Zia And Zayn Pair Of Mafia

Zia And Zayn Pair Of Mafia
bag-54



Zia dan Zayn mulai meneror Tiara, karena mereka sudah muak dengan semua kejahatan Tiara dan juga Fika.


tring..... tring.... tring....


Suara dering hp menandakan jika ada panggilan masuk, Tiara segera mengangkat teleponnya, dan menekan tombol hijau agar panggilan bisa tersambung, namun Tiara melihat di layar ponselnya nomor tanpa nama.


"Hallo..... maaf anda siapa?."tanyanya karena Tiara tak mengenali nomor tersebut.


" Hallo nyonya Alfian...... bagaimana kabarmu......??."tanyanya dan sontak membuat Tiara kaget sekaligus tak menyangka kalau si penelpon tahu akan marganya.


"s-siapa kau... aku tak mengenalmu?." suaranya tergagap dan sedikit ada rasa takut.


"Itu tidak penting...... tunggulah sebentar lagi aku akan membongkar perbuatan busukmu..... hahaha.... " tawanya menggema di telepon itu, dan membuat Tiara ketakutan sampai mengeluarkan keringat dingin, karena ternyata ada yang sudah mengetahui kebusukannya.


"Siapa kau sebenarnya hah.... apa maumu." bentak Tiara dengan tubuh yang masih bergetar dan keringatnya mulai membasahi wajahnya.


"hahahaha..... lihatlah kau sudah sangat ketakutan.... ini baru permulaan nyonya Alfian dan tunggulah kehancuranmu." Seringai nya penuh dengan ancaman dan membuat tubuh Tiara membeku di tempat, dan setelah itu mematikan sambungan telepon secara sepihak.


"halo.... halo... hei.... kita belum selesai bicara.... " teriaknya yang menyadari kalau sambungannya telah terputus.


"brengsek..... sebenarnya siapa dia, aku akan buat perhitungan dengannya karena telah berani mengancamku."umpatnya kesal karena ada yang sudah berani bermain dengannya.


" awas saja kau...... "bisiknya lagi dengan frustasi karena sudah ada yang mengetahui kebusukannya selama ini. Karena bisa berakibat fatal jika semuanya terbongkar.Namun Tiara bersikap tenang, agar Hiashi tak mencurigainya.


...----------------...


" hahahahaa..... lihat baru saja gue telepon ternyata dia sangat ketakutan..... hahahah.... gue gak akan biarin hidup lo tenang."tawa Zia setelah menelpon Tiara tapi itu belum seberapa karena masih ada teror yang lebih mengerikan.


"hahaha... benar-benar Zia, namun itu baru permulaan, kita akan lihat sampai kapan dia bertahan." Zayn juga ikut tertawa karena mendengar Tiara ketakutan Zia sengaja menyalakan speaker saat menelpon agar Zayn juga mendengar.


Mereka pun tertawa bersama karena rencana pertama telah berhasil, mereka akan membuat Tiara benar-benar mengakui kejahatannya sendiri.


...----------------...


Semakin hari teror itu selalu menghantui Tiara, Zia dan Zayn selalu menelponnya setiap malam dan selalu mengancam Tiara dan itu membuatnya khawatir, akan keselamatan dirinya dan juga Fika. Fika juga sudah mengetahui kalau Tiara selalu di teror. Namun dia tak peduli sedikit pun akan keadaan Mamahnya malah dia asyik bermain dengan temannya.


Hingga suatu saat di pusat taman kota Tiara sedang menikmati hari santai bersama Fika, namun tanpa sengaja matanya melihat sosok Zia dan Zayn yang juga ada di sana.


"apa-apaan ini kenapa mereka masih hidup? bagaimana mereka selamat? aku taka akan tunggal diam kalian harus tetap mati meskipun sekarang kalian masih bernafas dengan tenang." batinnya terkejut melihat Zia dan Zayn yang ternyata masih hidup.Jantungnya serasa copot dari tempatnya.


Yang hanya terpikir oleh Tiara sekarang adalah apakah yang selama ini meneror nya Zia dan Zayn. Fika juga melihat itu dan dia sama-sama terkejut pasalnya mereka sudah membakar hangus rumah Zia dan Zayn.


"bagaimana bisa? bukakanlah mereka Zia dan Zayn? gue gak akan tinggal diam mereka selalu saja berhasil meloloskan diri, tapi gue punya rencana bagus." Batinnya menatap benci pada Zia dan Zayn.


"Mah mereka masih hidup, kita hari buat rencana lagi."Fika langsung mengusulkan sebuah rencana setelah melihat Zia dan Zayn masih bernafas bebas.


"Memangnya apa rencanamu hah? Mamah masih ingin tahu siapa peneror Mamah, apa kau tak peduli dengan Mamamu ini?." decak nya kesal, karena selalu saja Fika tak peduli padanya.


"Cihh.....Mamah memang selalu saja banyak omong, bahkan rencanamu juga tak berhasil pada mereka, mereka tampak bahagia tak terluka oleh rencanamu sedikitpun." bantah Fika sambil memelototkan matanya,karena rencana Tiara tidak berhasil,bahkan Zia dan Zayn tak terluka sedikit pun.


"Kau sudah berani membantahku!!!!!....dasar anak tak tahu di untung aku sudah melakukan apapun demi dirimu, tapi ini yang kau balas.....Bahkan kau tak pernah peduli padaku." Bentak Tiara namun Fika tak memperdulikan Tiara dan pergi begitu saja.


"heh..... tunggu kau!! Mamah belum selesai bicara Fika." Fika tetap pergi dan tak menghiraukan panggilan Tiara.


"dasar anak SIALAN!!!!!..... " umpat Tiara melihat perlakukan Fika yang tak peduli padanya.


Fika pun pergi dengan kekesalannya dia sudah tak lagi peduli dengan ocehan Tiara, yang ia pikirkan sekarang adalah rencana melenyapkan Zia dan Zayn. Fika menyetir mobilnya dan otaknya sedang berfikir keras, kali ini rencananya harus berhasil. Akhirnya setelah lama berfikir dia menemukan ide.


Fika segera menemui mafia itu untuk menculik Zia, dan akhirnya disetujui oleh komplotan mafia itu dan memberikan foto Zia ke mereka. Mereka segera melakukan tugasnya untuk menculik Zia.


"kali ini pasti tak akan gagal untuk membunuhnya, gue akan gunain Zia dulu dan melenyapkannya dan setelah itu barulah Zayn. " batinnya dengan seringai liciknya.


Komplotan itu segera memberitahu Ilham, karena mereka di suruh menculik Zia dan membawanya ke gudang kosong di dekat hutan terpencil. Ilham pun menyetujui dan mengikuti rencana Fika.


...----------------...


Zia dan Zayn sekarang sedang menikmati pemandangan indah di siang hari, rasanya hari hari mereka dan ga tlah penat akhir akhir ini, jadi Zia dan Zayn berjalan jalan sebentar di dekat sebuah danau yang indah. Mereka tampak menikmati udara yang segar disana dan hawa panas karena hari semakin siang.


Namun tanpa di sadari mereka ada yang sedang mengawasi Zia dan Zayn lalu tiba-tiba saja ada dua orang yang membungkam mulut Zia dana Zayn hingga ke duanya pingsan akibat bius yang di berikan oleh kedua orang itu.


Mereka membawa Zia dan meninggalkan Zayn di sana. Zia dia bawa ke sebuah gudang dekat hutan yang terpencil, lalu diikat di kursi dan dalam keadaan belum sadarkan diri.


Lalu tiba-tiba.....


Byuurrr........


Ada seseorang yang menyiramkan air begitu saja dan membuat Zia tersadar dan langsung membuka mata. Matanya tertuju kepada orang yang telah menyiramnya, dan ternyata dia adalah Fika.


Fika menyeringai penuh kemenangan dan Zia hanya menatapnya tajam dan datar. Fika langsung emosi ketika di tatap tajam Zia.


Plakkkk.....


Suara tamparan mengenai pipi mulus Zia namun Zia tak kesakitan sekali pun, Zia hanya tersenyum miring memandang remeh Fika.


"Itu balasan dulu pada saat di sekolah.... "


Plakkkk......


"dan satu lagi karena lo udah rebut Rayyan dari gue." Fika menampar pipi Zia yang kedua kalinya.


"heh.... dasar wanita j***ng kau bahkan tak berani melawan ku secara langsung, kau hanya berani menyuruh orang.... Cihh sungguh pengecut.... hahahaha...... " tawa devil Zia meremehkan dan sangat menyeramkan jika di dengar.


"kau.... "Umpatnya tak terima. Lalu memukul wajah Zia dengan keras hingga pipinya sedikit berdarah akibat pukulan keras Fika.Fika terus saja memukul wajah Zia tanpa mau berhenti, dan membuat Fika sangat puas.Wajah Zia sudah di penuhi luka akibat pukulan yang di beri Fika, Zia tak bisa melawan karena tubuhnya di ikat.


Mafioso di sana hanya memperhatikan, dan tak tega dengan Zia, karena Zia adalah cucu dari Kingnya, namun itu sudah menjadi rencana Ilham untuk mengikuti permainan Fika.


" Cukup keras juga pukulanmu nona muda Alfian.... tapi lo jangan seneng dulu, gue bahkan bisa merobek dadamu dan mengeluarkan semua isi perutmu dan menarik paksa ususmu, itu sangat mudah bagiku. "gertak Zia dan berhasil membuat Fika merinding mendengarkan ancaman Zia namun Fika mencoba berani dengan semua gertakan Zia.


"Memangnya kau akan selamat dari ku Zia, kaulah yang akan mati terlebih dahulu." ucap Fika yang masih takut namun dia berusaha menutupi, lalu mengeluarkan pisau berukuran kecil dan tajam.


Fika mengarahkannya dan hendak menguliti Zia,pisau itu sudah mengenai leher Zia dan sudah mengeluarkan darah segar dari leher Zia,namun di cegah oleh mafioso Ilham.


"Jangan Nona, semua itu kami yang akan urus, kau bisa pergi dan percayakan wanita ini pada kami, karena kami akan bersenang-senang dahulu sebelum dia mati." ucapn salah satu mafioso Ilham, dan itu membuat Fika berhenti.


"ada apa aku sudah membayar kalian, jadi biarkan aku yang bersenang senang dengannya." Ucapnya sinis.


"tapi itu sudah peraturan dari mafia kami,jadi tolong mengertilah."pinta dari mafioso itu.


" baiklah kalian boleh menikmati tubuh gadis pembawa sial ini dan beritahukan jika dia sudah lemah, dan pada waktu itulah aku akan membunuh dia."tunjuk Fika dan menatap remah Zia.


"Kau tenang saja kami akan buat dia tak berdaya." ucapnya berpura-pura menyetujui ucapan Fika.


Setelah itu Fika pun pergi meninggalkan gudang itu, dengan menahan gemuruh amarahnya karena gagal untuk membunuh Zia sekarang.