
Keesokan harinya seperti biasa mereka berangkat ke sekolah, Zia dan Zayn sudah masuk sekolah karena keadaan mereka sudah sangat baik.
Zia dan Zayn memasuki kelas dan sudah di sambut oleh teman temannya, karena mereka merindukan Zia dan Zayn. Mereka sangat senang karena Zia dan Zayn sudah masuk sekolah.
"Zia lo udah masuk, gue seneng banget lo bisa masuk sekolah lagi." teriak Mila karena sangat senang Zia masuk sekolah.
"Iya nih bosen di rumah mulu, jadi gue masuk sekolah aja." ucap Zia santai dan duduk di bangkunya.
"Zayn widih yang udah sehat lo, bagus deh gue seneng banget." celoteh Dika.
"Iyalah masa mau sakit mulu bosen tau,jadi lebih baik sekolah ketemu sama temen,kangen kumpul di kantin." ucap Zayn karena dia juga sangat merindukan teman temannya.
"bener nih kita juga kangen, gak ada kalian berdua gue jadi bosen di sekolah soalnya gak seru." ucap Yumna karena jika tak ada Zia dan Zayn mereka merasa bosan.
Zia hanya menyimak obrolan mereka karena itulah sifat Zia selalu diam jika membicarakan hal yang tak penting. Rayyan juga tak berniat ingin mengajak bicara ataupun menanyakan keadaan Zia, Zia menjadi aneh dengan perubahan sikap Rayyan terhadapnya.
"Ada apa dengan Rayyan? tak biasanya dia seperti ini, apa gue salah sama dia, kenapa sikapnya berubah dingin padaku,seperti dulu?." batin Zia mempertanyakan perubahan sikap Rayyan padanya. Zia hanya memandang Rayyan datar tanpa ekspresi, karena Rayyan juga menatap Zia dingin.
Varo yang melihat Zia sudah masuk sekolah hari ini dia mendekati bangku Zia.
"Zi, lo udah baik baik aja? kalau lo merasa gak enak badan ngomong ya." ucap Varo karena tak mau Zia kenapa kenapa, karena dia baru saja keluar dari rumah sakit.
"Gue udah gak papa kok, lo gak perlu khawatir." ucap Zia sambil tersenyum tulus.Dan itu membuat jantung Varo berdegup kencang, melihat senyuman tulus Zia, padahal Varo sering melihat Zia tersenyum, tapi berbeda dengan senyumannya sekarang, yang ini lebih tulus. Dan membuat siapa saja yang memandangnya akan langsung terpikat.
"Aduh Zi..... senyum manis banget buat jantung gue berdetak tak karuan." gumam Varo karena melihat senyum Zia.
Rayyan yang melihat Varo menatap Zia, dia memandang Varo dengan tatapan tak sukanya, namun sedikit tertutupi dengan wajah dinginnya.
"Syukur kalau lo udah sehat, gue seneng banget." ucap Varo senang.
Belum Zia selesai bicara dengan Varo, guru pun masuk, karena memang sudah masuk jam pelajaran.
Setelah jam pelajaran usai sebelum bel berbunyi guru wali kelas memberi pengumuman
"Anak anak ibu mau mengumumkan kalau minggu depan akan di laksanakan ujian kenaikan kelas, jadi kalian persiapkan diri untuk ujian besok." ucap wali kelas memeberikan pengumuman bahwa minggu depan sudah di laksanakan ujian akhir semester.
"Iya bu." ucap para siswa serempak
"What ulangan tengah semester, aduh gue takut gak naik kelas." ucap Dika kaget karena sebentar lagi akan di laksanakan ujian.
"Aduh biasa aja kali gak usah teriak, bikin malu aja." ucap Yumna yang duduk sebangku dengan Dika, sambil menutup telinga karena teriakkan Dika.
"Ya ya maaf soalnya gue takut gak naik kelas." tambah Dika lagi karena Dika males banget belajar.
"Gak usah takut, kita tinggal tanya aja sama Zia, pasti dia mau bantuin lo belajar." ucap Yumna agar Dika mau belajar.
"Heh emangnya Zia mau belajar bareng? lihat orang aja dingin banget, pasti gak bakal mau lah." ucap Dika kesal, karena Yumna menawarkan untuk belajar bersama Zia.
"Ya udah lo belajar sendiri biar gak tinggal kelas." ejek Varo.
"Awas ya lo." Dika bertambah kesal karena Yumna mengejeknya.
"heh berisik dengerin kalau guru lagi ngomong." ucap Mila yang duduk di depan bangku Yumna dan Dika, dia kesal karena dari tadi Yumna dan Dika debat.
"iya beb Dika nya rese." ucap Yumna karena tak mau Mila menyalahkannya.
"Ya sudah hanya itu pengumumannya.Kalau begitu ibu permisi." ucap guru dan berlalu pergi dari kelas.
Karena sudah jam istirahat mereka menyebar keluar, Zia, Zayn dkk pergi ke kantin seperti biasa mereka duduk berkumpul.
"Sekolah akhir akhir ini sangat aman dan damai tak ada lagi pembully an." ucap Mila karena sekolah aman dan tak ada yang membuat gara gara.
"Ya yalah kan mak lampir dkk udah out dari sekolah ini." ucap Siti.
"Bener tuh bosen gue liat dia ganggu gak jelas, sok sok an jadi orang kaya, nyatanya gak punya apa apa." ejek Dika.
Zayn melihat Rayyan diam sedari tadi, dari di kelas sampe sekarang istirahat masih aja diam.
"Heh... Yan sejak kapan lo jadi kaya batu gini?." ucap Zayn karena melihat Rayyan diam kaya batu.
"Tau ni anak dari di kelas diem mulu, ada masalah cerita aja, kita akan dengerin kok." ucap Yumna yang juga menyadari Rayyan diam sedari tadi.
"Gue gak papa cuma lagi males aja ngomong." ucap Rayyan datar.
"Oh jadi gitu." ucap Dika yang tak mau membuat Rayyan marah dan berhenti menggoda Rayyan karena di sedang dalam mode datar dan dingin.
Mereka menghabiskan makanan mereka karena jam istirahat sudah hampir habis.Zia juga hanya diam melihat Rayyan, dia juga sedang tak mau membuat situasi semakin buruk, karena mood Rayyan sedang tak baik.
Sepulang sekolah mereka berencana main ke rumah Varo, karena mereka belum pernah main ke sana.Namun katanya Rayyan tak bisa pergi ke rumah Varo karena ada yang harus dia lakukan. Sesampainya di rumah Varo, semua masuk dan para Art menyiapkan makanan.
"Wah rumah nya bagus banget." Puji Siti, karena rumahnya tak sebesar ini, namun lebih besar rumah Zia dan Zayn.
"Rumah gue juga bagus kok." ucap Dika asal, dan membuat Siti memandangnya aneh.
"Idih,ni anak lo lagi kasih kode? kalau suka udah cepet nyatain, nanti ke embat orang, kalau terlambat nyesel loh."Goda Yumna karena Dika tiba-tiba saja memberitahukan rumahnya setelah Siti mengatakan kalau rumah Varo bagus.
" Ih siapa juga yang kasih kode, gue cuma ngasih tahu."ucapnya tak terima.Karena Dika belum terlalu menyukai Siti.
Siti yang melihat Yumna dan Dika mulai berdebat akhirnya pergi meninggalkan mereka berdua dan menyusul Mila dan Zia.Karena tak mau mendengar ocehan mereka yang tak penting.
"Tuh kan Siti nya ngambek.... heh Zayn tunggu gue." Ucap Yumna karena Siti pergi dan berlari menyusul Varo dan Zayn. Di susul dengan Dika karena dia di tinggal sendiri.
Mereka menghabiskan waktu di rumah Varo dari mulai makan, main games dan lain sebagainya. Dan mereka merasa sudah lelah akhirnya mereka semua memilih untuk istirahat sambil makan cemilan dan mengobrol sesekali mereka bercanda. Zia sudah merasa bosan dan ingin izin pulang, namun Zayn masih ingin main di rumah Varo.
"Kak gue balik ya, cape nih mau istirahat.Kalau kakak masih ingin di sini ya udah, gue duluan ya. " pamit Zia karena dia baru saja pulih jadi Zia ingin pulang cepat dan istirahat di rumah.
"Ya udah, tapi lo gak papa kan balik sendiri, gue masih pengin main." ucap Zayn karena msih betah di rumah Varo.
"Iya santai aja kali, kalau lo masih pengin di sini juga gak papa, tapi jangn pulang terlalu malam ya kak." ucap Zia sambil mengingatkan Zayn agar pulang yak terlambat.
"Ya udah lo hati hati di jalan, kalau udah sampe rumah jangan lupa minum obat." tambah Zayn karena Zia tak boleh lupa minum obat.
"Iya bawel, ya udah gue balik dulu ya, Ro, Nan gue balik sekarng ya." ucap Zia berpamitan pada teman temannya.
"iya ati ati di jalan." ucap Nancy.
"Yoi." ucapnya singkat, dan langsung keluar dari rumah Varo.
Varo hanya memandang biasa saja, karena Zia seperti nya sedang lelah, jadi lebih baik Varo membiarkannya pergi, karena Zia baru saja sembuh. Zayn melanjutkan main setelah Zia pulang, karena Zayn bosan dan suntuk jadi dia tak ikut pulang,apalagi dia baru saja keluar dari rumah sakit.