
*di kediaman Hiashi.
"Yah mantan mertuamu akan datang, mereka pasti akan mencari Zia dan Zayn, lalu apa yang harus kita katakan pada mereka?." tanya Tiara karena Dimas dan Fitri datang pasti akan mencari Zia dan Zayn.
"sebaiknya kita katakan saja kepada mereka yang sebenarnya, mereka juga harus tahu apa yang telah cucu mereka perbuat."jelas Hiashi karena bagaimana pun lambat laun pasti Dimas dan Fitri akan mengetahuinya.
Tiara pun menyetujui perkataan suaminya, karena pasti semua ini akan terbongkar, mereka tak mungkin menyembunyikannya lebih lama.
Benar saja Dimas dan Fitri datang ke rumah Hiashi,karena mereka belum bertemu dengan Zia dan Zayn setelah kedatangan mereka beberapa bulan lalu, karena setelah datang ke rumah Hiashi beberapa bulan lalu mereka harus segera pergi karena ada beberapa urusan mendesak jadi mereka memutuskan akan datang lagi untuk melihat keadaan Zia dan Zayn.
Akhirnya Hiashi memberitahukan segalanya tentang Zia dan Zayn yang telah di usir dari rumah.
Setelah mendengar penjelasan Hiashi Dimas dan Fitri kaget karena Zia dan Zayn sudah terusir dari rumah, mereka tak percaya kalau Zia telah membunuh Mira neneknya sendiri, Zia hanyalah anak kecil mana mungkin dia akan tega membunuh Mira neneknya, jelas jelas Zia sangat menyayanginya.
"Kau tega Hiashi, kenapa kau mengusir anakmu sendiri dari rumah, Zia tak mungkin membunuh Mira dia sangat menyayanginya, mungkin saja ada seseorang yang telah mengkambing hitamkan Zia, aku yakin dia tak melakukannya. " marah Fitri bisa bisanya Hiashi mengusir Zia dan Zayn tanpa membuktikannya.
"Tapi Bu di sini ada saksi Tiara melihat sendiri kalau Zia mendorong Mama sampai jatuh dari tangga." ucap Hiashi yang masih percaya kalau Zia adalah pembunuh.
"Aku tak habis pikir ternyata kau setega itu, kukira kau adalah orang yang bijaksana ternyata aku salah, jika aku tahu akan terjadi seperti ini maka aku akan membawa Zia dan Zayn ke rumahku, tapi kau malah mengusirnya empat tahun lalu, sekarang kita tak tahu di mana mereka berada." ucap Dimas tak kalah emosinya.
"Ayah aku melakukan itu karena dia telah membunuh ibuku, aku ingin dia bisa menyadari kesalahannya."
"tapi biak di pikir dengan logika pasti tak mungkin anak berusia enam tahun akan melakukan hal sekeji itu, kau sudah di butakan oleh cinta pada wanita ini. " tunjuk Fitri karena dia yakin bahwa Tiara lah yang menyebabkan kehancuran rumah tangga Rahil anaknya.
"Dia pasti yang telah membunuh Mira ibumu, dan dia pasti memfitnah Zia kalau Zia yang telah membunuh Mira, karena dia ingin menguasai hartamu.Dasar wanita ular!!!...." bentak Dimas sura semakin meninggi.
"Cukup!!!!... kalian tak usah menyalahkan Tiara sudah jelas kalau kami melihat Zia yang melakuan semua itu.
" benar aku tak mungkin melakukan hal sekeji itu, aku sangat mencintai Hiashi dan juga anak anaknya mana mungkin aku melakukan hal itu,hiks...hiks....hiks...."ucapnya sambil menangis mengeluarkan air mata buayanya.
Dimas dan Fitri menantap Tiara jijik, Hiashi benar benar telah di butakan oleh cinta, bahkan dialebih percaya wanita ular itu dari pada anaknya sendiri, sungguh memalukan.
"lebih baik kalian pergi dari pada mengganggu ketenangan kami... pergi kalian berdua atau aku suruh satpam untuk mengusir kalian hah!!!!.... " usir Hiashi dia sudah sangat marah karena Dimas dan Fitri telah berani memfitnah Tiara.
"kita akan pergi tanpa kau suruh Hiashi, kita pun tak sudi berlama-lama di rumah ini."
"Tapi kau harus ingat!!! kau akan menyesal di kemudian hari karena telah menyia-nyiakan anak anakmu yang tulus menyayangi mu, dan kau lebih menyayangi anak dari wanita ini." ucap Fitri karena sudah muak dengan sifat egois Hiashi yang disedari dulu tak pernah berubah hingga kini.
"Iya kau tidak akan pernah mendapatkan maaf dari anak-anak mu atas apa yang telah kau perbuat di masa lalu dan akan membuat dirimu menjadi seorang ayah yang paling menyesal di masa depan... CAMKAN ITU HIASHI..!!!."
Setelah kepergian Dimas dan Fitri, Hiashi masih saja diam mencerna perkataan Dimas dan Fitri, Tiara yang melihat itu dia pun tak mau kalau nantinya Hiashi akan mencari Zia dan Zayn dan akan membuat dirinya dan juga Fika tersingkir dari rumah itu.
"Sudahlah Ayah tak usah memikirkan perkataan mereka, mereka itu hanya ingin kau tak percaya kalau Zia adalah pembunuh, tapi kenyataanya memang Zia adalah lembunuh." ucap Tiara agar Hiashi tak mengatakan ucapan Dimas dan Fitri.
"iya Mah aku tak akan percaya pada mereka, kau tak perlu khawatir karena kau lebih memperhatikan mu dan aku tak akan menyesal karena mereka benar bersalah jadi untuk apa aku peduli." ucap Hiashi yang masih lebih percaya pada Tiara.
"Dasar bodoh, kau memang mudah sekali di bodohi." batin Tiara karena Hiashi sangat mudah untuk dia bodohi.
Hiashi pun pergi ke ruang kerja, mereka semua belum tahu jika ada yang mengawasi mereka, semua kegiatan yang di lakukan keluarga mereka di ketahui semuanya oleh Zia dan Zayn.
Sepulang dari kediaman Hiashi, Dimas dan Fitri sangat mengkhawatirkan keadaan Zia dan Zayn karena mereka sudah empat tahun pergi tanpa ada kabar.
"Yah aku khawatir dengan keadaan cucu kita bagaimana ini.Kita harus menemukan mereka bagaimana pun caranya." ucap Fitri khawatir karena ternyata Zia dan Zayn sudah pergi empat tahun lalu dari sini.
"Mamah gak usah khawatir, Papah akan menghubungi mata mata Papah untuk mencari tahu keberadaan cucu kita.Yang penting sekarang kita berdoa supaya Zia dan Zayn di luar sana baik baik saja. " jelas Dimas menenangkan istrinya, dia tahu kalau Fitri sangat menyayangi Zia dan Zayn.
"Iya Pah semoga saja mereka berdua tak papa di luar sana." ucap Fitri karena tak mau terjadi apa apa pada Zia dan Zayn.
Dimas menelpon kepada mata matanya untuk mencari tahu keberadaan Zia dan Zayn, Dimas memberikan foto Zia dan Zayn agar mereka bisa lebih mudah menemukan kedua cucu Dimas.
*di rumah Varo
Hari ini adalah hari libur.Hari ini adalah jadwal cek up Varo ke rumah sakit bersama Nancy. Varo sudah mengidap penyakit Leukimia sejak lama dia harus cek up setiap satu bulan sekali.
Varo tak pernah mengatakan apapun pada teman temannya, yang mengetahui Varo sakit hanyalah orang tua nya dan Nancy. Nancy ingin memberi tahu pada teman yang lain namun Varo melarangnya karena tak mau jika sampai Zia mengetahui keadaannya, karena tak mau dia khawatir.
Nancy sedang bersiap, karena dia sudah di beri amanah oleh orang tua Varo untuk selalu mengantar Varo cek up ke rumah sakit.Saat ini keadaan Varo tak begitu mengkhawatirkan karena penyakitnya sudah lama tak kambuh, dan itu membuat orang tua Varo dan juga Nancy menjadi tenang karena kemungkinan besar Varo akan segera sembuh dari penyakit nya.
"Ayo Varo kita harus berangkat, karena hari sudah siang." ucap Nancy karena ini adalah jadwal cek up Varo.
"Iya bawel, ya udah sono tunggu di mobil, nanti gue susul." KesKesal Varo karena sepupunya sangatlah cerewet.
Nancy menunggu Varo di mobil,beberapa saat Varo pun datang menyusul Nancy, mereka pun berangkat ke rumah sakit, karena hari semakin siang.
Varo mengidap penyakit ini sejak duduk di bangku sekolah dasar, dia bisa bertahan hingga suatu saat dia bertemu Zia dan itu juga alasan mengapa Varo masih bisa bertahan sampai saat ini karena Zia telah menjadi penyemangat hidupnya.