Zia And Zayn Pair Of Mafia

Zia And Zayn Pair Of Mafia
bag-75



Nancy kembali bersama dengan semua temannya, untuk melihat keadaan Zia merka yakin jika Zia tak papa. Sesampainya di sana Nancy dkk melihat sudah ada ayah dan kakek Zia dan Zayn. Mereka semua menyalami Ilham dan juga Hiashi , namun mereka tak melihat Zayn.


"Maaf kakek.... Zayn pergi kemana?." tanya Nancy karena dia tak melihat Zayn.


"Dia sudah pulang untuk mengganti pakaiannya, kakek yang menyuruhnya pulang." jelas Ilham, merka semua hanya mengangguk mengerti.


"Lalu bagaimana keadaan Zia?." tanya Mila yang penasaran keadaan Zia.


"Zia masih kritis dan sementara waktu dokter melarang kita menemuinya, sekarang yang Zia butuhkan adalah donor jantung, jika tidak dia tak akan selamat." jelas Ilham dengan raut wajah sedih.Ilham juga sudah menyuruh mafioso nya mencari donor jantung di setiap rumah sakit.


Mereka semua terkejut mendengar keadaan Zia yang memprihatinkan.


"Lalu bagaimana? apakah sudah ada donor nya." tanya Dika penasaran.


"Sampai saat ini saya belum mendapat informasi dari bawahan saya."


"Semoga saja Zia segera mendapat donor." ucap Siti, mereka berharap Zia segera mendapatkan donor jantung.


"Lebih baik kalian pulang, lihat sepertinya kalian kelelahan.... kalian pulang saja biar saya dan Hiashi yang menunggu Zia, nanti jika ada kemajuan tentang Zia saya akan beritahu kalian." jelas Ilham yang melihat jika teman-teman kedia cucunya kelelahan.


"Iya kalian pulanglah dulu, orang tua kalian pasti khawatir jika kalian belum pulang." tambah Hiashi, dia juga tak mau jika orang tua mereka sampai mencari.


Mereka tampak berfikir, benar merka memang sangat lelah karena tadi membantu melawan aeranagn dadakan di sekolah, dan mereka belum istirahat sedari tadi.


"Ooh baiklah kalau begitu kami permisi." pamit Yumna, mereka pun menyalami tangan Ilham dan Hiashi dan pergi beranjak dari rumah sakit.


"Hati-hati di jalan, kalian tidak usah khawatir Zia akan baik-baik saja." jelasnya sebelum mereka semua pergi.


"Iya kek.... " jawab mereka serempak.Nancy tak ikut pulang bersama teman-teman nya karena dia masih ingin menunggu Varo siuman.


"Bolehkan jika aku melihat Zia dari jauh kek?aku sangat ingin melihat keadaannya." Nancy meminta izin pada Ilham dan Hiashi.Mereka pun hanya mengangguk mengerti.Nancy mendekati jendela dimana dia bisa melihat Zia yang terbaring lemah sama seperti Varo.


"semoga kau cepat mendapatkan donor jantung Zia ku yang manis, aku sangat menyayangi mu sama seperti aku menyayangi kakakmu." batin Nancy dia berharap Zia segera mendapatkan donor, Nancy sangat menyayangi nya, karena semenjak dia menjadi kekasih Zayn.


Setelah lama memandang Zia, Nancy pun meminta izin akan kembali ke ruang rawat Varo kepada Ilham dan Hiashi.


"Nak kenapa kau tak pulang?." tanya Hiashi di saat melihat gadis itu kembali menemui Hiashi dan Ilham.


"Tidak om, saya sedang menunggu sepupu saya di rumah sakit ini, dia sedang di rawat di lantai tiga." jelas Nancy, dia sedikit gugup karena yang bertanya adalah ayah dari kekasihnya.


"Ooh jadi begitu, lalu bagaimana keadaannya m." tanya Ilham.


"Dia masih belum sadar kek, jadi saya akan menemani nya sampai dia siuman."


"kalau begitu saya permisi." pamit Nancy.


"Baiklah hati-hati di jalan, salamkan salam dariku pada sepupumu jika sudah dia sadar ." tambah Ilham, Nancy hanya mengangguk dia pun berlalu pergi ke ruang rawat Varo.


...----------------...


Zayn memberhentikan mobilnya di markas mafianya,wajahnya mereka padam menahan amarah, sebelum Zayn ke rumah sakit membawa Zia, dia menyuruh Riska dan Arham untuk membawa gadis yang telah melukai asik kesayangannya ke markas, karena Zayn yang akan memberikan ganjaran atas apa yang dilakukan olehnya.


Brak.....


Byuur.....


Arham menyiramkan air panas ketubuh gadis itu dengan kasar, dia juga sangat marah karenanya sang Queen sedang bertaruh hidup dan mati, Arham dan Riska sudah di beritahu oleh Ilham, kini mafia mereka sudah bersatu dan itu membuat mafia Zia dan Zayn bertambah kuat. Ilham memberitahukan pada Arham untuk segera mencari donor jantung untuk Zia, dia juga menyuruh tangan kana mafia Ilham membantu mencari.


"Aaaaa panas.... panass..... " jerit nya karena air panas itu mengenai tubuhnya, Zayn berjongkok dan menengadahkan kepala gadis itu dengan menjambak, dia sedikit terkejut karena gadis itu tak asing di mata Zayn.


"Kau.....?! Rara apa yang kau lakukan hah...?!." bentak Zayn ternyata gadis itu adalah Rara teman satu sekolahnya dan geng dari Fika.


"Brengsek lo..... kenapa lo nyerah Zia tiba-tiba hah?!. " suara Zayn meninggi meminta penjelasan. Rara hanya tersenyum mengejek, dan memandang remeh Zayn.


"Gue balas dendamlah apalagi? Zia udah buat hidup gue hancur, semenjak gue di keluarkan dari sekolah ayah gue marah dan ngusir gue satu rumah, hingga akhirnya gue buat komplotan buat bisa bunuh cewek gak tahu diri itu." umpat Rara dia mengungungkap kan isi hatinya, dia sakit hati pada Zia,karena Zia dia di usir oleh ayahnya, hingga dia berencana ingin membalas dendam dan membangun sebuah komplotan bersama para preman jalanan.


"Heh lo sadar.... lo yang gak punya harga diri?! ingat satu hal karena lo udah ngusik adek gue, maka hari ini adalah hari terakhir lo berpijak di dunia ini."ucap Zayn dan tersenyum iblis, sudah lama Zayn tak bermain, dan kini jiwa psikopat nya meronta meminta jatah.


"Gue gak takut...." remeh Rara.


"Ooh ternyata lo berani ya... ok ayu kita mulai permainannya." Zayn melepaskan jambakan di rambut Rara dengan kasar. Zayn mengambil besi yang sudah Arham panaskan dengan api, membuat besi itu merah menyala.Rara yang melihatnya menjadi takut, ternyata Zayn akan sangat ganas bahkan lebih gans dari srigala.


"Kau salah berhadapan dengan musuh nona... " seringai nya dengan mendekatkan besi panas itu tepat di depan wajah Rara.Rara menjadi sangat ketakutan hawa panas sudah menjalar di wajahnya, tubuhnya bergetar karena kapan saja Zayn bisa melukai wajah Rara kapan saja.


"A-apa yang mau kau lakukan." ucapnya dengan bergetar, sekarang Rara benar-benar ketakutan.


"Hahaha.... lihatlah dirimu, mana dirimu yang angkuh itu nona." Zayn tertawa dengan sangat menyeramkan, dia puas melihat wajah pias Rara.


Zayn sudah tak sabar, dengan perlahan namun pasti Zayn mulai menempelkan besi panas itu di pipi mulus Rara, membuat sang empu menjerit kesakitan kulitnya sudah melepuh, hingga terlihatlah daging pipinya.


"Bunuh saja aku.... Aaaaa perih sekali.... " rintihanya, Zayn tak memperdulikan rintihan Rara, dia malah menyukai rintihan Rara yang bagi dirinya adalah melodi yang sangat merdu.


Mereka yang mendengar rintihan pilu Rara dan juga tawa Zayn yang seperti psikopat yang haus darah, membuat mereka begidik ngeri membayangkannya saja sudah membuat merinding apalagi kenyataan, mereka baru melihat sang King begitu menyeramkan, hanya karena Rara melukai Zia hingga masuk rumah sakit membuat Zayn berubah menjadi iblis.


"Menjerit lah rubah, aku suka rintihanmu itu." ucap Zayn dengan tawa iblisnya.Kini sungguh Zayn yang terkenal baik dan ramah berubah menjadi iblis pembawa maut.


Zayn terus menempelkan besi panas itu di bagian tubuh Rara seperti di wajah, punggung dan bagian tubuh lainnya, sampai Rara tak bisa menjerit lagi karena saking sakitnya. Setelah puas dengan permainan besi panasnya, Zayn ingin menyudahi permainannya, dia mengambil pistol dan menarik pelatuknya.


"Aku sudah bosan main nona, lihat wajah dan tubuhmu menjadi sangat indah karena ukiran besi panasaku,mari kita akhiri gue akan bebasin lo sekarang bye...... " Zayn mengucapkan kata perpisahan dengan raut wajah yang di buat sedih.Zayn menembak di bagian yang sama dengan yang Zia dapatkan dan.......


Dor.... dor... dor....


Peluru sudah keluar dari sarangnya, suaranya menggema di segala penjuru markas, tiga peluru menembus jantung Rara hingga membuatnya mati seketika dengan wajah dan tubuh yang sudah melepuh akibat besi panas.


"Arham.... " panggil Zayn.


Arham segera menghampiri Zayn, matanya langsung tertuju pada jasad Rara yang begitu memprihatinkan, membuat Arham meneguk salivannya kasar, ini pertama kalinya melihat Zayn menyiksa dengan sangat sadis.


"Iya king." Arham membungkukan badanya memberi hormat.


"Singkirkan jasad wanita tak tahu diri ini, dan bereskan semuanya." ucapnya lalu beranjak pergi keluar dari markasnya tanpa pamit, King mah bebas.


"Huh dasar tak sopan...."gerutu Arham kesal, pasalnya entah itu Zia atau Zayn sifatnya sama saja. Arham segera membereskan semuanya melihat jasad Rara membuatnya mual karena kulitnya melepuh memperlihatkan daging serta darah segar di sekitar tubuhnya.