Zia And Zayn Pair Of Mafia

Zia And Zayn Pair Of Mafia
bag-59



Ternyata yang di katakan Ilham benar, ada beberapa orang suruhan Zia dan Zayn datang mereka akan menjemput Fika dan akan di siksa di markas Zia dan Zayn. Ilham segera menemui mereka.


"Apa kalian mafioso Zia dan Zayn?." tanya Ilham.


"Benar tuan kami di perintah untuk membawa gadis itu." ucap Ketua dari mafioso itu yang tak lain adalah Rasyid.


"Baiklah, aku akan menyuruh anak buahku membawanya kesini." Ilham pun masuk ke dalam dan menyuruh pada bawahannya untuk memberikan Fika pada mafioso Zia dan Zayn.


Ilham keluar dan dua orang memegang Fika, wajahnya terlihat sangat takut dan pipinya sudah basah karena keringat bercampur air mata yang sudah membanjiri wajahnya.


"Ini adalah gadis itu, bawalah dia aku sudah tak sabar melihat kehancuran mereka berdua." ucapnya tanpa mempedulikan wajah Fika yang ketakutan dan gelisah.


"Kakek aku mohon lepaskan aku.... haaaaah aku mohon." teriak Fika sambil menangis namun Ilham tetap memberikannya pada bawahan Rasyid, dan Fika langsung di masukkan ke dalam mobil.


"Terima kasih atas bantuanmu tuan. "Rasyid berterima kasih sambil membungkukan badannya karena mereka tak harus lelah mencari keberadaan Fika.


"Iya sama-sama, katakan pada mereka jika butuh bantuan datanglah padaku, pasti akan ku bantu semampuku."Untuk bisa mendapatkan maaf dari Zia dan Zayn Ilham reka melakukan apapun. Dia pun akan pergi karena urusan di sini sudah selesai dan Ilham menyerahkan sisanya pada Zia dan Zayn padahan dalam hatinya ingin sekali melihat Tiara dan Fika mati di hadapan nya namun sepertinya Zia dan Zayn tak mengizinkannya.


Rasyid yang melihat jika Ilham akan pergi dia langsung mencegahnya, dan menghentikan langkah Ilham.


"Tunggu tuan... maaf saya belum selesai berbicara pada anda." Ucapnya dan membuat langkah Ilham terhenti.


"Maaf, kukira kau sudah selesai, ayo katakan." Ilham berbalik dan melihat ke arah Rasyid.


"King dan Queen meminta anda untuk datang melihat akhir dari hidup mereka dan mengizinkan anda datang ke markasnya, karena mereka tahu kalau anda sudah mengetahui identitas mereka." jelas Rasyid dan membuat Ilham sedikit terkejut.


"Mereka mengetahuinya kalau aku sudah menyelidiki tentang kebenaran mereka sungguh aku sangat bangga pada mereka." Batin Ilham tak menyangka jika Zia dan Zayn tahu gerak gerik dari Ilham.


Melihat Ilham tak menjawab dan malah seperti sedang memikirkan sesuatu akhirnya Rasyid memanggilnya.


"Tuan... apa anda baik-baik saja?." panggilnya dan Ilham pun tersadar.


"A.. ah saya tak apa-apa maaf saya sedikit melamun tadi. Kalau begitu berarti saya di izin kan menemui mereka?." tanyanya lagi memastikan bahwa yang di katakan Rasyid itu benar.


"Iya tuan anda bisa mengikuti kami, karena King dan Queen juga menunggu anda." jelasnya lagi agar Ilham percaya.


"Baiklah kalau begitu ayo berangkat." Ucap Ilham dan beranjak masuk ke dalam mobilnya dan di susul dengan para mafioso nya. Rasyid pun memimpin perjalanan menuju ke markas Zia dan Zayn dengan diikuti oleh Ilham.


Di dalam mobil Fika terus melawan dan meronta membuat keseimbangan mobil terganggu namun masih bisa terkendali. Fika tak bisa tenang dan diam di dalam mobil dan itu membuat Rasyid sangat muak namun Rasyid masih bisa menahan amarahnya.


"Lepaskan aku... bajingan .... keparat.... lepaskan aku." umat Fika namun mereka tak mendengarkan dan tetap diam.


Namun semakin lama Fika semakin tak terkendali hingga mereka berhenti sejenak karena Rasyid tak mau terjadi kecelakaan.


"Kenapa berhenti? ada apa Fahmi?." tanya Ilham karena mendadak Fahmi berhenti.


"Saya tidak tahu tuan, seperti nya terjadi sesuatu di mobil yang membawa gadis itu." jelas Fahmi yang sama-sama tak tahu apa yang terjadi.


"Ya sudah kita tunggu saja di mobil, pasti karena Fika tak bisa diam." ucap Ilham yang sudah tahu pasti Fika tak akan tetap diam.


"Baik Tuan."


Di dalam mobil yang membawa Fika mereka sedang berusaha menahan Fika agar tak bisa meloloskan diri. Fika terus meronta namun itu percuma karena kekuatan dari laki-laki yang memegangi Fika lebih kuat darinya. Rasyid sudah tak bisa menahan amarahnya lagi.


"Diam....!!!." bentak Rasyid dengan suara yang sangat keras bahkan terdengar hingga mobil Ilham yang ada di belakangnya.


"Jika kau masih memberontak ingat ini baik-baik di otakmu kau akan aku perkosa di depan semua orang yang ada di sini, dan aku akan mengizinkan para mafioso di sini menggilirmu sampai mati. INGAT ITU. " ancam Rasyid dengan tegas dengan wajah menyeramkan dan membuat Fika diam seketika, dan tubuhnya bergetar hebat dia takut kalau Rasyid tak main main dengan ucapannya.


Para mafioso yang mendengar ucapan Rasyid hanya bisa terkekeh karena Rasyid memang belum pernah sampai mengancam seseorang hingga harus sampai membawa nama pemerkosaan atas namanya, apalagi Rasyid belum pernah melakukannya dengan siapapun. Rasyid hanya menatap tajam para mafioso nya mereka yang di tatap tajam langsung diam seketika karena tak mau jika nanti harus berurusan dengan karya mereka Rasyid pun menyuruh untuk melanjutkan perjalanan mereka.


...----------------...


Zia dan Zayn sudah berhasil membawa Tiara ke markasnya dia sudah berada di ruang siksa. Zayn menelpon pada temannya untuk datang ke markas karena akan ada pertunjukkan menarik.Teman-teman Zia dan Zayn pun bergegas kesana karena sudah lama mereka tak bertemu mereka berdua. Zia dan Zayn masih menunggu kedatangan tenan mereka dan juga satu tawanan lagi yaitu Fika.Zia dan Zayn sekarang berada di di ruang siksa.


"Apa mau kalian hah.... " teriak Tiara, namun Zia dan Zayn hanya memandang tak suka mereka muak dengan wajah Tiara.


"Diamlah... kau sangat berisik, bersikaplah tenang aku muak mendengar teriakan mu yang fales itu." kesal Zayn karena semenjak Tiara di sana dia selalu saja teriak.


Namun seakan telinganya di tulikan dia tak mendengar apa yang di katakan Zayn dan terus berteriak minta di lepaskan. Tiara sudah tahu jadi Zia dan Zayn tak memakai topengnya.Zia yang sudah tak bisa menahan emosinya dia pun menggebrak meja yang ada di ruangan itu hingga hancur. Tiara yang melihat itu langsung bungkam.


brakkk......


Suara gebrakan meja menggema di ruangan itu, Zia menatap tajam ke arah Tiara dan mendekat pada Tiara dan memegang dagu Tiara.


"Hehh....Ingat ini wanita ular jika kau tak mau aku buat hancur seperti meja itu maka diamlah, jika kau masih tak bisa diam akan ku jadikan kau seperti Anak dan adik bodohmu itu."Ancam Zia dengan tatapan membunuhnya dan melepaskan tangannya dari dagu Tiara dengan keras.


"Apa?!!...Jadi kalain kalian pembunuh anak dan adikku? apa yang kalian lakukan terhadap mereka hah..... "teriaknya lagi dan membuat Zayn bertambah kesal.


"heh....Siapa yang menyuruhmu berteriak? turunkan nada bicara anda apa kau tak mendengar perkataan kami tadi." ucapnya dengan nada kasar dan memandang rendah Tiara.


"Iya kami memang membunuh mereka karena telah berani mengusik ketenangan, dan selanjutnya kau dan putri mu itu yang akan manyusul mereka" tambah Zayn dengan senyum smirk nya.


"Kalian tak punya hati, kami masih saudara mu Zia, Zayn apakah kalian tega membunuh kami?. " ucap Tiara dengan ucapan yang lemah.


"Kita masih punya hati, tapi kau yang telah membiarkan kami menghilangkan belas kasihan pada seorang yang sudah membuat bunda kami menderita.Dan juga kau telah membunuh nenekku, yang sangat kami cintai."Zia sudah tak tahan lagi hingga dia mengeluarkan semua isi hatinya.


"Dan bahkan kalian terang-tetangan berselingkuh di belakang bunda kami, dan yang lebih memalukan sebelum kau menikah dengan ayahku kau sudah berhubungan dengan lelaki lain, heh... yang berarti anak pertamamu itu bukanlah anak dari ayahku, kau mengatasnamakan anak haram itu adalah anak dari ayah,hingga ayah dan kau tega menikah di belakang bunda kami tanpa malu, anak dari ayahku hanyalah Fika benarkah begitu?!." tambahnya lagi kini dia sudah tak bisa menyembunyikan isi hatinya Zia dan Zayn sudah menyelidiki semua tentang masa lalu Tiara.


"Tapi kau tak perlu khawatir sekarang ayah dari Risky sudah mendekam dalam penjara dengan laporan bahwa dia adalah seorang pengedar narkoba." Tambah Zayn.


"b.. b.. bagaimana kalian tahu? aku sudah menyimpan nya dengan rapat." Tiara terkejut setengah mati rahasia yang ia simpan rapat-rapat ternyata Zia dan Zayn sudah mengetahuinya.


"Itu mudah bagi kami, kami selalu mencari tahu semua masa lalumu, karena tak mungkin jika ayahku tiba-tiba mau menikahimu di hari ketiga sesudah pernikahannya, kami tahu hanya bunda kami yang sangat dia cintai Ayah. " Zia pun membuka semua yang ia tahu dengan memandang remeh Tiara.


"Itu memang benar kalian memang pintar, aku sangat bangga ternyata bunda kalian sangatlah bodoh bahkan ayah kalian juga. hahaha..... " tawa Tiara sambil mengejek dan dia juga mengatakan jika bunda dan ayah mereka sangat bodoh.


Zia dan Zayn yang mendengar Tiara menyebut bundanya dengan sebutan bodoh sangat marah dan Zia langsung menampar Tiara dengan keras.


Plakkk......


Satu tamparan mendarat di pipi Tiara hingga sudut bibirnya berdarah.


"Jika kau mengatakan itu lagi tentang bundaku maka kau akan cepat tiada dari dunia ini." teriak Zia dia tak terima jika bundanya yang di hina.


"Cih... itu hanya gertakan aku tak takut." remeh Tiara, Zayn yang merasa di remehkan ikut mendekat ke Tiara dan mengumumkan belati nya tepat di lehernya.


"Kau berani meremehkan kami ya kalau begitu kita akan mulai sedikit permainannya.Ini bukanlah gertakan ingat itu." Ucap Zayn dengan tangannya yang masih menghunuskan belati nya.


Darah segar keluar dari leher Tiara meringis kesakitan, mereka tertawa bersama seperti karang yang haus darah ringisan Tiara tak di hiraukan sama sekali merek hanya tertawa dengan seramnya.