Zia And Zayn Pair Of Mafia

Zia And Zayn Pair Of Mafia
bag-65



Pulang sekolah Zia melihat Zayn sangat bahagia senyumannya terlukis jelas di wajahnya siapa yang tidak bahagia jika cintanya tak bertepuk sebelah tangan.Zia juga sangat bahagia melihat sang kakak bahagia sekarang Zia hanya berharap semuanya akan terus seperti ini, kebahagiaan yang selalu ada tanpa harus merasakan sakit dan kepahitan hidup.


Sesampainya di rumah Zia dan Zayn melihat ada mobil terparkir di depan halaman rumah mereka.Zia dan Zayn tak tahu menahu gerangan siapa yang mendatangi rumah mereka dan mereka juga tak memiliki janji dengan siapun.Mereka pun masuk dan yang di lihat pertama kali adalah ruang tamu mereka.


Zayn terkejut ternyata yang mengunjungi rumah mereka adalah Ilham dan juga Hiashi sang ayah.Namun berbeda dengan Zia, dia tak terkejut sedikitpun dengan kehadiran mereka Zia hanya memandang mereka datar dan dingin.


"A... ayah, kakek, ada apa kalian kemari?." tanya Zayn sedikit terbata.


"Zia Zayn kami kemari ingin meminta maaf pada kalian." jelas Ilham.


Zia tak menyahut namun malah pergi ke kamarnya tak memperdulikan maksud kedatangan mereka,Zayn pun bernafas dengan berat ini yang tak mau dia inginkan Zayn ingin Zia benar-benar mau memaafkan segala kesalahan masa lalu dan mulai dari awal lagi menjadi keluarga bahagia. Namun Zayn tahu ini pasti sulit. Ilham dan Hiashi pun sedih melihat Zia tak memperdulikan mereka, bahkan Zia juga tak mau memaafkan ayah dan kakeknya.


"Ayah kakek sebentar ya aku akan membujuk Zia dia pasti akan memaafkan kalian tunggulah di sini." Zayn pun pergi ke kamar Zia untuk membujuk adiknya itu.


Tok.... tok..... tok....


"Zi.... ayolah ayah dan kakek hanya ingin meminta maaf padamu, aku mohon padamu jangan seperti ini latihan merka pasti sedih kau mengabaikannya." jelas Zayn yang masih di depan pintu kamar Zia.


"........"


Tak ada jawaban Zia hanya diam bahkan tak membuktikan pintu kamarnya untuk Zayn.


"Jawablah..... ini demi kebaikan keluarga kita bunda pasti sedih melihat putrinya tak mau memaafkan kesalahan apalagi memaafkan keluarga nya sendiri.Aku mohon Zi bunda juga pasti akan sedih melihat kita hidup dengan dendam." Zayn merayu Zia agar bisa melapangkan hatinya memberi maaf pada kesalahan kakek dan ayahnya, bagaimanapun juga mereka masih keluarga.


Zia pun mengalah dan pintu kamarnya akhirnya terbuka Zayn sudah ada di depan pintu kamarnya, melihat Zia membuka pintu Zayn sangat bahagia. Zia hanya memasang wajah datarnya.


"Baik gue akan memaafkan mereka,tapi ingat baik-baik kak gue masih sangat marah padanya itu semua adalah kesalahannya yang dulu telah menelantarkan kita."ucapnya, sakit hatinya masih membekas di kala Hiashi tak mau mengakui dirinya sebagai anak kandungnya.


"Terima kasih Zi, aku tahu kau adalah adik yang pemaaf, ayo sekarang kita temui mereka." ajak Zayn mereka pun turun dan menemui Ilham dan Hiashi di ruang tamu.


Zia dan Zayn pun duduk di sofa yang bersebrangan dengan Ilham dan juga Hiashi. Ada ketegangan di antara mereka Zia masih saja memasang wajah dingin da menatap ke arah lain.


"Baik....ayah dan kakek katakan saja maksud kedatangan kalian kesini." ucap Zayn memecah suasana tegang di antara mereka.


"Zia Zayn kedatangan kami kesini ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada kalian berdua atas apa yang telah kami perbuat, dan kami berharap agar keluarga kita kembali seperti dulu lagi dan kita akan memulai nya dari wal." jelas Ilham panjang lebar, Hiashi hanya diam memperhatikan Zia yang masih belum bicara.


Zayn pun menyenggol lengan Zia agar Zia melihat ke arah Hiashi dan juga Ilham.Zia pun menoleh dan melihat ke arah Ayah dan juga kakeknya.Ada guratan kecewa di kala menatap sang ayah, dia sangat kecewa dengan mudahnya ayah menyuruhnya pergi beberapa tahun lalu dan juga tentang dirinya yang menyiksa perasaanmu sang bunda kala itu, semua kenangan buruk kembali menari-nari di pikirannya melayang-layang seakan memutar kembali masa lalu yang kelak dan penuh liku itu.


"Aku sudah memaafkan kalian ayah, Kakek semoga saja harapan itu akan terwujud kita akan membangun kembali keluarga yang bahagia tanpa ada kesedihan.Tapi satu hal yang masih membuatku sakit, yaitu perlakuanmu dulu terhadap kami, aku masih merasakan sakit akibat ulahmu itu ayah." Zayn sudah memaafkan kesalahan ayah dan kakeknya dan akan melupakan semua masa lalu dan mulai membuka lembaran baru, meski dirinya masih sedikit merasakan sakit atas perlakuan ayahnya.


"Terima kasih nak aku sagat bersyukur mendapat maaf darimu.Maaf jika dulu ayah tak mau mengakuimu sungguh ayah sangat menyesal."Hiashi sangat senang begitu juga dengan Ilham, namun jika mengingat kejadian dulu di mana dirinya selalu mengabaikan kedua anaknya.


Hiashi dan Ilham sangat lega mendengar bahwa Zayn memaafkan mereka dan mau memperbaiki semunya dari awal, namun dengan Zia entahlah perasaan Zia berkecamuk antara memaafkan dan tidak.Mereka semua menatap ke arah Zia berharap jawaban Zia akan sama dengan apa yng di katakan oleh Zayn.


Zia yang di perhatikan malah sedang sibuk dengan pikirannya Zia sungguh sedang bertarung dengan pikirannya.Di hatinya berkata akan memaafkan dengan tulus kepada keluarga nya namun di pikirannya adalah sebaliknya. Zia terus berfikir hingga dia bernafas dengan berat. Zia telah meyakinkan hatinya agar tak menjadi egois.


"Baiklah....... " Zia menggantungkan ucapannya membuat semua tak sabar mendengar ucapan berikutnya."Aku akan memaafkan ayah dan juga kakek, dan ayah boleh tinggal lagi di rumah yang dulu kami ambil."jelas Zia dengan kelegaan di hatinya meski berat tapi Zia harus belajar menerima semua ini, mungkin dengan memaafkan tak akan ada lagi dendam terlebih dendam di antara para keluarga.


"Terima kasih nak terima kasih ayah sangat menyayangimu dan juga kakakmu aku akan menebus segala kesalahanku di masa lalu dan akan memperbaiki ini semua." Hiashi sangat senang mendengar bahwa Zia juga memaafkannya dengan tulus Hiashi tak kuasa menahan air matanya,suasana menjadi haru Ilham juga bahagia akhirnya keluarganya bisa berkumpul seperti dulu lagi.


Namun Hiashi ataupun Ilham belum ada yang berani memeluk Zia karena Zia masih setia dengan wajah dinginnya.Namun tanpa di sangka Zia merentangkan tangannya dan membuat semua orang terkejut.


"Apa hanya ucapan terima kasih ayah? apakah kalian tak ada yang merindukan aku?." Kesal Zia,karena mendapat izin akhirnya semuanya memeluk Zia dengan penuh kasih sayang Zia benar-benar melupakan masa lalu kelam dari keluarganya dan mulai menerima mereka meski ada sedikit rasa sakit di hatinya namun di atau mau hidup dalam dendam dan Ego jadi Zia akan melepas semua kenangan buruk sedikit demi sedikit.


Mereka semua berpelukan penuh kerinduan setelah beberapa tahun mengalami kesulitan dan rasa sakit akhirnya mereka mendapat kebahagiaan itu kembali dan Hiashi ataupun Ilham tak akan menyia-nyiakan semua itu mereka akan benar-benar menjaga dan membahagiakan keluarga kecil mereka melihat anak dan cucu mereka tumbuh dengan baik dan penuh dengan kasih sayang,mereka tak mau lagi melihat kehancuran keluarga mereka, dan mulai saat ini mereka akan selalu bersama.