Zia And Zayn Pair Of Mafia

Zia And Zayn Pair Of Mafia
bag-71



"Halo queen maaf menganggu acara anda." suara dari sebrang telpon.


"Ada apa Arham, apa kau bosan hidup hah...?! menganggu saja.Kenapa kau tak menghubungi kak Zayn?." Kesal Zia dengan intonasi suara yang sedikit membentak.


Ya sang penelepon adalah Arham tangan kanan mafianya,Zia sangat kesal karena di saat seperti ini Arham malah menganggunya.Mendengar sang Queen sedikit membentak membuat Arham menelan salivanya dengan susah payah.


"Mati gue.... queen tenang lah ini sangat penting...." batin Arham yang ikut kesal akibat bentakan Zia.


"King sangat sulit dihubungi jadi saya hanya bisa menghubungi anda." jelasnya karena Zia terlihat kesal.


"Baik katakan."


"Ada hal penting Queen, saya melihat ada gerak-gerik yang mencurigakan anda harus berhati-hati.Sepertinya akan ada penyerangan mendadak."jelas Arham karena Zia sudah menyuruh Arham untuk melihat keadaan acara promnight malam ini, itu karena Zia sudah merasakan ada hal buruk akan terjadi jadi dia menyuruh Arham dan beberapa mafiosonya untuk mengawasi keadaan sekitar. Dan benar saja dugaan Zia memang ada yang tidak beres dengan malam ini.


"Baiklah hubungi Riska untuk membawa bala bantuan untuk berjaga-jaga dan jangan lengah sebelum Riska datang."


"Kalau begitu kau tetap awasi keadaan sekitar, dan jika nanti ada penyerangan di aula kau dan yang lainnya harus segera bertindak menyelamatkan semua yang ada di aula." Zia langsung mematikan sambungan telepon sepihak membuat Arham kesal.


"huh tak tahu terima kasih, untung sayang kalau tidak udah gue smekdown." decak nya kesal.Arham dan yang lainnya pun mulai waspada karena bisa saja musuh datang secara tiba-tiba, dia tak boleh lengah.


Zia kembali kedalam aula di dapati Varo sudah selesai melantunkan lagunya.Namun Zia tak peduli yang terpenting adalah sekarang Zia harus segera memberitahukan Zayn agar nanti Zayn tak melakukan hal yang tergesa-gesa.


Acara masih terus berlanjut dan menjadi sangat ramai karena banyak adik kelas yang sedang menampilkan berbagai hiburan dan membuat semuanya terfokus pada acara tanpa mencurigakan hal sekitar.


Namun di keriuhan ruang aula tiba-tiba saja datang segerombolan orang masuk ke dalam, Zia yang menyadari itu segera memberi isyarat pada Arham, Arham mengangguk tanda mengerti dan Riska beserta bala bantuannya ternyata sudah sampai dan siap untuk membantu.


Flashback On


Zia berlari kesana kemari mencari sang kakak karena waktu sudah tak banyak lagi, sepertinya akan ada yang merusak acara malam hari ini.Setelah lama mencari sosok sang kakak akhirnya Zia menemukannya. Tanpa memberi tahu teman yang lainnya Zia menarik tangan Zayn dan membawanya ke luar aula untuk merencanakan rencananya.


Nancy yang melihat Zayn di bawa oleh Zia bergegas menyusul dan mengikuti langkah Zia dan Zayn keluar aula, dan bagaimana dengan teman yang lainnya, mereka masih sibuk menyaksikan rangakain acara.


"Zi.... ada apa? kenapa kau menarikku?" tanya Zayn, Zia langsung melepas tangan Zayn.


"Akan ada penyerangan." jawabnya singkat karena waktunya sudah mepet.


Namun belum Zia melanjutkan bicara ternyata Nancy menyusul mereka dengan masih ngos-ngosan.


"Aduhh kenapa kalian pergi gitu aja." ucapnya dengan nafas yang masih tersengal-sengal.


Zia tak memperdulikan ocehan Nancy karena ada hal yang lebih penting.Tapi Nancy tak mau kalah dia beralih bertanya pada Zayn sang bebeb.


"Zayn ayo acaranya masih berlanjut." ajak Nancy pada Zayn dan hendak menggandeng tangan Zayn, namun Zia mencegahnya.


Zia menghentikan Nancy yang hendak membawa Zayn kedalam, Zia menatap dengan tatapan tajam nya membuat Nancy sedikit begidik ngeri.


"Zi lo kenapa sihh?." Nancy memberanikan diri bertanya kepada Zia karena perubahan sikap Zia.


"Nan kita dengerin Zia dulu ya soalnya dia mau ngomong penting sama aku." ucap Zayn lembut, Nancy pun mengangguk mengerti dari pada memperpanjang masalah.


"Zi udah lanjutin."


"ada penyerangan mendadak kita harus bersiap." jelas Zia. Mendengar kata penyerangan Nancy di buat terkejut.


"Penyerangan apa Zi?." Nancy bertanya dengan raut wajah yang masih terkejut.


"Iya tadi Arham melihat gerak-gerik yang mencurigakan, jadi kalian harus waspada, kak lo sama Nancy pergi cari temen kita dan jelasin semuanya."


"Dan gue akan jaga-jaga di sekitar aula untuk memastikan keadaan karena yang gue takutin mereka bakal bawa bala bantuan jadi ketika nanti penyerangan sudah di lakukan gue mau lo sama temen-temen yang lain selamat semua orang yang ada di aula.Apa kakak mengerti maksud gue." jelas Zia, dia tak mau ada yang terluka sedikitpun.


"Gue ngerti Zi terus lo udah bawa pasukan ke sini?." tanya Zayn apakah sudah merencanakan dari awal.


"Gue cuma suruh Arham sama beberapa orang saja gue belum bawa pasukan karena pada saat itu cuma firasat gue aja." Zia memang tak membawa pasukan karena firasatnya sedikit tak enak jadi dia sudah menyuruh Arham mengawasi.


"Ya udah kak gak ada waktu lagi cepet cari temen kita yang lain." titah Zia.


"Ya udah lo jaga diri gue akan cari temen sekarang juga." Zayn dan Nancy pun segera mencari teman-teman yang lainnya.Zia sudah ambil posisi yang pas untuk melihat keadaan sekitar.


Flashback Off


Dor......


"Hei..... semua angkat tangan kalian atau akan gue tembak." ancam seseorang yang ternyata hanya gadis muda seumuran dengan Zayn.Namun wajahnya tak terlihat karena tertutup oleh topeng.


"Di mana Zia aku akan melenyapkan dia....." tambahnya dengan sombong.


Semua berteriak histeris karena orang itu sudah menembakkan pelurunya ke atas dan membuat semua siswa dan guru ketakutan,mereka semua merunduk sambil mengangkat tangan mereka karena takut gadis itu menembak dan akan mengenai orang yang ada di sekitarnya.


Zayn yang melihat itu memberi aba-aba pada Nancy dkk untuk segera bertindak.Arham dan Riska yang sudah mendapat intruksi dari queennya segera memasuki aula dengan para mafioso yang Riska bawa dari markas.Karena gadis muda itu membawa bantuan para preman yang jumlahnya tak sedikit.


Terjadi baku hantam antara Arham dan bala bantuan sang gadis yang belum di ketahui identitasnya karena wajahnya tertutup dengan topeng. Zayn dkk masih sulit untuk membawa para siswa dan guru keluar dari dalam aula karena situasinya tak memungkinkan karena mereka semua sedang berbaku hantam dan pistol.Namun Zayn memikirkan cara lain agar mereka semua selamat dan tak ada yang terluka.


"Sial...!!...dia ingin bermain denganku rupanya."ucapnya dan menatap kearah gadis itu dengan tatapan membunuhnya.


Gadis itu masih berdiri dengan angkuhnya melihat para bawahannya bertarung sesekali dia menembakan pistolnya pada mafioso Zia dan Zayn yang mendekat padanya, gadis itu cukup lincah menggunakan pistol dan selalu tepat sasaran.


"Gue disini..... " teriak Zia lantang dan semua mata tertuju pada Zia.Zia berjalan santai kearah gadis angkuh itu.


"Wah.... wah sepertinya gue gak perlu cape-cape cari wanita sombong ini karena dia sudah berada di depan gue." ejeknya sambil bertepuk tangan dan menatap sinis pada Zia. Zia hanya menanggapi dengan datar.


Zayn melihat mereka sedang sibuk dengan kegiatan mereka dan ini adalah kesempatan Zayn memberi isyarat pada teman-teman yang lain untuk segera melancarkan aksinya.


Dengan perlahan tapi pasti semua siswa dan guru yang ada di sana di beritahu agar berjalan dengan berjongkok hingga pintu keluar aula. Mereka semua mengikuti arahan Zayn dkk tanpa berbicara agar tak ada yang curiga.