
Fika sudah masuk dalam ruangan siksa, Rasyid juga sudah memanggil mafioso yang sangat menyukai tidur dengan wanita Rasyid membawa empat orang laki-laki yang yang bertubuh kekar, Rasyid tak begitu tertarik dengan tuh mbuh wanita jadi dia tak akan ikut menikmati tubuhnya.
"Kalian nikmatilah tubuhnya ini adalah perintah dari King jadi jangan menolak, tapi ingat jangan sampai mati." Titah Rasyid dengan tegas. Mereka tampak senang bisa mendapat barang bagus terlebih Fika masih muda dan cantik.
"Jika sudah beritahu kan padaku karena dia masih belum selesai di siksa masih ada siksaan yang akan di dapat olehnya dari King dan Queen." jelas Rasyid dan mendorong tubuh Fika hingga tersungkur jatuh.
"Tentu saja ketua kami sangat ingin mencobanya dulu... hahahaha... " tawanya bahagia karena sudah lama mereka tak bermain bersama wanita.
"Baiklah aku akan pergi." Rasyid pun keluar dari ruangan itu dan kembali ke ruangan di mana Tiara di hukum.Dia tak tertarik ingin menikmati tubuh Fika.
Mereka pun mulai menikmati tubuh Fika, hingga mulai terdengar jeritan Fika dari ruangan itu namun karena ruangan kedap suara jadi yang mendengar hanya empat orang itu. Mereka menggilir tubuh Fika bergantian dengan sangat kasar dan tanpa mau berhenti.
...----------------...
Di rumahnya siksa Tiara, mereka semua serang melihat Zayn mencambuk Tiara tanpa ampun. Sudah banyak luka pukulan yang diberikan oleh keduanya hingga Tiara berteriak kesakitan akibat cambukan yang di berikan oleh Zayn. Mereka yang di berada di sana hanya bisa melihat dengan sedikit ngeri pasalnya Zia dan Zayn taka berhenti sedikit pun.
"Aaaaaaaaa." teriak Tiara menggema di ruangan itu. Dia meraung kesakitan namun Zia dan Zayn yak berhenti.
"K... k... kumohon hentikan ini sangat menyakitkan." suaranya melemah meminta agarZia dan Zayn berhenti menyiksanya.
"Apa?! berhenti dulu kau selalu ingin berkuasa menjadi nyonya Alfian sampai-sampai kau menggunakan cara kotor, dan ini adalah balasan yang setimpal." Zayn meneruskan cambuk nya.
"ini masih awal permainan masih ada lagi permainan yang lebih ekstrim." tambah Zia dengan wajah kejamnya.
"Kek bukankan kau mau menyiksanya dia telah menghabisi nenek, kau boleh ikut menyiksanya." Zayn pun mengizinkan Ilham agar membalas semua perbuatan Tiara yang sudah membunuh Mira istri tercintanya.
Ilham pun mendekat dan sudah siap dengan belati nya, jiwa psikopat nya mulai meronta sorot matanya penuh dendam yang sudah menjalar sampai ke hati dan darahnya. Dia mulai mendekatkan belati di kulit mulus Tiara, dan mulai menyayat kulit Tiara perlahan, ada sedikit senyuman terukir di wajah Ilham.
"Ini adalah akibatnya jika kau mengganggu ketenangan keluarga Alfian, apalagi sampai membunuh istri dari pemimpin keluarga Alfian, kau akan terima akibatnya sekarang." Ilham terus menguliti bagian tangan Tiara hingga darah berceceran di lantai, Tiara semakin meraung berteriak namun bagi mereka itu sangatlah indah.
"brengsek kau Ilham .....!!! Bunuh saja aku jangan siksa aku dengan cara seperti ini aku mohon." Umpat Tiara dan dia meminta Zia dan Zayn segera membunuh nya.
"Tak semudah itu kau akan mati, kita masih ingin bermain."Zayn tak akan membunuh Tiara sekarang karena masih ingin melihat Tiara tersiksa.
Selang beberapa saat Rasyid membawa Fika ke ruangan siksa Tiara setelah selesai di nikmati tubuhnya Wajahnya pucat dan tubuhnya lemas akibat mereka tak henti-hentinya menikmati tubuh Fika bergilir. Mereka yang ada di ruangan itu masih menikmati pertunjukkan yang indah menurut mereka. Mereka kaget melihat Fika yang sudah tak berdaya dan kini harus melihat Mamahnya di siksa di hadapannya.
"Mamah.... " teriak Fika lemah dia berlari mendekati tubuh Tiara yang sudah berlumuran darah.
Namun Tiara tak menjawabnya kini di sudah berada di ambang kematiannya. Zia dan Zayn segera menarik Fika dan mendudukkan nya di kursi dan memukul nya dengan keras.
Plak.......
Suara tamparan dan pukulan mengenai pipi dan juga perut Fika, Zia mulai memukuli Fika tanpa ampun, Ilham masih dengan senangnya menguliti Tiara, dan Zayn mengambil cambuk dan mulai mencambuk tubuh Fika. Suara teriakan dan ruangan keluar dari mulut mereka, dan mereka tak henti-hentinya meminta ampun namain seperti tak di dengan oleh Zia dan Zayn bahkan Ilham sekalipun.Teman-teman mereka hanya bisa melihat mereka menyiksa Tiara dan Fika.
"Itulah jika mengambil milik orang dan menikmati nya tanpa mau melihat resikonya." Gumam Siti di kala suasana semakin menyeramkan karena ruangan itu sudah di penuhi darah Tiara.
"mereka pasti tak akan mengampuni Zia dan Zayn sudah sangat murka." Batin Dika yang melihat berapa marah dan murkanya Zia dan Zayn.
Zayn juga mulai menguliti Fika di susul Zia mereka sudah seperti paikopat berdarah dingin hingga dalam waktu yang cukup lama Zia dan Zayn sudah puas dan Ilham juga kalau mereka mendudukan Tiara dan Fika di kursi mereka sudah tak enak dilihat karena kulit mereka sudah mengelupas dan kini tubuh mereka hanya bersimbah dengan darah, bau amis mulai menyeruak di ruangan itu. Hingga selesai mendudukan Fika dan Tiara di kursi, Zia dan Zayn bersiap akan mengakhiri hidup mereka,mereka berdua sudah berdiri sedikit jauh dari tempat Fika dan Tiara dengan memegang pistol di masing-masing tangan mereka.
Mereka menarik pelatuk dan mulai mengarahkan pistol itu agar tepat pada sasarannya hingga....
Dor....
Dor...
Dor...
Dor...
Empat peluru tepat mengenai dada Tiara dan Fika, dua peluru di dada kiri Fika dan dua peluru lainnya di dada sebelah kiri, hingga keduanya mati seketika karena peluru itu tepat mengenai jantung mereka.
Pertunjukkan selesai Fika dan Tiara sudah mati dengan mengenaskan teman Zia dan Zayn pun keluar dari ruangan itu dan memilih menunggu Zia dan Zayn di luar ruangan dan Ilham pun juga ikut keluar dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tangannya yang hanya bercak darah.
"Rasyid..... " panggil Zia, dan Rasyid segera menghadap.
"Iya Queen, ada apa?." Tanyanya langsung.
"Cepat bereskan semuanya jangan sampai ada jejak bawa dua mayat itu dan selesaikan semuanya." titah Zia dia ingin tak ada jejak dan harus segera di bersihkan semuanya.
"Baik Queen." Jawab Rasyid mengiyakan perintah Zia. Zia dan Zayn pun keluar ruangan itu dan menuju ruangan leader untuk membersihkan diri mereka, karena di ruang leader itu di buat dengan dua kamar yang bersebelahan untuk Zia dan Zayn beristirahat dan juga sudah tersedia kamar mandi dan juga keperluan mereka.
Rasyid pun memanggil mafioso yang lain untuk membantu mengerjakan semuanya.
Setelah selesai membersihkan diri, Zia dan Zayn pun keluar dari ruangan mereka dan menemui teman-teman yang lain dan juga Ilham. Sekarang dendam mereka sudah terbayarkan mereka sudah bernafas lega akhirnya semua ini sudah berakhir, Ilham pun meminta maaf atas tindakannya dulu yang lebih mempercayai Tiara, Zia dan Zayn pun bisa mengerti itu dan memaafkan Ilham dengan tulus. Akhirnya Ilham manjadi tak terbebani lagi dia juga sangat senang mendapat maaf dari cucunya.