Zia And Zayn Pair Of Mafia

Zia And Zayn Pair Of Mafia
bag-38



Sore harinya teman teman Zia dan Zayn menjenguk mereka, karena ingin tahu keadaan Zia,apakah Zia sudah sadar atau belum.


Mereka datang membawa buah, Mila membawa baju ganti Zia dan Zayn tadi dia sempat kerumah Zia dan Zayn untuk mengambil baju ganti, dan meminta tolong Art untuk mengemasi baju Zia dan Zayn.


Zia masih belum sadar, Rayyan dan Varo sudah pulang ke rumahnya. Mila mendekati brankar Zia dia duduk di samping Zia, Mila melihat Zia yang terbaring lemah dengan selang infus dan selang transfusi darah, karena Zia kekurangan darah namun untungnya di rumah sakit ada stok darah untuk Zia.


"Zi kapan lo sadar?gue kangen tau, Siti juga kangen." ucap Mila sambil memegang tangan Zia erat.


Siti juga mendekati Zia dan memegang tangan Zia yang sebelah.


"iya Zi betah banget tidurnya aku kangen sama kamu Zi." ucap Siti bersedih karena Zia belum sadar.


"lo berdua sabar Zia pasti bangun kok, kita berdoa aja semoga Zia cepat di beri kesembuhan."ucap Nancy, agar Mila dan Siti tak bersedih.


" Varo sudah dirumah Nan?."tanya Yumna.


"Oh udah di rumah kok dia sedang istirahat kayanya dia masih lelah karena kemarin." jelas Nancy karena Varo pulang sekitar pukul delapan pagi bersama dengan Rayyan.


Mereka hanya ber"oh"ria.


Zayn masih terbaring dia harus memulihkan tubuhnya karena belum sepenuhnya tubuhnya pulih.


"bagaimana dengan David apa dia sudah di bereskan?." tanya Zayn.


"lo tenang aja si curut udah beres, kata kak Arham dan kak Riska yang menghabisi adalah Rayyan dan Varo." jelas Yumna.


"Bagus, dia memang pantas mati." ucap Zayn.


"aduh Zayn makin tampan aja, uwu banget sih meski lagi sakit." batin Nancy takjub karena ketampanan Zayn walau sedang sakit.


Nancy terus memandangi wajah tampan Zayn, dan Zayn tak menyadari itu, Mila melihat kalau Nancy memperhatikan Zayn hanya menggeleng, ternyata Nancy diam diam memperhatikan Zayn.


"Wah wah ada yang lagi curi curi pandang ni, bakal seru kalau tahu kalau Nancy cinta sama Zayn." batin Mila karena mengetahui Nancy memperhatikan Zayn sambil senyum senyum sendri.


Yumna yang melihat Mila seyum senyum sendiri dan langsung mendekati Mila kekasihnya.


"Beb kamu liatin apa sih senyum senyum sendiri?." tanya Yumna tiba-tiba dan membuat Mila kaget.


"ih apaan sih ganggu aja, tuh lihat Nancy natap Zayn mulu, pasti Nancy suka sama Zayn." jelas Mila sambil menunjuk ke arah Nancy yang masih memperhatikan Zayn.


Yumna langsung melihat je arah Nancy, dan benar saja Nancy memang sedang memperhatikan Zayn tanpa mau mengalihkan pandangannya.


"wah benih cinta akan tumbuh, tapi sayangnya Zayn sepertinya belum sadar,heh dasar gak peka.Persis Naruto yang gak peka kalau ada yang sering memperhatikan dia diam diam. Semoga cinta Nancy terbalas seperti Hinata yang mendapatkan Naruto." Batin Yumna karena kalau di lihat lihat kisah cinta mereka sama seperti NaruHina karena Zayn belum menyadari cinta tulus Nancy.


"Ekhem." Dehem Yumna dan berhasil membuat Nancy langsung mengalihkan pandangan nya ke arah lain karena tak mau di ketahui oleh orang lain, dia sedang memperhatikan Zayn.


"Zayn gue sama Mila mau keluar nih, nanti kalau ada kabar Zia sadar kabarin ya, kita mau makan dulu laper ni, ya kan beb." ucap Yumna yang sengaja ingin mengajak makan pacarnya.


"Iya gue tahu kalin mau kencan kan, ya udah sono." ucap Zayn jutek, jiwa jomblo Zayn meronta ronta.


"makanya cepet sadari cinta Nancy, sebelum ke embat orang." batin Yumna karena Zayn gak peka dengan cinta yang belum dia sadari.


Yumna tak menjawab ocehan Zayn, karena menurutnya tak penting.


"Iya gue laper nih tadi belum sempet makan, ya udah ayo. Ti, Dika, Nan,kalian mau ikut makan gak?." tanya Mila.


"Mil gue ikut lo ya,sama nih gue juga laper." ucap Dika yang ikut dengan Yumna dan Mila.


"aku gak, aku udah makan tapi mau keluar sebentar mau cari cemilan." ucap Siti.


"gue gak deh, nanti gak ada yang jaga Zia, Ti gue titip susu kotak aja, sam roti rasa coklat satu, ini uangnya." ucap Nancy, karena semua temannya akan keluar jadi Nancy memutuskan untuk menunggu di sini karena tak ada yang menjaga Zia dan Zayn.


"yes berhasil rencana gue, semoga cepet deket kalian, dan untuk Zayn semoga cepet sadar." batin Yumna senang karena rencananya berhasil, dia sedang mencoba mendekatkan Zayn dengan Nancy.


"mereka gak sadar... hahaha dasar sama-sama masih malu." gumam Mila.


"Ya udah sini Nan aku beliin.Ya udah Mil aku pergi duluan ya." ucap Siti dan pergi keluar untuk membeli beberapa cemilan.


"ya." teriak Mila singkat.


"Ya udah gue cabut dulu nanti habis makan langsung ke sini kok."ucap Yumna dan menggandeng tangan Mila.


" Ya udah sono pergi."jutek Zayn.


"duh jutek amat bambang nanti gantengnya ilang loh." goda Yumna.


"berisik lo sana pergi."


"iya iya ni gue pergi bawel." ucap Yumna dan langsung keluar dari ruang rawat Zia dan Zayn, di susul Dika di belakang Yumna dan Mila. Dika ikut makan dengan Yumna dan Mila namun beda cafe, karena nantinya Dika hanya menjadi obat nyamuk.


Kini tinggal Nancy di ruangan Zia dan Zayn. Zia masih menutup matanya, Nancy masih menunggu di sebelah brankar Zia. Hanya ada keheningan di sana, Zayn jarang sekali mengobrol dengan Nancy, karena dia tak akrab dengan Nancy.


"Nancy." panggil Zayn mencairkan suasana. Dan membuat jantung Nancy berdegup dengan kencang. Nancy pun menoleh karena mungkin Zayn membutuhkan sesuatu.


"gue boleh minta tolong gak?." tanya Zayn karena takut Nancy tak mau menolongnya.


"boleh mau minta tolong apa?. " tanya Nancy.


"aduh kenapa jantung berdetak kencang udah dong." batin Nancy karena jantung Nancy berdegup kencang.


"gue mau lo kupasin buah, gue lagi pengin makan apel." pinta Zayn pada Nancy, malu malu.


"what hanya minta tolong itu, kukira mau minta tolong apa." batin Nancy.


"Iya bentar ya gue kupas sekarang, tapi gue kupasnya di dapur soalnya piring sama pisaunya kan gak ada jadi gue ke dapur dulu, lo tunggu sebentar ya." ucap Nancy karena tadi tak ada yang membawa pisau dan piring, jadi Nancy harus meminjam di dapur rumah sakit.


"ya sudah, maaf merepotkan mu." ucap Zayn karena tak enak meminta tolong pada Nancy.


"udah tenang aja lo gak ngerepotin kok, tunggu ya." ucap Nancy dan pergi ke dapur untuk mengupas apelnya.


"Makasih" ucap Zayn yang masih di dengar Nancy, karena di sudah keluar ruangan Zayn.


Beberapa saat kemudian Nancy datang dengan membawa piring berisi buah apel yang sudah di bersihkan kulitnya dan sudah di potong. Nancy memberikannya pada Zayn, dan Zayn menerimanya,saat Nancy memberikan piring itu pada Zayn mata mereka saling bertemu, mereka bertatapan saling memandang dan pandangan mereka saling mengunci seperti tak mau berpaling.


Nancy memandang mata Zayn yang indah karena mata Zayn yang berwarna biru, dan itu yang membuat Nancy tak mau mengalihkan pandangannya. Zayn pun sama dia tak mengalihkan pandangannya karena mata hazel Nancy.


"aduhh kenapa jadi gini sih, jantung gue.... jantung gue seperti mau loncat dari dada, detakkannya keceng banget lagi semoga aja Zayn gak denger, malu gue kalau sampe dia denger." batin Nancy karena pandangannya tak mau di alihkan detak jantungnya semakin memompa begitu cepat Nancy takut jika Zayn akan mendengar suara detak jantungnya.


"Perasaan apa ini, kenapa aku jadi gugup saat mata ku bertemu dengan matanya." Batin Zayn karena ada perasaan aneh yang baru ia rasakan saat memandang mata Nancy.


Mareka masih belum mengalihkan pandangan mereka hingga Siti datang mengagetkan mereka berdua.


"Ehemmm." dehem Siti dan sukses membuat Nancy dan Zayn kaget dan mereka langsung mengalihkan pandangan mereka karena telah tercyduk oleh Siti karena mereka saling menatap.


Nancy dan Zayn masih sama sama gugup karena Siti yang mengagetkan mereka.


"Aduhh mbae tes pandang pandangan yo,idih so sweet tenan.(aduh mbaknya habis pandang pandangan,idih so sweet banget)" ucap Siti sambil tersenyum dan berbicara dengan logat jawanya dan membuat Nancy bingung karena tak mengerti ucapannya.


"Sit lo ngomong apa sih kok pake Jawa, gue gak ngerti tau apa artinya." tanya Nancy yang taka tahu arti dari bahasa jawa. Namun masih belum menghilangkan rasa gugupnya karena kejadian tadi.


Zayn hanya tersenyum melihat Nancy yang mengerti bahasa jawa.


"kamu ketahuan tadi lagi tatap tatapan sama Zayn itu artinya." ucap Siti dan membuat Nancy malu dan pipinya memerah.


"gak kok gue tadi tu lagi bantu Zayn dia katanya mau makan apel jadi gue bantu, gue gak tatap tatapan kok, pasti lo salah liat." ucap Nancy tak terima dan tak mau mengakuinya, padahal nyatanya hatinya berbunga bunga karena bisa bertatapan lama dengan Zayn


"Iya Sit kami gak ngelakuin apapun kok dia cuma bantu gue kupas sama potong apel." jelas Zayn agar Siti tak salah paham.


"Iya aku ngerti kok udah biasa aja kali gak usah malu malu di terusin juga gak papa." goda Siti karena menurutnya mereka pasangan yang serasi.


"Siti....!!!." kesal Nancy, karena Siti telah membuatnya malu sambil membulatkan matanya sempurna.


Zayn hanya terkekeh melihat kelakuan Nancy, ada perasaan aneh yang menyelimuti hatinya jika memandang wajah Nancy, namun Zayn tak tahu perasaan apa itu.


"iya iyaa aku kan cuma bercanda, udah ni titipan kamu, susu kotak dan rotinya." ucap Siti karena tak mau menggoda Nancy lagi, Nancy sangat lucu ketika sedang marah rupanya.


"Makasih Ti." ucap Nancy dan menerima titipan nya dari Siti. Dan pergi duduk di samping Zia dan dia mulai memakan makananya.


"iya sama-sama." ucap Siti dan duduk di sofa menikmati cemilannya.


Beberapa saat kemudian Nancy sudah menyelesaikan makannya, begitu juga dengan Siti, mereka masih setia menunggu Zia sadar. Yumna masih belum kembali dari kencan bersama Mila.


Satu jam berlalu, tiba-tiba ada pergerakan di tangan Zia,Nancy melihatnya lalu perlahan mata Zia terbuka,akhirnya Zia sudah sadar.


"Zia lo udah bangun." ucap Nancy bahagia karena Zia sudah sadar. Siti membatu Zayn turun karena ingin melihat keadaan adiknya.


"syukurlah Zia udah sadar." ucap Siti ikut senang karena Zia sadar, sambil membatu Zayn, karena Zayn masih lemas.


Nancy pun langsung menekan tombol untuk memanggil dokter ke ruangan rawat Zia dan Zayn untuk memeriksakan keadaan Zia. Beberapa saat kemudian dokter pun datang dengan perawat, dokter memeriksa keadaan Zia.


"Gimana dok keadaan adik saya?." tanya Zayn yang sudah tak sabar ingin mendengar keadaan Zia.


"Sekarang nona Zia sudah membaik, dan kondisinya tidak mengkhawatirkan, jadi tinggal istirahat sampai benar-benar pulih nanti jika sudah pulih baru di izinkan pulang." jelas dokter.


"Oh baiklah terima kasih ya dok." ucap Zayn berterima kasih karena Zia tidak apa apa.


"iya sama-sama, dan ini obatnya jangan lupa di minum." ucap dokter dan memberikan obat untuk Zia.


"iya dok teman saya pasti akan minum obatnya." ucap Nancy dan menerima obat dari dokter.


"Ya sudah kalau begitu saya pamit, ayo sus." ucap dokter dan pergi bersama perawat.


Zia masih lemas karena tinggal masa pemulihan, dan setelah itu Zia baru di izinkan pulang, Zia masih merasakan sakit di bagian dadanya, karena bekas operasi, namun Zia masih bisa menahannya, karena tak mau membuat Zayn sedih, karena keadaan Zayn juga masih dalam masa pemulihan.


Siti langsung menelpon semua teman temannya ingin memberikan kabar gembira kalau Zia sudah sadar dan itu membuat semua temannya ikut senang karena akhirnya Zia baik baik saja.