
Selesai membersihkan diri dan mengganti pakain, Rayyan dan Varo bergegas pergi ke rumah sakit, mereka berdua menggunakan satu mobil, Varo melakukan mobilnya sedikit ngebut, karena jalanan juga masih sepi karena masih pukul tiga pagi, jadi bumi terlalu banyak kendaraan berlalu lalang.
Beberapa menit mereka akhirnya samapai di rumah sakit,Rayyan dan Varo segera mencari ruang UGD. Sesampainya di ruang UGD, mereka melihat semua sedang menunggu di luar ruangan.
"Mil gimana keadaan Zia dan Zayn?." tanya Rayyan khawatir.
"Iya gimana keadaan mereka berda?." tambah Varo.
"Zayn udah di bawa ke ruang rawat karena lukanya tak serius,kak Arham dan kak Riska juga Siti mereka sekarang sedang menemani Zayn di ruang rawat." jelas Mila karena baru Zayn yang di pindahkan ke ruang rawat, karena lukanya tak serius.
"Lalu Zia masih di tangani di ruang UGD, kata dokter kondisinya masih kritis, karena pelurunya hampir mengenai jantungnya, dan sekarang sedang di lakukan tindak operasi."tambah Mila dia sangat sedih, lalu Yumna menenangkan Mila karena Yumna tau kalau Mila sedih karena Zia sedang dalam masa kritis. Yumna megusap punggung Mila.
" lo sabar, kita berdoa aja semoga Zia bisa melewati semua ini."ucap Yumna menenangkan Mila, Mila pun memeluk Yumna dan menangis di pelukannya.
"Semoga Zia gak papa." ucap Rayyan.
"Zi lo kuat gue sayang lo semoga lo bisa selamat." batin Varo karena setelah mendengar penjelasan Mila da juga tak mau kehilangan Zia.
"Dia pasti bisa sembuh, gue tau lo kuat Zi, gue gak mau kehilangan lo." gumam Rayyan karena tak mau kalau Zia mati.
"Yumna lebih baik lo dan yang lainnya ganti baju dan bersihin diri, lihat wajah sama baju lo semua kotor kena darah, sekarang biar gue sama Varo yang tunggu di sini."kelas Rayyan karena melihat Yumna dan Yang lainnya masih belum membersihkan diri padahal Siti udah bawain baju ganti mereka semua.
"Iya sama kalian istirahat dulu, pasti kalian kecapean, udah biar kita yang di sini." ucap Varo karena melihat mereka seperti kelelahan.
"Ya udah gue sama yang lain ganti baju dulu. " ucap Yumna dan di angguki oleh yang lainnya.
Yumna dan yang lainnya pun pergi mencari kamar mandi umum, dan beristirahat sejenak karena mereka belum istirahat sejak semalam, karena mereka menunggu Zia yang sedang di operasi.
Satu jam berlalu akhirnya operasi berjalan lancar, dokter akhirnya keluar dari ruang operasi. Rayyan dan Varo segera mendekati dokter dan menanyakan kondisi Zia.
"Dok bagaimana kondisi teman saya?." tanya Rayyan tak sabar.
"Operasinya berjalan lancar dan sekarang kondisinya stabil kita hanya menunggu dia sadar dan kita akan pindahkan nona Zia ke ruang rawat." jelas sang dokter.
"Syukurlah kalau begitu maksih dok." ucap Varo senang karena keadaan Zia membaik.
"Iya sama sama kalau begitu saya permisi, nanti suster yanga akan memindahkan nona Zia ke ruang rawat." pamit Dokter.
"Iya dok Terima kasih banyak." ucap Rayyan.
Para suster pun memindahkan Zia di ruangan rawat dan satu kamar dengan Zayn. Sesampainya di sana mereka yang melihat Zia sudah di bawa ke ruang rawat sangat senang, berarti operasinya berjalan lancar.
Zayn sudah sadar karena kondisinya sudah membaik, dan Zayn melihat kalau adiknya sudah di bawa ke ruang rawat berarti dia sudah berhasil melewati masa kritis.
Zia di rawat di dekat barnkar Zayn, Zia dan Zayn di rawat di dalam satu ruangan jadi itu memudahkan teman temannya merawat mereka.
"apakah Zia baik baik saja sekarang?." tanya Zayn yang melihat kondisi Zia.
"keadaannya sudah stabil dan kita tinggal menunggunya sadar.Kalau begitu saya permisi" ucap Suster itu dan pergi dari ruangan itu.
"gimana keadaan lo?." tanya Rayyan.
"gue udah baik baik aja lo gak usah khawatir." ucap Zayn.
"Syukur deh kalau gitu." ucap Rayyan karena keadaan Zayn sudah membaik.
"Lebih baik kalian semua balik istirahat." ucap Zayn karena melihat mereka semua masih setia menemani Zia dan Zayn.
"Tapi lo kan baru aja membaik, masa kita tinggalin." ucap Varo.
"Gak papa nanti biar gue yang jagain adek gue." jelas Zayn karena keadaannya sudah pulih.
"Ya udah kita balik dulu ya, besok kita kesini lagi, kalau Zia sadar cepet hubungi kita."ucap Riska.
" Iya kabarin yak kak."ucap Situ karena ingin tahu keadaan Zia.
" Iya kalian tenang aja nanti gue kabarin kalau Zia udah sadar, Rayyan, Varo lo juga pulang istirahat."suruh Zayn karena Rayyan dan Varo juga pasti belum istirahat.
"gue mau tunggu sini aja." ucap Rayyan dan Varo barenagan.
"idih para pangeran saking khawatir nya sampe barenagan ngomongnya." goda Arham karena dia tahu kalau Rayyan dan Varo menyukai Zia.
"Ih gak kok Zia itu sahabat gue. Jadi gue mau tunggu di sini." ucap Varo, karena dia tak mau pergi meninggalkan Zia.
"gue juga temannya jadi gue mau di sini aja." ucapnya tak kalah dengan Varo.
Karena tak mau mendengar Rayyan dan Varo bertengkar akhirnya Zayn langsung menyela ucapan mereka berdua, karena tak mau mendengar ocehan mereka, karena pasti tak akan ada yang mengalah.
"Ya sudah kalau lo berdua mau tetep di sini jagain Zia, tapi kalau gue denger kalian debat, gua akan langsung usir kalian dari sini." ancam Zayn, karena tak mau ada yang menganggu istirahat Zia.
"Asyiyap bambang kita gak akan ribut kok." ucap mereka barenagan.
Zayn hanya terkekeh melihat kelakuan dia cogan itu, karena selalu berebut untuk bisa mendapatkan hati Zia.
"Ya udah Zayn kita balik ya." ucap Riska.
"lo baik baik ya di sini soalnya ada dua curut tuh di sini." ucap Arham karena dia tahu kelakuan Rayyan dan Varo.
"heh lo katain kita crut awas ya." ucap Varo dan akan mengejar Arham namun Zayn cegah.
"Varo.... apa lo mau keluar sekarang." ancam Zayn dan membuat Varo langit diam, dan memohon pada Zayn.
"ok....tapi janji gak akan berisik di sini apalagi ribut" ucap Zayn tegas.
"iya iya gue janji." ucap Varo. Dan dia pun duduk di sofa.
Jangan merasa bosan Rayyan dan Varo jadi mengantuk dan keduanya akhirnya tertidur karena kelelahan.
"katanya mau jagain eha malah molor... dasar." ucap Zayn sambil menggelangkan kepala karena melihat tingkah aneh Rayyan dan Varo,jika di lihat lihat mereka itu seperti Naruto dan Sasuke yang selalu ribut hanya karena hal sepele namun mereka tetaplah patner sejati.
...----------------...
Tiara mondar mandir di kamarnya, dia belum juga mendapat kabar tentang David yang sedang menyelidiki hilangnya Rizky. Tiara khawatir kalau terjadi sesuatu pada David seperti yang di alami Rizky,Tiara mencoba menelpon tapi nomornya tak bisa di hubungi.
"aduh kenapa sulit sekali menghubungi mu David." ucap Tiara sambil masih menghubungi nomor David.
Masih belum bisa di hubungi, akhirnya Tiara memutuskan kerumah David.Tiara segara bersiap untuk ke rumah David.
"Mama." panggil
Tiara menoleh karena ada yang memanggilnya ternyata itu adalah Fika.
"Eh Fika sayang." ucap Tiara.
Fika mendekat ke mamanya karena Fika tahu kalau mamanya akan pergi, jadi Fika memanggilnya.
"Mama mau ke mana kok rapih banget?." tanya Fika karena melihat penampilan mamanya yang rapih.
"Mama mau ketemu sama Om David, apa kamu mau ikut?."
"Ketemu paman aku ikut ya mah soalnya Fika bosen di rumah, temen gak ngajak main hari ini." ucap Fika karena bosan di rumah.
Semenjak dikeluarkan Fika dkk hanya bermain saja, mereka tak ada niatan untuk melanjutkan sekolah, namun Tia di pindahkan ke luar negeri oleh orang tuanya untuk bisa lebih fokus belajar dan tidak bermain-main dalam belahar. Fika belum ada niatan ingin sekolah begitu juga dengan Rara dan Adel. Mereka bertiga lebih suka bermain menghabiskan waktu untuk hal yang tak penting.
"Ya udah kamu siap siap, mama tunggu di mobil ya." ucap Tiara.
"ya mahh Tunggu ya Fika bersiap dulu." ucap Fika dan berlari ke kamarnya.
Selesai bersiap Tiara dan Fika langsung pergi ke rumah David. Beberapa menit kemudian akhirnya Tiara dan Fika sampai di kediaman David.
Ting..... Tong....
Tiara memencet bel rumah David, setelah beberpa saat pintu pun terbuka dan yang membuka pintu adalah pembantu rumah David.
"Eh nyonya Tiara silahkan masuk." ucap pembantu itu dan mempersilahkan Tiara dan Fika masuk, karena pembantu itu tahu kalau Tiara adalah kakak dari majikannya.
"Iya" ucap Tiara dan masuk ke dalam bersama dengan Fika.
"Silahkan duduk nyonya saya biarkan minum dulu." ucap pembantu itu mempersilahkan duduk dan pergi ke dapur untuk menyiapkan minum.
Tiara dan Fika pun duduk, dan beberapa saat pembantu itu membawa nampan dan meyimpan minum di meja.
"oh ya bi David nya ada?." tanya Tiara to the poin.
"Tuan David sudah beberapa hari tak pulang mungkin beliau sibuk, saya juga tak tahu menahu tentang tuan David." jelas pembantu itu karena sudah beberapa hari tuannya pergi dan belum pulang ke rumahnya.
"Jadi David belum pulang." panik Tiara.
"sudah lah ma, paman pasti pulang mama gak usah khawatir." ucap Fika menenangkan mamanya agar tak khawatir.
"Ya sudah bi kalau begitu saya pamit, kabari saya kalau David sudah pulang." ucap Tiara dan beranjak dari tempat duduknya.
"baik Nyonya saya akan memberi tahu anda jika tuan sudah kembali." ucap pembantu itu dan mengantar Tiara dan Fika keluar.
"sebenarnya ada apa? kenapa mama mencari paman, apa telah terjadi hal yang buruk?." batin Fika dalam hati karena mamanya seperti khawatir dengan pamannya.
Tiara dan Fika akhirnya pulang karena David tak ada di rumahnya.Di mobil Fika bertanya kenapa mamanya mencari pamannya.
"Ma sebenarnya ada apa kenapa mama mencari paman?." tanya Fika penasaran.
"Mama khawatir terjadi sesuatu pada pamanmu, karena beberapa hari lalu mama meminta bantuan pamanmu untuk menyelidiki hilangnya Rizky kakakmu yang tak bisa di selidiki oleh polisi, karena David pamanmu adalah seorang mafia sama seperti Rizky, jadi mama meminta bantuannya." jelas Tiara.
"Oh jadi karena itu, tapi mah m paman David sudah tak pulang ke rumah, apa jangan jangan dia juga menghilang seperti kakak?." tanya Fika panik karena pamannya seperti Rizky hilang tanpa kabar.
"kamu gak usah aneh aneh sayang, mama yakin pamanmu pasti akan membuka kasus ini." ucap Tiara menyela ucapnya Fika anaknya.
"Tapi mah mamah kan udah telepon berulang kali, tapi paman tak menjawabnya dan tak mengabari mama bahkan nomornya sudah tak aktif, paman David tak akan melakukan hal itu, paman sana gta menyayangi kita mah." ucap Fika karena mamanya tak percaya.
"kamu benar sayang, mama juga tak akan percaya kalau David akan melakukan hal itu." ucap Tiara karena dia juga menyadari kalau David tak mungkin melakukan hal itu karena dia sangat menyayangimu kakak dan keponakannya.
"Ya sudah lebih baik kita sekarang kita lapor polisi saja." usul Fika karena dia juga tak mau mamanya sedih, karena dia sudah kehilangan Rizky dak sekarang David adiknya.
"ini pasti ulah kalian berdua gue sekarang gak akan tinggal diam mereka sudah sangat keterlaluan awas sama, kalian tak makan hidup tenang." batin Fika dan bertekad untuk membalas Zia dan Zayn karena Fika yakin mereka berdua adalah pelakunya.
Fika dan Tiara akhirnya melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian karena tak tau lagi harus berbuat apa.
Itu adalah sebuah balasan bagi yang sudah melakukan kejahatan tanpa mau mengakuinya. Mereka akan terus dalam jeratan kesialan sampai mereka mau mengakuinya.
Ingat...!! karena kejahatan pasti akan terungkap.