
Flashback On
Benar saja tiga hari Zia dan Zayn menemui Firman dan memberitahukan rencananya.Firman sudah menyelesaikan perubahan nama kepemilikan sertifikat rumah Hiashi, dan rumah itu sepenuhnya sudah menjadi milik Zia dan Zayn.
Sore ini Firman akan memberikan sertifikat itu ke rumah Zia dan Zayn, karena Firman sudah di perintah untuk mengantar ke kediaman Zia dan Zayn. Firman terkejut setelah melihat ruangan Zia dan Zayn yang sangat besar, mungkin besarnya melebihi milik kediaman keluarga Alfian.
Tet..... tet.... tet....
Firman membunyikan bel rumah Zia dan Zayn, beberapa saat kemudian di bukalah pintu rumah itu, dan kebetulan yang membuka adalah Zayn.
"Tuan Firman." ucap Zayn karena yang datang adalah Firman.
"Selamat sore tuan muda." sapa Firman.
"Masuklah" ucap Zayn singkat.
Mereka berdua masuk ke dalam rumah dan pergi ke ruangan rahasia di rumah Zia dan Zayn. Beberapa saat menunggu Zia datang dan ikut bergabung dengan Firman dan Zayn.
"Bagaimana apa kau sudah menyelesaikan pekekrjaamu?." Tanya Zia langsung.
"Semua sudah beres, dan ini sertifikat nya, emepat hari saya akan memberikan juga sertifikat palsu pada nyonya Tiara." ujar Firman dan memberikan sertifikat itu pada Zayn.
Zayn membacanya dengan seksama, dan memang sertifikat nya sekarang sudah jatuh ke tangannya, Zia juga ikut memeriksa karena takut Firman bekerja sama dengan Tiara, karena yang terlihat baik belum tentu itu baik oleh karenanya Zia memastikan bahwa sertifikat itu asli.
"Kerja bagus, dan sesuai jajanin saya akan memberikan bayaran dua kali lipat dari yang tuan Hiashi berikan padamu." ucap Zia setelah memeriksa sertifikat dan dia tak menemukan kepalsuan dalam sertifikat itu, lalu Zia memberikan cek yang jumlah uangnya tak sedikit, babakan Firman yang menerimanya terkagum karena Zia memberikan sesuai janjinya.
"Dari mana anak anak tuan Hiashi mendapat banyak uang?.Sepertinyavmerwka berdua bukan orang sembarangan, karena terlihat sekali dari besar dan mewahnya Fasilitas rumah ini, bahkan dengan mudahnya Nona Zia memberikan uang sebanyak ini."
batinnya karena yang dia tahu anak anak Hiashi dari istri pertamanya terusir dari rumah.
"sudah membatin nya, kami akan ceritakan padamu semuanya jika waktu nya tiba tuan Firman, jadi kau tak perlu memasang wajah heran seperti itu." ucap Zia karena melihat perubahan wajah Firman yang heran.
"Iya maaf nona saya mengerti, dan saya akan menunggu waktu itu tiba, sehingga saya bisa mengetahui identitas kalian yang masih kalian sembunyikan." ucap Firman karena sudah tak sabar ingin mengetahui semua yang di sembunyikan oleh kakak beradik itu.
Firman memang belum di beritahu tentang apa yang Zia dan Zayn sembunyikan, termasuk kalau mereka berdua adalah CEO dari perusahaan terkenal, mungiknjika Zia dan Zayn memberitahu pasti Firman akan langsung mengenali perusahan itu, karena perusahaan Zia dan Zayn sudah berada di posisi nomor 1 dan 2.Jadi banyak yang mengajukan kerja sama dengan perusahaan Zia dan Zayn.
"Bagus kalau kau mengerti." ucap Zia karena Firman mau mengerti.
"Dan Terima kasih untuk semua ini nona dan tuan muda." ucap Firman berterima kasih.
"Kau tak perlu sungkan, jika masih kurang kami akan menambah jumlah di cek itu." ucap Zayn dengan muadahnya memberikan banyak uang.
"Tidak perlu tuan muda ini sudah lebih dari cukup, kalau begitu saya permisi karena masih banyak pekerjaan."ucap Firman mengundurkan diri.
" Baik, terima kasih atas kerja samanya tunggu saja sebentar lagi kau akan tahu siapa kami."ucap Zayn dan dia angguki oleh Firman.
Firman beranjak dari rumah Zia dan Zayn dan pergi karena pekerjaan nya sudah selesai.
Setelah kepergian Firman Zia dan Zayn merasa senang karena kehancuran Tiara dan Fika semakin dekat.
"Tinggal selangkah lagi, kita akan bisa menghancurkan mereka." ucap Zayn karena sudah tak sabar menuntaskan dendamnya.
"Benar gue udah gak sabar main dengan mereka." ucap Zia karena sebentar lagi kehancuran wanita ular itu semakin dekat.
Flashback off
...----------------...
Setelah satu minggu Tiara akan bertemu dengan Firman di sebuah restoran karena Hiashi sedang berada di rumah, Tiara beralasan akan pergi ke mall belanja keperluan rumah.
Sesampainya di restoran ternyata Firman sudah berada di sana. Tiara pun mendekati meja makan yang sudah dia pesan. Dia duduk berhadapan dengan Firman.
"apa sudah kau kerjakan Firman?." tanya Tiara karena sudah tak sabar.
"Sabarlah nyonya anda tak perlu khawatir, saya sudah melakukan tugas saya dengan benar. Dan ini sertifikat nya." ucap Firman dan memberikan sertifikat nya.
Tiara membaca sertifikat nya dan dia sangat senang karena sertifikat itu sudah tertulis namanya.
"kerja bagus Firman tetima kasih karena sudah menbantuku." ucap Tiara berterima kasih.
"Nyonya tak perlu berterima kasih, karena itu sudah menjadi tugas saya menjalankan perintah dari keluarga Alfian." ujar Firman agar Tiara tak mencurigai rencananya bersama Zia dan Zayn.
"Ya sudah kalau begitu ini bonus buat kamu, karena sudah mau membantu saya.Dan saya akan pergi." ucap Tiara dan memberikan amplop berisi uang kepada Firman.
"Baik nyonya kau hati hati di jalan." ucap Firman.
Tiara hanya mengangguk dan langsung meninggalkan restoran. Firman hanya menggalang karena Tiara sangat mudah di bodohi, Tiara tak tahu kalau yang di terima adalah sertifikat palsu, karena yang asli ada di Zia dan Zayn.
"dasar wanita yang gila harta,bahkan sertifikat palsu saja dia tak bisa membedakannya, dia menerimanya dengan senang hati dasar tak tahu malu, baru mengambil harta orang saja bangga.Dia juga sama bodohnya dengan tuan Hiashi yang mudah di bodohi. " batin Firman sambil menggelengkan kepalanya karena Tiara juga sama bodohnya dengan Hiashi karena mudah di tipu tanpa ragu, dia pun tersenyum karena rencananya berhasil.
Firman juga berfikir kenapa tuannya itu bisa sangat mudah di bodohi, padahal jika Firman melihat Zia dan Zayn tidak ada sifat Hiashi yang menurun pada Zia dan Zayn, karena yang Firman lihat adalah kebanyakan sifat Rahil lah yang menurun pada Zia dan Zayn.
...----------------...
Dimas dan Fitri masih terus mencari keberadaan Zia dan Zayn, namun karena tak meu melihat Fitri bersedih terus karena Zia dan Zayn tak kunjung di temukan, Dimas berinisiatif mengajaknya jalan jalan ke mall.
"Mah kau tak perlu bersedih, sebentar lagi pasti Zia dan Zayn akan di temukan." ucap Dimas meyakinkan Fitri karena tak mau melihat nya terus bersedih.
"Sampai kapan Pah, aku sangat merindukan mereka, bahkan kita belum menepati janji kita pada Rahil, dia pasti sedih di sana karena kita tak merawat Zia dan Zayn dengan baik." ucap Fitri karena dia belum menepati janjinya pada Rahil putrinya.
"Mah janganlah terus menyalahkan diri, yang harus di salahkan adalah Hiashi ayahnya." ucap Dimas karena Fitri terus menyalahkan dirinya.
"Iya Pah Mamah tahu, tapi aku sangat rindu cucuku." ucapnya lagi dan hampir menangis.
Dimas yang melihat Fitri akan menangis segera mendekat dan memeluknya menenangkan istrinya, karena tak mau melihat Fitri menitikkan air mata lagi.
"Sudahlah Mah jangan menagis kita akan segera menemukan cucu kita kau tak perlu risau." ucap Dimas sambil mengusap punggung Fitri.
Fitri pun tak jadi menangis namun dia tetap berada di pelukan Dimas agar dia merasa lebih tenang, karena tak mau membuat Dimas terus khawatir karena melihat dirinya bersedih.
"Lebih baik kita berjalan jalan sebentar, agar kau bisa lebih tenang, bagaiman kalau kita pergi ke mall, sepertinya kau sudah tak pernah shoping lagi." ajak Dimas agar pikiran Fitri menjadi tenang.
Fitri hanya menyetujui saran suaminya, karena memang dia mungkin butuh penjernihan pikiran agar Fitri tak stres nantinya.Fitri melepas pelukan suaminya dan sekarang dia terlihat lebih tenang.
Mereka pun bersiap untuk pergi berjalan jalan menenangkan sejenak pikiran mereka dan berharap Zia dan Zayn segera di temukan karena kerinduan mereka sudah tak bisa lagi di bendung. Dimas merasa lega karena Fitri mau di ajak pergi berjalan jalan untuk menghilangkan sedikit beban pikiran nya.