
Beberapa hari setelah pembalasan dendam mereka, mereka bisa istrahat dengan tenang, karena besok mereka sudah masuk kesekolah dan menjadi kelas 12 . Mereka sudah mempersiapkan untuk sekolah besok, dan hari ini semua temannya sudah berkumpul di Vila Zia dan Zayn rumah baru mereka. Nancy dan Varo juga sudah kembali dari kota P tadi malam mereka baru sampai, sedangkan Rayyan ayahnya sudah mulai pulih, dari awal liburan sekolah mereka mempunyai kesibukan masing-masing jadi mereka tak bisa berkumpul di hari libur dan ini adalah waktu yang tepat.
Mereka akan menghabiskan waktu bersama karena mereka baru bertemu sekarang, jadi mereka akan bermain bersama hingga bosan.
Zia dan Zayn pun keluar dari kamarnya dan ikut bergabung dengan teman-temannya.Mereka menghabiskan waktu bersama dan di isi dengan canda tawa hingga waktu sore mereka semua pamit pulang karena besok mereka sudah masuk sekolah.
...----------------...
Keesokan harinya mereka memasuki sekolah yang sangat luas kini mereka sekolah setahun lagi dan itu membuat mereka senang akhirnya mereka bisa keluar sekolah remaja menuju kedewasaan dan kemandirian.
Seperti biasa mereka selalu bersama walaupun kadang Yumna dan Dika selalu kencan dan juga sibuk dengan kekasih mereka. Namun Zia dan Zayn masih tetap sama seperti tahun lalu masih jomblo begitu juga Rayyan, Varo dan Nancy.
Mereka sedang berada di kantin sekolah jiwa-jiwa malas Zia sedah terlihat di wajahnya pasalnya dia sangatlah malas menyelesaikan sekolah yang masih setahun lagi.Mereka hanya berlima saja karena keempat sahabat nya sedang sibuk dengan dunia bucin mereka.
"Huft..... males kapan selesai sekolahnya. " gerutu Zia malas karena sudah bosan belajar.
"Sabar napa setahun lagi juga kelar."
"Heh mereka kemana sepi amat gak dengerin celoteh mereka." Tanya Varo karena merasa ada yang kurang karena sekarang serasa lebih garing tanpa keempat sahabat mereka.
"Lah biasa jiwa bucin nya sudah tak terkendali." jawab Nancy dengan masih memakan makanannya.
"Iya lah mereka jadi super bucin." tambah Zayn menimpali ucapan Nancy. Dan membuat Nancy sedikit gugup jantung nya tiba-tiba berdegup sanah tak beraturan.
"aduh gak usah kek gini napa malu kalau nanti ada yang denger." Batin Nancy sambil memegangi dadanya.
"Heh kenapa? lo sakit." timpal Rayyan yang melihat Nancy memegangi dadanya.
Mereka semua menoleh kearah Nancy, dan itu membuat pipinya memanas dan berubah menjadi semua merah karena menahan malu.
"Ehh... gak gue sehat gak papa." jelas Nancy gelagapan karena melihat Zayn terus memandangi nya.
Rayyan juga tak mengalihkan pandangannya pada Zia karena dia memang ingin bisa dapetin hati Zia tapi Rayyan tak berani mengungkapkan perasannya karena dia juga tak mau kalau Varo nantinya sakit hati, dan Rayyan tak mau menghancurkan persahabatan mereka.Vari yang melihat Rayyan tak mengalihkan pandangan dari Zia, Varo sadar akan cinta Rayyan yang tulus pada Zia, Varo juga sudah rela untuk bisa melepaskan Zia yang terpenting Zia bahagia karena Varo juga tak akan bisa bersama Zia lebih lama dan dia mencoba menjauh agar nantinya ketika Varo tiada Zia bisa cepat mengikhlaskan kepergian Varo dengan mudah.pikirnya.
Zia yang merasa di tatap langsung menoleh ke tempat orang yang menatapnya tanpa mau berpaling. Zia tersentak ternyata sedari tadi yang memperhatikan dirinya adalah Rayyan namanya sudah membuat tersimpan dalam hati Zia. Zia pun sedikit grogi namun masih dengan tatapan malu-malu sambil sesekali mencuri pandang mendapati tatapan itu dan Zayn juga melihat itu semua.
"ekhemmm." deheman Zayn membuat dua pasang yang sedang bertatap namun masih malu itu menjadi gelagapan mendengar deheman keras Zayn.
"Udah selesai acara malu-malu nya kalau udah saling cinta nyatain aja gak usah repot saling tatap dalam diam." goda Zayn dan membuat Zia dan Rayyan malu apalagi sekarang pipi Zia sudah merah karena kakaknya terang-terangan menggodanya.
"Heh mulut lo ya gak bisa di jaga, lo ngaca napa kak kali-kali biar sadar ada perasaan yang lo abaikan selama ini, udah deh gak usah kaya Sasuke yang terlalu terobsesi oleh dendam hingga tak peduli cinta dan perasaan." celoteh Zia membalas Zayn yang selalu menggoda Rayyan dan Zia.
Mata Nancy membulat sempurna karena Zia mengatakan Zayn mengabaikan perasaan yang pasti Nancy berpikiran kalau Zia tahu Nancy menyukai Zayn, namun Zayn hanya ber"oh"ria mendengar ocehan Zia.
"apa urusannya sama Sasuke beda lah kalau ada yang suka sama gue bilang aja tapi ingat satu hal gue belum bisa terima dia jadi kekasih gue, karena gue masih mau bahagian adik kesayangan gue." jelas Zayn dan mendapat sentilan di jidat Zayn.
Peletak.....
"Aduh.... gak usah gitu napa sakit tahu." kesal Zayn sambil memegangi keningnya.
"Makasih kakak gue yang tampan tapi lo udah buat gue bahagia embe dan sekarang udah deh kita lupain masa lalu dan lo harus bahagiain diri lo. Gue itu udah besar jadi lo gak usah khawatir." jelas Zia karena bingung dengan jalan pikir kakaknya itu, Zia memang sangat bahagia ketika Zayn menyayangi Zia namun Zia juga ingin melihat kakaknya itu bahagia Zia juga sangat menyayangi kakaknya itu.
"ya.... yaa sekarang kita lupain masa lalu kita dan mulai kebahagiaan baru, dan selalu tersenyum meraih masa depan yang indah." celoteh Zayn puitis.
Semua hanya melihat ocehan kakak beradik yang saling menyayangi tanpa sadar Rayyan dan Varo ikut mengulum senyum kebahagiaan karena Zia dan Zayn selalu bersama walaupun masalah selalu menimpa mereka berdua, dan terpancar di mata Zayn bahwa dia sangat menyayangi Zia meski dia juga harus hidup sudah bersama.
Nancy juga melihat berapa bahagianya kedua saudara itu mereka saling melepas kebahagiaan dari sekian banyaknya rintangan dan masalah yang menghujami mereka namun karena kebersamaan mereka selalu berhasil dengan kemenangan dan kebahagian.
"gue juga akan buat lo bahagia kak karena lo selalu buat gue bahagia dan suatu saat nanti gue akan menyatukan cinta kalian gue yakin Kak Zayn juga ada rasa namun dia hanya masih belum menyadari nya dan untuk Nancy gue akan buat cinta lo gak bertepuk sebelah tangan karena gue gak mau perasaan lo kaya Varo, dan itu semua gue lakuin untuk membahagiakan hati Varo juga." batin Zia muali hari ini Zia bertekad akan terus membuat Zayn bahagia dan mendapatkan balasan kebaikan yang setara yang selalu Zayn berikan pada Zia adiknya.