
Zia sudah selesai berkutat di dapur bertepatan dengan Zayn yang baru saja pulang.Zayn sangat bahagia kini Zia memang benar-benar telah kembali seperti dulu,ya meski berbeda sedikit. Zia pun pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri sambil menunggu teman-temannya, begitu juga dengan Zayn. Selesai dengan kegiatan bersiapnya Zia dan Zayn keluar kamar dan menunggu di ruang tamu.
"Lo udah hubungin mereka kan kak?."
"Udahlah.... Rayyan juga gue kasih tahu.Tapi Nancy tak bisa datang karena lo tahu sendiri jika dia akan menikah sama gue, jadi kita gak boleh sering ketemuan. "jelasnya, karena tinggal beberapa minggu bagi dia akan menikah dengan pujaan hatinya.
" Ya... yaa.... sebentar lagi lo akan melepas masa lajang lo, dan lo udah jadi suami, ya udah yuk kita siap-siap."Zia tak menyangka jika sang kakak akan menikah, setelah Zayn menikah Zia akan sendiri tanpa kakaknya itu.
Akhirnya yang di tunggu datang, mereka semua sekarang sudah berkumpul di ruang tamu sambil berbincang, Zia masih nampak canggung, namun mencoba untuk bisa tenang.
"Zi..... gimana kabar lo? gue kangen banget sama lo?." tanya Mila, dia sangat merindukan sahabatnya itu.
"Gue baik.... lalu bagaimana kabar lo semua?." tanya Zia balik.
"Kita semua ok.... " jawab mereka serempak.
"Ya udah yok kita dinner dulu nih... barengan biar serasa reunian." ajak Zayn, mereka semua pun menuju meja makan dan makan malam bersama. Selesai makan malam mereka ke taman villa milik Zia dan Zayn, Zia sudah menyiapkan segalanya karena dia ingin benar-benar memperbaiki hubungan bersama temannya dan juga hubungan bersama Rayyan. Zia akan melupakan masa lalu agar kehidupannya selalu bahagia kedepannya.
Semua mata berbinar melihat keindahan taman yang di dekor langsung oleh Zia, mereka pun duduk di tempat yang sudah di siapkan oleh Zia. Perbincangan di mulai dengan situasi hangat, namun Rayyan masih diam tak berbicara sedikitpun karena dia masih tak enak hati pada Zia, dia hanya menanggapi dengan senyuman.
"Gue mau ngomong sama kalian semua." ucapnya dengan mengambil nafas dalam-dalam.
Semua mata langsung tertuju pada Zia begitu juga Rayyan, mereka semua menghentikan perbincangan dan beralih mendengarkan apa yang akan di katakan Zia kepada mereka semua. Zia mulai mengatur nafas.
"Gue minta maaf sama lo semua.... gue udah anggep kalian seperti orang asing.... maaf semuanya bukan maksud gue seperti itu, tapi percayalah gue sayang sama lo semua gue nyesel jauhin kalian semua, gue mau kembali kaya dulu lagi, dan memperbaiki segalanya. Sekali lagi gue minta maaf." ujarnya panjang lebar, Zia menundukkan kepalanya matanya mulai berkaca-kaca, dia sungguh menyesal telah menganggap temanya seperti orang asing.
Semua yang mendengar permintaan maaf Zia menjadi terharu, akhirnya Zia yang mereka tunggu telah kembali, mereka bernafas lega , namun berbeda dengan Rayyan yang masih belum lega karena Zia masih belum memberikan maaf padanya.
"Zi.... lo gak usah minta maaf.... lo gak salah... maafin kita juga yang terlalu sibuk sama urusan kita... dan gue seneng banget lo udah balik kaya dulu lagi." Mila mendekat dan mengelus punggung Zia lembut.
"Iya Zia kamu gak salah... kita maklumin semua yang kamu perbuat... karena memang terkadang keadaan dapat merubah seseorang, yang terpenting mbae udah bisa seperti dulu kita seneng kok." tambah Siti dan ikut mendekat di sebelah Zia.
"Akhirnya queen kita balik lagi kaya dulu... lo gak usah berubah lagi ya Zi.... tetaplah jadi diri lo sendiri. " Dika juga ikut mencairkan suasana agar tak terlalu dalam mode sedih.
"Bener tuhh..... akhirnya kita bisa ketawa bareng lagi.... " timoal Yumna, mereka tertawa bersama suasana menjadi bahagia. Rayyan hanya menanggapi nya dengan senyuman simpul.
Rayyan menjadi kikuk, memang ini adalah kesempatan bagus untuk meminta maaf pada Zia, namun Rayyan takut jika Zia tak memaafkannya dan nantinya malah akan membuat mood bahagia Zia berubah. Sebenarnya Rayyan tak mau jika Zia terus menerus bersikap dingin padanya, Rayyan pun menghela nafas berat.
"Eh itu anu..... "
"Gue udah maafin lo Yan.... dan gue terima semua alasan lo ninggalin kita semua disini, dan gue maafin lo yang gantungin perasaan lo ke gue." potong Zia membuat Rayyan langsung memandang Zia dengan tatapan tak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Dan gue mau mulai dari awal, dan melupakan semua masa lalu semoga aja itu adalah yang terbaik, karena gue gak mau ada dendam dan permusuhan di antara persahabatan ini, dan gue akan mencoba buka hati gue lagi ke lo." jelas Zia, dia sudah tak mau lagi ada dendam dan permusuhan, sekarang yang dia ingin hanyalah hidup tenang.
Semua bernafas lega, akhirnya Zia memaafkan semua kesalahan Rayyan dan mau menerima alasan di pergi, mereka berharap ke depannya tak ada percecokkan lagi, dan semoga Zia bisa membuka hatinya lagi untuk Rayyan.
"Zi..... bener lo udah maafin gue?." tanyanya ragu,Rayyan ingin memastikan apakah itu adalah kebenaran.
"Apa wajah gue terlihat meragukan?. " tanya Zia yang melihat ada keraguan di wajah Rayyan.
"Maksud gue bukan gitu Zi.... gue cuma mau mastiin sekali lagi... apakah gue sedang mimpi atau kenyataan."
"Ya lo gak mimpi Yan..... itu adalah kenyataan dan Zia sudah benar-benar maafin lo." Zayn ikut meyakinkan Rayyan.
"Iya gue maafin lo." Zia menyakinkan sekali lagi.
Mata Rayyan berbinar dia sangat bahagia, akhirnya Zia sudah benar-benar memaafkan semua kesalahannya dan bersedia mulai dari awal dan akan berusaha membuka hatinya lagi untuk Rayyan. Zia hanya tersenyum penuh kebahagiaan dia tahu, ketika dia tak memaafkan itu namanya dia seorang yang egois, oleh karenanya dia memilih memaafkan Rayyan dan memberi kesempatan pada Rayyan, jika memang Rayyan benar-benar ingin bersamanya dan mencintai nya maka Zia akan berusaha membuka hatinya kembali untuk yang kedua kalinya pada orang yang dulu pernah dia cintai.
"Makasih Zi..... gue janji sama lo akan buat lo gak nunggu gue tanpa kepastian, dan gue gak akan gantungin lagi perasaan gue ke lo, dan gue janji gak akan ulangi kesalahan yang sama,gue gak bakal pergi lagi dari lo dan dari lo semua,gue akan mulai dari awal dan merajut kebahagiaan kembali bersama kalian semua, terima kasih udah mau maafin gue." Rayyan sangat bahagia, dan dia tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.
"Akhirnya kita bisa kaya dulu lagi." Dika bahagia mereka bisa kembali kaya dulu bersama tanpa ada kesalah pahaman.
"Yang lalu biarlah berlalu dan jangan pernah melupakan masa lalu itu, tapi jadikan masa lalu itu sebagai pelajaran hidup, dan semoga ini akan menjadi permulaan yang baik." ucap Mila, dia berhamburan memeluk Zia bahagia begitu juga Siti.
"Zia akhirnya lo kembali menjadi diri lo sendiri..... kakak tak akan biarin lo sedih lagi dan akan gue pastiin Zi.... lo akan bahagia dan terus tersenyum,gue gak akan biarin senyum lo hilang lagi dari wajah lo."batin Zayn melihat Zia yang kembali hangat seperti dulu lagi, dan dia bertekad akan selalu membuat senyum Zia tak pudar dari wajahnya.
"Terima kasih Tuhan..... kau memberikan kesempatan agar aku bi**sa berbahagia dengan orang yang aku cinta.... meski tadinya rasa cinta itu hampir hilang darinya, semoga Zia mau menerima ku kembali di hatinya." harap Rayyan di dalam hati, dia yakin suatu saat cinta yang hilang dari hati Zia, akan tumbuh kembali dan menempatkan nama Rayyan dalam hatinya.
Mereka pun merayakan kebahagiaan yang sempat hilang beberapa tahun lalu, mereka tertawa bahagia semuanya telah kembali dan berharap tak akan pergi lagi. Mereka berbincang mengingat masa lalu yang sangat membahagiakan, obrolan hangat tercipta di sana dengan senyum yang terpancar dari wajah mereka.