Zia And Zayn Pair Of Mafia

Zia And Zayn Pair Of Mafia
bag-46



Beberapa hari kemudian, mereka sudah menyelesaikan ujian akhir mereka dan sekarang adalah hari bebas karena seluruh siswa hanya menunggu pembagian rapot dan juga perayaan perpisahan kelas 12.Sekarang di sekolah sedang di laksanakan porseni antar kelas dan banyak sekali siswa yang mendaftarkan sebagai perwakilan kelas.


Perwakilan dari kelas Zia dan Zayn adalah Varo, katanya dia mau ikut porseni dan akan menyanyi dengan gitar. Varo sekarang sedang bersiap untuk memnyayikan sebuah lagu. Mereka menunggu giliran Varo sebagai perwakilan kelas mereka. Dan waktunya pun tiba, kini giliran kelas Zia dan Zayn. MC pun memanggil nama Varo untuk segera menampilkan penampilannya.


"Dan sekarang adalah perwakilan dari kelas 11 IPA 1 yaitu Alvaro Pratama." panggil MC tersebut dan Varo pun langsung menaiki panggung.


Varo duduk di kursi dengan memegang gitar, dan dia akan mulai bernyanyi.


"lagu ini spesial semoga bisa mengharumkan nama kelas gue dan kawan-kawan yang lainnya." ucap Varo dan di sambut dengat tepuk tangan yang riuh karena bagaimana pun Varo termasuk most wanted di sekolah ini.


Dia mulai memetik senar gitarnya dan menyanyi, judul lagunya adalah kan ku jaga ciptaan d'paspor.


Keindahan tempat kita berdiam


Dibawah sang rembulan


Dan berhiaskan bintang


Takkan hilang dan takkan pernah pudar


Seperti rasa cinta


Yang telah kau berikan


………


Kau bagaikan bintang Yang bersinar


Terangi malamku. Hilangkan risauku


Takkan ada yang melebihimu


Ketulusan hatimu. Berarti untukku


Cinta ini takkan pernah bisa terhapuskan


Selama kau masih menemani hatiku


Masih kurasakan Setia di hatiku


Dan takkan ternoda untuk selamanya


Kan ku jaga Rasa cinta


Yang kini telah hadir di hidupku


Selamanya Takkan sirna


Meskipun waktu kan memanggilku


………


Cinta ini takkan pernah bisa terhapuskan


Selama kau masih menemani hatiku


ini takkan pernah bisa terhapuskan


Selama kau masih menemani hatiku


Masih kurasakan Setia di hatiku


Dan takkan ternoda untuk selamanya


Kan ku jaga Rasa cinta


Yang kini telah hadir di hidupku


Selamanya Takkan sirna


Meskipun waktu kan memanggilku


Kan ku jaga rasa cinta


Yang kini tlah hadir dihidupku


Selamanya Takkan sirna


meskipun waktu kan memanggilku


Huuu... Huuu... Huuu


Setelah mendengar lagu itu suara tepuk tangan meriah di lapangan mereka baper dengan lagi yang di bawakan Varo.


Dan akhirnya perlombaan selesai mereka tinggal menunggu pengumuman kejuaraan lomba porseni antar kelas, dan kini tibalah pengumuman pemenang dari lomba porseni. Seluruh siswa sudah tak sabar menunggu siapa juaranya.


"Baiklah sekarang kami akan mengumumkan pemenang dari lomba porseni tahun ini. Juara tiga jatuh kepada kelas 11 IPS 3 silahkan perwakilannya naik ke atas panggung, kota menuju juara ke dua yaitu jatuh kepada kelas10 IPA 1 dan uang terakhir juara satu jatuh pada kelas 11 IPA 1.Silahkan para perwakilan kelas di harap naik ke atas panggung." ucap MC karena sudah mengumumkan pemenang kejuaraan porseni.


Semua perwakilan naik keatas panggung, dan juri memberikan hadiah berupa piala kepada para juara porseni antar kelas.


Setelah selesai pembagian hadiah Varo langsung berhambur menuju teman nya berada.


"Iya lagunya juga bagus banget." puji Siti.


"makasih Ti." ucap Varo karena Siti memuji lagu yang di bawakan Varo, namun semua itu membuat Dika sedikit sesak hatinya setalah mendengar Siti memuji lagi yang di bawakan Varo.


"aduh kenapa gue jadi gak Terima ya Siti muji lagu yang di bawain Varo. Apaan sih Dik buat apa juga gue cemburu." batin Dika karena tiba-tiba perasaan aneh itu muncul setelah Siti memuji Varo.


"Hebat sepupu gue." ucap Nancy karena bangget dengan kemenangan Varo walaupun hanya kejuaraan antar kelas bukan internasional.


"iya dong lo kaya gak tahu gue aja Nan." ucap Varo bangga.


Gimna yang melihat ekspresi wajah Dika menjadi heran, karena Yumna melihat kalau Dika seperti sedang cemburu.


"lo kenapa Dik, kok kaya cemburu gitu?." ucap Yumna dan membuat Dika salah tingkah.


"Apaan sih lo gue gak cemburu, emang cemburu sama siapa?." kesal Dika karena hampir ketahuan karena raut wajah seperti orang cemburu dan Dika berusaha menutupinya.


"ngaku aja nggak usah ngeles.Lo cemburu sama Siti kan karena muji lagu Varo tadi. " Tambah Yumna karena dia sangat suka menggoda Dika, apalagi sampai mempermalukan Dika, mungkin sudah menjadi salah satu hobinya.


Dika semakin gusar karena sekarang semua temannya melihat ke arahnya, dan itu membuat Dika diam membisu, lidah terasa kelu dan tak bisa menjawab pertanyaan Yumna, dan akhirnya Dika jm hanya diam.


"Apaan sih Yumna gak usah comblangin gue deh sama Dika, gue gak suka." ucap Siti karena dia masih ingat waktu kejadian Dika menghinanya, karena Siti menggunakan bahasa jawa seperti orang kampung, namun kenyataannya Siti anak orang kaya.Tapi Dika belum mengetahuinya saja, padahal semua teman Siti sudah mengetahuinya, itu karena Dika tak terlalu tertarik dengan kehidupan Siti.


"wah mulai lagi nih debatnya Aduh pala sama kuping gue udah gak kuat denger mereka debat mulu, lebih baik tuh jodohin aja Dika sama Siti biar si Yumna gak ledek terus. Dasar temen merepotkan." Batin Varo karena bosan mendengar perdebatan mereka lagi.


Siti sedikit kesal karena Yumna terus meledeknya dengan menjodohkan dia dengan Dika. Dika yang mendengar Siti tak menyukai Dika, ada sedikit rasa ngilu di hatinya.


"kenapa hati gue kerasa ngilu ya setelah mendengar ucapan Siti.Apa mungkin gue udah suka sama tuh anak?Gue harus minta maaf, kayanya Siti masih marah sama kejadian dulu." batin Dika yang mendengar ucapan Siti, karena Diak juga masih ada perasaan bersalah kepada Siti atas ucapannya dulu.


"Ya udah.... Ti maafin Yumna ya emang dia mah orangnya suka gitu, suaranya bercanda." ucap Mila karena Yumna bercanda namun tak begitu di sukai oleh Siti.


"Iya gak papa kok Mil santai aja." ucap Siti memaafkan Yumna.


Melihat situasi akhirnya Zia buka suara, karena jika sudah mendengar Zia ngomong semua nya bakal nurut apa yang di katakan nya. Dan semua itu sudah biasa karena memang sifat Zia seperti itu, namun semuanya juga tak keberatan, malah dengan Zia seperti itu semuanya jadi terkendali, begitu juga dengan Zayn dia juga tak mau kalau temannya selalu berdebat.


"Udah kan debatnya, sekarang kita let's Go ke kantin, kalau kalian gak mau gak papa, gue pusing denger kalian debat mulu." ucap Zia karena setiap hari selalu mendengar berdekatan yang tak berbobot, Zia pun langsung meninggalkan teman temannya dan pergi ke kantin.


"Iya nih gue juga mau ngantuk dulu laper. Zi tunggu kakak." ucap Zayn dan berlari menyusul Zia, karena Zayn juga sudah tuli mendengar perdebatan antara Dika dan Yumna, lebih baik Siti sama Dika tuh pacaran aja biar gak debat mulu. pikir Zayn.


Karena sudah melihat Zia dan Zayn pergi ke kantin akhirnya mereka mengakhiri perdebatan dan langsung menyusul Zia dan Zayn, Varo dan Nancy sudah lebih dulu menyusul Zia dan Zayn, karena mereka sudah bosan mendengar ocehan dan ledekkan Dika dan Yumna.


Mereka semua kumpul di kantin dan hanya ada keheningan. Lalu tiba-tiba Zia buka suara.


"Heh Dik, kalau lo bener suka sama Siti udah tembak aja dia, sebagai permintaan maaf lo karena pernah buat hati dia terluka karena ejekan lo." ucap Zia langsung dan membuat Dika dan Siti melihat Zia bersamaan.


"Eh.... tapi gue gak suka sama dia Zia." dusta Siti, karena sebenarnya dia juga sangat menyukai Dika, namun karena kejadian waktu itu, dia segera mengubur perasaannya agar tak terlalu dalam perasannya terhadap Dika.


"Iya Zi, gue juga mau minta maaf sama dia, kayanya Siti belum ikhlas maafin gue nya." ujar Dika karena dia merasa kalau Siti belum memaafkannya dengan ikhlas.


"Ti, lo gak usah bohong kalau masalah perasaan, kalau lo suka jangn di pendem nanti yang ada lo malah sakit hati." ucap Mila karena memang Siti pernah bercerita pada Mila tentang perasaannya terhadap Dika.


"Ya Ti, gue bener-bener minta maaf dengan tulus ke lo, gue juga mulai suka sama lo, gue gak tahu kapan perasaan ini muncul tapi yang pasti gue beber cinta sama lo." ucap Dika tulus sembari melihat kearah Siti, berharap dia bisa mendapat maaf dari hati Siti yang paling dalam, dan juga berharap cintanya terbalaskan.


"aku udah bener-bener maafin kamu kok Dik, tapi kamu janji gak bakal hina aku lagi karena logat ku.Dan masalah perasaan gue sebenarnya juga udah suka sama lo sejak lama." ujar Siti jujur dengan perasaannya terhadap Dika.


"Iya Ti, gue janji akan selalu jaga lo dan juga perasaan lo, jadi lo mau jadi pendamping gue dan akan selalu bareng gue selamanya?." ucap Diak karena mendapat lampu hijau.


Mendengar itu Siti menjadi malu, karena Dika menyatakan cintanya di hadapan semua temannya.


"Iya aku mau Dik, jadi pendamping kamu, dan akan selalu setia sama kamu sampai kita di izinkan menikah." ucap Siti serius karena Siti tak hanya ingin jadi pacarnya dia juga ingin menjadi pendamping hidup Dika.


"Bener Ti, makasih ya gue juga pengin lo jadi pendamping hidup lo selamanya." ucap Dika dan langsung memeluk Siti karena cintanya telah di terima.


"Yeah.... akhirnya Siti udah punya kekasih, jaga dia selalu ya Dik, gue percaya lo akan selalu bersama dia." ucap Mila bahagia karena Siti sudah menemukan kekasih hatinya.


"Nah gitu, itu namanya baru cinta smdenagn kepastian bukan kepalsuan." ucap Yumna karena Diak akhirnya menyatakan cintanya.


"lo jaga dia selalu Dik awas kalau buat dia nangis atau terluka liat aja gue bakal lakuin sesuatu buat lo." ucap Zia tegas karena tak mau jika temannya terluka hatinya.


"Siap Zi gue janji bakal ada terus buat dia."ujar Dika yakin.


" jangan cuma ngomong doang ya bambang buktiin."tambah Zayn.


"asyiap tuan muda." ucap Dika semangat.


"azzek selamat ya bro gue do'ain semoga langgeng terus sampe tua." ucap Varo memberi ucapan selamat.


"gue seneng lihat nya akhirnya kita gak bakal lia dan denger berdekatan lo lagi." ucap Rayyan.


Dan semua yang berada di situ tertawa bahagia, mereka merayakan kebahagiaan Siti dan Dika karena baru jadian.


Rayyan dan Varo berada dlam pikirannya masing-masing begitu juga dengan Zia.


"apakah cinta gue bakal terbalaskan Zi, jika gue nyatain cinta ke lo?. " batin Varo sambil menatap ke arah Zia.


"seandainya cinta gue kaya mereka pasti gue udah bahagia, sebenarnya perasaan lo tu buat siapa Zi?." gumam Rayyan karena ingin sekali bisa bahagia bersama Zia.


Zia hanya diam pikirannya berkecamuk antara persahabatan dan perasaan, kamu Zia tak begitu ambil pusing, dia bersikap biasa saja. Dan Zayn melihat itu, membuatnya merasa kasihan akan perasaan adiknya yang terjebak dalam cinta segitiga, Zayn akan berusaha membantu adiknya keluar dari masalah ini bagaimana pun caranya Zayn akan lakukan.


kalau di pikir Zayn sendiri juga sendang berada dalam mode perasaan yang aneh yaitu cinta namun dia belum menyadarinya. Dia hanya terobsesi oleh balas dendam kepada keluarga nya karena telah menyakiti adik yang sangat ia sayangi, dan itu membuatnya tak punya alasan untuk di cintai dan mencintai oleh siapapun.