
Teman-tenan Zia dan Zayn sudah sampai di markas utama Pair Dragon Blood mereka semua turun dari mobil dan akan beranjak masuk ke markas, namun sebelum itu mobil Rasyid dan mobil Ilham juga sudah sampai di sana.Lalu Zia dan Zayn pun keluar menemui mereka semua.Teman-teman Zia dan Zayn begitu juga dengan Zia dan Zayn mereka masih memakai topengnya karena Fika belum mengetahui nya.
"Rasyid bawa dia ke ruang siksa bersama dengan wanita itu, dan ikat di di kursi, kami akan segera kesana." Titah Zayn tegas karena mereka berdua sudah tak sabar akan menghabisi wanita dan anak itu.
"Baik King." Ucap Rasyi dan masuk kesana bersama dengan bawahannya yang masih memegangi tangan Fika. Fika hanya diam mengingat tadi ancaman Rasyid di mobil, dia tak berani berkata sepatah kata pun.
Rasyid pun membawa Fika ke ruangan siksa dan dia sangat terkejut karena Tiara sudah berada di sana.
"Mamah.... " teriak Fika dan berusaha melepaskan diri namun mereka sangat kita jadi Fika tak bisa lepas.
"Fika kenapa kau bisa tertangkap?." Tiara pun tak kalah terkejutnya ternyata Zia dan Zayn juga sudah menangkap Fika putrinya.
Belum Fika menjawabnya bawahan Rasyid menarik tubuh Fika dan jatuh tepat di kursi dia langsung diikat oleh bawahan Rasyid. Tiara marah Fika di perlakukan seperti itu.
"Heh.... kau berani sekali melakukan itu pada anakku, kalian akan tahu akibatnya jika kalian kasar padan Putriku. " Marah Tiara yang melihat Fika di perlakukan kasar.
Rasyid dan para bawahannya yang mendengar itu tertawa dan langsung memasang wajah seramnya.
"Akibat apa hah..... Bukankah kau dan putrimu itu yang akan menemui ajal sebentar lagi, kau mau melakukan apa sekarang." ejek Rasyid namun masih dengan wajah seramnya
"Dia memang tak tahu diri ketua, sudah mau mati saja banyak bacot." ucap salah satu bawahan Rasyid.
"sudah kita keluar tinggalkan saja mereka." ucap Rasyid mereka pun keluar dari ruangan itu, dan menemui Zia dan Zayn begitu juga yang lainnya.Zia dan Zayn memang menyuruh Rasyid untuk menggantikan Arham dan Riska, mereka sedang menjalankan misi yang lainnya jadi sementara waktu Rasyid lah yang akan menggantikan mereka.
...----------------...
Setelah berbincang sebentar dengan Ilham mereka semua masuk ke ruangan siksa di mana disana ada Fika dan juga Tiara mereka sedang merencanakan akan kabur dari Zia dan Zayn. Namun semua rencana mereka sudah di ketahui oleh Zia dan Zayn karena ruangan siksa itu di pasang sebuah alat penyadap.
"Oh mau melarikan diri ya kalian tak akan pernah bisa lepas dari mafia ku." ucap Zia sambil membuka pintu dan tersenyum devil.
"Siapa pun yang sudah mengusik kami maka tak akan selamat." tambah Zayn dengan wajah yanga sangat horor bahkan semua temannya bergidik ngeri, baru pertama kali merka melihat Zia dan Zayn berwajah sangat seram dan tiba-tiba saja suasana menjadi mencengkam.
"Ayo kita bermain dengan mereka aku sudah tak sabar sudah lama aku tak melihat pertunjukan bagus." celoteh Dika karena susana yang begitu hening.
Zia dan Zayn pun membuka topengnya dan di susul dengan semua temannya.Semua teman meraka ada di sana terkecuali Nancy dan Varo merka berdua sedang pulang ke kota mereka yaitu kota P, Rayyan pun tak datang karena harus menggantikan sementara ayahnya di perusahaan karena ayahnya masih belum pulih.
Fika sangat terkejut karena mereka semua dulu adalah teman sekelasnya.
"K... kalian." kaget Fika.
"Sudah lama tak bertemu wanita pembuat onar, seperti nya kita akan kehilangan teman sekelas kita, dan ini adalah hari terakhir kita bertemu." ucap Mila dengan memandang wajah kasihan kepada Fika.
"Itulah akibat dari ketamakan, bukanya menyelamatkan tapi malah menyesatkan." timpal Siti sm dengan ucapan yang tak kalah pedas, kini Siti sudah bersifat layaknya orang berwibawa dan tak bersikap kampungan lagi semenjak menjadi kekasih Dika.Siti sebenarnya adalah anak pengusaha kaya namun tak terlalu terkenal.
"Diam kau wanita kampungan, jangan seakan-akan kau lebih baik dariku dengan ejekan mu itu, kau juga sama tamaknya dengan mau menjadi kekasih Dika.... Cih... memalukan." Fm kesal Fika karena Situ mengatasinya dengan tamak.
Siti yang di hina menjadi tak terima dan marah karena Fika mengatainya dengan sama tamaknya dengan Fika. Dika juga tak terima dengan semua itu. Dia pun menimpali dan memebela Siti.
"Heh... jangan kau samakan dia dengan mu, dia adalah kekasihku dan dia lebih baik darimu bahkan kau wanita yang jauh dari kata baik." Bela Dika dan itu membuat Siti menjadi bangga karena Dika membelanya. Dia sangat senang tak terasa pipinya memerah karena Dika memujinya.
"Cih... omong kosong..... " belum Fika bicara Zia menggebrak meja keras dan membuat seluruh orang yang berada di situ kaget dan beralih melihat Zia.
"sudah ngebacotnya, seperti nya tak ada kata perpisahan ya baiklah kita kan mulai bermain." ucap Zia karena tangannya sudah gatal ingin segera menyobek mulut yang tak tahu malu itu.
"M... mau apa ku Zia.Aku adalah saudaramu kenapa kau rela melakukan itu pada kami." Fika sudah sangat ketakutan bahwa Zia benar-benar akan melakukan itu semua padanya dan juga pada Mamahnya.
"Saudara.... Cih basi gue udah gak ada ikatan saudara sama lo, semenjak lo berdua ambil segalanya milik keluarga gue."Ketus Zia dan dia mendekat ke arah Tiara dan Fika dengan tatapan sinis nya.
" Kumohon jangan lukai dia Zia dia tak bersalah lepaskan Fika aku mohon padamu Zi kau boleh membunuhku tapi jangan Fika."Tiara memelas agar Zia dan Zayn mau melepaskan Fika.
"tak akan ada yang bebas , gue akan habisi kalian berdua karena putrimu juga adalah benalu dia pasti akan berbuat keonaran lagi." Tambah Zayn dan juga mendekat ke Tiara dan Fika.
"Baik kita mulai, kalian apakah ingin di sini melihat atau di luar saja?." tanya Zayn memastikan karena sebentar lagi permainan akan di mulai.
"kami di sini." jawab mereka serempak.
"Baiklah, Rasyid.... " panggil Zia.
Rasyid pun segera menemui panggilan Zia dan masuk ke ruangan siksa.
"Bawa Fika ke markas penyiksaan satu lagi, bermainlah dengan dia bawa beberapa mafioso untuk menikmati tubuhnya, dia sangat handal dalam ranjang sudah banyak yang dia gilir, jadi mereka pasti sanagtakah senang mendapat barang bagus." jelas Zayn dengan smirk nya dan Rasyid segera menjalankan perintahnya. Semua temannya yang juga mendengar titahan Zayn pada Rasyid menjadi berisik ngeri Fika di jadikan pemuas untuk para mafioso yang berbadan besar membayangkan nya saja sudah sangat mengerikan.
Fika terlonjak tak percaya Zayn akan sekejam itu, dia masih tak percaya ancaman Rasyid tadi menjadi kenyataan matanya membulat sempurna karena Fika sekarang tak bisa melakukan apapun.
"Kumohon jangan Zayn, lebih baik lo bunuh gue aja dari pada harus melakukan itu." mohon Fika air matanya tak bisa terbendung kan lagi.
"jangan Zayn kau tega sekali. " Tiara juga memohon pada Zayn namun Zia dan Zayn tak mendengar.
"Cepat bawa dia Rasyid.Ingat jangan sampai mati, karena aku dan Zia masih akan menghukumnya." akhirnya Fika hanya pasrah dan ikut dengan Rasyid dia tak tau nanti selanjutnya bagaimana dia tak menyangka akhir hidupnya akan seperti ini menjadi pemuas bagi lelaki.
"Wah sungguh hebat mereka sangat menyeramkan juga jika menyiksa.... mereka benar-benar berubah.mereka menjadi anak yang kuat,dan tak akan membiarkan ada orang yang menghina mereka."Batin Ilham dengan menatap bangga cucunya yang sudah tumbuh menjadi anak yang kuat.