Zia And Zayn Pair Of Mafia

Zia And Zayn Pair Of Mafia
bag-85



Setelah menghabiskan waktu bersama ayahnya hingga sore hari, Rayyan pun pulang ke apartemennya karena malam ini dia akan menemui Zia dan teman-temannya.Sesampainya di apartemen Rayyan membersihkan badannya dan bersiap untuk menemui teman-temannya. Namun matanya tertuju pada pada sebuah amplop yang ada di atas nakas di kamarnya.


"Ah... gue ingat... gue baca dulu surat Varo." Rayyan mengambil amplop itu dan membukanya perlahan. Tulisan rapih sudah berderet di kertas, Rayyan mulai membacanya.


🍁Untuk Rivalku....


Bagaimana kabar lo? semoga lo baik-baik aja bro.... maaf gue gak bisa ngomong langsung ke lo, karena lo tahu waktu gue gak lama, dan maaf selama ini gue nyembunyiin sesuatu dari lo dan Zia, karena gue gak punya pilihan lain. Gue udah mundur buat dapetin Zia sekarang gue udah ikhlasin dia buat bahagia sama lo, bener apa kata orang jika kita mencintai seseorang tapi tak memiliki hatinya hanya akan membuat kita sakit karena bukan kita yang ada dalam hatinya. Maaf untuk segalanya, untuk semua yang pernah gue lakuin ke lo, entah itu yang menyinggung perasaan lo atau yang buat lo merasa bersalah jika ada gue, sehingga lo gak berani ungkapin perasaan lo ke Zia. Sekarang lo gak usah khawatir tentang gue, kejar cinta lo Rayyan jangan sampe lo kena saing lagi sama lelaki lain,karena lo pergi tanpa alasan yang jelas, dan membuat Zia harus kecewa dan menunggu kepastian dari lo, ingat Rayyan wanita akan pergi jika lelakinya tak memberi kepastian yang jelas. Jadi mulai sekarang tegaskanlah hubungan lo sama Zia, ambil dengan keberanian atau lo lepas dia dengan keridhoan, itu cuma pesen gue ke lo, gue titip Zia ke lo karena gue yakin lo bisa jaga dia, makasih lo udah mencintai Zia dengan tulus. Gue pamit ya Yan inget pesen gue jangan lo lupa.


#Alvaro.....


Tak terasa air mata Rayyan menetes setelah membaca surat itu, tak di sangka jika Varo adalah lelaki yang hebat, yang dengan ikhlas memberikan cintanya untuk orang lain, sungguh Rayyan kagum akan sosok Varo, meski ada kebencian dalam hatinya, karena harus berasaing untuk mendapatkan cinta Zia, Rayyan akan tetap menyayangi nya karena meraka adalah sahabat.


"Makasih Varo, gue janji akan jaga Zia karena dia adalah wanita yang gue cinta. Maaf karena gue masih menguntungkan kepastian gue buat Zia, tapi percayalah Ro kalau gue bener tulus sama Zia. Gue gak akan lupa pesen lo." lirihnya sambil menyeka air matanya, dia lalu melipat kertas itu dan memasukkan nya ke amplop seperti semula dan menyimpan surat itu di laci nakasnya.


Setelah selesai membaca surat Varo, Rayyan bersiap untuk menemui Zia dan juga semua temannya, Rayyan akan menjelaskan semuanya pada Zia, dengan hati yang bahagia Rayyan memasuki mobilnya dan melajukannya menuju kediaman Zia dan Zayn.


...----------------...


*Markas Pair Dragon Blood


Terlihat seorang gadis cantik tengah duduk di kursi kebesarannya, kini mafianya sudah bersatu dengan mafia milik Ilham, dan kini mafianya sudah menjadi nomor satu, Ilham juga sudah memberikan kepemimpinannya kepada Zia dan Zayn.Namun mereka masih menyembunyikan identitas mereka sebagai king dan queen karena lebih banyak sedikit yang tahu maka itu lebih baik.


Akhir-akhir ini Zia lebih suka menghabiskan waktunya di markas jika malam hari, kadang dia berlatih, balapan liar dan masih banyak kegiatan malam yang dia lakukan. Kini dia juga tengah menyelidiki tantang meninggalnya kakek dan neneknya yang dia rasa ada yang janggal,namun itu masih belum pasti,karena Zia baru menyelidiki beberapa hardan dia masih belum memberitahuka pada Zayn.


Sungguh dia sangat kehilangan Dimas dan Fitri, mereka meninggal pada saat Zia dan Zayn baru menginjakkan kaki di bangku kelas tiga SMA, mereka mendapat kabar bahwa rumah dari kakek dan neneknya terbakar habis hingga Dimas dan Fitri juga menjadi korban kebakaran, dan merenggut nyawanya.


Zia juga sekarang di kenal sebagai dengan Queen racing, dan markasnya sudah di penuhi dengan berbagai mobil dan moge yang super mewah, karena yang mengajak balapan adalah kalangan anak sultan.Banyak sekali yang mengajak balapan, hanya karena ingin melihat kecantikan Zia, bahkan banyak dari mereka yang menggilai sosok Zia, kamu Zia tak memperdulikan bahkan dia tak berminat sama sekali.


"Queen kau sudah datang?." tanya Riska yang melihat jika Zia sudah datang.


"Tentu saja karena gue mau tambah koleksi mewah lagi. " jawabnya, dia memang hanya mampir sebentar ke markasnya hanya sekedar basa-basi, karena hari sudah malam dan dia juga tak berniat balapan.


"Wah sekarang Queen sepertinya sedang kecanduan balapan liar."ungkap Riska, dulu Zia tak begitu menyukai balapan, tapi sekarang dia sangatlah gila racing, sampai-sampai garasinya penuh.


"Aku ingin bertanya, kenapa akhir-akhir ini King tak datang ke markas? apa terjadi masalah?." tanya Riska,karena memang Zayn sekarang jarang datang ke markas entahlah apa yang terjadi pikir Riska.


"Dia sibuk." jawab Zia singkat dan datar.


"Singkat amat, jelasin dong emangnya King sibuk sama urusan apa?." tanyanya lagi, karena Zia tak mendetailkan alasan kesibukan Zayn.


"Gue males jelasinnya, sono tanya sendiri."Zia pun berdiri dari duduknya dan menyambar kunci mobilnya, dan berlalu pergi dari markasnya dan masuk kedalam mobilnya.


"Huh untung sayang.... semoga lo kembali ramah kayak dulu lagi, gue rindu Zia yang dulu." Riska berharap Zia akan kembali seperti dulu yang ramah meski dingin, tapi Zia tetap banyak bicara, itulah sifat yang di rindukan oleh semua orang yang dekat dengannya.


Sesampainya di villa dilihatnya ada mobil yang asing, yang sudah terparkir di halaman villa nya dan juga mobil semua temannya,Zia memarkirkan mobilnya sembarang dan memberikan kuncinya ke penjaga untuk di masukkan ke dalam bagasi, karena hari sudah malam. Zia memasuki villa dan benar saja semua temannya sudah berada di sana,karena Zia sudah mendengar senda gurau dari dalam villa nya.


"Wihh.... si queen udah pulang tuh." ucap Dika yang melihat Zia sudah kembali, namun Zia masih memasang wajah datarnya.


"Zi.... sini dulu, aku kangen sama kamu, udah lama kamu gak kumpul sama kita. " tambah Siti yang sangat merindukan Zia. Lalu muncullah Zayn di belakang Zia.


"Zi... ada yang mau ketemu lo." ucap Zayn.


"Gue lagi males." singkatnya tanpa menoleh. Zia pun beranjak pergi meninggalkan mereka, namun belum Zia melangkahkan kakinya, tangannya sudah lebih dulu di tarik oleh Rayyan. Ya yang di belakang Zia tak adanya Zayn tapi juga Rayyan ada di sana.


"Gue udah bilang, gue lagi males, apa kakak tuli?!." suaranya sedikit membentak membuat Rayyan tersentak dengan perubahan Zia.


"Oh jadi gak mau nih ketemu sama gue."Ucap Rayyan dengan nada yang dibuat kecewa. Zia yang mendengar suara yang tak asing di telinganya membuanya diam seketika.


"Suara ini.....Rayyan bener ini lo?." batin Zia mencoba menerka apa yang dia dengar.


"Zi..... " panggil Rayyan lembut, dia membalikkan tubuh Zia, sehingga mereka saling berhadapan, tanpa sadar Zia langsung menatap wajah Rayyan, dia masih belum percaya apa yang di lihatnya. Perlahan namun pasti hingga akhirnya pandangan mereka bertemu. Namun dengan cepat Zia mengalihkan pandangannya, dan melepas tangan Rayyan kasar, dan berbalik membelakangi Rayyan.


Rayyan yang melihat Zia mengalihkan pandangannya dan melepas kasar tangannya, seketika rasa ngilu memenuhi hatinya, denyut jantungnya melemah seketika. Zia menatap dingin Rayyan, di hatinya masih ada perasaan kecewa yang mendalam, sekian lama dia menunggu, namun yang di tunggu tak kunjung datang sampai empat tahun lamanya, membuat cinta Zia berasa semu.Dia ingin menunggu namun kepastian tak kunjung menghampiri nya, hingga dia sedikit menutup perasaannya terhadap orang yang di tunggu nya.


Rayyan melihat mata Zia yang penuh dengan kekecewaan terhadapnya, sungguh Rayyan ingin sekali memeluk tubuh Zia dan menebus semua kesalahannya, sungguh sekarang yang dia rasakan hanyalah penyesalan, karena dia tak menegaskan perasaannya terhadap Zia.