
Malam pun tiba di penuhi dengan gemerlap bintang dan lengkungan bulan sabit keindahan yang Tuhan berikan namun berbeda dengan hati seorang gadis yang kini duduk termenung dengan menggunakan setelan dress berwarna hitam di bawah lutut dengan model Midi Dress dengan sepatu high heels berwarna sedana dengan rambut panjang yang terurai.
Zia masih saja duduk termenung di depan cermin, padahal acara promnight akan segera di buka.Perasaannya tak enak seperti akan ada hal buruk yang akan terjadi, namun segera zia menepis pikiran buruknya itu, mungkin hanya perasaannya saja pikir Zia.
"Heehh males banget pake dress." batin Zia yang sedikit tak nyaman menggunakan dress.
Zayn sudah berangkat beberapa menit lalu karena harus menjemput sang pujaan hati dan juga patner nya di malam indah ini. Zia beranjak dari duduknya dan segera berangkat ke sekolah tempat di gelar acara promnight,kelas dua belas tak merayakan promnight di hotel mereka lebih suka merayakan di sekolah mereka karena untuk mengenang hari terakhir mereka di sini.
Zia berangkat menggunakan mobil Lamborghini kesayangannya yang berwarna hitam, malam ini Zia mengenakan warna yang serba hitam dari mulai dress, sepatu begitu juga dengan aksesoris nya, karena dia tak terlalu menyukai warna yang lain, toh dia datang juga tanpa patner jadi apa pedulinya pikir Zia.
"Semua membawa pasangan mereka la gue jomblo, tapi tak apalah.... mungkin malam ini akan ada yang menjadi pasangan terbaik." Zia berucap pada dirinya sendiri, karena semua sahabat dekatnya sekarang sudah memiliki pasangan terkecuali Zia, tadinya Zia ingin sekali mengajak Rayyan jadi patner nya tapi Zia yakin Rayyan tak akan datang, karena dia terlalu sibuk memikirkan perusahaan sang ayah, sedangkan Varo pasti sibuk dengan Raina.
Beberapa menit perjalanan sampailah Zia di gerbang sekolah terlihat nampak banyak mobil mewah terpakir rapih di parkiran mobil, Zia menyampingkan mobilnya di tempat yang masih kosong, mobil kakaknya juga sudah ada di sana beserta mobil sahabat yang lain.
Zia memasuki aula yang sudah ramai dengan siswa kelas dua belas beserta dengan pasangan mereka, tapi ada juga yang tak membawa patnernya mungkin mereka bernasib sama dengan Zia.Zia memang sangatlah cantik apalagi jika sudah melihat mata biru kehijauan nya mungkin semua yang melihat akan terhipnotis,banyak kaum adam yang menggilai kecantikan sang idola sekolah namun semua tak berani mendekatinya karena Zia sangat sulit untuk di dekati.
Semua mata tertuju padanya begitu juga para jomblo, melihat Zia tak datang bersama patnernya membuat para lelaki ingin menyambar tangan Zia untuk di jadikan patnernya.
"Wih cantik-cantik kok sendiri sayang."
"Abang siap jadi patnermu malam ini nona manis."
"gandeng lah aku Zia jomblo ni."
"Paling ngga laku makanya gak dateng sama patner."
"Sok-sok an jalan sendiri, kalau gak laku nggak usah sombong."
Dan masih banyak ocehan-ocehan tak bermutu yang keluar dari mulut mereka, namun Zia tetap berjalan anggun tak menghiraukan mereka, yang sekarang dia cari adalah kakak dan juga sahabatnya.
Akhirnya Zia menemukan Kakak dan juga para sahabatnya, mereka sudah duduk di kursi yang sudah di siapkan dengan patner mereka masing-masing, dan Zayn juga sudah menyiapkan bangku untuk Zia, karena Zayn tahu pasti Zia akan datang terlambat.
"Zia sini." panggil Mila yang melihat Zia, Zia segera mendekat dan duduk di samping kanan Zayn.
"Lo telat... kemana aja?." tanya Zayn, Zia tak menimpali ucapan sang kakak.
"Huh di cuekin lagi gue... " batin Zayn kesal karena Zia mengabaikan Zayn.Acara di buka karena waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam.MC lalu naik ke atas panggung memberikan sambutan untuk membuka acara malam ini.
"Selamat malam semua.... berbahagialah kepada kelas dua belas yang akan meraih masa depan kalian semoga sukses selalu ada pada kalian." ucap MC dengan semangat.
"Malam hari ini akan menjadi saksi atas perjuangan kalian selama tiga tahun bersekolah di sini, dan malam ini pula akan menjadi saksi perpisahan untuk kalian sebagai bentuk bahwa kalian sudah mampu untuk membangun masa depan.Dan malam hari ini mari kita buka acaranya semoga acara ini berjalan lancar." tambahnya lagi dan di bukalah acara promnight dengan penuh kebahagiaan dan tepuk tangan riuh di aula sekolah.
Acara pertama di buka dengan group band favorit sekolah dengan berbagai judul lagu. Mereka berjoget dan bernyanyi bersama menikmati alunan musik yang di mainkan.Hingga tiba acara kedua yaitu berdansa dengan patner masing-masing, dengan nuansa romantis, mereka semua berdiri berhadapan dengan patner mereka.Semau terlihat sangat serasi dengan setelan gaun dan tuxedo. Semua lelaki di wajibkan memakai tuxedo dan bagi perempuan harus mengenakan gaun.
Zia hanya duduk melihat kemesraan kakak dan sahabatnya, Mila dengan Yumna, Milla terlihat cantik mengenakan gaun dengan model Peplum Dress berwarna biru dongker dengan rambut yang di sanggul simplenya, dan aksesoris dengan warna senada, Mila dan Yumna terlihat sangat serasi, begitu juga Zayn dan Nancy yang terlihat manis menggunakan long dress berwarna navy, Siti dan Dika juga tak kalah romantis malam ini Siti terlihat lebih dewasa menggunakan Empire waist dress berwarna abu-abu.
Namun matanya tak sengaja menangkap pasangan yang tak asing di matanya ya mereka adalah Raina dan Varo. Raina terlihat cantik menggunakan dress dengan model Sabrina di atas lutut berwarna tosca, Zia hanya melihat Varo yang begitu dekat dengan Raina.
"Mereka memang serasi. " gumamnya memuji Varo dan Raina. Meski Zia tahu itu hanyalah sandiwara belaka, namun apa boleh buat Zia harus berpura-pura tak mengetahui apapun.Zia berlalu pergi agar Varo tak melihatnya.
Alunan musik klasik menambah kesan romantis mereka sangat menikmati dansanya apalagi berdansa dengan kekasih yang di cinta.Hingga beberpa menit acara kedua selesai sudah.Malam ini Varo menyumbangkan sebuah lagu untuk perpisahan sekolah. Nampak lampu panggung aula mati dan suara petikan gitar berbunyi.
Semua mata tertuju pada sang pemain gitar ya g sudah bertengger di kursi dengan gitar yang sudah di pegangnya. Varo memutar tubuhnya dan sekarang dia sudah menghadap ke semua siswa dengan senyum manisnya.
"Ini adalah sebuah lagu yang ku persembahkan untuk semua teman-temanteman-temanku dan juga para sahabat yang sudah mau menemaniku berjuang bersama." Ucap Varo sebelum dia menyanyikan lagu.Semua bertepuk tangan dan suasana menjadi hening.
Varo mulai memetik senar gitarnya dan mulai bernyanyi.Semua ternganga mendengar ternyata Varo menyanyikan lagu india dengan judul.....
👬Tera Yaar Hoon Main
(Akulah Temanmu)❤💞
Tu jo rootha toh kaun hasega
Kalau kau marah, siapa yang akan tertawa
Tu jo chhoota toh kaun rahega
Siapa lagi yang bisa mebuat kita tertawa
Tu chup hai toh yeh darr lagta hai
Kalau kau diam, jadi menakutkan
Apna mujhko ab kaun kahega
Siapa yang akan memanggil namaku sekarang
Tu hi wajah
Kaulah alasannya
Tere bina bewajah bekar hoon main
Hidupku sia-sia tanpamu
Tera yaar hoon main
Akulah temanmu
Tera yaar hoon main
Akulah temanmu
Aaja ladein phir khilono ke liye
Ayo berebut mainan lagi
Tu jeete main haar jaaun
Kau menang, aku kalah
Aaja karein phir wohi shararatein
Ayo melakukan keonaran lagi
Kau lari, aku terbunuh
Meethi si woh gaali teri
Manis seperti makian itu
Sun'ne ko taiyaar hoon main
Aku siap mendengarkan
Tera yaar hoon main
Akulah temanmu
Tera yaar hoon main
Akulah temanmu
Tera yaar hoon
Aku temanmu
Sajna de rang rangaaiyan ve
Jadikan suasana penuh warna
Sagna diyan sehnaiyan ve
Bangun
Dhol wajange yaar nachange
Aku akan bermain gendang
Lakh lakh deo badhaiyan ve
Menulis ucapan selamat
Khusiyan 'ch nachda main phiraan
Aku senang sekali
Hanjuan ton bachda main phiraan
Aku masih hidup
O jaate nahi kahin rishte puraane
Oh, jangan pergi ke tempat yang kuno
Kisi naye ke aa jaane se
Ketika seseorang yang baru
Jaata hoon main toh mujhe tu jaane de
Membiarkanku pergi darimu
Kyun pareshan hai mere jaane se
Kenapa aku jadi kesal?
Toota hai toh juda hai kyun
Kalau hubungan rusak, maka kita terhubung
Meri taraf tu muda hai kyun
Kenapa kau berbalik lagi ke arahku?
Haq nahi tu yeh kahe ki yaar ab hum na rahe
Kenapa kau tak mengatakan kalau kita bukan lagi teman?
Ek teri yaari ka hi
Temanmu hanya satu
Saaton janam haqdaar hoon main
Aku berhak mengatakannya padamu
Tera yaar hoon main
Akulah temanmu
Tera yaar hoon main
Akulah temanmu
Tera yaar hoon main
Akulah temanmu
Tera yaar hoon main
Akulah temanmu
Tring...... tring.... tring....
Dering telpon Zia berbunyi membuat Zia yang sedang menghayati lagu Varo terganggu, Zia langsung keluar aula untuk mengangkat telponnya agar dapat mendengar jelas siapa sang penelepon.