyan yang melihat itu pun mengejar Zia.


Zia berlari ke taman belakang dia tak menyadari Rayyan mengikutinya, Zia duduk di kursi taman denagn tatapan kosong.Rayyan pun ikut duduk disebelah Zia.Hatunya ikut sakit melihat keadaan Zia dia di beri tahu oleh Yumna kalau Zia baru sembuh dari sakitnya.


"Zi..... " panggil Rayyan lembut tangannya menggenggam tangan Zia untuk memberi sedikit kekuatan.


Zia menengok ke arah Rayyan dengan mata pelupuk mata yang sudah penuh dengan air mata dan.....


Tesss.....


Menetes di pipi mulusnya tanpa izin, karena sudah tak tahan menhan tangisnya Zia memeluk Rayyan erat dan menangis sejadi-jadinya.


"Huaa...... hiks.... hiks.... kenapa Rayyan...kenapa..... hiks hiks..... " tangisnya pecah di pelukan Rayyan.


"Menangislah Zi..... luapkan semuanya jika itu membuatmu lega...." Rayyan tak tega melihat Zia seperti ini, orang yang sangat dia cintai namun Rayyan belum mengutarakan pada Zia.


Rayyan mengelus lembut rambut Zia dia juga merasa sakit di hatinya tak habis pikir dengan perlakuan Varo yang tetang-terangan menjauhi Zia tanpa alasan. Siapa yang tak sakit melihat sahabat yang paling di sayangi pergi tanpa alasan. Dan itulah yang kini di rasakan Zia.


Setelah puas menangis Zia melepas pelukannua pada Rayyan wajahnya sembab karena menangis sedikit lama untuk bisa melegakan hatinya, meskipun dia tahu Varo menjauhi Zia untuk kebaikannya tapi tetap saja Varo tak memberikan penjelasan pada Zia langsung dan itu yang membuat hatinya sakit.


"Dia berubah.... dia sudah menjauhiku tanpa alasan yang jelas dan pasti .....gue kecewa Yan..... "Lirih Zia ada sebuah perasaan yang sangat kecewa.


Rayyan menangkup pipi Zia dengan kedua tangannya,dan merapihkan rambut Zia yang sedikit berantakan.


" Zi dengerin gue lo pasti kuat mungkin ada alasan yang belum bisa dia jelasin ke lo gue tahu lo kecewa tapi lo juga harus kuat Varo pasti bakal jelasin sumuanya ke lo percaya sama gue."Jelas Rayyan menguatkan Zia tak pernah dia melihat Zia selemah ini apalagi sampai menangis, dan kini Rayyan tahu sisi lemah orang yang dicintai nya.


"Kapan dia akan menjelaskan Rayyan?jika waktunya hanya tinggal sedikit di dunia.Aku tak sanggup melihatnya pergi tanpa mau menjelaskan semuanya padaku..... " jerit nya dalam hati dia tak sanggup jika hari terakhir Varo Zia tak ada di sampingnya.


Zia hanya diam mencerna setiap perkataan Rayyan,dia harus bisa menerima semua yang di lakukan Varo dan Zia tak akan bersikap egois.Dia pun mengerti apa yang di ucapkan Rayyan.


"Lo bener Yan gue akan tunggu Varo menjelaskan segalanya." ucapnya berpura-pura tegar karena dia sudah tahu semua keinginan terakhir sahabatnya itu dan Zia akan menghormatinya.


"Dan gue akan terus menunggu sampai Varo mau bicara sama gue." hatinya sakit mengatakan itu yang kenyataannya pasti itu tak akan mungkin, Zia mengusap air matanya dan mencoba kuat seperti yang Rayyan katakan. Dia adalah Queen mafia jadi dia harus kuat.


"Nah..... itu Zia yang gue kenal, yang gak cengeng yang gak manja, Zia yang gue kenal itu kuat dan tak mudah bersedih." Rayyan senang akhirnya Zia sudah kembali seperti dirinya.


"Iya bawel..... Yan.... makasih ya lo udah kuatin gue."


"Iya lo harus bisa lewatin semua ini gue yakin lo bisa, gue akan lakuin apapun yang bisa buat lo terus bahagia Zi, dan itu adalah janji gue." Rayyan berjanji tak akan membuat Zia menagis lagi dan suatu saat nanti dia akan menggapai cintanya bersama Zia dan akan terus membahagiakan Zia.


Zia yang mendengar perkataan Rayyan sontak membuat pipinya merona Rayyan yang melihat itu hanya terkekeh dia memperhatikan Zia tanpa di sadari senyum mengembang di wajah tampan pria dingin itu yang taka lain adalah Rayyan.


"Cantik....... " bisik Rayyan namun tak terdengar oleh Zia.


Mereka pun tersenyum bersama merasakan getaran hati mereka masing-masing, kini Zia harus bisa menghilangkan kekecewaan nya pada Varo karena yang Varo lakukan semata hanya untuk kebaikannya.Mereka kembali ke kelas karena bel sudah berbunyi.


...----------------...


Enam bulan sebelumnya.....


Di taman duduklah seorang wanita dengan bukunya di kursi taman dia sedang menikmati buku bacaannya,banyak siswa berlalu lalang di taman itu.Sebuah tepukan tangan tiba-tiba mengenai pundaknya dan menganggu kenikmatan membacanya. Gadis itu pun berhenti dari aktivitas bacanya lalu menengok melihat siapa yang berani mengganggu acara baca bukunya itu.


"Hai Rain..... boleh gabung?." tanya laki-laki itu yang tak lain adalah Alvaro. Ya gadis yang duduk dengan membaca buku adalah Raina murid pindahan beberapa hari lalu.


"Eh Varo ku kira siapa.Ada apa Ro?." tanya Raina tak biasanya Varo mendekatinya.


"Gue ikut duduk ya." Pinta Varo Raina hanya mengangguk memperbolehkan Varo duduk di sebelahnya.


Varo menghirup nafas dengan berat, rasanya meminta bantuan pada orang yang baru di kenal tidaklah mudah karena Varo meras tak enak hati. Suasana menjadi hening karena Varo masih gugup untuk meminta bantuan pada teman barunya itu. Merasa suasana menjadi sepi akhirnya Raina membuka suara.


"Maaf...... " ucap mereka barengan.


"ooh silahkan kau dulu."


"tidak... tidak kau saja... " sergah Varo.


"Ooh ayolah kau kan yang mau mengajakku mengobrol sudah cepat katakan aku sudah tak ada waktu lagi aku mau kembali ke kelas."


Varo masih diam dia masih belum berani mengatakan kalau dia membutuhkan bantuan Raina.Melihat Varo hanya diam dan tak melanjutkan bicaranya Raina beranjak dari kursinya hendak pergi.


"Baiklah jika tak ada yang mau kau bicarakan aku pergi." Raina berdiri dan akan pergi namun tangannya tiba-tiba di cekal Varo dan membuat Raina berhenti dan menatap Varo.


"Tunggu....... aku butuh bantuanmu." ucap Varo cepat agar Raina tak jadi pergi.Setelah mendengar perkataan Varo Raina pun kembali duduk seperti semula.


"Baik apa yang bisa aku bantu?." tanya Raina tanya babibu.


"Gue mau lo deket sama gue, agar Zia bisa jauhin gue." jelas Varo dan membuat Raina menatap heran Varo.


"Hahh... maksudmu jauhin kamu sama sahabat deketmu itu.... " a ucap Raina mengira.Lalu diangguki oleh Varo.


"Tidak.... tidak.... aku tak mau nanti dia mengiranya pengrusak hubungan persahabatan kalian aku tak mau." tolak Raina dia tak mau nantinya Zia mengira kalau Raina lah yang merusak hubungan persahabatan mereka.


"Gue mohon Rain hanya lo yang bisa bantu gue, gue punya alasan di balik ini semua gue mohon benget sama lo." mohon Varo dengan nada memelas agar Raina menyetujuinya.


Raina tambang menimbang permintaan tolong Varo padanya, namun Raina juga butuh alasan yang kenapa Varo sampai harus menjauhi sahabatnya itu, sangat aneh pikir Raina.Dan setelah beberpa lama berfikir akhirnya dia mengangguk dan mau menolong Raina, Varo sangat senang.


"Makasih Rain gue berhutang sama lo." Varo sangat berterima kasih karena Raina mau menolongnya.


"Eitss.... tapi kamu juga berhutang penjelasan sama aku, kamu harus jelasin semuanya ke aku alasan kamu mau jauhin Zia padahal yang aku lihat Zia adalah sahabat terbaik kamu." Raina begitu penasaran akan alasan Varo yang menjauhi Zia sahabat dekatnya. apakah ada masalah dengan hubungan persahabatan mereka berdua pikir Raina.


"Iya nanti sepulang sekolah gue akan kasih tau semuanya ke lo, nanti kita ketemu di cafe Rose dekat sekolah."


"Ok ya udah kita ke kelas udah bel." Mereka berdua pun kembali ke kelas karena bel sudah berbunyi.


Ayo kakak jangan lupa like dan votenya ya🙂🙂karena dukungan kalian adalah harapanku😊😊🙏