Zia And Zayn Pair Of Mafia

Zia And Zayn Pair Of Mafia
bag-53



Mereka menjalankan rencananya sesuai yang di perintah Zia, Rasyid sudah memindahkan semua Art dan penjaga serta barang penting ke villa Zia yang ada di bukit selatan.


Kini tinggallah Zia dan Zayn yang masih ada di rumah mereka, Zia dan Zayn sengaja mengikuti rencana Tiara. Dan benar saja sampai hampir tengah malam orang suruhan Tiara juga belum menampakkan batang hidungnya.


"Cih, mana yang mau membakar rumah kita, bahkan gerak geriknya belum juga terlihat." Decih Zia kesal.


Akhirnya karena sudah merasa bosan Zia sengaja menyalakan koneksi GPS, agar mereka menyudahi semua ini,Zia dan Zayn sengaja mengikuti rencana Tiara, agar nantinya Tiara menganggap kalau Zia dan Zayn benar-benar sudah tiada.


...----------------...


Di sisi lain orang suruhan Tiara masih mencari keberadaan rumah Zia dan Zayn, mereka hampir kewalahan mencari kediaman Zia dan Zayn, karena sudah hampir tengah malam mereka tak juga menemukannya. Namun tiba-tiba saja ada koneksi GPS yang menyala mereka pun langsung melacak dan sampailah di rumah megah dan besar.


"Seperti nya ini adalah rumah yang kita cari." ucap salah satu dari mereka


"Baik sekarang kita akan memulainya cepat lakukan tugas kalian, sepertinya penghuni rumah ini sudah terlelap dan penjagaan juga tak ketat, bahkan sepertinya penjaganya lengah. " Ketua dari orang suruhan Tiara, dan menyuruh bawahannya segera melakukan tugas mereka.


Zia dan Zayn masih tenang di dalam sana, bahkan mereka sudah mengetahui bahwa orang suruhan Tiara sudah datang.


"mereka semua bodoh,ayo Zi kita akan segera keluar." Zayn dan Zia pun segera menyiapkan diri untuk pergi dari rumah mereka.


Mereka sedang menyebarkan minyak tanah di segera penjuru rumah besar itu. Selang beberapa saat mereka selesai dan akan mulai membakar rumah itu, salah satu dari mereka pun menyalakan korek dan langsung melemparnya ke arah rumah itu dan.....


Wusshhhhh......


Api mulai berkobar dan mereka tertawa karena berhasil menjalankan tugasnya, dan segera pergi meninggalkan rumah itu. Setelah kepergian mereka Zia dan Zayn pun keluar pada saat api mulai membesar agar mereka tak mencurigai, Zia dan Zayn berlari ke tempat Rasyid menunggu mereka di sana.


"King, Queen apa anda baik baik saja?." tanya nya langsung karena khawatir jika Zia dan Zayn nantinya tak selamat.


"Kami baik, ayo segera kita pergi." titah Zayn, mereka segera masuk ke dalam mobil dan Rasyid mengendarai dengan kecepatan penuh.


Sesampainya di villa Zia mereka turun dari mobil, Zia dan Zayn senang karena berhasil mengelabuhi mereka semua.


"hahahaha..... mereka sangat bodoh, tunggu saja Tiara teror kami akan menghantuimu." tawa Zia yang terdengar sangat menyeramkan. Setelah ini rencana Zia dan Zayn adalah mereka akan meneror Tiara.


"Iya kita akan meneror nya sampai wanita ular itu benar-benar takut."Tambah Zayn mereka sekarang tak makan tinggal diam atas apa yang Tiara lakukan.


Zia dan Zayn pun masuk ke dalam villa, Rasyid pun pamit karena dia juga masih harus mengawasi gerak gerik Tiara dan Fika.


...----------------...


Selesai membakar rumah Zia dan Zayn,orang suruhan Tiara memberitahukan pada Tiara kalau mereka sudah selesai.


"Halo nyonya Tiara, kami telah berhasil melakukan tugasnya, dan sekarang kami tinggal menunggu bayaranmu."ucap salah satu dari mereka lewat Sambungan telepon.


"Kerja bagus, aku sudah mentransfer uangnya, terima kasih atas kerjasamanya." Tiara langsung menutup telepon karena tak mau jika Hiashi mengetahuinya.


"akhirnya mereka mati juga, dan sekarang tak ada lagi yangaakan menghalangiku untuk mendapatkan semua harta keluarga Alfian.Hahaha...... " Batinnya dan tertawa penuh kemenangan.


...----------------...


Di sisi lain Ilham masih menunggu kabar asisten pribadinya Fahmi mengenai Zia dan Zayn karena Ilham mendengar dari mata mata yang mengawasi Tiara jika Tiara akan membakar rumah Zia dan Zayn. Ilham sungguh tak tega jika itu terjadi.


"Oh Shit..... dasar wanita ular ternyata apa yang dikatakan Zia dan Zayn ternyata benar bahwa kau memang wanita gika harta dan aku percaya sekarang bahwa bukti yang di bawa Zia dan Zayn benar bukan rekayasa."Ilham murka melempar semua barang yang ada di meja kerjanya ketika mata mata itu memberitahu rencana licik Tiara.


" Kau juga pembunuh istriku, kau akan mencabik mu Tiara."Suara nya semakin meninggi karena Tiaraa adalah pembunuh istri yang sebenarnya.


Tok.... tok.... tok....


"masuk." titah Ilham dan dia langsung kembali duduk di kursi kebesarannya.


Fahmi masuk dan melihat ruang kerja Ilham sudah sangat berantakan.


"Tenang lah tuan mereka semua selamat dan tak ada korban dalam kebakaran itu." jelasnya memberitahukan jika Zia dan Zayn selamat.


"Bagus kalau begitu, akau ingin kau awasi Zia dan Zayn aku ingin tahu sebenarnya siapa mereka,kenapa mereka selalu selamat dari rencana Tiara." suruh Ilham karena sudah lama ingin mengetahui siapa Zi dan Zayn karena mereka selalu saja bisa selamat dari bahaya dan bahkan pelacak kanIlham empat tahun lalu.


Fahmi pun pamit dan pergi meninggalkan ruang kerja Ilham dan segera mencari tahu siapa Zia dan Zayn yang sebenarnya.


"apakah mereka berdua mafia? tapi mereka masih anak anak untuk apa mereka masuk dalam dunia gelap?." pikir Ilham karena belum tahu pasti tentang Zia dan Zayn.


...----------------...


Sementara itu rumah Zia dan Zayn yang terbakar sudah tersebar luas di TV dan juga media dikabarkan bahwa ada rumah besar terbakar di tempat terpencil dan polisi masih menyelidiki kasus nya.


Pagi harinya HP Varo mendapat notifikasi pemberitahuan berita terkini, tentang tragedi kebakaran rumah besar yang belum tahu siapa pemiliknya. Varo lalu membaca detail berita itu dan matanya membulat sempurna setelah melihat gambar rumah yang terbakar itu.


"Bukankan ini rumah Zia dan Zayn, bagaimana bisa terjadi?gue harus segera memberitahu yang lain." Varo segera menyibak selimutnya turun dari tempat tidurnya berlari dan memberitahukan Nancy.


"Nancy..... Nancy... ayo lahh.... " panggi Varo sedikit berteriak.


Nancy pun terbangun mendengar teriakan Varo, dia segera mencari sumber suara.


"apaan sih berisik banget? ganggu gue lagi tidur aja.... " kesal Nancy karena Varo berteriak di pagi hari.


"Heh.... apa lo gak tahu berita pagi ini?!!.... " bentak Varo melihat Nancy yang ternyata baru bangun dari tidurnya.


"Aduhhh Ro ini itu masih pagi gue belum buka hp." malas Nancy karena dia masih sangat mengantuk dan tak memperdulikan berita pagi ini.


"Rumah Zia dan Zayn terbakar hangus semalam, dan polisi sedang menyelidiki siapa pemilik rumah itu, dan juga siapa dalang di balik pembakaran rumah nya." Ucapnya spontan membuat Nancy terlonjak kaget.


"Apa?!! Ruang Zia dan Zayn terbakar, lalu bagaiman keadaan mereka?." teriaknya panik, dan berlari mendekati Varo dan merebut hp Varo dan Nancy langsung membaca artikel di hp Varo.


"Gue gak tahu kabar mereka, gue takut terjadi apa apa sama mereka." mereka sama sama panik karena belum tahu keadaan Zia dn Zayn.


"Kita harus tenang gue yakin mereka tak akan kenapa-kenapa, apa lo lupa kalau mereka King dan Queen mafia."Nancy mencoba tenang dan yakin jika Zia dan Zayn pasti akan selamat.


" Iya lo bener kita harus tenang, sekarang kita coba hubungi mereka sekarang untuk memastikan."Varo juga mencoba tenang dan akan menghubungi Zia dan Zayn


Varo mencoba menelpon Zia dan Zayn dan menanyakan keadaan mereka, dan syukur akhirnya nomor yang di hubungi Varo berdering.


"Berdering." Varo semakin yakin jika Zia dan Zayn selamat dari tragedi kebakaran itu.


Tersambung......


"Zayn lo gak papa kan?!." Teriak Varo setelah nomor tujuannya tersambung.


"heh gak usah teriak, gue gak tuli, ada apa sih sampe lo teriak gak jelas."gerutunya Zayn kesal karena tiba-tiba saja Varo berteriak keras.


"gue sama Zia gak papa kalain gak usah khawatir besok gue ceritain semua, dan gue minta tolong sama lo Ro kasih tahu sama yang lain kalau gue sama Zia baik baik aja."jelas Zayn karena tak mau teman temannya khawatir.


"Syukur lo gak papa sama Zia ku gue ikut seneng." Varo bernafas lega karena Zia dan Zayn baik baik saja.


"ya udah gue mau kabarin ke yang lain."


"hmmmm." Zayn hanya berdehem dan mengakhiri panggilan.


Varo pun memberitahu Nancy kalau keadaan Zia dan Zayn aman, mereka sangat lega.Varo pun langsung menghubungi teman teman yang lain pasti mereka semua sudah melihat artikel pagi ini dan pasti akan membuat semua temannya terkejut, akhirnya Varo menghubungi mereka semua agar tak khawatir dengan keadaan Zia dan Zayn.


Dimas dan Fitri belum mengetahui rumah Zia dan Zayn karena memang mereka belum di beri tahu, Dimas dan Fitri juga belum bertanya pada kedua cucunya mengenai temalat tinggal mereka berdua.