Zia And Zayn Pair Of Mafia

Zia And Zayn Pair Of Mafia
bag-55



Zayn yang tergeletak di sana baru sadarkan diri,dan mencari Zia yang sudah tak ada di dekatnya.


"Aduhh kepala gue pusing banget." Zayn memegangi kepalanya yang sangat pusing akibat obat bius tadi.


"Zia mana..... apa jangan-jangan dia di culik.... " panik Zayn karena Zia sudah tak bersamanya.


"SIAL ......!!!!! mereka telah membawa Zia, gue harus cari Zia." teriak Zayn dan berlalu pergi dari tempat itu untuk mencari Zia.Zayn mencari di segala penjuru kota, berharap Zia di temukan, hari sudah semakin petang, namun Zayn tak peduli dia tetap mencari Zia.


...----------------...


Flashback on


Ilham mendapat telepon dari anak buahnya. Anak buahnya memberitahukan kalau Fika datang meminta bantuan kepada mereka untuk menculik Zia.


"Maaf King nona Fika meminta kami untuk menculik nona Zia. Bagaimana? apa kami harus membatunya?. "


"Ikuti saja kemauannya, jika kalian menemukan Zia dan Zayn sedang bersama, bawalah yang di perintahkan Fika, tinggalkan Zayn di sana dan bawa Zia saja.Apa kalian mengerti?." jelas Ilham.


"Dan satu lagi jangan sampai Fika membunuh Zia, buatlah alasan agar Zia tetap aman." titah Ilham karena tak mau jika Zia di bunuh.


"Siap laksanakan King, kalau begitu saya pamit." pamitnya.


Ilham lalu memutuskan sambungan, dia akan lakukan apapun karena sekarang Ilham sudah percaya tentang bukti yang di berikan Zia dan Zayn pada waktu itu. Jadi Ilham tak mau kalau Zia dan Zayn terluka.


Flashback off


Zia masih di sekap di gudang, namun dia sedikit heran kenapa mafioso suruhan Fika tak melakukan apapun.


"Katanya mereka mau bermain sama gue.... kenapa malah diam saja? sangat anehh.... " batin Zia berfikir karena sedari tadi mereka hanya diam saja, tak melakukan apaun.


"Heh... kenapa kalian malah diam? apa yang kalian tunggu kalain mengatakan bahwa akan bermain bersamaku, tapi apa ini kalian hanya diam saja." kesal Zia.


"Kami tidak akan melakukan apapun pada anda nona.Kita sedang menunggu kedatangan King kami." jelas mafioso itu.


"Apa...?!! nona? King?.... kenapa gue di panggil nona? sebenarnya siapa mereka?." Zia masih tak mengerti karena mereka memanggilnya dengan sebutan nona.


"Sebenarnya siapa kalian?aku tak mengerti kenapa kalian memanggilku dengan sebutan nona. Dan Siapakah King kalian? jawab aku...!!." bentak Zia karena mereka tak memberitahukan yang sebenarnya.


"Sebentar lagi nona akan tahu, kami tak berniat ingin mencelakai nona, karene perintah King kami." jelasnya.


Zia hanya berdengus kesal dan memilih untuk diam. Dan beberapa menit kemudian terdengar suara mobil di depan gudang. Dan Zia mendengar langkah kaki memasuki ruangan Zia di sekap.Lalu masuklah laki-laki itu menggunakan topeng, semua mafioso nya membungkuk memberi hormat. Zia hanya memandangnya dengan tatapan datarnya.


"Cihhh... jadi yang akan bersenang-senang denganku adalah King mu." decihnya dengan menatapnua miring.


"Apa maksud nona dia adalah..... " belum selesai mafioso itu berkata laki-laki itu langsung menyela nya.


"Sudahlah kalian keluarlah, aku mau berbicara padanya." titah laki-laki itu dan dia angguki oleh mafioso nya, dan mereka semua keluar.


Sepeninggal mafioso, kini tinggal mereka berdua namun beberapa saat suasana menjadi hening.


"apa maumu?." tanya Zia langsung.


"Kau begitu dingin nak.... "


"sudah apa yang mau kau katakan, aku tak punya banyak waktu, aku akan keluar dari tempat ini,Zayn pasti sedang mencariku. " Ketus Zia dan menatapnya sinis.


"Santai lah kau pasti akan keluar dari sini, aku akan membantumu."


"Aku tak butuh bantuanmu aku bisa keluar sendiri, sebenarnya siapa dirimu hah.... " bentak Zia karena laki-laki itu terlalu bertele-tele.


Lalu laki-laki itupun membuka topengnya, dan ternyata dia adalah Ilham kakeknya.


"Apa kau baik baik saja Zi."tanya Ilham karena melihat wajah Zia banyak luka lebam dan luka si lehernya.Dia mendekat pada Zia dan melepaskan ikatan Zia.


"Oh jadi kau yang membantu anak pelacur itu... heh sungguh memalukan, ternyata bukti itu belum membuatmu percaya ya..... "Ucap Zia sinis dan memandang jijik Ilham karena telah membantu Fika.


"Dan aku mempercayai bukti yang kalian bawa waktu itu, pada saat Tiara akan membakar rumah kalian." tambahnya agar Zia percaya kalau dia tak membantu Fika.


"Jadi kau sudah percaya, apa yang akan kau lakukan kek?." tanya Zia ingin mengetahui apa yang akan dilakukan Ilahma setelah mengetahui kebenarannya.


"Aku akan menghabisi mereka tanpa ampun." ucapnya penuh amarah, ingin sekali Ilham menyiksa Tiara tanpa ampun.


"Jangan..... " cegah Zia.


"Biar aku dan Kakak saja yang membunuh mereka." jelas Zia karena dialah yang ingin menghabisi Tiara dan Fika.


"Kenapa? aku juga mau membalaskan dendamku padanya karenah telah membunuh istri tercintaku." Ilham juga ingin membunuh dan menghabisi Tiara.


"Biar aku dan Kakak saja kek, itu sudah menjadi sumpah ku untuk membalas mereka, aku masih bisa terima mereka menyakiti ku tapi jika bunda aku tak akan memaafkan mereka." jelas Zia dengan mata yang penuh dengan dendam.


"Kau hanya perlu membantuku kek, kumohon aku hanya meminta itu padamu." jelasnya lagi, Zia sudah tak tahan akan perlakuan Tiara kepada bundanya.


"Memangnya kau bisa menangkap mereka berdua dan menghabisinya kau bahkan tertangkap oleh mafioso ku, bagaimana nantinya mereka malah yang akan membunuhmu." Ilham tak mau jika itu terjadi Ilham hanya ingin keselamatan untuk cucunya.Ilham masih belum mengetahui Zia dan Zayn yang sebenarnya dan dia masih mencari tahu.


"Heh kau terlalu meremehkan ku dan Kakak, kau tak perlu khawatir aku tak akan terbunuh semudah itu, apalagi mereka hanyalah hama kecil." Zia sedikit tak terima Ilham mengatakan hal itu, dia sama saja meremehkan kemampuan Zia dan Zayn. Dan dia sedikit membanggakan diri.


"Se**benarnya siapa kau Zia aku penasaran dengan cara bicara mu, bahwa kau seperti sudah berpengalaman dalam membunuh." Pikir Ilham dalam hati.


"Akan aku buktikan dalam waktu dekat mereka sudah aku tangkap dan aku akan langsung menghabisi mereka." tambahnya dan menatap datar Ilham.


"Baiklah aku kan serahkan Tiara pada kalian,tapi Fika pasti akan kembali ke sini jadi biar aku yang menangkapnya.bagaiman?." akhirnya Ilham pasrah karena tak bisa melawan Zia yang keputusannya tak bisa di tentang.


"Ok.... setuju, setelah tertangkap aku akan membawa Tiara ke markas mu kek." Zia menyetujui bantuan Ilham


Ilham pun menyuruh salah satu mafioso nya untuk mengantar Zia pulang Ilham membebaskan Zia karena memang bukan Zia dalang dari pembunuhan Mira, dan membiarkan Zia melakukan apa yang dia inginkan, karena Ilham tahu pasti mereka sangat sakit hati terlebih mereka tak pernah mendapat kasih sayang apalagi dari Hiashi.


"Aku akan biarkan kalian berdua melakukannya, kau harap kalian memaafkanku, kakek sungguh malu tak mempercayai kalian, aku akan meminta maaf jika urusan kalian selesai." batin Ilham menyesal telah tak mempercayai Zia dan Zayn dan akan meminta maaf.


Lalu mafioso nya datang menanyakan apa rencana selanjutnya.


"Maaf King apa rencana selanjutnya?." tanyanya.


"Buat seakan-akan Zia kabur dan kalian tak bisa menangkap kembali Zia karena terlalu pintar. Jika dia melawan kalian lawan saja, kalau bisa tangkap dia dan bawa je markasku." jelas Ikahm dan dia angguki oleh mereka, Ilham pun kembali ke rumah karena hari sudah semakin malam.


...----------------...


Zia sudah sampai di depan villa nya, Zayn sudah berada di rumah, karena mobilnya sudah terparkir di depan dengan asal. Zia turun dari mobil dan berterima kasih pada mafioso kakeknya itu, dan dia pun pamit pergi.


"Ya ampun Zayn ada apa dengannya? kenapa memarkirkan mobilnya asal." Zia melihat kalau mobil Zayn terparkir asal.


Lalu Zayn keluar dari rumah, dan berapa terkejut nya dia karena Zia sudah berada di depan villa.


"Zia..... lo kemana saja?... gue cari lo.Ya ampun bagaimana wajah lo babak belur gini,siapa yang lakuin ini ke lo?." teriak Zayn dan berlari ke arah Zia dan memegangi pipi Zia.


"Aduh gak usah teriak, kita masuk dulu nanti gue jelasin." kesal Zia karena Zayn sangat berisik.


"Baiklah.... ayo masuk akan gue obati luka lo. " Lalu Zia dan Zayn mesuk ke dalam.


"Kak gue mandi sama ganti baju dulu nanti baru lo obatin gue." jelas nya karena penampilan Zia sangatlah berantakan.


"Ya udah gue mau siapin obatnya dulu."


Zia pun beranjak ke kamarnya untuk mandi dan berganti baju. Dia masuk ke kamar mandi dan bercermin melihat banyak luka lebam di wajahnya terlebih lagi pipinya lecet dan masih mengeluarkan darah.


"Sial...!!! awas saja lo, gak bakal selamat dari gue karena udah berani buat gue kaya gini.... tunggu saja kalain berdua."Zia sangat geram sambil memandang luka yang ada di wajahnya.


"Gue akan buat lo lebih parah dari ini bahkan gue akan bunuh lo."tambahnya dan tersenyum devil.Zia pun segera membersihkan diri dan berganti baju, lalu mengobati lukannya.