Zia And Zayn Pair Of Mafia

Zia And Zayn Pair Of Mafia
bag-67



Mereka semua masih dengan tatapan mengintimidasi, menunggu Nancy menjelaskan segalanya dari mulai Varo yang jarang masuk sekolah dan sedikit menjauh dari Zia, bahkan dengan terang-terangan dekat dengan Raina.Nancu tahu jika semua temannya menunggu penjelasannya.


"Ok.... ok gue akan kasih tahu lo semua tapi janji jangan beri tahu Rayyan ataupun Zia, karena Varo tak mau jika mereka berdua tahu." Pasrah Nancy karena tak mau mendapat tatapam mengintimidasi dari semua temannya bahkan Zayn kekasihnya pun ikutan.


"Asyiyaaap..... beres itu mah..." ucap mereka serempak.


Tiba-tiba saja suasana menjadi tegang mereka semua menatap serius Nancy, Nancy mengatur nafasnya agar leluasa bercerita.


"Alvaro sengaja menjauh dari Zia...... " belum Nancy menyelesaikan bicaranya, pembicaraannya sudah terpotong.


"Kan benar dugaanku...." potong Dika dan langsung mendapat pelototan dari semua temannya.


"Dika..... " Kesal semuanya dan membuat Dika bungkam seketika.


"Dika dengarkan dulu, pokoknya jangan ada yang sampai motong penjelasan gue sampai akhir. Mengerti kan..... "


"Iya maaf itu tadi refleks." ucapnya dengan wajah tanpa dosanya.


"Udah lanjut....." Zayn juga sudah tak sabar ingin mendengar semua penjelasan dari Nancy.


"Ok gue lanjut, Varo memang sengaja deketin Raina dan sedikit menjauh dari Zia. Itu dia lakukan karena Varo sayang sama Zia dia gak mau sampai Zia tersakiti ketika nantinya Varo pergi." Nancy bernafas berat ketika akan mengatakan keadaan Varo, suaranya tercekat di tenggorokannya seakan tak mau jika semua itu terjadi pada sepupunya.


Mereka masih belum mengerti akan ucapan Nancy memangnya Varo akan pergi kemana pikir mereka.Melihat Nancy seperti kesulitan bercerita, Zayn pun mendekatinya dan memegang pundak Nancy.


"Lanjutkan saja gue tahu lo pasti bisa." Zayn menguatkan Nancy seakan tahu apa yang di pikirkan Nancy.


"Varo...... Dia..... " masih dengan keraguan matanya mulai mengembun karena air matanya sudah menutupi pandangannya, melihat Nancy berkaca-kaca Zayn pun menyentuh tangan Nancy dan menggenggam nya erat, pasti terjadi sesuatu pada Varo, sehingga Nancy berat mengatakannya.


Semua yang ada di sana pun mulai menegang di kala melihat mata Nancy yang sudah membendung air mata Mila dan Siti mendekat pada Nancy untuk ikut menguatkan Nancy.


"Dia..... hidupnya tak akan lama lagi.... penyakitnya selalu kambuh dia sudah lama mengidap penyakit leukimia dan sudah stadium akhir, karena tak bisa mendapat transpalansi tulang sum-sum." jelas Nancy air mata nya luruh ke pipinya, semuanya kaget mendengar ucapan Nancy yang mengatakan hidup Varo sudah tak lama lagi.Zayn segera membawa Nancy kedalam dekapannya.Tangis Nancy pecah di pelukan Zayn.


"Jadi selama ini dia menyembunyikan semua ini." Yumna yang masih tak percaya dengan ucapan Nancy.


Mila dan Siti juga menangis namun masih bisa menahan isakannya.Mereka tak percaya jika Varo tak akan lama lagi bersama mereka.Nancy lalu melepas pelukan Zayn dan mengusap air matanya kembali menceritakan semua yang sudah di lalui Varo hingga dia bisa bertahan sampai sekarang.


"Dia sengaja mendekati Raina, dan berusaha menjauh dari Zia." jelas Nancy dengan air mata yang masih mengalir mambasahi pipinya.Zayn mengusap air mata Nancy yang tumpah dengan lembut tak tege melihat Nancy menangis.


Mereka masih dalam kesedihan masing-masing tak tahu harus berkata apa, temannya yang sudah tiga tahun bersama mereka akan pergi meninggalkan mereka secepat ini.


"Tapi kenapa Varo menghindari Zia bukanlah Zia adalah yang membuatnya bertahan?Zia pasti akan sangat terpukul karena di akhir hayat sahabat terdekatnya Zia tak berasa di sisinya." tanya Zayn dan menatap ke arah Nancy.


"Itu tidak mudah Zayn, Varo hanya tak mau jika nantinya dia terlalu dekat dengan Zia malah akan menyakitinya, dan akan menambah kesedihannya. Kau tahu kan Varo sangat menyayangi dan mencintai Zia.Varo tak tega melihat Zia terpukul kehilangan sahabat kesayangannya." jelas Nancy tak mudah bagi Varo untuk menjelaskan semua ini pada Zia, terlebih Zia adalah orang yang sangat dia cintai dan sayangi.


"Iya Zayn yang di ucapkan Nancy benar jika Zia tahu pasti dia akan sakin merasa bersalah." tambah Mila dia juga tak mau melihat Zia bersedih terus menerus.


"Lalu apakah kita akan menyembunyikan fakta ini darinya? ...."


"Iya Zayn..... ini yang di amanah kan Varo padaku, kita bisa mengabulkan permintaan terakhir nya kan? aku sangat meyayangi sepupuku aku tak mau dia tak tenang di akhir hayatnya."


"Baiklah jika itu adalah keinginan terakhir nya kita akan berusaha mengabulkan nya, tapi lambat laun Zia pasti akan tahu, lalu bagaimana menjelaskan semuanya padanya?." Zayn masih bingung jika suatu saat Zia mengetahuinya apa yang harus di katakan kepada Zia.


"Zia pasti akan mengetahui dengan berjalannya waktu dan ku yakin Zia akan rela akan kepergian Varo kau mengertikan Zayn."


Mereka semua pun menyetujui yang di katakan Varo pada Nancy dan akan berusaha menyembunyikan nya dari Zia.Mereka semua mengusap air mata mereka, takut Zia melihat merka sehabis menangis.


Zia pun keluar dari kamarnya merasakan tak enak dengan temannya yang sudah meluangkan waktu untuk menjenguknya dan melihat keadaanya. Melihat Zia kembali ke ruang tamu merka pun berusaha menunjukan bahwa tak terjadi apa-apa.Mereka pun mengobrol seperti biasa Zia sudah mulai mau berbicara itu membuat semua temannya senang.


Flashback On


Zia memasuki kamarnya namun dia tak menutup pintu kamarnya dengan rapat, jadi dia bisa mendengarkan apa yang akan di bicarakan oleh teman-temannya.Zia bukanlah anak yang mudah tertipu dengan keadaan Zia memang sudah curiga kan Varo yang selalu menghindar darinya.


Samar-samar dia mendengar Nancy mulai menjelaskan tentang Varo menjauhi dirinya hingga cerita Varo yang sudah tak akan lama lagi hidup dan kisah Perjuangan Varo melawan sakitnya,seketika air matanya luruh ketika Nancy mengatakan Varo bertahan karena adanya Zia, perkataan itu seakan menyayat hatinya, begitu besar cinta dan kasih sayang Varo padanya hingga dia bisa bertahan dari penyakit mematikan itu,karena Zia telah menjadi penyemangat hidupnya.


"Varo sebegitu besarkah cintamu padaku hingga kau mengatakan bahwa aku adalah penguat hidupmu, tapi dengan bodohnya aku tak menyadarinya, Varo kau bahkan tak pantas denganku aku hanyalah pembawa sial bagi hidupmu. Maafkan sahabatmu ini Varo yang selalu membuatmu bersedih sungguh tak tahu dirinya diriku ini. Maaf Varo.... maaf...." Lirih Zia dia tak menyangka jika Varo bertahan karena adanya Zia, seakan-akan Zia begitu spesial dalam hidupnya.


Zia menangis setelah mendengar suara itu, dia sungguh menyesal akan perbuatannya yang menolak cinta tulus Varo dia sungguh menyesal, namun semuanya sudah terjadi dan tak bisa berputar kembali, kini Zia sudah tak bisa melakukan apapun,Zia hanya bisa berpura-pura tak tahu agar semuanya tak curiga jika Zia sudah mendengar segalanya, dia berusaha menutupi kesedihan nya di hadapan semua temannya dan juga jika nantinya dia berhadapan dengan Varo sahabatnya.Zia akan menghormati keinginan Varo, meski dirinya ingin sekali berada di dekat sahabatnya dan memberi semangat pada Varo.Namun dia urungkan ini demi memenuhi keinginan terakhir Varo Zia harus bisa menerima semuanya.


Flashback Off