Zia And Zayn Pair Of Mafia

Zia And Zayn Pair Of Mafia
Bag-64



Pagi ini udara sangat sejuk matahari belum tampak di ufuk timur embun putih sudah menyebar menutupi keindahan pagi ini, tampak dua orang kakak beradik baru bangun dari tidur panjangnya. Mereka tampak sibuk dengan kegiatan pagi mereka yaitu bersiap ke sekolah pagi ini.


Mereka berangkat dengan menggunakan mobil mereka masing-masing melajukan mobil mereka membawa ke sekolah yang mereka tuju.


Bel masuk sudah berbunyi tanda bahwa semua siswa harus memasuki kelas mereka masing-masing,Namun guru datang dengan membawa seorang murid baru perempuan.


"Anak-anak ibu membawa murid baru pindahan, silahkan perkenalkan dirimu." Ucap wali kelas dan mempersilahkan dirinya untuk memperkenalkan diri.


"Perkenalkan nama saya Raina Putri Anggara, semoga kita bisa menjadi teman baik."Ucapnya sambil tersenyum manis ke semua siswa.


"Silahkan duduk." suruh wali kelas.


Raina pun duduk di bangku sebelah kiri Varo dan Nancy karena hanya itu tempat yang kosong dia duduk seorang diri. Semua memperhatikan karena Raina mempunyai wajah yang tak kalah cantik dengan Zia.


Selesai pelajaran semua siswa berhamburan menuju bengkek perut mangisi tenaga karena terkuras oleh pelajaran di kelas. Seperti biasa merek ngumpul bersama satu bangku yang berbeda hanya yang sudah memiliki kekasih.Siti dan Dika semakin lama semakin dekat saja Mila dan Yumna juga mereka semakin harmonis sedangkan hubungan Zia, Hari dan juga Rayyan masih tetap sama jomblo begitu juga Zayn dan Nancy.


Rayyan belum bisa menyatakan perasaannya pada Zia karena dia masih menghargai Varo sebagai sahabat dan juga sebagai seorang pria yang juga mencintai Zia.Mereka tak mau ada salah satu dari mereka ada yang terluka karena itu. Namun kini berbeda kini Varo berpindah duduk dan duduk dengan Raina murid baru.


"Wah kalian makin nempel aja, gak usah umbar kemesraan di depan jomblo napa." keluh Zayn pasalnya Yumna dan Dika selalu mengumbar mesra.


"Makanya cepet cari pasangan atau sadari saja perasaan lo Zayn." celoteh Yumna dia juga tau jika Nancy punya perasaan terhadap Zayn.


"Apaan Sih... emangnya ada yang suka gue?." Zayn masih bingung dengan ucapan teman-temannya akhir-akhir ini.


Zia hanya terkekeh melihat kebingungan di wajah tampan sangat kakak. Zia gemas melihat kakaknya yang begitu bodoh hanya masalah perasaan ingin rasanya Zia mengatakan karena saking gregetannya.


"Heh lo gak sadar apa kalau Nancy itu suka lo?." ucap Rayyan santai dia juga sudah tak sabar karena Zayn selalu saja bingung.Semuanya langsung menatap Rayyan begitu juga Nancy dia menjadi malu dan langsung menundukkan kepalanya.


"aduh kulkas ngapain ngasih tahu sihh.... gue tuh maunya Zayn tahu sendiri." batin Yumna kesal karena Rayyan begitu santainya mengatakan itu.


"Yahh gagal sudah mau nyatuin tuan Sasuke yang penuh dendam ini .... gue penginnya dia menyadari sendiri perasaannya." Batin Dika yang sama-sama kesal akan ucapan Rayyan yang blak-blakan.


Mereka menggeleng dengan kelakuan Rayyan. Zayn masih mencerna ucapan Rayyan tadi. Nancy masih saja menunduk karena tak berani jika nantinya Zayn akan bertanya.


"Gue permisi dulu yaa...." gugup Nancy dan berlari keluar kantin meninggakan mereka semua di sana.


"Ehh Nan tunggu." Zayn pun ikut berlari karena dia juga ingin tahu apakah benar yang di katakan Rayyan itu adalah Fakta dan dia memutuskan untuk menanyakan langsung pada Nancy.


"Eeh lo kok malah ngomong sih Yan?Kan biar, Zayn menyadari perasaannya sendiri kalau gini jadinya gak asyik tau." decak Mila kesal Rayyan terlalu blak-blakan membuat rencana mereka gagal.


"i-iyaa itu lebih baik dan pasti Zayn bakal langsung sadar tuh perasaannya." gagal Zia karena tiba-tiba Rayyan menyebut namanya. Entah kenapa jika Rayyan memanggil namanya hatinya langsung berdesir.


...----------------...


Zayn masih mengejar Nancy hingga sampai di sebuah taman sekolah Zayn sengaja mendekorasi lingkungan sekolahnya dengan taman dan kolam ikan agar sekolahnya terlihat asri dan nyaman tak lupa dia juga menyuruh untuk menanam beberapa bunga seperti mawar dan bunga yang lainnya agar menambah kesan indah.


Nancy pun duduk di kursi taman dadanya masih berdetak tak karuan sampai Nancy memegangi dadanya. Zayn pun menemukan Nancy yang sedang duduk di kursi taman, Zayn lalu memetik setangkai bunga mawar sudah sejak lama Zayn melihat sifat lemah lembut dan baik dari Nancy, dan itulah yang sudah membuat dia mengagumi Nancy namun dia tak terlalu memikirkan perasaannya dan juga tak menyadarinya. Dia hanya memikirkan dendam masa lalu memang sangat egois, tapi kini dia tak mau kehilangan seseorang yang sudah lama tulus mencintainya tanpa syarat.


Zayn memberanikan diri mendekat ke kursi taman yang Nancy juga berada di sana. Jantung nya tiba-tiba saja berpacu dengan kencang dia berusaha mengkondisikan agar tak terlihat gugup. Zidan pun duduk di samping Nancy, mereka saling menatap ada getaran yang sangat kuat di antara keduanya.


"Nan.... cy." panggil Zayn dengan sangat gugup.


"I.. iya Zayn ada apa kau kemari?." tanya Nancy berarti sedari tadi Zayn mengejarnya.


"gue mau ngomong sama lo Nan.Boleh kan?." tanya Zayn memastikan, Nancy hanya mengangguk dia sudah siap dan aka mendengarkan apapun yang dikatakan Zayn. Setelah melihat anggukan dari Nancy Zayn mulai merangkai kata.


"Pertama gue mau minta maaf, jika selama ini gue pernah nyakitin perasaan lo, tapi gue udah nyadarin perasaan gue ke lo maaf jika gue lama nyadarinnya karena lo tahu sendiri kan gue sayang banget sama Zia dan gak tega lihat dia selalu sedih. Tapi tenang aja sekarang Zia udah bahagia dan itu buat gue lega dia bisa tersenyum kaya dulu lagi." ucap Zayn tulus dengan menatap serius pada Nancy air matanya mulai tumpah mengingat masa lalu pilu itu.


Nancy mangusap air mata Zayn lembut dan menatap Zayn lekat-lekat dia sangat tahu jika Zayn amatlah menyayangi Zia.


"gue pengin lo jadi penyemangat buat hidup gue di masa depan, gue mau lo nemenin gue sampe tua jadi orang tua bareng jadi keluarga bahagia lo mau kan jadi kekasih gue dan lo mau buka setia sama gue Nan?." tanya Zayn penuh harap.


Nancy pun memegang pundak Zayn dan menatap dengan mantap ke arah Zayn. Nancy pun sudah tak bisa membendung air matanya dia juga sudah menantu saya satu seperti ini dimana cintanya terbalas dan semua itu sudah terbayarkan kesetiaannya di bayar dengan ketulusan hati Zayn.


"Zayn gue mau jadi kekasih sehidup semati lo gue mau nemenin dan jdi penyemangat buat lo gue akan berusaha menjadi yang terbaik buat lo." jelas Nancy dengan mantap dia akan selalu bersama Zayn apapun keadannya.


"jadi lo nerima cinta gue Nan?." ucap Zayn masih tak percaya dengan ucapan Nancy ternyata Nancy masih mau menerimanya padahal Zayn hampir terlambat.


Nancy mengangguk karena dia juga ingin bisa bersama dengan larang yang dia cintai dan impiannya benar-benar terjadi.Zayn sangat bersyukur masih bisa mendapat kesempatan bersama dengan Nancy Zayn pun memberikan bunga mawar yang tadi sempat ia bawa. Nancy menerimanya karena saking senangnya Zayn reflek memeluk Nancy dia sangat bahagia sekali. Nancay pun membalas pelukan Zayn dan mereka saling berpelukan karena taman itu jauh dari area lingkungan kelas dan lapangan sekolah jadi tak akan ada yang melihat mereka.


Dari kejauhan Zia memperhatikan betapa bahagia nya Zayn senyum terlukis di bibir tipisnya Zia ikut bahagia karena kakaknya akhirnya bisa mendapatkan cintanya.


"Semoga kalian selalu bahagia dan bisa bersatu dalam ikutan suci suatu saat nanti jika waktu itu tiba." bisik Zia yang masih memandang bahagia kakaknya dan juga calon kakak iparnya.


Namun hati Zia masih bersedih dia bingung akan perasaannya sendiri dia sangat mencintai Rayyan namun di sisi lain ada perasaan lain yang juga mencintainya dia tak mau persahabatannya rusak hanya karena dia mengucap kata cinta pada seorang yang ia cintai dia masih sanggup menjaga perasaan di antara kedua lelaki yang mencintainya. Walaupun Varo pernah mengatakan dia sudah ikhlas dalam melepaskan Zia asalkan Zia masih di sampingnya meskipun hanya sebagai sahabat, namun Zia tak mampu melihat Varo bersedih karena bagaimanapun Varo adalah sahabat dekatnya. Persahabat bisa saja hancur karena ucapan cinta oleh karenanya Zia berusaha untuk tetap menjaga persahabatannya, meskipun dia harus mengornambankan cintanya.


Rayyan pun tak begitu mempermasalahkan masalah cinta namun dia juga ingin mendapat cinta dari Zia yang sudah lama mencuri hatinya membuat bongkahan es di hatinya mencair hanya karena mata milik Zia, terkadang Rayyan ingin menjadi egois tapi jika dia egois maka Zia malah yang akan menjauhinya jadi dia urungkan niatnya untuk egois dan dia akan tetap sabar menunggu. Namun karena Zia masih belum bisa hati Rayyan kembali membeku dan sekarang dia bersikap dingin kembali. Dia sebagian dingin kembali agar tak ada yang mendekatinya karena hatinya sudah sepenuhnya untuk Zia.