Zia And Zayn Pair Of Mafia

Zia And Zayn Pair Of Mafia
bag-52



Setelah menyelesaikan pembicaraan, Zia dan Varo kembali ke aula, karena puncak acara akan di mulai. Sekarang Varo sudah sepenuhnya melepaskan Zia karena dia tahu perasaan cintanya bukan untuknya, dan itu membuatnya lega karena jika nantinya Varo tak bisa terselamatkan dari penyakitnya dia bisa mempercayakan Zia sepenuhnya pada Rayyan untuk menjaganya.


"Zi maafin gue, gue gak bisa kasih tahu lo, tentang sakit yang gue derita, gue gak mau sampe lo sedih lihat keadaan gue, gue akan sedikit jauh dari lo, agar nantinya jika gue pergi lo gak terlalu kehilangan, gue tahu lo sayang banget ke gue. Sekali lagi maaf......" Batinnya menatap Zia dia sangat tak tega jika dia harus pergi darinya.


Namun sebelum ke aula, mereka ke kamar mandi dulu untuk membersihkan wajah mereka yang sehabis menangis.


Zia dan Varo sampai di aula mereka duduk di tempat mereka semula. Rayyan yang melihat Zia dan Varo kembali bersama ada sedikit rasa cemburu.


"Apakah mereka berdua pergi bersama?." tanya nya dalam hati, namun Rayyan hanya bersikap tak peduli.


Zayn juga menatao sangat adik dengan banyak pertanyaan. Namun Zayn harus menahannya dia akan berbicara si rumah nanti.


"Apakah Zia sudah menjelaskan pada Varo perihal perasannya? jika sudah itu lebih baik, jadi nantinya tak ada yang salah sangka." batin Zayn dan berharap itu semua benar.


Mereka menyaksikan acara puncak yaitu pelepasan kelas 12 semua menangis haru karena sudah tak bisa lagi bertemu, karena mereka semua akan menata hidup mereka masing-masing mereka saling berpelukan dengan perasaan sedih karena harus berpisah dengan teman teman mereka.


Selesai acara puncak sekarang semua siswa memasuki kelas mereka masing-masing untuk pembagian rapor dan pengumuman kenaikan kelas. Zia dan Zayn pun masuk semua membawa orang tua mereka karena peraturannya yang mengambil rapor harus orang tua.


Semua siswa sudah menerima rapor merka dan teman sekelas Zi dan Zayn semuanya seratus persen naik semua, dan semuanya bersorak gembira karena tahun ajaran baru mereka sudah memasuki kelas 12,dan libur selama tiga minggu. Zia dan Zayn pun beranjak pulang.


Di dalam mobil Zayn mengajak Zia berbicara, karena penasaran sebenarnya ada apa antara Zia dan Varo.


"lo kenapa? dari tadi gue lihat lo diem mulu, setelah kembali bareng Varo. " Zayn melihat wajah Zia yang sedari tadi diam pada saat setelah ia kembali bersama Varo.


"Gak papa lagi pengin diem aja."Jawabnya datar tanpa menoleh ke lawan bicaranya.


"Bener? gak mau cerita ke gue? Apa lo udah jelasin semua ke Varo?."Zayn langsung bertanya karena dia sudah tak sabar dengan penjelasan Zia.


Zia masih diam tak menjawab pertanyaan kakaknya. Namun ingin sekali Zia bercerita pada Zayn dan akhirnya Zia pun mau bercerita dengan Zayn.


"Iya gue udah jelasin semua ke Varo." Zia membenarkan ucapan Zayn.


"Itu bagus Zi, jadi mungkin nantinya setelah lo udah jelasin ke Varo dia pasti akan mengerti." Zayn menasihati Zia karena bagaimana pun juga Zayn tak akan membiarkan Zia terjebak cinta segitiga.


"Hmmm, tapi kak gue merasa kalau Varo gitu, seperti pesan terakhirnya buat gue, seakan akan dia gak punya waktu banyak sama gue." Ketakutan Zia kembali menyeruak di hatinya jika mengingat perkataan Varo tadi.


Zayn sedikit mengerutkan dahinya heran, kenapa Zia berpikiran seperti itu.


"Maksudmu? Varo bakal pergi selamanya dari lo gitu."Zayn mencoba menebak.


Zia mengangguk, Zayn hanya ber"oh"ria seakan Zia sedang bercanda dan membuat Zia kesal.


"Gue serius."tatapan Zia menajam karena kakaknya tak menganggap nya serius.


" ya lo gak udah berpikiran seperti itu, kita do'akan saja semoga tak terjadi apapun padanya."Ujarnya dan ikut serius lalu menatap Zia lekat.


"Iya kak, dia juga mengatakan dia sudah mengikhlaskan hatinya untukku dan akhirnya kita hanya bersahabat saja." jelas Zia dan matanya mulai berkaca kaca, karena teringat perkataan Varo.


"Ya sudah yang terpenting dia sudah mengerti akan perasaanmu yang sesungguhnya, sudahlah jangan menangis masa queen mafia cengeng." Zayn menenangkan Zia namun sedikit mengejeknya


Zia pun mengusap air matanya yang hampir menetes dengan kasar karena di saat seperti ini Zayn masih bisa bercanda, Zia pun langsung memalingkan wajahnya karena kesal.


Zayn hanya terkekeh melihat Zia merajuk marah padanya, Zia sangat imut jika sedang marah, Zayn tak mau mencoba menghibur Zia dan dia kembali fokus menyetir. Zayn tahun kalau Zia tak akan lama marah padanya, nanti juga akan


...----------------...


*kediaman Hiashi


Beralih pada Tiara dan Fika, mereka sedang sibuk memikirkan rencana mereka kepada Zia dan Zayn karena itu bisa membuat mereka terancam.


"Rencana apa yang akan Mamah buat untuk mereka berdua?." tanya Fika yang ingin segera mengetahui rencana Tiara.


"Kiat harus membunuh mereka, kita harus menyuruh orang untuk mencaritahu di mana mereka tinggal dan menyuruh mereka membakar rumah Zia dan Zayn di saat mereka tertidur, pasti taka akan ada selamat." siasat licik Tiara yang ingin membunuh Zia dan Zayn.


"Itu ide bagus Mah, pasti mereka akan terbakar hangus di dalam rumah mereka sendiri." Fika yang ikut menyetujui rencana mereka.


"Ok kapan kita akan memulainya Mah aku ingin melihat kehancuran kakak beradik itu." Fika sudah tak sabar melihat Zia dan Zayn mati.


"malam ini .....dan sekarang Mamah akan menyuruh orang untuk segera mencari tahu keberadaan mereka." Tiara ingin segera melakukan rencana liciknya.


"Huh..... terlalu terburu buru dalam rencanamu, hehh.... kau tak akan bisa membunuh King dan Queen ku brengsek, sebelum kau menemukannya aku akan lebih dulu memberi tahu atasanku." Batinya berdecih kesal mendengar rencana yang tak berbobot Tiara.


Dan di sisi lain Rasyid ternyata ada mafioso Ilham, yang juga mengawasi Tiara dan juga Fika, namun hanya 2 orang dan itu pun tak di ketahui oleh Rasyid dan yang lainnya. Mereka juga mendengar rencana Tiara dan salah satu dari mereka pun ada yang melaporkannya ke Ilham.


Rasyid yang sudah mengetahui rencana mereka segera pergi ke rumah King dan Queen nya.


...----------------...


Zia keluar dari mobil tanpa mengatakan apapun pada Zayn dan langsung menuju kamarnya, merebahkan tubuhnya di kasur empuk miliknya.


Zayn masih memarkirkan mobilnya, setelah selesai dia melihat ada mobil yang memasuki latarnya, ya siapa lagi jika bukan Rasyid, pasti ada hal penting yang akan dia sampaikan pikir nya.


"ekehemmm" dehem Zayn dan membuat Rasyid menoleh ke arah deheman itu.


"Eh King." sapanya sedikit membungkukkan badan karena ternyata itu salah Zayn.


"ada apa? apakah ada berita mengenai mereka?." tanya Zayn langsung.


"Benar King mereka berencana membakar rumahmu malam ini di saat King tertidur." jelas Rasyid.


"Oh.... jadi mereka sudah ingin bermain dengan ku baiklah, kita akan mengikuti permainannya. " Zayn menyeringai ternyata ibu tirinya sudah berani bermain dan Zayn bukannya takut tapi malah menatang Tiara dan akan mengikuti permainannya.


"Lalu apa rencana mu King?. " tanya Rasyid dan menatap Zayn.


"kita bicarakan di dalam bersama Zia pasti dia punya rencana bagus." Zayn pun mengakak Rasyid ke dalam untuk membicarakannya dengan Zia.


Zayn menyuruh pelayan untuk memanggikkan Zia di kamarnya, dan beberapa saat Zia sudah datang, seperti biasa mereka akan membicarakan di ruang rahasia di rumah mereka.


"Apaan panggil gue hah?." ketus Zia karena masih marah dengan Zayn.


"Udah duduk ada hal penting yang mau kita omongin." Zayn pun menyuruh duduk Zia karena tak mau banyak berdebat karena waktu mereka tak lama.


Zia pun duduk dan masih dengan wajah kesalnya, dan itu membuat Rasyid ingin tertawa tapi dia tak berani karena tidak Zia tak segan segan akan marah padanya dan Rasyid pun memilih diam.


Lalu Rasyid pun menjelaskan pada Zia perihal rencana Tiara dan Fika yang akan di lakukan malam ini. Zia hanya manggut-manggut mendengar penjelasan Rasyid.


"Kita ikuti permainannya." sergah Zia langsung.


"Bagaiman caranya Queen saya kurang memahami rencana kalian." Rasyid belum mengerti maksud dari Zia dan Zayn.


"sekarang juga kau bawa mobil besar yang biasa kita gunakan untuk membawa barang rampasan di markas, kita akan membawa barang barang penting di rumah ini dan kita pindahkan di Villa yang ada di bukit selatan,itu adalah villa yang sudah ku beli."


"Bawa beberapa mafioso untuk membantu, dan bawa mobil satu lagi untuk membawa para pelayan dan juga penjaga di rumah ini, sisakan satu mobil untuk kami dan taruh di dekat jalan dan kau tunggu kami di sana,sedangkan aku dan kakak akan di sini agar tak ada yang curiga,dan pasti Tiara sedang menyuruh orang ,jadi agar mereka mengira kalau kita tak tahu apapun,apa kau mengerti." jelas Zia dan Rasyid mengangguk mengerti.


"Saya mengerti Queen sungguh rencana yang bagus." kagum Rasyid Zia selalu saja membuat rencana taka terduga di banding dengan Zayn.


"Ya sudah cepat laksanakan tugas itu sekarang juga, sebelum orang suruhan wanita brengsek itu menemukan rumah kita. " Tuhan Zayn dan Rasyid pun bergegas melaksanakan tugasnya.


"Orang suruhannya pasti sedang mencari kita, tapi itu akan menyulitkan mereka karena rumah kita berada sangat jauh dari keramaian."


"lo bener kak, sebentar gue harus hilangin koneksi agar mereka tak menemukan rumah kita dengan mudah, gue akan ulur waktu mereka untuk lebih lama dalam melacak keberadaan kita.Dan lo suruh para pelayan bersiap untuk pindah ke Vila. " Zia lalu pergi keluar ruangan dan mulai memutus koneksi agar orang suruhan Tiara lama menemukan keberadaan mereka.


"Ok my sister gue..." Zayn juga keluar ruangan dan langsung menyuruh para pelayan dan penjaga untuk berkemas tanpa bertanya mereka pun menurut apa yang di titah kan oleh Zayn.


Rumah Zia dan Zayn sangat jauh dari Keramaian jadi akan sedikit sulit untuk menemukan rumah mereka, pasti para suruhan Tiara akan kesulitan mencari rumah mereka dan akan menghabiskan waktu yang cukup banyak.


๐Ÿ˜Š๐Ÿ™‚jangan lupa like dan coment kakak๐Ÿ™๐Ÿ™